Mengenal Damp Proof Membrane dan Pentingnya untuk Bangunan
Mengenal Damp Proof Membrane dan Pentingnya untuk Bangunan

Mengenal Damp Proof Membrane dan Pentingnya untuk Bangunan

Sebelum kamu mulai memasang lantai baru, ada baiknya mempertimbangkan untuk menggunakan Damp Proof Membrane (DPM). Elemen ini bisa mencegah kelembapan dari tanah naik dan meresap ke struktur beton. Tanpa lapisan ini, kelembapan bisa merusak berbagai jenis penutup lantai seperti vinil, ubin, karpet, hingga lapisan resin. -MegaBaja.co.id

Secara sederhana, DPM bertugas menjaga agar bagian dalam bangunan tetap kering dan stabil. Jadi, sebelum kamu melanjutkan proyek pembangunan atau renovasi, penting untuk memahami peran DPM sebagai lapisan pelindung tak terlihat yang menjaga keawetan bangunan. Yuk, kenali lebih lanjut!

Apa Itu Damp Proof Membrane (DPM)?

Apa Itu Damp Proof Membrane (DPM)?
Apa Itu Damp Proof Membrane (DPM)?

Damp Proof Membrane atau Membran Anti Lembap (DPM) merupakan lapisan pelindung yang dirancang untuk mencegah kelembapan dari tanah naik ke struktur bangunan. Fungsinya sangat penting, terutama pada bagian lantai dan fondasi yang rentan terhadap rembesan air. Dengan adanya lapisan ini, kondisi lantai tetap kering, sementara kekuatan struktur bangunan juga lebih terjaga dalam jangka panjang.

Dalam proses pembangunan, DPM biasanya dipasang di bawah lantai beton atau di atas fondasi sebagai penghalang utama agar air tidak menembus ke bagian dalam bangunan. Pada proyek renovasi atau bangunan lama, metode penerapannya bisa sedikit berbeda. Alih-alih menggunakan lembaran baru, kontraktor sering memilih jenis membran cair yang dioleskan langsung di atas beton yang sudah ada.

Umumnya, DPM tersedia dalam bentuk lembaran atau gulungan dengan tingkat ketebalan yang bisa disesuaikan. Pemilihan ketebalan tergantung pada kondisi lingkungan serta tingkat perlindungan yang dibutuhkan oleh fondasi bangunan. Standar umum pada konstruksi perumahan maupun bangunan komersial, ketebalan DPM biasanya sekitar 1200 gauge (0,3 mm). Namun, jika digunakan untuk keperluan berat seperti pada area industri atau lokasi dengan tekanan air tinggi, bisa dipilih yang lebih tebal, misalnya 2000 gauge (0,5 mm).

Aplikasi Damp Proof Membrane

DPM banyak digunakan untuk melindungi berbagai jenis lantai dari risiko lembap dan kerusakan struktural. Penerapannya cukup luas, terutama pada area yang memiliki aktivitas tinggi atau membutuhkan kondisi lantai yang selalu kering. Misalnya, pada gudang dan unit industri, DPM menjadi bagian penting karena lantai di area ini sering menanggung beban berat serta lalu lintas yang padat. Tanpa perlindungan dari kelembapan, lantai bisa cepat rusak dan menurun kekuatannya.

Untuk ruang ritel, lapisan DPM berfungsi menjaga lantai dekoratif seperti vinil atau ubin agar tidak menggelembung atau terangkat akibat uap air dari bawah permukaan. Sedangkan di area produksi makanan, penggunaan DPM membantu menciptakan permukaan lantai yang tertutup rapat dan higienis. Dengan begitu. Lantai lebih mudah dibersihkan dan aman dari kontaminasi.

Tujuan Penggunaan DPM dalam Konstruksi

Dalam pembangunan sebuah bangunan, pengendalian kelembapan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Di sinilah DPM berperan penting sebagai lapisan pelindung. Berikut beberapa tujuan utama penggunaan DPM dalam konstruksi:

1. Mencegah Kelembapan Naik

Air tanah dapat naik melalui pori-pori beton atau pasangan bata akibat aksi kapiler. DPM berfungsi sebagai penghalang yang menghentikan pergerakan air ini. Dengan demikian, dinding dan lantai bagian dalam tetap kering dan bebas dari rembesan.

2. Menjaga Kekuatan Struktur

Kelembapan berlebih dapat mempercepat kerusakan material seperti beton, baja tulangan, dan kayu. Dengan pemasangan DPM yang benar, struktur bangunan menjadi lebih tahan lama dan tidak mudah rapuh akibat korosi atau pelapukan.

3. Mencegah Tumbuhnya Jamur dan Lumut

Lingkungan yang lembap merupakan tempat ideal bagi jamur dan lumut untuk berkembang. Selain mengganggu tampilan ruangan, pertumbuhan mikroorganisme ini juga bisa menurunkan kualitas udara dan memicu alergi. DPM membantu menjaga tingkat kelembapan tetap stabil agar masalah tersebut tidak muncul.

Mencegah Tumbuhnya Jamur dan Lumut

4. Meningkatkan Efisiensi Termal

Ketika dinding dan lantai tetap kering, insulasi bangunan dapat bekerja secara optimal. DPM berkontribusi menjaga suhu ruangan tetap stabil dan membantu menghemat energi. Terutama pada bangunan yang menggunakan sistem pendingin atau pemanas ruangan.

5. Menjaga Tampilan Akhir Bangunan

Noda lembap, cat yang mengelupas, atau permukaan dinding yang berubah warna biasanya menjadi tanda adanya kelembapan dari dalam struktur. Dengan adanya DPM, tampilan akhir baik pada interior maupun eksterior bangunan tetap terjaga dan lebih tahan lama.

6. Menjaga Kualitas Udara di Dalam Ruangan

Kelembapan yang menembus struktur dapat meningkatkan kadar alergen di udara dan menyebabkan kondensasi pada jendela atau dinding. Akibatnya, ruangan terasa pengap dan tidak nyaman. DPM membantu mencegah hal ini dengan menciptakan lingkungan dalam ruangan yang lebih sehat.

7. Melindungi Permukaan Lantai

Tanpa DPM, uap air dari tanah bisa meresap ke lantai beton dan merusak material di atasnya. Lantai kayu bisa melengkung, vinil dan laminasi bisa mengelupas, karpet berjamur, bahkan ubin bisa retak akibat endapan garam (efloresensi). Dengan lapisan DPM, semua risiko tersebut bisa diminimalkan sejak awal.

Cara Kerja Damp Proof Membrane Berdasarkan Jenisnya

Secara prinsip, Damp Proof Membrane bekerja dengan membentuk lapisan penghalang yang kedap terhadap air maupun uap air. Namun, cara kerjanya bisa berbeda tergantung pada jenis material yang digunakan. Berikut penjelasan singkatnya agar kamu lebih mudah memahami perbedaan tiap jenisnya.

1. Lembaran Plastik (Plastic Sheet Membrane)

Jenis ini merupakan yang paling umum digunakan dalam proyek konstruksi. DPM berbentuk lembaran plastik kedap air yang biasanya dibuat dari bahan polimer. Lembaran ini mudah dibentuk, dipotong, dan disesuaikan dengan berbagai ukuran area lantai atau fondasi. Selain kuat, bahan ini juga tahan terhadap sobekan, tusukan, serta gangguan dari bahan kimia. Karena sifatnya yang praktis dan tahan lama, lembaran plastik banyak dipilih untuk penggunaan di bangunan perumahan maupun industri.

2. Membran Cair (Liquid Membrane)

Membran Cair (Liquid Membrane)

Sesuai namanya, jenis DPM ini diaplikasikan dalam bentuk cair yang kemudian mengeras menjadi lapisan pelindung kedap air. Biasanya digunakan pada permukaan beton atau lantai yang memiliki bentuk tidak beraturan. Proses aplikasinya bisa menggunakan kuas, rol, atau semprotan. Membran cair bersifat fleksibel, mampu menyesuaikan dengan kontur permukaan, dan dapat diwarnai sesuai kebutuhan tampilan akhir.

3. Breathable Membrane (Membran Bernapas)

Jenis ini sedikit berbeda karena memungkinkan uap air melewati lapisan tanpa membiarkan air cair masuk. Dengan begitu, sirkulasi udara tetap terjaga tanpa mengorbankan perlindungan terhadap kelembapan. Membran ini sering digunakan pada bagian atap miring atau area dengan kebutuhan ventilasi tinggi. Tujuannya untuk mencegah kondensasi sekaligus menjaga keseimbangan kelembapan di dalam struktur bangunan.

Perbedaan DPM dan DPC

Banyak orang yang mungkin keliru atau kerap tertukar antara DPM dan DPC. DPC atau Damp Proof Course adalah lapisan pada bagian bawah dinding, sekitar 150 mm di atas tanah. Fungsinya untuk mencegah air tanah naik ke dinding melalui kapiler. Umumnya terbuat dari batu tulis, logam, atau lembaran plastik. Singkatnya, DPC melindungi dinding, sedangkan DPM menjaga lantai dan fondasi. Kombinasi keduanya membuat bangunan lebih awet dan tahan lembap.

Apa pun jenis DPM yang kamu pilih, penting untuk memastikan bahwa materialnya sesuai dan kompatibel dengan bahan bangunan lain yang digunakan. Reaksi kimia dari bahan yang tidak cocok bisa membuat kualitas DPM menurun seiring waktu. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli agar hasil pemasangan optimal dan umur pakainya lebih panjang.

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka