Banyak yang bertanya, apakah bata ringan bisa dipaku? Pertanyaan yang sering muncul di kalangan masyarakat yang ingin memasang bata ringan di rumahnya. Memahami cara yang tepat dalam memaku dinding bata ringan sangat penting untuk menjaga kekuatan dan keawetannya. Mau tahu jawabannya? Temukan di sini! -MegaBaja.co.id
Karakteristik Bata Ringan

Saat ini, bata ringan menjadi salah satu pilihan material bangunan yang semakin populer karena bobotnya. Jika dibandingkan dengan bata merah atau batako, tentu saja bata ringan jauh lebih ringan. Material ini dibuat dengan teknologi modern yang memungkinkan struktur yang lebih kuat namun tetap memiliki bobot rendah.
Nah, jika kamu sedang mempertimbangkan penggunaan bata ringan dalam proyek konstruksi, pahami dulu karakteristiknya. Karena sangat penting agar dapat menggunakannya dengan tepat. Berikut beberapa karakteristik utama dari bata ringan:
Memiliki Bobot yang Lebih Ringan
Sepadan dengan namanya, bata ringan memiliki berat yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan batu bata konvensional. Hal ini dikarenakan adanya gelembung udara kecil yang terbentuk selama proses produksinya. Dengan bobot yang ringan ini, proses pemasangan menjadi lebih mudah dan cepat. Bahkan mengurangi beban struktur bangunan secara keseluruhan.
Isolasi Termal yang Efektif
Keunggulan lain dari bata ringan ini yaitu kemampuannya dalam mengisolasi panas. Struktur berpori pada bata ringan membuatnya mampu menahan panas lebih baik dibandingkan bata merah. Dengan demikian, suhu di dalam ruangan menjadi lebih stabil, sehingga dapat mengurangi kebutuhan akan pendingin ruangan (AC). Sekaligus meningkatkan efisiensi energi dalam gedung dan rumah.
Material Tahan Api
Bata ringan dikenal memiliki ketahanan yang baik terhadap api. Makanya, menjadi pilihan yang aman dibandingkan dengan material bangunan lainnya. Sifat ini berasal dari bahan dasar pembuatannya yang tidak mudah terbakar. Sehingga mampu memberikan perlindungan ekstra terhadap resiko kebakaran.
Daya Tahan yang Baik
Meskipun bobotnya ringan, bata ini tetap memiliki daya tahan yang baik. Material ini cukup kuat untuk digunakan dalam pembangunan rumah, gedung bertingkat, maupun infrastruktur lainnya. Selain itu, bata ringan memiliki ketahanan terhadap tekanan dan beban tertentu sehingga dapat bertahan dalam jangka waktu lama.
Kemudahan Proses Pemasangan
Dibandingkan dengan bata merah, bata ringan memiliki ukuran yang lebih presisi. Selain itu, lebih mudah dipotong atau dibentuk sesuai kebutuhan. Proses pemasangan lebih cepat karena bata ringan biasanya menggunakan perekat khusus (mortar instan). Jadi lebih praktis dibandingkan adukan semen konvensional.
Ramah Lingkungan
Bata ringan juga termasuk material yang lebih ramah lingkungan karena proses produksinya menghasilkan lebih sedikit limbah. Selain itu, penggunaannya juga berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan baku lain seperti semen dan pasir.
Material ini memiliki bobot yang lebih ringan, daya tahan yang bagus, dan kemudahan pemasangan. Namun, ketika ingin memasang paku atau mengandung benda pada dinding bata ringan, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Simak berikut ini.
Tantangan Memaku Dinding Bata Ringan
Tak seperti bata merah atau beton yang lebih solid, struktur berpori bata ringan lebih rentan terhadap tekanan langsung. Berikut beberapa tantangan utama yang akan dihadapi:
Tidak Mampu Menahan Beban Berat
Sifatnya yang rapuh, bata ringan tidak cocok untuk menahan beban berat hanya dengan paku biasa. Jika mencoba menggantung beban seperti rak, cermin besar, atau TV tanpa teknik pemasangan tepat, paku bisa lepas dan merusak dinding. Oleh karena itu, diperlukan teknik khusus agar pemasangan tetap aman dan tahan lama.
Struktur Berpori dan Rapuh

Bata ringan punya banyak rongga udara di dalamnya, yang memberi keuntungan dalam isolasi termal. Tapi membuatnya lebih rapuh dibandingkan bata merah atau beton. Ketika paku ditancapkan langsung, bata ringan bisa retak atau hancur di sekitar area pemasangan. Sehingga mengurangi daya cengkeram paku dan membuatnya tidak stabil.
Paku Biasa Tidak Efektif
Menggunakan paku konvensional tidak akan memberikan hasil yang optimal. Paku biasa hanya cocok untuk material yang punya struktur lebih padat, seperti kayu dan beton. Jika digunakan pada bata ringan, paku cenderung longgar atau bahkan tidak dapat menempel. Hal ini karena tidak ada cukup massa yang dapat mencengkeram kuat.
Resiko Retak pada Dinding
Jika paku atau sekrup dipaksakan masuk tanpa alat bantu atau teknik tepat, bata ringan bisa retak di sekitar titik pemasangan. Keretakan ini bisa bertambah besar seiring waktu dan menyebabkan dinding menjadi lebih lemah. Jika dinding terdapat retak kecil, resiko kerusakan akan meningkat, terutama jika sering terjadi getaran atau beban tambahan di area tersebut.
Membutuhkan Angkur atau Fischer Khusus
Agar bisa memasang paku atau sekrup dengan aman di dinding bata ringan, diperlukan penggunaan angkur atau Fischer khusus. Alat ini dirancang untuk menyesuaikan dengan karakteristik bata ringan. Jadi, dapat mencengkram lebih kuat dan mencegah paku atau sekrup terlepas dengan mudah. Tanpa angkur yang sesuai, pemasangan akan kurang stabil dan berisiko mengalami kegagalan.
Solusi Aman Memasang Paku pada Bata Ringan
Meskipun bata ringan ini berpori dan lebih rapuh dibandingkan bata merah, tapi kamu tetap bisa memasang paku. Pastinya dengan teknik yang tepat dan metode khusus agar dinding tidak retak. Berikut solusi yang harus kamu lakukan:
Wajib Menggunakan Paku Angkur atau Fischer Khusus
Bata ringan tidak bisa dipaku langsung dengan paku biasa karena sifatnya yang rapuh. Jadi, kamu wajib menggunakan paku angkur atau fischer khusus yang dirancang untuk memberikan daya cengkram lebih kuat pada material berpori. Beberapa jenis angkur yang umum digunakan untuk bata ringan adalah:
- Fischer GB Aircrete Anchor. Cocok untuk beban yang sedang hingga berat.
- Turbo Aerated Anchor (FTP). Memiliki desain ulir khusus untuk mengikat bata ringan dengan kuat.
- Fischer Plug SX. Bisa digunakan dengan sekrup untuk pemasangan yang stabil.
Pilih Angkur Sesuai Beban yang Akan Ditopang
Sebelum memasang paku atau sekrup, perhatikan berat benda yang ingin digantung. Berikut panduan memilih angkur berdasarkan beban:
- Berat ringan (<5 kg): gunakan fischer atau paku angkur plastik.
- Beban sedang (<5-20 kg): gunakan angkur berbahan logam seperti Turbo Aerated Anchor.
- Beban berat (>20kg): gunakan angkur ekspansi atau dynabolt khusus untuk bata ringan.
Bor Lubang Sebelum Memasang Paku

Untuk memastikan pemasangan lebih stabil, pastikan bor lubang lebih dulu sebelum memasukkan paku angkur atau sekrup. Gunakan mata bor dengan ukuran yang sesuai dengan diameter angkur agar pemasangan lebih presisi dan kuat. Hindari mengebor dengan tekanan berlebihan agar tidak merusak struktur bata ringan.
Gunakan Perekat Tambahan untuk Kekuatan Ekstra
Supaya bisa meningkatkan daya rekat dan mencegah angkur terlepas seiring waktu, gunakanlah perekat tambahan, seperti lem epoxy atau semen instan. Oleskan perekat di sekitar lubang sebelum memasukkan angkur agar lebih kokoh dan tidak mudah goyah.
Hindari Pemasangan Terlalu Dekat dengan Ujung Dinding
Jika ingin memasang paku atau sekrup pada bata ringan, hindari pemasangan terlalu dekat dengan sudut atau ujung dinding. Area ini lebih rentan terhadap retakan jika terkena tekanan berlebih. Idealnya, beri jarak minimal 5-10 cm dari tepi dinding untuk menjaga kekuatan struktur.
Jadi, apakah bata ringan bisa dipaku? Jawabannya bisa, tapi tidak dengan paku biasa. Karena struktur bata ringan yang berpori dan lebih rapuh dibandingkan bata merah atau beton. Memaku langsung dengan paku konvensional dapat menyebabkan retak atau tidak memberikan daya cengkeram yang cukup.
Untuk memastikan pemasangan yang kuat dan aman, perlu menggunakan paku angkur atau fischer khusus. Bor lubang terlebih dahulu, dan memilih jenis angkur yang sesuai dengan berat beban yang akan ditopang. Selain itu, penggunaan perekat tambahan, hindari pemasangan terlalu dekat dengan tepi dinding untuk membantu menjaga kekuatan strukturnya.


















Leave a Reply