Perbedaan Wood Putty dan Wood Filler_ Pilih yang Tepat untuk Proyekmu!
Perbedaan Wood Putty dan Wood Filler_ Pilih yang Tepat untuk Proyekmu!

Perbedaan Wood Putty dan Wood Filler: Pilih yang Tepat untuk Proyekmu!

Meskipun sering disamakan sebagai dempul kayu, wood filler dan wood putty sebenarnya berbeda. Memahami perbedaan keduanya akan membantu kamu mendapatkan hasil akhir sesuai yang diinginkan. -MegaBaja.co.id

Produk berbahan dasar kayu tersedia dalam berbagai tampilan. Ada yang dilapisi cat berwarna solid seperti merah atau biru, dan ada pula yang mempertahankan tampilan alami kayunya. Kalau dibandingkan, produk yang menonjolkan keaslian kayu cenderung belum mengalami banyak perubahan, sedangkan yang lain telah melewati proses signifikan. Proses perubahan inilah yang dikenal sebagai finishing, yakni perlakuan terhadap kayu alami untuk mendapatkan hasil akhir yang telah direncanakan sebelumnya.

Wood filler dan wood putty merupakan dua material yang umum digunakan dalam tahap finishing. Keduanya berperan penting dalam menentukan hasil akhir tampilan kayu. Baik itu dari segi warna apakah solid atau transparan, maupun dari tekstur permukaan seperti hasil akhir dengan pori-pori tertutup (close pore) atau tetap terbuka (open pore). Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara wood filler dan wood putty?

Pengertian Wood Putty

Pengertian Wood Putty
Pengertian Wood Putty, thespruce.com

Sesuai dengan namanya, wood putty berarti dempul kayu dalam Bahasa Indonesia. Bahan ini digunakan untuk menutup lubang pada permukaan kayu sekaligus menyamarkan warna aslinya. Wood putty tidak hanya mengisi pori-pori, tapi juga mampu menutupi cacat pada tekstur kayu. Sehingga, permukaan yang dihasilkan lebih rata dan terkesan close pore.

Tak hanya itu, wood putty juga membentuk lapisan di atas kayu. Lapisan inilah yang membantu menyembunyikan tampilan alami kayu. Umumnya, bahan ini dipakai dalam proses finishing dengan warna solid seperti merah, biru, atau hijau. Selain itu, wood putty juga bisa digunakan untuk:

  • Untuk menutupi penyok dan goresan kecil pada perabotan kayu yang telah selesai dibuat.
  • Membantu memperbaiki cacat pada kayu yang rentan mengalami perubahan bentuk akibat pemuaian atau penyusutan, seperti pada elemen kayu di area luar ruangan.

Jenis dempul ini sangat cocok untuk digunakan luar ruangan karena bersifat agak elastis. Sehingga tidak akan mudah menyusut atau retak seperti dempul kayu biasa. Salah satu bentuk dempul kayu yang sering digunakan adalah dempul batangan, yakni dempul berbentuk seperti krayon. Produk ini tersedia dalam berbagai warna dan merek, dan sangat ideal untuk memperbaiki kerusakan ringan atau goresan pada furniture secara praktis dan cepat.

Kelebihan Wood Putty

Berikut adalah beberapa kelebihan yang dimiliki wood putty:

Fleksibel dan Mudah Dipakai

Dempul jenis ini sangat fleksibel, jadi mudah dipakai bahkan untuk yang masih pemula. Cukup gunakan alat terjangkau yang bernama pisau dempul buat mengoleskan dempul secara tipis-tipis. Lalu tinggal seret sisa dempul tersebut biar rapi. Ada juga merek yang berbentuk stik, jadi kamu hanya perlu menggeser dempul di bagian yang lecet atau bolong. Karena kemudahan dipakai ini banyak tukang lantai kayu yang senang menggunakan wood putty untuk perbaikan masalah kecil seperti menutupi goresan atau lubang.

Tidak Mengeras Secara Total

Karena kandungan kimianya, wood putty tidak akan mengeras sepenuhnya. Hal ini memungkinkan dempul menyesuaikan diri dengan pergerakan alami kayu yang bisa menyusut atau mengembang. Sifat fleksibel inilah yang membuat wood putty sangat cocok digunakan untuk merawat furnitur luar ruangan yang sering terpapar cuaca. Oleh sebab itu, banyak ahli menggunakan dempul kayu untuk menambal celah-celah kecil pada dek atau papan kayu.

Tersedia dalam Berbagai Warna

Pilihan warna untuk wood putty banyak, sehingga bisa disesuaikan dengan hampir semua jenis kayu. Agar hasil akhirnya cocok dengan warna kayu tertentu, sebaiknya kamu bawa foto atau potongan contoh ke toko bangunan. Lalu, pilih wood putty yang paling mendekati warna aslinya. Meski terkadang ada perbedaan kecil, di sinilah pentingnya mengetahui teknik pemolesan ulang kayu.

Kekurangan Wood Putty

Berikut ini beberapa kekurangan dempul kayu yang perlu kamu tahu:

Kurang Cocok untuk Finishing atau Diamplas

Dempul kayu memang lentur, jadi bagus untuk mencegah retakan setelah diperbaiki, apalagi jika suhu berubah-ubah. Tapi sayangnya, sifat lenturnya itu membuat dempul tidak bisa diamplas dan juga kurang menyatu dengan lapisan finishing. Jadi, kamu harus menggunakan dempul ini setelah semua proses finishing selesai. Hal seperti ini membuat penggunaan dempul kayu jadi terbatas.

Kandungannya Kurang Aman untuk Kayu yang Belum Dilapisi

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, dempul kayu tidak bisa dilapisi ulang karena sifat kimianya yang lentur. Nah, masalah lainnya adalah dempul ini juga tidak cocok digunakan langsung di kayu mentah (yang belum dilapisi apa-apa). Karena, bahan kimianya bisa merusak jenis kayu tertentu dalam jangka panjang. Untuk itu, sebaiknya warnai kayu terlebih dahulu atau pastikan kayu sudah dilapisi sealant/pewarna supaya ada penghalang antara dempul dan kayu.

Tidak Membantu untuk Proyek Besar

Ada alasan kenapa para profesional menggunakan dempul kayu untuk memperbaiki lubang kecil, retakan halus, atau goresan. Sebab, dempul kayu sangat cocok untuk pekerjaan kecil. Namun, jika sudah memasuki proyek yang skalanya lebih besar, bahan ini kurang bisa diandalkan. Wood putty hanya berefek di permukaan saja, jadi tidak kuat atau cocok untuk perbaikan yang sifatnya struktural atau butuh daya tahan ekstra.

Pengertian Wood Filler

Pengertian Wood Filler
Pengertian Wood Filler, sumber: homedecorbliss.com

Tidak seperti Wood Putty, Wood Filler dirancang khusus untuk mengisi pori-pori kayu. Walau bisa juga dimanfaatkan untuk menambal lubang besar atau kerusakan pada kayu. Sifat wood filler kurang elastis, membuatnya lebih rentan retak terutama jika digunakan di area luar ruangan (eksterior). Umumnya, Wood Filler diaplikasikan dalam tahap finishing dengan tampilan natural, baik itu saat menggunakan Wood Stain maupun lapisan bening (clear coat). Produk ini biasanya tersedia dalam warna-warna alami yang mirip dengan jenis kayu seperti jati atau mahoni, dan bisa menyerap Wood Stain dengan baik.

Biasanya, Wood Filler dipakai setelah kayu selesai diamplas halus. Setelah dioleskan, wood filler harus diamplas lagi hingga serat kayunya terlihat. Karena jika masih ada sisa, warna yang dihasilkan bisa belang saat terkena Wood Stain. Setelah itu, bisa dilanjutkan ke tahap pewarnaan dengan menggunakan Wood Stain, atau bisa juga langsung masuk ke lapisan Sanding Sealer atau Top-Coat.

Agar lebih jelas, berikut penggunaan Wood Filler secara umum:

  • Menutupi retakan atau lubang di kayu yang belum difinishing.
  • Menutupi bekas paku atau sekrup di furnitur yang belum selesai.
  • Meratakan lubang pada trim interior sebelum dicat atau diberi warna.
  • Mengisi retakan dan cekungan di lantai kayu selama proses pemolesan ulang.

Kelebihan Wood Filler

Ini dia beberapa kelebihan menggunakan wood filler untuk proyek perbaikan kamu selanjutnya.

Aman Digunakan di Kayu yang Belum Dilapisi

Berbeda dengan dempul kayu biasa, wood filler justru cocok sekali digunakan langsung di kayu yang belum difinishing. Sebab, bahan ini tidak mengandung zat kimia yang berpotensi merusak kayu. Banyak dari tukang atau profesional yang memiliki wood filler untuk hasil yang lebih natural dan aman.

Bisa Diamplas dan Diwarnai

Tak hanya untuk kayu yang belum dilapisi, wood filler juga mudah diamplas, dicat, atau diwarnai. Ini karena bahannya memang dibuat dari serbuk kayu asli, sehingga bisa menyatu dengan serat kayu yang ada. Saat kamu mewarnai lantai atau furniture dari kayu, wood filler akan ikut menyerap dengan baik. Sehingga, hasil akhirnya lebih rata dan natural.

Berguna untuk Proyek Besar

Wood filler cocok untuk proyek besar karena cepat kering dan terbuat dari bahan organik. Kombinasi ini aman digunakan tanpa membuat kayu rusak. Maka dari itu, banyak tukang kayu yang memanfaatkan wood filler untuk menutup celah lebar di lantai, sampai membentuk ulang sisi meja yang rusak.

Kekurangan Wood Filler

Walaupun berguna untuk perbaikan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan.

Tidak Tahan Cuaca

Wood filler memang bagus untuk menutup dan mengikat serat kayu. Tapi kalau digunakan di luar ruangan, itu bisa menjadi masalah. Karena bahannya mirip kayu, wood filler juga akan ikut mengembang dan menyusut ketika cuaca berubah-ubah. Jadi jika terkena panas-terik lalu tiba-tiba dingin atau hujan, filler bisa retak dan membuat kamu harus memperbaikinya lagi nanti.

Pilihan Warnanya Terbatas

Biasanya, wood filler hanya tersedia dalam beberapa warna saja, karena memang lebih sering dipakai pada kayu yang belum difinishing. Jadi, jangan heran kalau kamu kesulitan mencari warna yang benar-benar cocok dengan warna kayu yang kamu punya. Solusinya adalah memakai filler terlebih dahulu untuk menutupi bagian yang rusak. Kemudian, warnai dengan pewarna kayu agar menyatu dengan warna aslinya. Ini memang sedikit makan waktu, tapi kamu akan berhasil.

Jadi, apa perbedaan paling mencolok antara wood putty dan wood filler? Jawabannya yang paling mudah untuk membedakan wood putty dan wood filler adalah waktu penggunaannya. Wood putty filler lebih cocok digunakan untuk kayu yang belum difinishing. Sementara wood putty atau dempul lebih cocok untuk kayu yang sudah difinishing.

Itu dia perbedaan tentang wood putty dan wood filler. Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka