Bikin Hutan Mini di Halaman Rumah dengan Taman Stumpery, Yuk!
Bikin Hutan Mini di Halaman Rumah dengan Taman Stumpery, Yuk!

Bikin Hutan Mini di Halaman Rumah dengan Taman Stumpery, Yuk!

Taman stumpery adalah cara menarik untuk menghadirkan suasana baru di area taman yang teduh. Jenis taman ini sempurna untuk pakis, hosta, dan berbagai tanaman pecinta naungan lainnya. Ini adalah gaya berkebun yang menyediakan ruang bagi kreativitas tanpa batas. Kamu bisa menambah sentuhan alami dengan lumut, sekaligus menciptakan habitat nyaman bagi serangga, kodok, dan jamur. -MegaBaja.co.id

Dan tahukah kamu kalau tren berkebun ini sedang naik daun? Makanya, artikel ini akan membagikan segala hal tentang taman stumpery. Termasuk langkah-langkah untuk merancang dan membuatnya sendiri. Jadi, jangan sampai ketinggalan, ya!

Apa Itu Stumpery?

Apa Itu Stumpery?
Apa Itu Stumpery?

Stumpery adalah semacam taman khusus yang bintang utamanya meliputi tunggul, batang, dan potongan kayu. Kayu di sini bukan cuma pelengkap, malah bisa dibilang lebih penting dari tanamannya sendiri. Ide taman seperti ini sebenarnya pertama kali muncul di tahun 1856 di Biddulph Grange, Inggris.

Saat itu orang Inggris sedang tergila-gila dengan pakis, yang membuat mereka mulai membangun stumpery dengan tujuan untuk pamer koleksi pakisnya di alam terbuka. Gaya taman ini begitu saja menjadi tren, sampai-sampai Pangeran Charles pun membuat versi stumpery-nya sendiri di taman Highgrove. Meskipun sempat redup pamornya di awal tahun 1900-an, stumpery kembali naik daun berkat meningkatnya orang yang hobi berkebun di area teduh.

Secara tradisional, stumpery itu dibuat dengan menata tunggul-tunggul pohon yang sudah digali dan diatur sedemikian rupa supaya tampak alami namun tetap memiliki sentuhan artistik. Dulu mungkin mudah menemukan tunggul besar untuk dekorasi semacam itu, tapi sekarang sudah jarang. Sehingga, orang sering menggantinya dengan batang kayu, log, atau bahkan kayu apung. Sebenarnya jenis kayunya tidak harus terpaku pada satu jenis saja, tapi semakin unik bentuknya, semakin bagus hasilnya. Kayu tua juga jauh lebih memiliki karakter dibanding yang baru.

Manfaat Taman Stumpery

Taman stumpery memiliki banyak manfaat, tidak hanya estetik saja. Seperti misalnya:

  • Ekologis: Kayu lapuk bisa membantu menjaga kelembapan tanah, selain itu bisa juga menjadi tempat hidup mikroorganisme yang baik untuk ekosistem taman.
  • Habitat alami: Serangga, kodok, dan cacing sangat suka tinggal di area lembap seperti ini. Kehadiran mereka akan membantu menjaga keseimbangan alam di taman rumahmu.
  • Estetika alami: Tampilannya beda dari taman modern, karena taman stumpery lebih lembut, tenang, dan punya kesan “hidup.”
  • Efek relaksasi: Suasana hati dijamin lebih tenang dan segar berkat kehadiran serangga, aroma tanah basah, dan warna hijau lumut.

Elemen Penting Taman Stumpery

Hal yang membuat taman stumpery berbeda dari taman biasanya adalah fokusnya yang bukan pada bunga-bunga penuh warna, melainkan ada di kayu dan kesan alami. Yang menjadi daya tarik di sini justru kontras antara tekstur kayu lapuk, lumut hijau yang lembut, dan daun pakis yang rimbun. Kombinasi ini menjadikan suasana taman lebih adem dan natural.

Berikut elemen penting yang ada pada taman stumpery:

Tunggul dan Batang Kayu

Ini ibaratnya adalah “tulang punggung” dari taman stumpery. Tunggul yang digunakan umumnya berukuran besar, batang kayu, atau bahkan kayu apung. Bagaimana jika susah mencari tunggul besar? Tidak masalah, kayu bekas pun bisa sekali untuk dipakai. Justru yang sudah tua dan bertekstur kasar biasanya lebih bagus, karena taman akan tampak lebih alami dan berkarakter.

Tanaman yang Suka Teduh

Pakis adalah bintang utamanya, tapi kamu juga bisa menambahkan tanaman lain seperti hosta, lumut, ivy, snow drop, atau scilla. Semua jenis ini cocok untuk area teduh dan lembap. Sehingga, bisa tumbuh subur tanpa harus ini dan itu.

Lumut dan Jamur

Lumut dan Jamur
Lumut dan Jamur

Biasanya, lumut akan muncul sendiri seiring waktu. Apalagi kalau tempat itu cenderung lembap. Selain menciptakan suasana yang semakin alami, lumut juga memberi efek “hidup” di taman. Kadang jamur kecil juga tumbuh di sela kayu, sebuah bonus alami yang membuat taman kamu serupa hutan mini.

Habitat Alami

Salah satu hal paling unik dari stumpery adalah bisa menjadi rumah untuk makhluk kecil. Serangga, kodok, sampai landak (jika di negara tertentu) sangat senang tinggal di tempat seperti ini. Kayu lapuk dan tanah lembap adalah tempat persembunyian sempurna untuk mereka. 

Membuat Stumpery DIY di Taman Kamu

Sebagai  surga kecil untuk serangga, kodok, dan hewan liar lainnya, beruntungnya membuat stumpery sangat mudah! Kamu bisa membuat di sudut taman yang paling teduh sekalipun, bahkan di area kecil dekat kolam, karena tampilannya akan semakin cantik di sana. Jika kamu baru saja menebang pohon atau semak besar di halaman, jangan buru-buru membuang akarnya, ya. Akar bisa didaur ulang dengan dijadikan bahan utama taman stumpery.

Tapi jika tidak ada, coba tanya ke tukang potong pohon, pekerja proyek, atau pengelola hutan. Terkadang mereka memiliki akar sisa yang bisa diambil gratis. Selain akar, kamu hanya membutuhkan beberapa tanaman yang hidup tempat teduh. Sedikit mulsa untuk menutupi tanah, dan beberapa batang kayu yang bisa disusun saling bersilangan agar terlihat alami. Sebenarnya semua jenis akar bisa dipakai, tapi kalau bisa memilih, akar pohon ek, yew, atau beech paling cocok karena bentuk dan teksturnya.

Langkah-langkah Membuat Stumpery

Langkah pertama adalah persiapan, dengan cara mencangkul dulu area yang akan digunakan. Kemudian, bersihkan semua gulma yang tumbuh di sana, terutama yang memiliki akar membandel agar tidak mengganggu nanti. Langkah kedua, buat lubang sedalam kurang lebih 90 cm untuk tempat tunggul. Pasang tunggul dengan posisi akar menghadap ke atas. Kamu bisa menyusun beberapa tunggul saling bertautan atau pisah-pisah, tergantung gaya taman yang kamu mau.

Terakhir mulai menanam, pastikan tunggulnya tertanam kuat di tanah agar tidak gampang goyah. Setelah itu, tambahkan mulsa di sekitarnya lalu tanam berbagai tanaman dan umbi yang suka tempat teduh. Misalnya hellebores, dicentra, woodruff, pakis, cemara mini, euphorbia, primrose, bluebell, lily of the valley, dan ivy merambat. Biarkan lumut dan lumut kerak tumbuh alami di permukaan kayu, karena itu yang membuat tampilan makin natural.

Mengubah area teduh menjadi taman stumpery kecil sebenarnya tidak butuh waktu lama. Contohnya seperti Rajul Shah, seorang tukang kebun dari Norwich, yang hanya memerlukan beberapa jam  untuk membuat taman stumpery setelah menemukan tunggul yang tadinya hendak dibuang. Dia hanya menggali sedikit di samping pohon ceri, menanam akarnya, dan hias sekelilingnya dengan umbi serta tanaman kecil. Hasilnya langsung menjadi taman hutan mini yang sangat cantik.

Langkah-langkah Membuat Stumpery

Itu dia cara membuat stumpery di taman, mudah kan? Membangun taman stumpery bukan hanya sekadar proyek taman biasa, ini adalah cara untuk menghidupkan kembali keindahan alami dari sesuatu yang tampak tidak berguna. Dari potongan kayu lapuk yang ditinggalkan, setiap bagiannya bisa dimulai menjadi karya seni yang indah. Karya seni yang dihinggapi oleh lumut, pakis, dan satwa liar.

Dengan sedikit kreativitas dan kesabaran, kamu bisa menghadirkan ruang alami yang teratur. Jadi, sebelum menyingkirkan batang kayu lama, pertimbangkan kembali untuk menggunakannya di taman. Terutama, taman stumpery yang cantik. Semoga artikelnya bermanfaat!

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka