Mengenal Berbagai Model Kaki Furniture Antik yang Populer
Mengenal Berbagai Model Kaki Furniture Antik yang Populer

Mengenal Berbagai Model Kaki Furniture Antik yang Populer

Pernah jatuh hati dengan kaki meja model cabriole tanpa sadar? Atau mungkin gulungan dari Flemish membuat kamu terpesona? Atau justru lebih suka gaya sederhana dengan ukiran yang beralih? Melalui panduan sederhana ini, kamu akan mengenali berbagai jenis kaki furniture antik dengan mudah. -MegaBaja.co.id

Tidak hanya sekadar tahu bentuknya, kamu juga akan mengetahui fungsi setiap model kaki furniture. Yuk, terus baca dan temukan jenis kaki furniture mana yang akan kamu gunakan atau jadikan koleksi di rumah.

Gaya Kaki Furniture yang Harus Kamu Ketahui

Kaki furniture tidak hanya penting untuk penampilan dan fungsionalitas, tapi juga bisa menjadi petunjuk penting dalam mengenali jenis-jenis furniture antik. Dari bentuk dan cara penggunaannya, kaki furniture sering kali mampu mengungkap kapan sebuah furniture dibuat.

Jika kamu penasaran, ada banyak contoh gaya kaki furniture yang berkembang di Eropa dan Amerika Serikat. Mulai dari era Renaissance sampai periode kekalahan. Ini dia jenis-jenisnya:

Kaki Gulir Flemish (Flemish Scroll Leg)

Kaki Gulir Flemish (Flemish Scroll Leg)
Kaki Gulir Flemish (Flemish Scroll Leg), sumber: thesprucecrafts.com

Pertama ada kaki giliran flemish yang terkenal anggun dan cantik. Ciri khasnya ada pada ukiran berbentuk gulungan di bagian atas dan bawah kaki, biasanya berputar ke arah yang berlawanan. Model ini mulai populer di paruh kedua abad ke-17 dan sering terlihat pada furniture Barok akhir, termasuk gaya Restorasi dan William and Mary. Desainer terkenal seperti Gerit Jensen bahkan memakai gaya ini ketika membuat furniture untuk raja Charles II. Kaki model ini juga kerap disebut sebagai kaki gulir ganda atau kaki gulir S, terutama jika bagian di antara gulungannya dibuat melengkung.

Kaki Cabriole (Cabriole Leg)

Di dunia furniture antik, kaki cabriole bisa dibilang yang paling populer, bahkan mungkin satu-satunya yang sering terdengar namanya. Bentuknya khas dengan lutut yang melengkung keluar lalu pergelangan kaki masuk ke dalam, biasanya berakhir dengan detail kaki hias. Model ini sangat erat kaitannya dengan furniture bergaya Queen Anne dan Chippendale. Jika dipasangkan dengan furniture Chippendale, kaki cabriole biasanya ditutup dengan model bola dan cakar. Sementara pada gaya Queen Anne yang paling sering ditemui adalah kaki bantalan, meski ada juga variasi lain yang digunakan.

Fluted Leg

Gaya ini memiliki kesan sederhana tapi tetap elegan. Bentuknya ditandai dengan deretan alur bulat yang diukur vertikal pada kaki lurus dengan interval yang teratur. Desain ini terinspirasi dari kolom Parthenon, sehingga banyak pembuat furniture mengambil pengaruh kuat dari arsitektur Yunani saat merancang kaki beralur pada meja samping maupun meja permainan bundar. Kemudian, desainnya semakin populer di era Neo Klasik pada paruh kedua abad ke-18, lalu berlanjut ke gaya Classical Revival di abad ke-19. Bentuknya mirip dengan model reeded leg, namun alurnya berbentuk cekungan, bukan cembung atau timbul.

Reeded Leg

Jenis kaki furnitur ini memiliki deretan tonjolan atau alur bulat yang diukir vertikal dengan jarak teratur, terinspirasi dari motif-motif Yunani dan Romawi kuno. Model ini banyak digunakan pada gaya Neoklasik akhir, Regency, dan Empire yang berkembang sekitar pergantian abad ke-19. Kaki reeded ini sering terlihat pada desain Sheraton. Bentuknya mirip dengan fluted leg, tetapi alurnya cembung, bukan cekung. Popularitas kaki reeded bahkan melampaui kaki fluted saat abad ke-18 beralih ke abad ke-19.

Kaki Marlborough (Marlborough Leg)

Ini adalah kaki furniture yang lurus, berbentuk persegi, dan kokoh, biasanya polos, tapi terkadang juga dihiasi ukiran beralur. Kaki Marlborough umumnya berujung pada kaki balok, meski ada juga yang tanpa ujung khusus, dan beberapa versi agak meruncing. Nah, jenis ini menjadi ciri khas furniture Inggris dan Amerika pada pertengahan abad ke-18, dan sering muncul pada gaya Chippendale berikutnya, terutama pada kursi, meja, sofa, serta ranjang tidur.

Saber Leg

Saber Leg
Saber Leg, sumber: harpgallery.com

Selanjutnya adalah gaya saber yang merupakan jenis kaki furniture melebar ke luar dengan bentuk cekung, menyerupai pedang sabit atau pedang melengkung. Bentuknya bisa bulat atau persegi, dan biasanya meruncing secara bertahap. Model yang satu ini sering dijumpai pada kursi, bangku, atau sofa.

Asalnya dari zaman kuno, contohnya ditemukan pada kursi klismos Yunani. Gaya saber ini kembali populer di kalangan desainer akhir abad ke-18 seperti Sheraton dan menjadi ciri khas furniture gaya Regency maupun Empire. Ada kalanya kaki ini juga disebut kaki pedang atau kaki melebar.

Kaki Laba-laba (Spider Leg)

Tipis, halus, dan melengkung adalah apa yang bisa digambarkan dari kaki furniture laba-laba. Biasanya, kaki ini dipasang di bawah meja bundar dalam kelompok tiga atau empat. Jenis ini umumnya berujung kaki sekop atau bahkan tanpa ujung kaki sama sekali. Kaki dengan bentuk seperti ini banyak ditemukan pada tempat lilin, meja teh, dan perabotan ringan portabel dari akhir abad ke 18-19.

Di sisi lain, kaki laba-laba juga bisa berbentuk ramping dan lurus, seperti yang ditemukan pada meja lipat. Penyangga yang tipis memudahkan meja untuk dibuka dan diperluas. Variasi ini sudah ada sejak awal abad ke-18 dan sering dilengkapi dengan kaki bantalan. Kedua jenis kaki laba-laba ini tetap populer hingga sekarang.

Kaki Spiral (Spiral Leg)

Bentuk kaki furnitur kuno ini menyerupai tali yang dipilin. Diperkirakan berasal dari India, gaya ini kemudian menyebar ke Eropa pada pertengahan abad ke-17, mulai dari Portugal, Belanda, hingga Inggris, di mana popularitasnya memuncak sekitar tahun 1660 hingga 1703. Kaki spiral ini menjadi ciri khas furniture bergaya Restorasi dan William and Mary, lalu kembali diminati seratus tahun kemudian pada furniture era akhir Kekaisaran dan Federal. Gaya ini sempat bangkit lagi di pertengahan abad ke-19 dan banyak digunakan pada furnitur bergaya Victoria. Di Inggris, kaki spiral juga dikenal dengan sebutan spiral-twist atau barley-twist.

Kaki Spiral (Spiral Leg)
Kaki Spiral (Spiral Leg), sumber: thesprucecrafts.com

Kaki Terompet (Trumpet Leg)

Terakhir ada trumpet leg yang berbentuk diputar dengan ukuran cukup tebal dan penuh lekukan, melebar dari pangkal sempit ke arah atas sehingga tampak seperti terompet terbalik. Bagian atasnya sering diberi penutup berbentuk kubah, sementara ujungnya biasanya berakhir dengan kaki bola atau kaki bergaya Spanyol. Kaki model ini menjadi ciri khas furniture Barok, khususnya pada gaya Restorasi Inggris dan William and Mary. Biasanya digunakan pada meja aksen, meja tinggi, maupun meja rendah yang kakinya dihubungkan dengan kaki penyangga melengkung. Adapun, model ini juga dikenal dengan sebutan trumpet-turned legs atau kaki terompet berpilin.

Nah, sekarang kamu sudah mengenal berbagai gaya kaki furniture dan bagaimana rupanya. Mungkin, akan muncul pertanyaan bagaimana cara memanfaatkan pengetahuan ini untuk rumah sendiri? Coba kamu jawab beberapa pertanyaan ini:

  • Apakah kamu lebih suka sentuhan gaya Eropa atau justru nuansa klasik Amerika?
  • Seberapa luas ruang yang kamu punya untuk menata furniture?
  • Berapa besar anggaran yang bisa kamu keluarkan?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kamu akan lebih mudah menentukan gaya kaki furnitur mana dari daftar di atas yang paling cocok dengan kebutuhan dan selera kamu. Semoga bermanfaat!

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka