Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mempercantik rumah. Cukup menyalakan beberapa lilin saja dan kamu sudah bisa menghadirkan suasana hangat dan menyenangkan di setiap ruangan. -MegaBaja.co.id
Lilin adalah salah satu elemen dekorasi yang paling multifungsi. Selain memberi penerangan, lilin juga mampu membangun atmosfer, menambah nuansa, sekaligus mempertegas gaya dekorasi. Bisa dibilang, hampir di setiap kesempatan lilin bisa dimanfaatkan untuk menciptakan desain yang sesuai dengan momen yang diinginkan.
Dengan kata lain, kehadiran lilin sanggup memberikan karakter unik pada sebuah ruangan sekaligus memperindah tampilannya.
Jenis lilin pun sangat beragam, mulai dari aroma, warna, hingga model yang tak terhitung banyaknya. Justru karena terlalu banyak pilihan, sering kali membuat bingung menentukan mana yang paling cocok untuk rumah kamu. Ada jenis lilin yang paling cocok untuk membangun suasana hati, sementara lainnya lebih cocok dijadikan dekorasi meja atau dipajang di atas rak perapian. Maka sebelum mulai mengoleksi lilin, ada baiknya kamu mengetahui berbagai macam jenis lilin terlebih dahulu. Berikut semua yang harus kamu tahu mengenai jenis-jenis lilin.
Jenis-Jenis Lilin untuk Dekorasi di Rumah
Lilin Pilar
Karena terbuat dari lilin padat, lilin pilar bisa berdiri tanpa harus dimasukkan ke dalam wadah. Lilin pilar hadir dalam berbagai ukuran dengan ciri khas bentuknya yang kokoh dan lebar. Jenis lilin ini kerap dimanfaatkan saat listrik padam, dijadikan pusat dekorasi meja, mempercantik perapian, atau ditempatkan di berbagai sudut ruangan. Umumnya, lilin pilar tidak mudah menetes saat menyala, meskipun tetap dianjurkan untuk menaruhnya di permukaan yang tahan panas dan api. Tampilan ini akan semakin menarik jika disusun dalam berbagai ukuran, ditambah ketahanannya cukup lama berkat material yang padat dan bentuk yang besar.
Lilin Wadah

Berikutnya ada lilin wadah yang sudah dikemas dalam wadah tahan panas dan tidak mudah terbakar. Wadahnya ini biasanya terbuat dari kaca atau logam, kadang juga dilengkapi dengan tutup. Bisa dibilang praktis karena selain lilinnya, kamu juga akan mendapatkan wajahnya. Jenis ini hadir dalam berbagai ukuran, ada yang menggunakan satu sumbu atau beberapa sumbu, bisa beraroma atau tidak, dan banyak variasi menarik lainnya. Meskipun begitu, penting untuk selalu mengawasi saat lilin menyala dan jangan lupa mematikannya ketika meninggalkan ruangan.
Lilin Apung
Lilin apung adalah lilin berbentuk kecil dan bulat yang dirancang untuk digunakan dalam wadah atau mangkuk berisi air. Desainnya dibuat ringan di bagian atas sehingga bisa tetap mengapung saat dinyalakan. Ketika area sekitar sumbu mulai panas, air membantu menjaga bagian luar tetap dingin. Inilah yang membuat lilin tidak tenggelam meski perlahan habis terbakar.
Jenis yang satu ini cocok sekali untuk menambahkan sentuhan romantis atau meriah di meja makan. Langsung membuatnya terasa lebih mewah dan istimewa. Kamu bisa menaruhnya di mangkuk besar bersama bunga atau kelopak sebagai hiasan tengah yang cantik. Atau menggunakan beberapa lilin dalam wadah kecil dengan ketinggian berbeda untuk menciptakan efek dekorasi yang lebih dramatis.
Tealight
Merupakan jenis lilin berukuran kecil yang biasanya dikemas dalam wadah logam atau plastik. Sesuai asal-usul namanya, lilin ini dulu digunakan untuk menjaga suhu teh tetap hangat, namun kini lebih sering difungsikan sebagai elemen dekoratif maupun pencahayaan aksen. Umumnya lilin tealight bisa menyala hingga sekitar lima jam, dengan ukuran paling populer berdiameter 38 mm. Selain harganya yang terjangkau untuk menciptakan suasana berkelap-kelip di meja atau ruangan, lilin ini sebaiknya digunakan di dalam wadah yang lebih besar dan tahan panas. Seperti misalnya luminer atau tempat lilin khusus agar lebih aman.
Lilin Parafin
Pembuat lilin DIY atau produsen komersial banyak yang menggunakan lilin parafin. Jenis lilin ini termasuk yang paling populer karena mampu menahan aroma lebih lama sekaligus menjaga warna tetap stabil dibandingkan lilin lainnya. Namun kekurangannya terletak pada seringnya penggunaan pewangi dan pewarna sintetis demi menekan biaya produksi. Walaupun tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap rumah, lilin parafin tetap bisa menjadi opsi terjangkau untuk menghadirkan suasana rileks di rumah. Seperti ruang kerja, kamar mandi, atau kamar tidur. Terutama jika digunakan seperlunya atau saat menerima tamu.
Lilin Tanpa Api
Jenis ini mungkin alternatif elektronik dari lilin tradisional yang lebih aman karena tidak akan menimbulkan risiko kebakaran, tetesan lilin, maupun asap. Produknya hadir dalam berbagai ukuran dan bentuk, tersedia dengan atau tanpa aroma, serta cocok digunakan di dalam maupun luar ruangan. Biasanya lilin ini bekerja dengan baterai, beberapa bahkan dilengkapi remote control. Sehingga kamu bisa tetap menikmati cahaya hangat dan nuansa nyaman khas lilin tanpa khawatir bahaya.
Lilin Aromaterapi
Karena dibuat dengan tambahan minyak esensial, lilin ini dipercaya mampu memunculkan beragam efek dan sensasi. Misalnya, minyak lavender dan jeruk sering digunakan untuk menenangkan pikiran serta meredakan stress. Sedangkan peppermint dan rosemary lebih dikenal membantu meningkatkan konsentrasi sekaligus menyegarkan. Saat lilin dinyalakan, aroma alami dari minyak esensial tersebut perlahan dilepaskan ke udara.

Lilin Sumbu Kayu
Suara berderak khas pada lilin ini membuatnya unik sekaligus menambah daya tariknya. Dibandingkan dengan sumbu katun biasa, sumbu kayu berukuran lebih lebar sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih merata dan tahan lama. Selain itu, sumbu kayu terbakar juga lebih bersih, terutama jika rutin dipangkas setelah digunakan. Suara berderak yang lembut berpadu dengan cahaya hangat membuat lilin ini menciptakan suasana nyaman dan menenangkan.
Untuk penempatannya sendiri, lilin jenis ini sangat cocok jika ditempatkan di ruangan yang tenang untuk relaksasi. Biasanya digunakan pada lilin wadah atau pilar. Namun, ada juga varian dengan sumbu ganda yang menghasilkan efek suara lebih baik.
Beeswax Candle atau Lilin Lebah
Lilin lebah terkenal karena warna emasnya yang hangat, tekstur heksagonal yang khas, serta aroma madu yang lembut, namun keistimewaannya tidak berhenti di situ. Lilin ini bekerja sebagai pembersih udara alami dan termasuk salah satu jenis lilin paling bersih serta tahan lama. Sehingga, menghasilkan cahaya terang dan hangat tanpa asap maupun bau menyengat.
Terbuat dari bahan alami hasil sampingan pemeliharaan lebah, lilin lebah bersifat biodegradable sehingga ramah lingkungan dan aman bagi rumah maupun sekitar. Sejak era Romawi, lilin ini sudah digunakan sebagai salah satu bentuk lilin tertua. Dengan sifatnya yang tidak mudah menetes dan memiliki waktu bakar panjang, lilin lebah bisa dijadikan pilihan yang tepat untuk tempat lilin maupun dekorasi karangan bunga.
Lilin Sumbu Ganda
Ada alasan kenapa lilin yang satu ini tetap digemari meskipun cepat terbakar. Lilin sumbu ganda terbakar dengan lebih merata yang menghasilkan cahaya lebih banyak. Dan ketika diberi aroma, maka aromanya yang disebarkan jauh lebih harum dibandingkan lilin bersumbu tunggal. Seperti halnya lilin lain, sumbu perlu dipotong setiap kali selesai digunakan agar pembakaran tetap stabil. Serta, supaya mencegah timbulnya jelaga hitam pada wadah. Lilin ini bagus untuk pusat meja kopi atau aksen di atas tumpukan buku, menghadirkan suasana yang hangat, nyaman, dan sedikit sentuhan nostalgia.
Dilihat dari penjelasan di atas, setiap jenis lilin menawarkan karakter dan keunikannya tersendiri, ya. Ada yang memang menonjolkan kepraktisan, ada pula yang memberi sentuhan aroma menenangkan. Pilihannya sebenarnya kembali lagi pada kebutuhan dan suasana yang ingin kamu ciptakan. Apakah itu hanya untuk mempercantik ruangan, atau mungkin ingin sekaligus relaksasi dan tambahan nuansa hangat dalam momen yang spesial. Semoga penjelasan di atas membantu!


















Leave a Reply