Desain Rumah Slow Living_ 9 Cara Sederhana yang Bisa Ditiru
Desain Rumah Slow Living_ 9 Cara Sederhana yang Bisa Ditiru

Desain Rumah Slow Living: 9 Cara Sederhana yang Bisa Ditiru

Seiring dengan semakin cepatnya laju kehidupan, kamu mungkin merasa sibuk atau kewalahan atas semua hal yang harus dilakukan. Karena hal ini, banyak orang mulai menerapkan filosofi slow living untuk mengatasi stres dengan mendorong hidup yang lebih santai. Selain sebagai gaya hidup, slow living juga bisa diterapkan pada rumah, lho! Desain rumah slow living bisa kamu pertimbangkan jika ingin mendapatkan ketenangan dan kedamaian yang jauh dari hiruk pikuk dunia luar. –MegaBaja.co.id

Rumah seharusnya menjadi tempat di mana kamu dapat bersantai, memulihkan tenaga, dan benar-benar menikmati lingkungan sekitar. Dengan desain yang tepat, kamu bisa menciptakan ruang tenang yang diimpikan. Desain rumah slow living bukan hanya tentang mengubah pola pikir, melainkan tentang menciptakan rumah yang mendukung gaya hidup ini.

Mengenal Apa Itu Slow Living

Sebelum membahas tips desain untuk rumah slow living, kamu harus tahu apa arti sebenarnya dari filosofi hidup ini.

Intinya, slow living adalah tentang menyederhanakan hidup dan menjalaninya dengan penuh tujuan. Gaya hidup ini mendorong kamu untuk menjalani hidup dengan lebih tenang, alih-alih berusaha untuk terus-menerus sibuk.

Slow living juga mendorongmu untuk merayakan hal-hal kecil dalam hidup, entah itu sinar matahari yang bersinar atau secangkir kopi yang nikmat di pagi hari. Konsepnya berfokus pada momen atau tindakan yang membawa kebahagiaan atau menghilangkan stres. Mindfulness juga penting, dan slow living berupaya menemukan koneksi dengan orang lain dan mendorong kamu untuk merasa hadir di lingkungan sekitar.

9 Cara Sederhana Menciptakan Rumah Slow Living

Prinsip-prinsip slow living dapat diterapkan pada furniture, dekorasi, hingga desain interior. Rumah slow living bukan tentang menciptakan tampilan yang layak diunggah di Instagram, melainkan ruang yang sesuai untukmu dalam hal kepraktisan, kenyamanan, dan kesadaran. Kamu harus berusaha menciptakan ruang yang bisa menjauhkanmu dari hiruk pikuk dunia luar, dengan mengutamakan relaksasi dan kenyamanan.

Penting juga untuk membuat rumah yang mencerminkan kepribadian. Jadi, kamu harus mendesainnya sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan. Jika kamu bingung harus mulai dari mana, yuk ikuti cara sederhana berikut ini:

1. Gunakan Konsep Interior Minimalis

Gunakan Konsep Interior Minimalis

Desain interior minimalis sangat cocok untuk gaya hidup slow living. Konsep ini membuatmu bisa menciptakan ruang yang terasa tenang dan seimbang. Minimalisme tidak harus dingin atau hampa. Intinya adalah memilih barang-barang apa yang ingin kamu simpan dan pajang. Agar minimalis terasa nyaman, pilihlah warna-warna netral, material alami seperti kayu dan linen, serta tambahkan tekstur lembut seperti selimut dan bantal. Elemen-elemen ini dapat membuat ruangan terasa hangat dan mengundang, sekaligus mempertahankan tampilan bersih dan rapi.

2. Ciptakan Lingkungan yang Menenangkan

Untuk membantu meredakan stres sehari-hari dan memperlambat gaya hidup, ruangan dengan skema warna kalem bisa langsung menghadirkan suasana yang menenangkan. Bayangkan furniture alami, warna terang, dan warna-warna earth tone yang natural. Abu-abu hangat, putih lembut, dan warna-warna tanah seperti sage atau terakota sangat cocok untuk menciptakan rasa tenang. Beragam warna ini berfungsi sebagai latar belakang halus dengan tampilan akhir yang memiliki tekstur alami dan sedikit semburat lembut tanpa membuat ruangan tampak berlebihan.

3. Bawa Unsur Alam ke Dalam Rumah

Alam punya cara unik untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Memasukkan unsur-unsur alami ke dalam desain rumah akan membantu menciptakan suasana yang menenangkan. Salah satu yang bisa membawa unsur alam adalah tanaman hias yang indah.

Tidak hanya dapat menghadirkan warna dan kehidupan ke dalam rumah, tanaman hias juga memiliki manfaat tambahan yaitu membersihkan udara dari polutan dan racun. Jika kamu bukan pecinta tanaman, jangan khawatir. Ada banyak tanaman hias yang mudah dirawat seperti tanaman lidah mertua atau sukulen yang dapat tumbuh subur dengan perawatan minimal.

4. Gunakan Pencahayaan Alami Bila Memungkinkan

Gunakan Pencahayaan Alami Bila Memungkinkan

Pencahayaan sangat penting untuk menciptakan ruangan yang santai dan nyaman. Jadikan ruanganmu tampak lebih besar, lebih terang, dan lebih lapang dengan memanfaatkan cahaya alami sebisa mungkin. Sinar alami akan membuatmu merasa lebih segar dan berenergi, serta sangat baik untuk mengurangi stres.

Bukalah tirai di siang hari dan letakkan cermin di seberang jendela yang menghadap sinar matahari. Pertimbangkan pilihan pencahayaan dan pilihlah suasana yang menenangkan untuk ruangan dan jiwa. Ini adalah salah satu cara termudah untuk menciptakan suasana yang tenang.

5. Ciptakan Ruang yang Nyaman untuk Bersantai

Di rumah yang dirancang untuk gaya hidup slow living, menciptakan ruang yang didedikasikan untuk mindfulness dan relaksasi sangatlah penting. Baik itu sudut baca kecil, sudut meditasi, atau kursi santai dekat jendela, punya ruang khusus membuatmu bisa melepas lelah dan penat dari tuntutan kehidupan sehari-hari. Konsep ini selaras dengan desain rumah Hygge, pendekatan Denmark yang fokus pada kenyamanan, kehangatan, dan kesejahteraan.

Ruang yang terinspirasi Hygge memadukan tekstur lembut, pencahayaan hangat, dan material alami, yang menciptakan rasa tenang dan terhubung. Entah kamu menambahkan selimut lembut, suasana bercahaya lilin, atau aksen kayu alami, tujuannya adalah menciptakan suasana damai yang mendukung relaksasi. Pastikan ruang ini terasa aman dan nyaman agar kamu mudah bersantai saat membutuhkannya.

6. Pilih Dekorasi Karya Seni dengan Hati-hati

Memilih karya seni bisa menyenangkan jika kamu meluangkan waktu untuk menemukan pilihan yang bermakna, yang membuatmu merasa rileks dan bahagia di rumah. Jangan penuhi setiap dinding dengan karya seni. Pilihlah dekorasi yang besar dan mencolok untuk menonjolkan ruangan secara visual. Bahkan, kamu juga bisa menggabungkannya ke dalam skema desain. Kemudian, letakkan karya seni yang lebih kecil di berbagai bagian ruangan. Ini membantu menciptakan daya tarik tanpa terlalu ramai atau terlalu banyak detail.

7. Bersikaplah Fleksibel

Pilihlah barang-barang yang sesuai dengan gaya hidupmu. Utamakan bagaimana kamu ingin ruangan terasa. Ini perlu menjadi proses desain saat kamu membuat perubahan apa pun pada rumah. Jika ruangan tidak lagi sesuai dengan kebutuhanmu, maka kamu bisa mengubahnya. Bukan berarti membeli barang baru, tetapi kamu bisa memindahkan isi ruangan ke ruang lain. Rapikan barang-barang yang tidak terpakai, sesuaikan ruangan dengan kebutuhan, dan manfaatkan dengan cara yang berbeda seiring dengan perubahan kebutuhan.

8. Gunakan Barang Berkualitas

Jika harus membeli barang, perhatikan barang-barang yang kamu beli dan bawa ke rumah. Hiaslah dengan barang-barang yang bermakna. Setiap barang harus memiliki tujuan, membangkitkan kegembiraan, atau menjadi istimewa bagi dirimu sendiri. Belilah barang-barang berkualitas atau dapatkan dari pengrajin lokal. Perabotan antik, kayu reklamasi, dan kerajinan tangan merupakan cara terbaik untuk menghadirkan keberlanjutan ke dalam desain rumah sekaligus menjaga ruang tetap unik dan penuh karakter.

9. Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas

Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas

Berantakan sama dengan stres. Salah satu prinsip utama slow living adalah bertindak secara sadar dalam memilih. Alih-alih memenuhi rumah dengan furniture trendi, investasikan pada furniture berkualitas tinggi yang dirancang untuk bertahan lebih lama. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih bermakna dengan barang-barang di rumah. Memilih furniture dan dekorasi yang kamu sukai dan tahan lama akan menciptakan harmoni di ruangan.

Bersihkan juga semua barang yang berserakan dan tidak diperlukan dari rumah. Buang apa pun yang tidak lagi berguna dalam hidupmu, dan sumbangkan atau jual sisanya. Jika kamu memiliki terlalu banyak barang, akan sulit menemukan barang saat dibutuhkan. Masalah ini bisa jadi alasan kamu lebih sulit termotivasi untuk membersihkan. Memiliki lebih sedikit barang juga membuat ruangan terasa lebih bersih dan lebih damai secara keseluruhan. Tak perlu mengisi setiap sudut. Terkadang, kesederhanaan adalah pilihan terbaik.

Dengan beberapa cara sederhana di atas, kamu bisa mengubah rumah menjadi tempat istirahat yang damai, tempat di mana kamu bisa benar-benar bersantai dan menikmati hidup. Jika kamu siap menerapkan prinsip-prinsip slow living dalam desain rumah, jangan lupa pertimbangkan panduan di atas, ya!

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka