Menjual rumah tidak selalu mudah, dan banyak pemilik yang berpikir bahwa mereka harus memperbaiki semua kekurangan kecil sebelum menjual properti mereka. Padahal, tidak semua hal perlu diperbaiki, lho. Memang, ada perbaikan yang bisa meningkatkan daya tarik dan jual rumah. Namun, ada beberapa hal yang sebenarnya bisa kamu abaikan tanpa mengurangi daya tarik di mata calon pembeli. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini! -MegaBaja.co.id
Kenapa Tidak Semua Hal Harus Diperbaiki Dulu Sebelum Rumah Dijual?
Sebelum terburu-buru memperbaiki, penting untuk tahu kalau tidak semua perbaikan bisa memberi hasil yang sepadan. Tidak pula membuat rumah cepat laku. Nah, berikut ini beberapa alasan kenapa kamu tidak perlu memperbaiki semuanya Sebelum dijual:
- Tidak semua perbaikan bisa membuat nilai rumah naik, terutama perbaikan yang sifatnya hanya tampilan. Lagi pula, banyak pembeli yang lebih senang mengatur atau mengubah rumah sesuai selera mereka sendiri setelah membeli.
- Preferensi pembeli tidaklah sama.
- Biayanya mungkin lebih besar, apalagi kalau renovasinya kelas atas seperti merenovasi dapur mewah atau penggantian peralatan mahal.
- Keterbatasan waktu, sebaiknya fokus memperbaiki hal yang benar-benar penting supaya rumah cepat terjual.
- Beberapa pembeli lebih menyukai properti apa adanya.
Hal yang Sebaiknya Tidak Perlu Diperbaiki Saat Ingin Menjual Rumah
Berikut ini beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu kamu repot-repot benahi sebelum rumah dijual.
Barang yang Bisa Dilepas

Saat ingin menjual rumah, penting sekali untuk membedakan mana yang benar-benar menambah nilai properti dan yang hanya sentuhan pribadi saja. Barang-barang yang bisa dipindahkan seperti dekorasi, perlengkapan khusus, atau barang pribadi biasanya masuk kategori kedua. Jadi, kamu tidak perlu lagi membuang waktu dan uang untuk memperbaikinya sebelum rumah dijual. Contohnya:
- Tirai atau kerai yang kamu pilih sesuai selera belum tentu cocok di mata pembeli. Jadi, daripada mengganti dengan yang baru, mending dilepas saja.
- Mengganti lampu bisa membuat rumah terlihat lebih menarik, tapi jika lampu sudah unik atau mahal, tidak diganti juga tidak apa-apa.
- Lukisan pribadi atau foto keluarga malah bisa membuat calon pembeli susah membayangkan rumah versi mereka. Daripada repot memperbaiki dinding sehabis melepas dekorasi, biarkan saja kosong agar ruangan tampak lebih netral.
Peralatan
Peralatan seperti kulkas, mesin cuci piring, mesin cuci dan pengering, atau kompor bisa saja sudah rusak atau ketinggalan zaman. Tapi tenang, kamu sebagai penjual tidak wajib memperbaiki atau mengganti semua itu. Sebab, peralatan rumah tangga termasuk barang yang bisa dibawa pergi, kecuali kalau diatur lain di dalam kontrak penjualan. Jadi, kamu bisa memilih untuk melepasnya atau biarkan saja seperti itu. Biasanya pembeli juga lebih suka beli peralatan baru yang sesuai selera mereka sendiri.
Selera Warna
Warna dan tampilan rumah tergantung selera masing-masing orang. Misalnya, warna meja dapur atau lemari yang menurut kamu bagus, belum tentu disukai calon pembeli. Selama kondisinya masih bagus dan bersih kamu tidak perlu repot mengganti atau memperbaharuinya. Pemilik baru juga pasti memiliki rencana sendiri untuk mengubah tampilannya nanti.
Sebelum melakukan perubahan sebaiknya diskusikan dulu dengan agen properti kamu, ya. Mereka bisa memberikan saran apakah pembaruan tampilan ini perlu atau justru mending fokus ke hal yang lebih penting. Seperti misalnya perbaikan pondasi, atap bocor, atau mungkin cerobong asap yang rusak.
Masalah Listrik Kecil
Dalam urusan listrik, ada perbedaan besar antara masalah yang serius dan yang sepele. Jika masalahnya seperti kabel terbuka, stop kontak tanpa dasar, atau panel listrik yang sudah tua, itu sebaiknya diperbaiki dulu sebelum rumah dijual. Tapi kalau hanya stop kontak yang agak longgar, saklar lampu tidak menyala, atau hal kecil lainnya kamu tidak perlu terlalu khawatir. Hal seperti ini umumnya bisa diabaikan.
Perbaikan Jalan Masuk
Tampilan depan rumah terbilang penting untuk menarik perhatian pembeli. Tapi kalau sekedar retakan kecil di jalan masuk atau trotoar itu hal yang sangat wajar. Hampir semua rumah punya kondisi seperti itu, sehingga calon pembeli tidak harus menanggapinya sebagai masalah besar. Mengganti beton juga biayanya mahal, sementara hasilnya juga tidak terlalu berpengaruh pada tampilan keseluruhan rumah. Jadi, biarkan retakan tersebut, tidak perlu diperbaiki.
Jangan Rombak Lanskap Rumah
Hindari renovasi total bagian taman atau halaman. Karena keuntungan dari investasi semacam itu biasanya tidak sebanding dengan biaya dan usaha yang dikeluarkan. Taman atau lanskap yang terlalu rumit justru membuat calon pembeli ragu. Alasannya karena mereka akan terpikirkan mengenai biaya dan waktu perawatan yang akan dibutuhkan. Banyak orang yang tidak mau repot mengurus tanaman yang terlalu rimbun.

Jangan Ganti Pipa Ledeng Saat Mau Jual Rumah
Mengganti pipa ledeng bisa membuat kantong jebol. Selain mahal, prosesnya juga ribet karena biasanya tukang harus membongkar sebagian tembok atau lantai rumah. Sistem perpipaan yang baru mungkin bisa membuat bagian “dalaman” rumah terlihat lebih rapi. Tapi ada tiga alasan kenapa langkah ini hampir selalu tidak sepadan jika tujuannya untuk menjual rumah:
- Biayanya sangat mahal
- Prosesnya merepotkan
- Tidak terlihat hasilnya di mata pembeli
Jadi, tidak perlu mengganti pipa lama seperti pipa cor atau besi galvanis. Masih banyak alternatif perbaikan lain yang lebih hemat dan tetap efektif. Lantas, apa yang harus dilakukan?
Kebocoran air baik yang sudah pernah terjadi maupun yang masih berlangsung bisa jadi sinyal bahaya bagi calon pembeli. Oleh karena itu, fokuslah pada hal-hal yang bisa membuat pipa tampak rusak. Coba keliling rumah, nyatakan semua kran, dan siram setiap toilet. Perhatikan apakah ada tetesan air atau suara aneh dari pipa. Kalau ada, segera perbaiki sebelum semakin parah.
Lalu, periksa juga apakah ada bekas air di bawah wastafel atau langit-langit. Jika ada noda atau bercak, tutup dengan cat baru agar rumah terlihat lebih rapi. Sehingga, tidak menimbulkan kekhawatiran bagi calon pembeli.
Mengganti Lantai
Pergantian lantai rumah sebenarnya bukan hal yang wajib dilakukan, apalagi jika kondisinya masih bagus. Banyak orang tergoda untuk memasang ubin baru, lantai kayu, atau karpet mahal supaya rumah terlihat lebih menarik. Padahal itu belum tentu disukai oleh calon pembeli. Lagi-lagi, setiap orang memiliki selera yang berbeda mengenai hal itu. Tergantung iklim dan kebiasaan daerah juga.
Misalnya, marmer mungkin digemari di satu tempat. Tapi di tempat lain orang justru lebih suka dengan lantai kayu atau ubin. Daripada mengeluarkan biaya besar untuk mengganti lantai, akan lebih baik kalau kamu cukup membersihkan dan memoles lantai yang sudah ada. Dengan begitu tampilannya tetap bersih dan mengilap.
Lubang Kecil di Dinding
Rumah yang ditinggali lama wajar kalau dindingnya mulai rusak. Mungkin catnya mulai mengelupas, ada goresan di mana-mana, atau lubang kecil bekas gantungan foto dan hiasan dinding. Bahkan, bisa juga ada lubang besar bekas bracket televisi yang dulu pernah terpasang.
“Kebanyakan pembeli tidak menyadari masalah kecil ini karena, pada saat pameran, sekrup atau perangkat keras disembunyikan oleh karya seni atau gambar,” kata Agen Real Estate di Florida, Berry Zimmerman, dikutip dari Better Homes & Gardens.
Nah, sekarang kamu sudah tahu hal-hal yang sebaiknya tidak diperbaiki saat menjual rumah. Biarkan pembeli yang menyesuaikan selera mereka. Dengan begitu kamu bisa menghemat pengeluaran, tapi rumah tetap menarik di mata calon pembeli tanpa harus melakukan renovasi besar-besaran. Semoga artikel ini bermanfaat!


















Leave a Reply