Bagi penyandang disabilitas, beberapa aktivitas sehari-hari bisa menjadi lebih sulit dilakukan. Salah satu ruang di rumah yang sering menimbulkan tantangan besar adalah kamar mandi. Oleh karena itu, memastikan kamar mandi yang mudah diakses bagi disabilitas menjadi hal yang sangat penting. Sehingga, mereka bisa beraktivitas dengan lebih nyaman dan mandiri. -MegaBaja.co.id
Sebenarnya, seperti apa sih toilet yang benar-benar ramah untuk disabilitas? Nah, artikel ini akan membagikan berbagai tips menata kamar mandi agar ramah bagi penyandang disabilitas. Yuk, simak!
Memahami Kebutuhan Penyandang Disabilitas
Sebelum melakukan penyesuaian pada kamar mandi, kenali kebutuhan unik setiap individu terlebih dahulu. Jenis disabilitas beragam, mulai dari keterbatasan mobilitas hingga gangguan sensorik maupun kognitif. Keterbatasan mobilitas misalnya, akan menyulitkan seseorang saat menggunakan wastafel atau pancuran. Sementara itu, gangguan sensorik akan mempengaruhi kemampuan mengenali suhu atau melihat kondisi sekitar dengan jelas. Adapun disabilitas kognitif bisa menjadi tantangan dalam hal pemahaman dan juga pengambilan keputusan.
Perlu diingat bahwa disabilitas bisa bersifat sementara maupun permanen, dan dapat dialami oleh orang dari berbagai kelompok usia. Disabilitas sementara seperti cedera patah kaki mungkin perlu modifikasi sementara pada kamar mandi. Sedangkan disabilitas permanen mungkin perlu renovasi yang lebih menyeluruh dan jangka panjang.
Cara Menata Kamar Mandi untuk Disabilitas
Saat mendesain kamar mandi untuk penyandang disabilitas, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Yang paling utama adalah memastikan semua perlengkapan dan fitur di kamar mandi sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Berikut ini beberapa tips yang bisa membantu membuat kamar mandi lebih mudah digunakan:
Ukur Ruangan
Kamar mandi sebaiknya memiliki ruang yang cukup untuk menambahkan fitur tambahan dan memudahkan pengguna alat bantu mobilitas, seperti kursi roda atau walker. Perencanaan tata ruang dan ukuran kamar mandi adalah kunci supaya setiap perubahan sesuai dengan layout yang ada. Hal ini termasuk mempertimbangkan ukuran tiap perlengkapan dan jarak antar perlengkapan.
Saat melakukan pengukuran, jangan lupa perhatikan letak stop kontak dan jalur pipa, ya. Memindahkan perlengkapan wastafel atau toilet bisa membutuhkan pekerjaan tambahan pada instalasi listrik atau pipa. Yang tentu saja pekerjaan tersebut akan menambah biaya. Sebaiknya, hindari pemasangan pipa di atas permukaan lantai jika memungkinkan.
Memasang Pegangan Tangan

Pegangan tangan adalah salah satu alat penting di kamar mandi penyandang disabilitas. Fungsinya untuk memberi dukungan dan menjaga keseimbangan, sehingga risiko akan terpeleset atau jatuh berkurang. Ketika memilih, pastikan pegangan kuat dan mampu menahan beban. Posisinya juga harus pas baik itu dari tinggi maupun sudutnya. Pasalnya, jika dipasang di sudut yang tidak nyaman, bukannya membantu tapi malah merepotkan.
Memilih Toilet yang Aksesibel
Toilet duduk yang pas untuk penyandang disabilitas biasanya adalah tipe toilet gantung. Sebab, ketinggiannya bisa diatur supaya sesuai dengan posisi dan kenyamanan penggunanya. Nah, agar aman dari risiko terpeleset di area sekitar toilet, sebaiknya pasang lantai anti slip di bawahnya. Tambahkan juga grab bar di sisi toilet untuk membantu pengguna tetap stabil saat duduk atau berdiri.
Jika ingin lebih nyaman dan mandiri, pilih toilet dengan bidet atau sistem pengiriman pintar. Fitur ini juga membantu menjaga kebersihan. Pastikan toilet ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau. Apabila ditambah sistem cuci dan kering otomatis, penggunan bisa lebih mandiri sekaligus tetap terjaga kebersihannya.
Wastafel
Memilih wastafel juga tidak kalah penting, lho. Jika bisa, pilih wastafel gantung (tanpa kaki) agar posisinya lebih fleksibel untuk diatur. Bila ingin dipasang kabinet, pilih model undermount, yaitu wastafel yang dipasang di dalam kabinet bukan diatasnya. Desain ini membuat wastafel lebih rendah dan mudah dipakai. Jangan lupa, pastikan posisi krannya dekat dan mudah dijangkau serta hindari wastafel vessel yang biasanya diletakkan di atas kabinet, ya. Karena, nantinya terlalu tinggi dan kurang nyaman untuk dipakai.
Rak Penyimpanan
Agar tetap rapi, pastikan ada tempat penyimpanan untuk menyimpan dan menyembunyikan perlengkapan kamar mandi. Untuk kamar mandi ramah disabilitas, pilih penyimpanan yang posisinya bisa diatur, misalnya kabinet gantung. Jika ingin memasang rak handuk, letakkan di posisi yang tidak terlalu tinggi. Supaya lebih praktis bagi pengguna dengan penyangga, pasang kabinet dan rak handuk berdekatan agar mudah dijangkau.
Bak Mandi atau Shower

Area bak mandi atau shower adalah salah satu tempat paling rawan orang terpeleset di kamar mandi. Jadi, bagian ini harus dipastikan aman untuk penyandang disabilitas. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan kursi atau dudukan shower supaya pengguna tidak perlu berdiri terlalu lama. Selain itu, pasang lantai anti slip dan pegangan di area shower atau bak mandi untuk mengurangi risiko jatuh. Kalau bisa, minimalkan ambang pintu atau penghalang saat masuk dan keluar supaya lebih mudah diakses.
Lantai Anti Slip
Kamar mandi sering kali basah dan licin, yang bisa meningkatkan risiko cedera. Untuk mengurangi bahaya ini, gunakan lantai dengan permukaan anti slip. Sebenarnya, ada banyak pilihan, mulai dari vinil khusus hingga ubin dengan tekstur kasar. Namun, kamu juga bisa memilih ubin kecil untuk seluruh lantai supaya lebih banyak garis nat yang membuatnya lebih tahan slip. Hindari menggunakan ubin berukuran besar karena permukaannya cenderung lebih licin.
Pencahayaan dan Visibilitas
Selanjutnya adalah pncahayaan yang memadai di kamar mand. Ini sangat penting sekali untuk penyandang disabilitas. Pencahayaan ini akan membantu mereka bergerak dan menggunakan fasilitas dengan lebih aman. Sebaiknya, gunakan lampu LED atau lampu dengan cahaya setara sinar matahari dan suhu warna yang pas. Tambahkan cermin rias dengan lampu di sekelilingnya juga bisa meningkatkan visibilitas sekaligus mengurangi bayangan dan silau.

Sistem Panggilan Darurat
Dalam situasi darurat, ada kemungkinan seseorang tidak bisa keluar dari kamar mandi tanpa bantuan. Nah, sistem panggilan darurat akan membantu menjaga keselamatan penyandang disabilitas dengan memberi sinyal kepada pengasuh jika terjadi masalah. Sistem ini bisa berupa tarikan kabel atau bel yang mudah dijangkau. Pastikan letaknya mudah terlihat dan cara penggunaannya sederhana, bahkan saat pencahayaan minim.
Itu dia tips menata kamar mandi untuk penyandang disabilitas. Kalau tetap bingung harus melakukan apa, konsultasikanlah kepada spesialis atau tenaga ahli. Tenaga ahli yang berpengalaman bisa membantu memilih perlengkapan dan fitur kamar mandi yang sesuai agar lebih mudah diakses. Mereka juga bisa memberikan saran terbaik tentang penataan kamar mandi supaya aman dan berfungsi dengan maksimal. Misalnya, mereka mungkin akan merekomendasikan pemasangan pegangan di dekat toilet atau shower untuk mendukung dan stabilitas tambahan.
Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa membuat kamar mandi yang nyaman, aman, dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Bagian terpenting adalah menyesuaikan perlengkapan dan fitur kamar mandi sesuai dengan kebutuhan khusus penggunanya. Dengan penyesuaian yang tepat, kamar mandi bisa menjadi ruang yang mendukung kementerian sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka. Semoga artikel ini bermanfaat!


















Leave a Reply