Pernahkah kamu merasa tagihan listrik setiap bulan terasa membengkak, padahal penggunaan alat elektronik di rumah tidak berlebihan? Jika iya, kamu tidak sendirian! Banyak orang tidak menyadari bahwa beberapa perangkat rumah tangga yang terlihat biasa saja justru boros listrik dan menjadi penyumbang terbesar dalam konsumsi energi harian. -MegaBaja.co.id
Lalu, apa sebenarnya yang membuat tagihan listrik melonjak? Alat elektronik apa yang diam-diam paling boros daya? Dan bagaimana cara sederhana untuk mengakalinya agar tetap hemat tanpa mengorbankan kenyamanan? Semua jawabannya akan kamu temukan dalam pembahasan berikut, agar kamu bisa lebih cerdas mengatur penggunaan listrik di rumah.
9 Alat Elektronik Rumah Tangga yang Boros Listrik dan Cara Mengakalinya
1. Kulkas

Pendingin ini adalah alat elektronik yang bekerja tanpa henti, sehingga wajar jika menjadi salah satu penyumbang terbesar tagihan listrik rumah tangga. Konsumsinya berkisar antara 100 hingga 250 watt, atau sekitar 1–2 kWh per hari, tergantung ukuran dan modelnya. Penggunaan daya bisa meningkat jika kulkas terlalu penuh, pintu sering dibuka tutup, atau ketika kamu jarang membersihkannya.
Agar tidak boros listrik, kamu bisa mengatur suhu sesuai rekomendasi, sekitar 3–5°C untuk chiller dan -18°C untuk freezer. Pastikan juga ada jarak di belakang kulkas agar udara panas dapat keluar dengan baik. Selain itu, hindari menempatkannya di dekat sumber panas, serta pilih model hemat energi dengan label efisiensi seperti Energy Star.
2. Televisi
Sebagai sumber hiburan utama di banyak rumah, konsumsi daya TV cukup tinggi, terutama untuk layar besar dengan perangkat tambahan seperti konsol game atau soundbar. Bahkan saat dalam mode siaga, TV tetap menggunakan listrik tanpa disadari. Untuk menghemat energi, biasakan mematikan TV sepenuhnya ketika tidak digunakan, bukan hanya dengan remote.
Kamu juga bisa menggunakan power strip pintar agar daya benar-benar terputus saat perangkat tidak aktif. Selain itu, pilihlah TV berteknologi LED atau OLED yang efisien. Sesuaikan juga tingkat kecerahan layar untuk membantu menekan konsumsi daya tanpa mengurangi kenyamanan menonton.
3. Pendingin Ruangan (AC)
AC termasuk perangkat rumah tangga paling boros energi, dengan daya rata-rata 350–800 watt tergantung kapasitasnya. Konsumsi listrik meningkat ketika suhu diatur terlalu rendah, filter udara kotor, atau ruangan tidak tertutup rapat. Agar lebih hemat, gunakan AC inverter yang efisien dan atur suhu ideal di kisaran 24–26°C. Bersihkan filter secara rutin agar sirkulasi udara lancar, serta pastikan pintu dan jendela tertutup rapat ketika AC menyala. Jika ruangan tidak digunakan, matikan AC agar tidak ada energi terbuang percuma.
4. Pemanas Air (Water Heater)
Jika kamu menggunakan pemanas air listrik di rumah, alat ini kemungkinan menjadi salah satu penyebab utama tingginya tagihan listrik bulanan. Pemanas air digunakan setiap hari untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi, mencuci piring, hingga mencuci pakaian. Aktivitas tersebut, jika dijumlahkan, membuat konsumsi dayanya cukup besar.
Agar listrik di rumah bisa kamu hemat, gunakan air panas hanya saat benar-benar diperlukan. Kamu juga bisa mengatur suhu pemanas pada tingkat yang efisien, sekitar 49–55°C. Selain itu, pilih water heater berteknologi hemat energi atau berlabel efisiensi tinggi, sehingga tidak memboroskan listrik setiap kali kamu menyalakannya.
5. Mesin Cuci dan Pengering

Hampir semua rumah tangga menggunakan mesin cuci setiap minggu. Konsumsi dayanya berkisar antara 250 hingga 300 watt per siklus pencucian, dan bisa jauh lebih besar jika kamu juga menggunakan mesin pengering. Semakin sering mencuci, semakin tinggi pula energi yang dibutuhkan.
Untuk menekan konsumsi listrik, biasakan mencuci dengan muatan penuh agar penggunaan energi lebih efisien. Hindari penggunaan air panas jika tidak diperlukan, karena elemen pemanas dapat menghabiskan daya cukup besar. Menonaktifkan fitur pengeringan panas dan menjemur pakaian di bawah sinar matahari juga merupakan cara sederhana namun efektif untuk menghemat energi. Jika kamu menggunakan mesin pengering, pilih model hemat energi dan bersihkan filter secara rutin agar kinerjanya tetap optimal.
6. Oven Listrik
Walaupun memang memudahkan proses memasak, oven listrik juga termasuk peralatan yang menyedot daya cukup besar, biasanya di atas 1.000 watt. Penggunaan oven dalam waktu lama, terutama untuk memanggang pada suhu tinggi, bisa meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan. Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari adalah membuka pintu oven terlalu sering untuk mengecek kematangan makanan. Padahal, setiap kali pintu dibuka, panas akan keluar dan oven harus bekerja lebih keras untuk mencapai suhu semula.
Agar lebih hemat, pastikan oven selalu tertutup rapat saat digunakan. Gunakan juga fitur konveksi jika tersedia, karena dapat memanggang makanan lebih cepat dengan suhu lebih rendah. Membersihkan oven secara rutin juga penting agar panas tersebar merata dan tidak ada energi terbuang. Kamu juga bisa memasak beberapa hidangan sekaligus untuk memanfaatkan panas dengan lebih efisien.
7. Pompa Air
Di rumah yang tidak terhubung dengan jaringan PDAM, pompa air menjadi kebutuhan utama. Saat beroperasi, biasanya membutuhkan daya sekitar 250–500 watt, namun saat proses pemompaan awal, konsumsi dayanya bisa meningkat hingga 900 watt. Jika pompa sering dinyalakan dalam waktu singkat dan berulang kali, total energi yang digunakan akan semakin besar.
Pastikan kamu tidak boros listrik dengan cara mengurangi frekuensi penggunaan pompa. Simpanlah air dalam tangki atau bak penampungan besar. Dengan cara ini, pompa tidak perlu bekerja terus-menerus setiap kali kamu membutuhkan air. Selain itu, pastikan kondisi pompa tetap terawat dan periksa tekanan air secara berkala agar performanya tetap efisien tanpa menguras energi berlebihan.
8. Lampu
Meski tampak sepele, pencahayaan masih berkontribusi cukup besar terhadap total konsumsi listrik rumah tangga. Kabar baiknya, teknologi lampu saat ini sudah jauh lebih efisien dibanding masa lalu. Lampu LED misalnya, menggunakan energi yang jauh lebih sedikit daripada lampu pijar atau halogen, serta memiliki umur pakai lebih panjang. Selain menghemat biaya listrik, LED juga membantu mengurangi limbah karena tidak perlu sering diganti.
Jika kamu masih menggunakan bohlam konvensional, pertimbangkan untuk segera beralih ke LED. Lampu pijar mengubah sebagian besar energi menjadi panas, bukan cahaya, sehingga pemborosan daya sulit dihindari. Untuk hasil lebih optimal, biasakan mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan dan manfaatkan pencahayaan alami di siang hari. Kamu juga bisa memasang dimmer switch agar intensitas cahaya lebih terkontrol sesuai kebutuhan.
9. Mesin Pencuci Piring

Memang, mesin pencuci piring memudahkan pekerjaan rumah, namun tetap membutuhkan energi yang cukup besar untuk memanaskan air dan mengeringkan piring. Semakin sering kamu menggunakannya, semakin besar pula konsumsi listrik yang terkumpul. Untuk menghemat energi, jalankan mesin hanya ketika muatan sudah penuh. Dengan begitu, setiap siklus pencucian menjadi lebih efisien. Kamu juga bisa mematikan fitur pengering dan membiarkan piring mengering secara alami.
Memahami perangkat mana yang paling banyak menyedot listrik di rumah adalah langkah awal menuju gaya hidup yang lebih hemat energi. Dengan menerapkan kebiasaan sederhana di atas, kamu bisa menekan tagihan listrik sambil berkontribusi menjaga lingkungan melalui efisiensi energi yang lebih baik.


















Leave a Reply