Furniture Chippendale_ Mengenal Desain Elegan yang Abadi dari Abad ke-18
Furniture Chippendale_ Mengenal Desain Elegan yang Abadi dari Abad ke-18

Furniture Chippendale: Mengenal Desain Elegan yang Abadi dari Abad ke-18

Dunia furniture klasik memiliki banyak nama besar, tapi salah satu yang paling berpengaruh tentu saja Chippendale. Bukan hanya sekadar label, Chippendale adalah gaya furnitur yang muncul di Inggris pada abad ke-18. Furniture ini dikenal dengan keanggunannya, ukiran detail yang menawan, serta kualitas yang bertahan sepanjang masa. Sampai sekarang, gaya ini masih menjadi acuan dalam desain interior mewah di berbagai belahan dunia. -MegaBaja.co.id

Jadi, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan furnitur bergaya Chippendale itu? Apa yang membuatnya berbeda dari gaya klasik lain, dan bagaimana warisannya bisa tetap bertahan hingga era modern? Yuk, kita kupas lebih dalam di artikel ini!

Pengertian dan Sejarah Furniture Bergaya Chippendale

Pengertian dan Sejarah Furniture Bergaya Chippendale
Pengertian dan Sejarah Furniture Bergaya Chippendale, sumber: fineart-restoration.co.uk

Desain Chippendale adalah salah satu gaya furniture Inggris yang lahir pada abad ke-18 melalui karya Thomas Chippendale. Thomas Chippendale sendiri merupakan seorang pengrajin perabotan Inggris yang terkenal. Gaya ini dikenal karena bentuknya yang anggun, detail ukiran rumit, dan penggunaan kayu dengan kerangka balok yang indah. Kemudian, gaya ini juga memadukan kontur dengan sentuhan dekoratif yang kaya, sehingga menciptakan kesan mewah dan berkelas.

Thomas Chippendale lahir di Otley, West Yorkshire pada tahun 1718, lalu mendalami seni pertukangan kayu di London. Pada tahun 1754, Chippendale menerbitkan sebuah buku desain berjudul “The Gentleman and Cabinet-Maker’s Director”. Buku ini adalah cikal bakal istilah deskriptif Chippendale. Identitas perancang pola dalam The Director masih menjadi bahan perdebatan, namun banyak desain terbaik di dalamnya jelas merupakan karya Thomas Chippendale sendiri. Buku ini disambut dengan antusias dan mempengaruhi pembuatan furniture tidak hanya di Inggris, tetapi juga di Eropa daratan hingga koloni-koloni Amerika.

Sejarah Desain Chippendale

Umumnya, desain Chippendale terbagi dalam tiga aliran utama: Gotik, Rokoko (dalam bukunya disebut modern), dan China. Chippendale berhasil memadukan berbagai unsur dari ketiga gaya tersebut. Pada gaya Gothic Chippendale, ciri khasnya terlihat dari penggunaan lengkungan runcing dan lekukan berbentuk S (ogee). Nah, elemen ini biasanya diterapkan pada sandaran kursi, dan bahkan lebih menonjol lagi pada jeruji kaca serta bagian atas rak buku besar.

Rokoko ala Chippendale bisa dikatakan muncul sebagai respons terhadap gaya Barok yang kaku dan penuh akan formalitas. Seperti yang bisa dilihat pada karya William Kent yang wafat tahun 1748. Walaupun banyak inspirasi rokoko datang dari Perancis, Chippendale menyesuaikannya agar lebih cocok dengan selera masyarakat Inggris yang cenderung tidak terlalu flamboyan. Salah satu contohnya adalah kursi bergaya Perancis yang diadaptasi dari desain Louis XV.

Chippendale bergaya Cina yang ada di The Director diterapkan pada kabinet porselen atau rak pajangan, dengan ciri khas palang kaca bermotif fretwork dan pedimen berbentuk pagoda. Pola fretwork yang sama juga sering diaplikasikan pada galeri di tepi meja teh serta pada sandaran dan kaki kursi. Beberapa furnitur Chippendale bergaya Cina ini dibuat khusus untuk ruangan dengan dekorasi chinoiserie. Juga, sering diberi sentuhan “japanisasi” berupa lapisan pernis bernuansa oriental.

Pada paruh kedua abad ke-18, desain Chippendale mulai disederhanakan dan dimodifikasi. Dari adaptasi ini kemudian lahir dua turunan yaitu Chippendale pedesaan dan Chippendale Irlandia. Versi pedesaan biasanya adalah hasil kreativitas perajin lokal yang meniru kursi khas Chippendale, tapi ada ukiran yang lebih sederhana. Kayu yang digunakan juga biasanya bukan mahoni impor seperti pada furniture mewah. Sementara Chippendale Irlandia meski sekilas mirip dengan desain asli, kualitas pengerjaannya dianggap jauh di bawah standar Chippendale.

Cara Mengenali Furniture Chippendale

Furniture Chippendale biasanya dikenali berdasarkan gaya yang tercantum dalam The Gentleman and Cabinet-Maker’s Director. Ciri yang paling sering dijumpai ialah kursi dengan sandaran berukiran halus berbentuk busur, kadang menyerupai pita, serta kaki cabriole. Bagian atasnya melengkung ke luar, sementara bagian bawahnya melengkung ke dalam. Kaki kursi ini sering dibuat berbentuk cakap atau gulungan. Kayu yang diutamakan dalam furniture Chippendale adalah kayu mahoni, dan furniture duduknya umumnya dibuat dari kayu solid, bukan veneer.

Cara Mengenali Furniture Chippendale
Cara Mengenali Furniture Chippendale, sumber: labottegamargutta.com

Kursi Chippendale sendiri merupakan jenis furniture yang paling sering dijumpai di kategori furniture antik. Kursi ini banyak beredar di pasaran karena dulu dibuat dalam set besar untuk ruang makan para bangsawan. Jumlahnya memang disengaja banyak agar bisa mengelilingi meja makan yang ukurannya besar. Beberapa ciri khas yang bisa ditemui pada kursi Chippendale antara lain:

  • Ukiran dekoratif dengan sentuhan rococo, neoklasik, atau kebangkitan gothic.
  • Sandarannya sering dibuat menyerupai pita mengalir dengan lengkung bergelombang, yang mana merupakan ciri khas klasik.
  • Kaki model cabriole yang bentuknya melengkung ke luar lalu ke dalam.
  • Proporsinya sangat diperhitungkan.
  • Variasi kaki kursi bisa berupa bola dan cakar, kaki yang digulung, atau kaki persegi polis pada gaya gotik maupun neoklasik.
  • Kursi biasanya dilengkapi jok berlapis kain meski jarang sekali yang masih menggunakan tekstil asli.
  • Pada kursi bergaya oriental, bisa ditemukan detail kisi-kisi atau lapisan pernis ala Tiongkok.
  • Untuk material, Chippendale lebih menyukai kayu mahono solid sebagai bahan utama kursi.

Karena dominasi Chippendale pada abad ke-18 dan terus berlanjut di abad ke-19, furniture ini akhirnya masuk ke jajaran furniture klasik. Nuansa tradisionalnya membuat semua orang jatuh hati, baik mereka yang suka sentuhan timeless maupun para kolektor yang menghargai versi terbaik dari karya ikonik Chippendale. Banyak pedagang furniture maupun rumah lelang biasanya punya patokan tertentu saat menilai harga furniture Chippendale.

Mari kita ulas lebih lanjut, kenapa furniture chippendale ini begitu istimewa dan berharga?

Kenapa Furniture Chippendale Begitu Berharga?

  • Usia: Umur furniture bisa ditaksir berdasarkan detail tertentu, misalnya ketebalan lapisan kayu. Lapisan tipis biasanya baru mungkin dibuat setelah masuk era industri. Selain itu, jenis kayu, teknik pengerjaan, dan tren dekorasi tiap dekade juta bisa menjadi petunjuk.
  • Gaya: Nilai sebuah furniture juga dipengaruhi oleh gaya desainnya. Apakah itu mengikuti model populer dari Chippendale, atau justru termasuk desain langka. Keduanya tetap punya daya tarik tersendiri, baik untuk pembeli maupun kolektor. Beberapa gaya Chippendale yang cukup terkenal antara lain gotik Inggris, Louis XV, rococo Perancis, dan Chinoiserie.
  • Material: Jenis kayu yang dipakai sangat berpengaruh pada nilai furniture, begitu pula dengan seberapa banyak kayu yang dipakai. Nah, furniture antik yang harganya lebih rendah biasanya hanya memakai lapisan tipis kayu mahal atau bahkan tiruan dari kayu eksotis. Sementara itu, furniture berkualitas tinggi umumnya dibuat dari kayu solid seperti mahoni, eboni, ek, atau kenari. Ini juga yang membuatnya laku dengan harga tinggi di pelelangan.
  • Keahlian & Kualitas: Mutu sebuah furniture bisa terlihat dari detail pengerjaannya. Mulai dari presisi potongan kayunya, harusnya veneer, hingga teknik ukiran dan ornamen dekoratif. Tanda seperti bekas gergajian tangan atau adanya penyusutan kayu yang membuat sambungan jadi tidak rata kerap menunjukkan bahwa furniture tersebut benar-benar buatan tangan dari era asli desain Chippendale.

Nah, itu dia penjelasan mengenai furniture bergaya Chippendale. Selain karena hal di atas, furniture Chippendale juga begitu dihargai karena mampu menambah sentuhan canggih dan anggun pada setiap ruangan yang ditempatinya. Jika kamu ingin barang antik abad ke-18 yang autentik di rumah, pastikan kalau barang tersebut asli, ya. Dan jangan lupa, rawat dengan baik apapun jenis furniture yang kamu punya!

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka