Lampu adalah elemen penting yang wajib ada di rumah. Tanpa lampu, pencahayaan akan susah didapat, apalagi saat malam hari. Namun sekarang, lampu bukan hanya untuk penerangan saja, melainkan juga bisa mempengaruhi suasana di dalam rumah lewat warna lampu yang digunakan. -MegaBaja.co.id
Pencahayaan yang tepat akan membuat rumah tampak lebih estetik dan nyaman tentunya. Salah satu cara untuk mendapatkan hal itu adalah dengan memilih warna lampu yang sesuai. Biasanya, warna yang sering digunakan adalah putih dan kuning.
Nah, kira-kira apa sih perbedaan antara lampu putih dan kuning ini? Mari temukan jawabannya di bawah ini!
Perbedaan Lampu Putih dan Kuning
Kedua lampu ini memiliki perbedaan dan biasanya digunakan untuk keperluan yang berbeda pula. Jadi, apa saja sih perbedaan antara lampu putih dan lampu kuning ini? Ini dia jawabannya:
Spektrum Cahaya dan Suhu Warna
Spektrum Cahaya dan Suhu Warna
Biasanya, lampu kuning masuk dalam kategori lampu halogen. Supaya menghasilkan cahaya kuning, lampu halogen umumnya membutuhkan daya yang cukup besar untuk memanaskan kawat filamen di dalam bohlam.
Tidak heran kalau jenis lampu ini kerap membuat ruangan panas. Namun, sekarang ada juga lampu LED hemat energi yang bisa menghasilkan warna kuning dan biasanya disebut “warm white” dengan suhu warna 2700-3000 Kelvin.
Walaupun lampu bohlam kuning ini terbilang cukup klasik dan kurang modern, lampu ini tetap saja cocok digunakan di kamar tidur. Sebab, warna kuningnya mampu memberi suasana hangat yang menenangkan. Jadi, tidur akan lebih nyenyak.
Berbeda dengan lampu kuning, lampu putih biasanya menggunakan teknologi light emitting diode alias LED. Jika dibandingkan dengan lampu halogen, LED jauh lebih hemat energi.
Suhu warna lampu putih lebih tinggi, yaitu sekitar 4000-6500 Kelvin. Cahaya yang dihasilkan otomatis lebih terang dan terkadang agak kebiruan. Karena inilah lampu putih juga sering disebut dengan “cool white” (putih dingin) atau “daylight” (cahaya siang). Lampu ini akan membuat ruanganmu lebih terang, segar, dan energik, sangat cocok dipakai di area kerja atau dapur.
Efek Pencahayaan yang Dihasilkan
Lampu kuning dan putih mempunyai efek pencahayaan yang berbeda, dan ini berpengaruh pada suasana dan fungsi ruangan.
Nuansa yang dihasilkan lampu kuning adalah hangat dan nyaman, membuat suasana menjadi lebih tenang dan mengundang. Pas sekali untuk ruang keluarga, kamar tidur, atau tempat lain yang memang sering digunakan untuk bersantai. Cahaya kuning tidak terlalu silau, sehingga membantu mata tidak cepat lelah di malam hari.
Sementara itu, lampu putih cenderung lebih terang dan segar. Sangat pas untuk ruangan yang membutuhkan fokus, seperti ruang kerja, dapur, atau tempat belajar. Karena cahaya yang lebih terang ini, lampu putih sering dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Jika kamu butuh pencahayaan jelas untuk kerjaan yang detail, seperti di bengkel atau ruangan seni, lampu putih adalah pilihan yang tepat untuk membuat semuanya terlihat jelas.
Efisiensi Energi
Ketika memikirkan tentang penggunaan energi, lampu putih dan kuning bisa saja mempunyai efisiensi yang sama. Tergantung teknologi apa yang dipakai, apakah itu LED, lampu pijar, atau lampu neon.
Lampu LED putih biasanya dianggap lebih terang dibanding lampu LED kuning, walau dengan daya yang sama. Pasalnya, cahaya yang dihasilkan mirip sekali dengan cahaya siang. Jadi, saat kamu menggunakan lampu putih, kamu bisa menggunakan daya yang lebih rendah untuk mendapatkan cahaya yang diinginkan. Sehingga bisa lebih hemat energi.
Di sisi lain, meskipun efisien, lampu kuning mungkin tidak terlalu tampak secerah lampu putih dengan watt yang sama. Ini mungkin membuat kamu memikirkan kembali jika ingin memakai lampu kuning, terutama di tempat yang memang membutuhkan cahaya yang lebih lembut atau dekoratif. Tapi, kalau kamu butuh pencahayaan yang lebih terang, coba naikkan watt atau jumlah lampunya.
Efek Psikologis
Efek Psikologis
Lampu putih, terutama yang LED, menghasilkan cahaya yang lebih terang dan terkesan modern, bersih, dan terlihat profesional. Cahaya putih ini akan membuat suasana menjadi lebih tajam dan cerah. Secara psikologis, lampu putih ini sering dikaitkan dengan kejernihan, fokus, dan kreativitas.
Sedangkan lampu kuning cahaya yang dihasilkannya cenderung lebih hangat dan lembut. Lampu kuning ini memberi suasana yang lebih terang, nyaman, dan menciptakan suasana yang tenang di dalam ruangan.
Aplikasi dan Penggunaan
Penggunaan lampu kuning dan putih tergantung kebutuhan pencahayaan. Lampu kuning cocoknya untuk ruang tidur, ruang keluarga, ruang tamu, atau tempat lain yang ingin suasana santai dan nyaman. Hangatnya cahaya dari lampu kuning sukses membuat rileks dan nyaman, sehingga cocok sekali untuk area yang memang didesain untuk istirahat. Di luar ruangan, lampu kuning ini juga bagus jika ditempatkan di tempat-tempat yang sering berkabut atau berembun.
Sedangkan, lampu putih lebih cocok untuk ruang yang membutuhkan pencahayaan terang dan jelas, seperti ruang kerja, ruang belajar, atau dapur. Cahaya putih mampu membantu meningkatkan fokus sehingga detailnya lebih terlihat. Untuk luar ruangan, lampu putih biasanya ditempatkan di area yang butuh penerangan merata dan sangat terang, seperti jalan atau area parkir.
Keberlanjutan
Lampu kuning memiliki kelebihan sendiri, terutama jika dipakai di luar ruangan, misalnya lampu taman. Cahaya kuning cenderung menarik lebih sedikit serangga, sehingga lebih bersih. Ditambah lagi kalau kamu menggunakan lampu LED kuning yang hemat energi, kamu bisa membantu mengurangi emisi karbon.
Sementara lampu putih memang lebih terang, tapi sayangnya bisa mengundang lebih banyak serangga datang. Lalu, cahayanya berpotensi menambah polusi cahaya di perkotaan. Tapi, lampu LED putih yang hemat energi justru masih lebih baik untuk bumi dibandingkan dengan lampu pijar dan lampu neon dengan watt tinggi. Jadi, tetap ramah lingkungan.
Dampak untuk Kesehatan
Cahaya mempunyai pengaruh yang besar untuk kesehatan, utamanya untuk tidur dan tingkat kewaspadaan. Warna cahaya tidak sama, jadi reaksi tubuh juga akan berbeda, apalagi dalam hal produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur.
Lampu kuning seperti cahaya api atau matahari terbenam, jadi lebih alami jika dipakai di malam hari. Lampu ini tidak mengganggu hormon tidur, menjadikannya cocok ditempatkan di kamar tidur atau ruang santai supaya tubuh rileks dan tidur nyenyak.
Untuk lampu putih, apalagi yang mempunyai spektrum kebiruan, bisa menekan hormon melatonin supaya tidak keluar banyak. Jadi, kalau kamu banyak terkena cahaya putih di malam hari seperti dari HP atau TV, tidur kamu bisa terganggu dan susah untuk tenang. Meski begitu, lampu putih sangat berguna di siang hari, karena dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan fokus saat beraktivitas.
Memilih lampu kuning atau putih itu tergantung selera, kebutuhan akan cahaya, dan gaya desain ruangan. Lampu kuning biasanya membuat suasana menjadi hangat dan tenang, sedangkan lampu putih mampu memberi pencahayaan yang terang dan segar.
Supaya tidak salah pilih, pertimbangkan dulu fungsi ruangan, gaya desain yang diusung, dan efeknya untuk kesehatan. Dengan begitu, kamu bisa menentukan lampu yang tepat untuk menciptakan atmosfer yang sesuai di setiap sudut rumah. Semoga bermanfaat!
Leave a Reply