Mengenal Teknik Finishing Close Pore dan Open Pore pada Kayu
Mengenal Teknik Finishing Close Pore dan Open Pore pada Kayu

Mengenal Teknik Finishing Close Pore dan Open Pore pada Kayu

Kamu mungkin pernah merasa bingung saat harus menentukan jenis finishing untuk furniture kayu yang telah kamu buat. Finishing merupakan tahap akhir sebelum furniture siap digunakan, dipamerkan, atau dijual. -MegaBaja.co.id

Salah langkah dalam proses pengecatan bisa berdampak serius pada hasil akhir. Meskipun sejak awal sudah memiliki gambaran mengenai warna dan jenis finishing yang ingin digunakan, kebingungan bisa muncul setelah furniture selesai. Sebab, begitu banyak pilihan cat dan warna yang tersedia.

Oleh karena itu, sebelum kamu menentukan warna finishing, ada satu hal penting yang perlu kamu pahami. Yakni perbedaan antara aplikasi close pore dan open pore. Kamu perlu memastikan apakah ingin menggunakan finishing dengan pori-pori kayu yang tertutup atau membiarkannya tetap terbuka.

Pengertian Finishing Close Pore/Close Grain

Pengertian Finishing Close Pore/Close Grain
Pengertian Finishing Close Pore/Close Grain

Sesuai namanya, finishing close pore adalah jenis finishing yang benar-benar tertutup secara struktural. Lebih mudahnya, semua pori kayu ditutup rapat. Jadi, kamu wajib menggunakan dempul atau wood filler sebagai lapisan dasar. Fungsi wood filler adalah untuk menutupi lubang-lubang kecil di permukaan kayu, termasuk pori-porinya.

Jenis finishing ini bisa menggunakan warna natural atau warna lain. Karena, yang dimaksud close pore yaitu struktur permukaannya yang tertutup rapat, bukan penampakannya. Bahkan jika serat kayunya masih terlihat, selama pori-porinya telah ditutup semua hal tersebut tetap disebut sebagai close pore. Ciri dari finishing close pore adalah:

  • Ada penggunaan wood filler atau dempul.
  • Permukaannya rata atau halus.
  • Tekniknya lebih panjang daripada open pore.
  • Lebih umum jika dibandingkan dengan open pore.

Pengertian Open Pore/Open Grain

Finishing open pore berarti pori-pori kayu dibiarkan tetap terbuka. Jadi, dempul atau wood filler tidak digunakan di tahap ini. Biasanya, pengrajin langsung memakai stain atau lapisan bening seperti varnish atau plitur shellac. Karena tidak banyak langkah tambahan, prosesnya jadi lebih sederhana. Oleh karena itu, finishing jenis ini juga cocok untuk pemula yang masih belajar teknik pengecatan.

Ciri-ciri finishing open pore:

  • Permukaannya tidak halus atau rata.
  • Tidak memakai dempul atau filler.
  • Proses pengerjaannya lebih mudah secara keseluruhan.

Jenis Kayu yang Cocok untuk Close Pore atau Open Pore

Pemilihan jenis finishing sebaiknya disesuaikan dengan jenis kayu yang kamu gunakan. Karena, penggunaan finishing yang tidak cocok bisa berpengaruh pada daya tahan kayu itu sendiri. Perlu diingat bahwa finishing bukan sekadar memberi warna pada furniture. Akan tetapi, juga berfungsi sebagai pelindung jangka panjang.

Hutan Indonesia punya banyak sekali jenis kayu. Namun, untuk memilih bahan dan jenis finishing yang pas, kamu harus menyesuaikannya dengan karakter kayu, terutama pori-porinya. Nah, berikut ini ada beberapa jenis kayu yang cocok untuk finishing open pore atau close pore. Bisa banget kamu coba, apalagi kalau kamu sudah punya kayunya di rumah.

Kayu Jati

Jika kamu punya kayu jati, selamat! Kamu punya bahan yang penuh akan nilai seni. Seratnya kayu jati cantik sekali, bahkan bisa dibilang yang paling indah dibanding jenis kayu lain. Maka dari itu, kayu jati cocok  diberikan finishing open pore. Tidak perlu lagi memakai wood filler atau dempul, karena kayu jati sudah punya kandungan resin alami yang membuat serangga enggan mendekat. Jadi, tampilan natural dari seratnya akan tetap terlihat menarik.

Kayu Merbau

Yang satu ini kerasnya hampir setara dengan kayu jati. Biasanya kayu merbau dimanfaatkan untuk tiang rumah atau rangka atap karena sangat kuat. Karena pori-porinya cukup besar tapi teksturnya keras, merbau cocok difinishing dengan open pore. Cukup dengan menggunakan base coat saja untuk menutup porinya.

Kayu Mahoni

Mahoni memiliki warna kemerahan yang khas dengan pori-pori halus. Hal ini membuat kayu mahoni cocok jika difinishing dengan close pore. Pasalnya, daya tahan kayu ini ada di level menengah (kelas III-II), jadi butuh perlindungan ekstra. Finishing close pore bisa bantu menutup pori-porinya supaya kelembapan tidak mudah masuk dan menjadikan kayu cepat rusak.

Kayu Bengkirai

Kayu Bengkirai
Kayu Bengkirai

Selanjutnya ada kayu bengkirai yang sering dimanfaatkan untuk membuat furniture. Tapi, jenis kayu ini mempunyai pori-pori yang halus dan biasanya ada cukup banyak cacat, seperti lubang bekas serangga. Nah, agar tampilannya tetap rapi, kamu harus memakai wood filler atau dempul untuk menutupi bagian cacat itu. Karena pori-porinya juga halus, filler tetap dibutuhkan untuk hasil yang maksimal. Ditambah lagi, kekuatan kayu bengkirai juga menjadi alasan kenapa finishing close pore lebih cocok untuk jenis kayu ini.

Sebenarnya masih banyak jenis kayu lainnya, dan kamu juga harus memperhatikan pori-pori serta kekuatannya. Empat jenis kayu di atas adalah contoh, dan dari sana kamu bisa mulai menentukan jenis finishing yang paling sesuai untuk kayu yang kamu punya.

Cara Aplikasi Finishing Close Pore

Pada intinya, finishing close pore adalah menggunakan wood filler atau dempul untuk menutup semua pori kayu, bukan hanya untuk menutup goresan atau lubang kecil saja. Kamu harus memastikan bahwa seluruh permukaan kayu terlapisi dengan rata. Nah, berikut ini beberapa langkah yang bisa kamu ikuti untuk hasil finishing close pore yang maksimal.

  1. Pastikan kayu sudah benar-benar kering dan siap untuk difinishing.
  2. Oleskan wood filler dengan pisau scrape. Jika memakai wood filler water based, kamu bisa mencampur sedikit air agar lebih mudah diaplikasikan.
  3. Ratakan ke seluruh permukaan kayu sambil ditekan-tekan pelan. Apabila ada goresan atau lubang, isi saja sampai benar-benar tertutup rapat.
  4. Tunggu sampai wood fillernya kering, biasanya cukup sekitar 20 menit.
  5. Sesudah kering, amplas permukaannya dengan amplas nomor 240 sampai halus dan serat kayunya mulai terlihat kembali.
  6. Terakhir, kamu bisa lanjut menggunakan wood stain sesuai warna yang kamu mau. Atau langsung memakai sanding sealer jika ingin hasil yang lebih natural.

Cara Aplikasi Finishing Open Pore

Cara Aplikasi Finishing Open Pore
Cara Aplikasi Finishing Open Pore

Apabila finishing close pore membutuhkan wood filler, beda halnya dengan finishing open pore. Di sini, kamu bisa langsung memakai sanding sealer. Sanding sealer ini berfungsi sebagai lapisan dasar (base coat) yang membantu menutup pori-pori kayu, namun tidak menutup total. Nah, kamu bisa mencoba finishing open pore dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Pastikan permukaan kayu bersih dan kering dulu, ya. Karena kalau masih ada debu atau kotoran, hasil finishing bisa jadi kasar. Lap lagi kalau perlu agar benar-benar bersih.
  2. Campur sanding sealer dengan pelarut. Jika bisa, pilih yang non-toxic dan aman. Sehingga, kamu cukup melarutkannya dengan air saja.
  3. Setelah tercampur rata, semprotkan sanding sealer ke seluruh permukaan kayu sampai merata. Nanti akan terlihat lapisan bening yang tipis di atas kayu.
  4. Tunggu sekitar 60 menit sampai lapisannya kering. Setelah itu, lanjut ke tahap amplas.
  5. Amplas ringan permukaannya menggunakan amplas nomor 400, cukup gosok tipis-tipis saja sampai halus dan rata.
  6. Setelah itu, kamu akan mendapatkan permukaan yang halus dan rapi. Bila ingin hasil akhir yang transparan, langsung gunakan top coat.

Bila kamu ingin lanjut memakai top coat setelah sanding sealer, pastikan dulu seluruh permukaannya sudah diamplas dengan bersih. Kenapa harus begitu? Karena ini adalah lapisan terakhir. Hasil akhirnya akan lebih maksimal jika kamu membiarkan top coat mengering semalam penuh sebelum furniturenya dipakai.

Nah, setelah tahu perbedaan antara finishing close pore dan open pore, kamu lebih pilih yang mana untuk furniture di rumah? Apapun pilihanmu, jangan lupa sesuaikan dengan jenis kayu yang dipakai. Pastikan pula catnya mudah diaplikasikan dan sesuai untuk kayu kamu, ya.

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka