Apakah kamu tahu istilah kokedama? Atau mungkin kamu sudah pernah melihat tapi tidak tahu namanya? Kokedama kini menjadi favorit di kalangan pecinta tanaman hias dan sering dipilih untuk memperindah tampilan rumah maupun kantor. Tanaman ini bisa digantung di teras, diletakkan di dalam ruangan, atau dijadikan dekorasi tambahan di rak buku, meja kerja, dan berbagai sudut rumah agar terlihat lebih estetik. Bahas kokedama ini lebih dalam, yuk! -MegaBaja.co.id
Apa Itu Kokedama?
Kokedama adalah teknik menanam tanaman yang berasal dari Jepang. Serupa dengan bonsai, tanaman hias yang dibuat dengan metode ini biasanya berukuran kecil sehingga cocok untuk menghiasi ruangan. Nama kokedama sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang, yakni “koke” yang berarti lumut dan “dama” yang berarti bola. Sesuai dengan namanya, tanaman kokedama ditanam menggunakan media berupa campuran tanah dan lumut yang dipadatkan sampai membentuk bola.

Filosofi Wabi-Sabi memiliki hubungan erat dengan kokedama. Di mana filosofi tersebut menekankan apresiasi terhadap keindahan dari sebuah ketidaksempurnaan alam. Prinsip ini tercermin pada kokedama, di mana media tanam yang awalnya tampak acak dan sederhana bisa diolah menjadi bentuk yang indah dan juga harmonis.
Saat ini, kokedama tengah populer di kalangan pecinta tanaman dan penggemar dekorasi rumah. Seperti yang sudah disinggung di atas, tanaman mungil ini bisa ditempatkan di teras, digantung, bahkan dipajang di dalam ruangan untuk mempercantik rak buku, meja kerja, maupun area lain di rumah. Menariknya lagi, kokedama hadir dalam berbagai variasi karena bisa dibuat dari beragam jenis tanaman hias. Jika kamu tertarik untuk memiliki kokedama di rumah, yuk simak panduan tentang cara membuat kokedama sendiri beserta tips perawatannya agar tanaman tetap segar dan cantik.
Cara Membuat Kokedama
Untuk membuat tanaman hias kokedama, kamu perlu akadama yang berfungsi menjaga kelembapan tanah, serta peat moss atau tanah gambut. Tenang, keduanya bisa dengan mudah ditemukan di toko pertanian. Bahan utama untuk media tanam adalah campuran akadama dan peat moss. Pilih jenis tanaman yang mudah dirawat dan cocok tumbuh di tanah lembap.
Di samping itu, siapkan juga lumut kering, air, botol semprot, tali, gunting, sarung tangan. Serta alas berupa terpal atau koran untuk menjaga area kerja tetap bersih, dan ember sebagai wadah pencampur.
Cara Membuat
Sebelum memulai membuat tanaman hias kokedama, pakailah sarung tangan. Lalu untuk alasnya, kamu siapkan terpal atau koran. Setelah itu, ambil lumut dan basahi agar lumut tidak kering, atau kamu juga bisa merendamnya dulu selama satu jam.
Lumut yang sudah direndam kemudian diperas sebelum membuat kokedama. Ambil media tanaman yang berupa campuran peat moss dan akadama. Dalam pencampuran kedua bahan tersebut, kamu harus menambahkan air.
Padatkan Media Tanam
Aduk campuran di atas hingga kamu mendapat bentuk yang padat menyerupai bola. Cukup gunakan tangan untuk membentuknya, ya. Selanjutnya, keluarkan tanaman secara perlahan dari media tanam, awas jangan sampai bagian akarnya rusak. Tapi sebelum itu, kamu perlu membersihkan bagian akar dari tanah pada tanaman hias kokedama terlebih dahulu.
Langkah selanjutnya masukkan ke media tanam dan barulah kamu campurkan akadama, lumut, dan juga peat moss. Jangan melupakan lubang, buat lubang pada media tanam baru agar nanti akarnya bisa masuk dengan mudah. Saat akar dimasukkan dari tanaman ke lubang, pastikan media tanam untuk kokedama tidak hancur setelah tadinya padat. Caranya adalah dengan menyemprotkan air.
Tutup semua permukaan media tanam yang seperti bola dengan lumut jika akar mulai tertutup dan media tanam tanaman hias kokedama sudah padat. Lalu, gulung dengan menggunakan tali atau benang. Nah, jika sudah seperti itu kamu bisa menempatkan atau menggantung kokedama pada wadah. Simpan di tempat yang sekiranya tersorot sinar matahari, ya.
Itulah cara membuat tanaman hias kokedama, gampang bukan? Selain mengasah keterampilan, seni ini mampu membuat tampilan tanaman menjadi lebih unik. Coba buat sendiri untuk memperindah rumah, tidak terlalu susah, kok!
Tips Merawat Kokedama
Merawat tanaman yang sudah dibuat dalam bentuk kokedama sebenarnya cukup praktis dibandingkan tanaman biasa. Kamu tidak perlu repot lagi menyiapkan pot atau media tanam tambahan. Karena setelah kokedama selesai dibuat, tanaman bisa langsung diletakkan di tempat yang kamu mau. Berikut beberapa tips perawatannya:
- Tempatkan kokedama di area yang terang namun tidak terkena sinar matahari langsung.
- Siramlah 2–3 kali seminggu dengan cara merendam bola akarnya ke dalam air selama sekitar satu menit, lalu tiriskan. Setelah airnya menetes habis, kokedama bisa dikembalikan ke tempat semula. Pastikan bagian tanaman tidak ikut terendam agar tidak cepat busuk.
- Keluarkan kokedama setidaknya seminggu sekali agar mendapatkan cahaya dengan intensitas lebih tinggi, tetapi hindari paparan sinar matahari langsung.
- Lakukan pemupukan setiap 2–4 minggu sekali. Campurkan setengah sendok teh pupuk ke dalam satu liter air, lalu semprotkan secara merata pada tanaman. Hindari pemberian pupuk berlebihan karena bisa menyebabkan tanaman mengalami luka bakar kimia (chemical burn).

Perlu diingat, meskipun dirawat dengan baik, tanaman dalam kokedama bisa saja tumbuh melebihi ukuran bola lumutnya. Kalau hal itu terjadi, pangkas daun yang tumbuh terlalu lebat. Bila akar mulai muncul di sela-sela lumut, perbaiki dengan cara mencabut kokedama terlebih dahulu. Tambahkan atau buang sebagian tanah dan lumut sesuai kebutuhan, lalu ganti tali dengan benang yang lebih kuat agar kokedama tetap kokoh dan tahan lama.
Cara Memilih Kokedama
Jenis tanaman yang kamu pilih untuk kokedama akan menentukan di mana tanaman tersebut sebaiknya diletakkan. Bagi pemula, disarankan memilih tanaman kecil yang mudah dirawat agar kokedama bisa bertahan lama. Tanaman sukulen yang tahan udara kering seperti pothos, philodendron, atau Pilea polybotrya (dikenal juga sebagai tanaman uang Cina) sangat cocok. Bahkan jika diletakkan di ruangan ber-AC yang tidak selalu menyala. Bila kamu ingin menaruh kokedama di luar ruangan, pilih tanaman seperti pakis maidenhair (Adiantum), tanaman saraf (Fittonia), atau baby’s tear (Soleirolia soleirolli).
Kokedama yang cantik ini bisa ditempatkan di atas nampan atau piring dekoratif, ditempel di kayu apung, atau digantung di langit-langit. Gantungan dari beberapa kokedama sekaligus akan menciptakan tampilan seperti taman gantung yang estetik. Serta, mampu memberikan sentuhan alami yang menawan pada ruanganmu.
Selain berfungsi sebagai dekorasi yang mempercantik rumah, kokedama juga memungkinkan siapa pun menanam tanaman hias tanpa perlu menggunakan pot. Konsep ini memanfaatkan elemen alami untuk merawat alam itu sendiri. Melalui filosofi asalnya, kokedama dapat menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan di tengah tren tanaman hias. Lebih lanjut, kokedama juga bisa menjadi alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan bonsai. Sekaligus menghadirkan sentuhan khas Jepang pada koleksi tanaman hiasmu.
Semoga artikel ini bermanfaat, ya. Sampai jumpai di artikel berikutnya!


















Leave a Reply