Siapa sangka kalau taman yang dipenuhi lumut bisa terlihat begitu mempesona? Ternyata, menanam lumut sendiri juga punya segudang manfaat luar biasa lainnya! -MegaBaja.co.id
Taman dengan hamparan lumut yang lembut dan bertekstur mampu menciptakan nuansa seperti “taman rahasia.” Kesannya jadi makin magis dan menenangkan, apalagi kalau dipadukan dengan furniture luar ruangan. Tak heran lumut jadi favorit banyak desainer lanskap dan pecinta taman.
Di beberapa daerah dengan iklim lembap, lumut bisa tumbuh alami di batang pohon, paving block, atau di sela-sela rumput. Jadi, kalau kamu suka tampilan alami lumut tapi taman rumahmu belum memilikinya, kamu bisa menanam lumut sendiri. Entah itu dijadikan bedengan, pembatas taman, atau mungkin penghasilan dinding batu agar tamanmu makin hidup. Lantas, bagaimana caranya menanam atau menghidupkan lumut di taman? Mari kita bahas di bawah ini!
Apa itu Lumut?
Sebelum menanam lumut di kebun, ada baiknya kamu mengenal lebih dulu tanaman mungil yang satu ini. Yuk, mulai dengan pertanyaan sederhana, apa sebenarnya lumut itu?

Lumut adalah tumbuhan kecil yang tidak berbunga dan termasuk dalam kelompok organisme bernama Bryophyta. Istilah Bryophyta sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “byron” yang berarti “lumut pohon” dan “phyton” yang berarti “tanaman.” Ukurannya mungkin kecil, tapi lumut sebenarnya termasuk ke dalam salah satu kelompok tumbuhan darat terbesar di dunia. Kamu bisa menemukannya hampir di mana saja, dan dalam berbagai jenis habitat.
Ada satu trivia, lumut adalah salah satu tanaman pertama yang berhasil beradaptasi di daratan, berevolusi langsung dari alga. Makanya sekarang lumut sering dijadikan elemen cantik untuk mempercantik taman. Selain itu, lumut juga tergolong tanaman yang tumbuh alami karena bisa muncul sendiri di tempat-tempat sepi seperti trotoar yang jarang dilewati, atau bahkan di halaman rumah. Meskipun begitu, biasanya lumut tumbuh di daerah beriklim sedang, dan paling suka tempat yang teduh, lembap, serta tanah yang agak asam. Warna hijaunya yang lembut dan teksturnya yang kenyal membuat tanaman ini tampak segar dan menenangkan.
Alasan Menanam Lumut di Taman
Banyak orang menganggap lumut sebagai gangguan yang perlu disingkirkan dari taman mereka. Padahal, jika kamu mencoba menanamnya, kamu mungkin akan terkejut dengan beragam manfaat yang ditawarkannya. Dibandingkan dengan rumput atau tanaman taman lain, lumut jauh lebih mudah dirawat karena tidak perlu dipangkas maupun dipupuk. Selain itu, lumut memiliki toleransi tinggi terhadap air, jadi cocok jika ditanam di area taman yang lembap atau becek. Menariknya lagi, setelah tumbuh dengan baik, lumut juga tahan terhadap cuaca kering dan butuh air jauh lebih sedikit dibandingkan rumput.
Tidak seperti rumput lapangan, banyak jenis lumut justru tumbuh subur di tanah yang teduh, asam, padat, dan kaya akan tanah liat. Dari lebih dari 14.000 spesies lumut yang ada di dunia, para pecinta taman bisa memilih jenis yang mampu bertahan di area kering maupun yang terkena banyak sinar matahari. Lumut juga begitu berperan dalam menjaga ekosistem, misalnya menjadi tempat hidup bagi serangga dan satwa kecil, membantu mengendalikan erosi, menyerap air hujan berlebih, dan menekan pertumbuhan gulma. Untuk itu, lumut sebenarnya bukanlah tanaman yang disukai rusa atau hama.
Di samping kaya akan manfaat, lumut pun menawarkan pesona estetika yang unik, lho. Tekstur, warna, dan tingginya berbeda-beda, menjadikan lumut sebagai elemen penting dalam menciptakan taman, apalagi taman bergaya Jepang. Ia juga bisa memperindah kolam atau fitur air, memberi sentuhan alami pada dinding batu, serta menghijaukan area miring yang sulit dijangkau alat pemangkas.
Cara Menanam Taman Lumut
Jika kamu sudah punya sedikit lumut di halaman dan ingin biar makin menyebar, cukup garuk lembut menggunakan penggaruk daun. Atau, bisa juga kamu ambil beberapa potong lumut, lalu tanam di area lain di tamanmu. Tapi kalau berminat menanam lumut dari nol, kamu bisa menanam lembaran, rumpun, atau potongan kecil lumut saat musim semi atau gugur. Caranya tidak sulit! Cukup ikuti saja langkah-langkah sederhana di bawah ini.
Dasar-Dasar
Beberapa hal yang dibutuhkan lumut untuk tumbuh
- Kelembapan: Lumut menyukai tempat lembap, tapi pastikan tanahnya tidak seperti rawa.
- Naungan: Lumut tidak menyukai panas. Jadi, cari tempat yang teduh, bisa yang agak tertutup atau yang benar-benar minim sinar matahari.
- Tanah asam: Lumut senang tinggal pada tanah dengan pH 5,5.
- Tanah padat: Walau bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, lumut menyukai tanah yang cenderung padat, apalagi jika tekstur tanah tersebut liat.
Uji Tanah
Hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan area tanam dari gulma, rumput, atau sisa tanaman lain yang masih menempel. Bila ingin menanam lumut dalam jumlah besar, ada baiknya tes dulu tanahnya agar tahu cocok atau tidak untuk pertumbuhan lumut. Lumut suka tanah yang sedikit asam dengan pH sekitar 5,5, ini tentu sangat berbeda dengan kebanyakan tanaman hias. Namun jika ternyata tanahmu terlalu basa, kamu bisa menurunkannya dengan sulfur elemental atau bahan pengasam alami lainnya. Dan jangan terburu-buru diberi komposisi ya, lumut malah lebih senang tumbuh di tanah yang “miskin” nutrisi.
Padatkan dan Ratakan Tanah
Selain keasaman tanah, lumut juga lebih suka tumbuh di tanah yang padat. Jadi, silahkan kamu jalan-jalan aja di area yang hendak ditanami agat tanahnya semakin rapat. Bagaimana kalau area tamannya lumayan luas? Kamu bisa memakai alat seperti tamper atau roller taman untuk membantu memadatkannya. Setelah tanah siap, garuk pelan bagian atasnya menggunakan penggaruk atau alat bercabang tiga. Tujuannya supaya lumut nanti lebih mudah menempel dan tumbuh dengan kuat.
Tanam Lumut dan Tambahkan Air
Basahi dulu sedikit tanahnya, kemudian letakkan lumut di area yang kamu mau. Jika menggunakan lembaran lumut, cukup bentangkan di atas tanah. Tapi jika area yang akan ditutup cukup luas, kamu bisa menyebarkan potongan kecil atau gumpalan lumut di beberapa titik dan biarkan tumbuh pelan-pelan seiring waktu. Setelah ditanam, siram lumut sampai lembap tapi jangan sampai becek sekali, ya. Selama empat sampai enam minggu ke depan, usahakan lumut disiram setiap hari agar cepat menempel dan tumbuh subur.
Merawat Taman Lumut

Tanaman lumut yang sudah tumbuh kuat tidak memerlukan perawatan yang merepotkan. Kamu hanya perlu menyiramnya ketika musim kemarau saja, itu pun tidak sering-sering. Tidak perlu memakai pupuk juga, lumut sudah bisa hidup tanpa itu. Bahkan jika halamanmu ditutupi lumut, kamu tidak perlu lagi capek-capek memotong rumput. Tapi sesekali tetap harus mencabuti gulma agar tidak ada tanaman lain yang mengganggu.
Kebanyakan lumut tumbuh di area yang sering dilewati orang, karena itu pasang jalan setapak atau batu pijakan supaya tidak terinjak langsung. Ketika banyak daun yang berjatuhan, sapu daun tersebut dari area permukaan lumut. Dengan sedikit perhatian dan perawatan rutin, lumut bisa tumbuh semakin lebat dalam setahun, mengisi tanah kosong, dan memenuhi taman dengan sendirinya.
Sekarang setelah kamu tahu cara menanam taman lumut sendiri, kamu bisa memiliki spot luar ruangan yang tenang dan terasa magis untuk bersantai. Jadi, kenapa tidak sekalian menambahkan tempat duduk agar bisa bersantai sambil menikmati suasana hijau yang damai itu? Semoga bermanfaat!


















Leave a Reply