Etika Membangun atau Berbagi Pagar dengan Tetangga
Etika Membangun atau Berbagi Pagar dengan Tetangga

Etika Membangun atau Berbagi Pagar dengan Tetangga

Saat memasang pagar baru, kamu tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri, tetangga juga harus dipertimbangkan. Walaupun model pagar yang kamu pilih mungkin sudah sesuai dengan aturan lingkungan, bukan berarti kamu bisa seenaknya. Ingat, meskipun berdiri di halaman, pagar tetap akan terlihat jelas dari rumah atau halaman tetangga setiap hari. Oleh karena itu, ada baiknya kamu tahu dulu beberapa etika dalam membangun pagar sebelum pemasangan. -MegaBaja.co.id

Mau bagaimanapun bentuk atau seberapa panjang pagar yang berbatasan dengan tetangga, sikap saling menghargai itu penting. Tujuannya supaya proses pemasangan pagar bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk semua pihak.

Nah, di bawah ini ada beberapa tips etika dasar soal pagar bersama. Plus, alasan kenapa hal-hal ini penting untuk diperhatikan, yuk kita bahas bersama-sama!

Etika Membangun atau Berbagi Pagar dengan Tetangga

Merawat Pagar dan Area Sekitarnya

Tetap rapi adalah tanggung jawab bersama, siapapun pemilik dari pagar. Kedua sisi oagar harus selalu dirawat agar selalu terlihat bersih, kokoh, dan bebas dari kerusakan. Entah itu kerusakan karena papan yang copot, atau ada bagian yang bolong. Selain pagar itu sendiri, area di sekitarnya juga perlu diperhatikan, misalnya tanah di bawah pagar. Bersihkan secara rutin daun-daun yang jatuh dan pangkas gulma agar tidak menjalar ke halaman tetangga.

Ketahui Batas Propertimu

Ketahui Batas Propertimu

Walaupun terdengar sepele, mengecek ulang batas tanah sebelum memasang pagar akan menghindarkan kamu dari banyak masalah di kemudian hari. Secara hukum, kamu hanya boleh membangun pagar di lahan milik sendiri, bukan di tanah tetangga. Kalau sampai keliru dan pagarmu berdiri di area mereka, tetangga memiliki hak untuk membongkarnya. Akibatnya, semua biaya dan tenaga yang sudah kamu keluarkan terbuang sia-sia. Jadi, sempatkan beberapa menit untuk memastikan batas tanahmu dan sampaikan juga rencanamu pada tetangga sebelum mulai proyek, ya.

Cara paling mudah untuk tahu batas tanah adalah dengan melihat dokumen survei rumah. Di sana biasanya sudah tertera dengan jelas garis propertinya. Bagaimana kalau kamu tidak memiliki salinannya? Kamu bisa minta ke kantor catatan sipil setempat. Tapi apabila data itu tidak tercatat, berarti kamu harus menyewa jasa surveyor tanah. Survei ini tidak diperlukan bila sudah ada pagar lama, karena pagar baru biasanya tinggal dipasang mengikuti jalur yang sudah ada.

Komunikasikan dengan Tetangga

Meskipun sebenarnya tidak wajib, berbicara terlebih dulu dengan tetangga adalah langkah awal yang bagus. Ketika kamu memiliki rencana, coba bahas desain pagar yang kamu inginkan seperti apa. Jelaskan tujuan kamu, apakah condong untuk mempercantik tampilan atau demi keamanan hewan peliharaan misalnya. Jangan lupa pertimbangkan juga keselarasan dengan lingkungan sekitar.

Jika tetangga setuju, mereka biasanya tidak akan keberatan ikut menanggung biaya, apalagi jika pagarnya sama-sama memberi manfaat. Dengan begitu, obrolan mengenai batas tanah dan perawatan pagar juga akan lebih mudah. Memang tidak semua tetangga akan sejalan dengan rencana kamu. Usahakan tetap kerja sama dengan baik, tapi jika pagarnya dibangun di atas tanah milikmu, kamu bisa menentukan sendiri. Asalkan, tetap patuh dengan aturan yang berlaku.

Hadapkan Sisi yang Bagus ke Tetangga

Ketika memasang pagar baru, usahakan bagian yang paling baik atau “sisi bagusnya” menghadap ke arah tetangga. Sementara itu, bagian belakangnya menghadap ke dalam rumah kamu. Ini adalah bentuk kesopanan kecil karena tetangga pasti lebih senang melihat tampilan pagar yang indah dari sisi mereka. Selain itu, properti kamu juga akan terlihat lebih menarik secara keseluruhan,  apalagi jika sisi terbaik pagar tersebut menghadap ke arah luar. Rumah kamu otomatis tampak lebih estetik dan menjadi sorotan di lingkungan sekitar.

Pilih Pagar yang Ramah Tetangga

Bingung akan menghadapkan sisi pagar mana ke arah luar? Kamu bisa memilih jenis pagar ‘ramah tetangga’. Desain pagar model ini memiliki dua sisi yang sama-sama cantik. Jadi, baik kamu maupun tetangga akan sama diuntungkannya. Beberapa contohnya antara lain:

  • Pagar horizontal modern yang berupa papan kayu dengan tampilan simpel dan kekinian.
  • Kisi yakni desain silang yang dekoratif.
  • Shadowbox yang merupakan panel terpisah yang membuat cahaya bisa tembus dan menghasilkan bayangan estetik.

Jenis pagar tersebut bukan hanya menambah privasi, tapi juga menjadikan halaman kamu rapi dari kedua sisi. Dengan begitu, ini adalah win-win solution untuk semuanya.

Ketahui Siapa yang Bertanggung Jawab atas Biaya dan Perawatan Pagar

Biasanya, pihak yang membangun atau memperbaiki pagar akan menanggung semua biayanya. Kadang ada tetangga yang mau ikut menanggung, tapi jangan pernah menganggap itu otomatis terjadi, ya. Ada baiknya kamu cek aturan asosiasi warga jika ada. Dengan begitu, kamu bisa menghindari obrolan yang bisa menjadi canggung dengan tetangga. Bagaimanapun juga, tetanggamu akan tetap tinggal di sana, jadi lebih baik jaga hubungan tetap harmonis. Jika memungkinkan, usahakan cari jalan tengah, entah itu untuk biaya, perawatan, atau perbaikan pagar supaya semua pihak merasa tidak dirugikan.

Bangun Pagar di Dekat Pagar Tetangga

Sebagai aturan umum, pagar yang kamu bangun bukan pagar batas resmi. Maka, sebaiknya kamu posisikan pagar sekitar dua kaki masuk ke dalam lahan milikmu. Jika memang ingin membuat pagar di dekat pagar tetangga, ada dua pilihan aman. Pertama, pasang persis di samping pagar lama. Kedua, silakan jarak yang cukup agar masih bisa digunakan untuk merapikan rumput.

Bila jaraknya terlalu sempit misalnya hanya setengah meter, maka akan susah untuk dibersihkan dan justru malah memicu gulma tumbuh liar. Untuk itu, lebih baik sediakan sedikit ruang ekstra agar area di antara pagar tetap mudah dirawat. Sehingga, masalah juga tidak akan timbul terlalu banyak.

Pilih Material yang Tepat

Pilih Material yang Tepat
Pilih Material yang Tepat

Jangan lupa pilih material yang sesuai dengan nuansa lingkungan sekitar. Misalnya, kalau area rumah kamu bergaya klasik, tentu agak aneh kalau kamu memasang pagar modern dengan desain abstrak. Atau, jika hampir semua rumah di jalanmu menggunakan pagar besi, ada baiknya kamu juga mempertimbangkan material yang sama. Dengan begitu, tampilan lingkungan jadi lebih serasi dan terasa menyenangkan untuk semua yang tinggal di sana.

Jaga Komunikasi Tetap Terbuka

Sikap ramah ke tetangga yang berbagai pagar dengan kamu bisa membawa banyak manfaat. Maka, cari cara menjaga komunikasi tetap lancar bahkan itu untuk hal kecil seperti menyapu atau menambahkan tanggal berpakaian. Dengan berperilaku seperti itu, hubungan tetap hangat dan kamu juga lebih mudah membuka obrolan mengenai pagar maupun hal lain yang menyangkut lingkungan sekitar.

Dengan kamu menerapkan etika dalam memasang pagar ini, maka proses pemasangan pagar akan terasa lebih ringan dan jauh dari kata stress. Sehingga, kamu bisa benar-benar menikmati hasilnya baik itu dari privasi, keamanan, maupun kenyamanan. Ingat, komunikasi adalah hal yang begitu penting. Jadi, bicara terlebih dahulu dengan tetangga sebelum memulai proyek, jangan sampai mereka malah kaget dan merasa tidak nyaman. Siapa tahu, justru mereka ikut antusias dan mau ikut membantu.

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka