Jenis Lem untuk Dinding HPL dan Rekomendasi Terbaiknya
Jenis Lem untuk Dinding HPL dan Rekomendasi Terbaiknya

Jenis Lem untuk Dinding HPL dan Rekomendasi Terbaiknya

Dalam pemasangan dinding HPL, salah satu faktor terpenting yang sering diabaikan adalah pemilihan lem. Sebagus apapun motif dan kualitas HPL yang digunakan, hasil akhirnya akan sia-sia jika lemnya tidak kuat menempel. Bahkan mudah lepas setelah beberapa bulan. -MegaBaja.co.id

Karena itu memilih lem HPL terbaik untuk dinding bukan sekadar soal harga, tapi juga tentang jenis bahan perekat. Selain itu, ketahanan terhadap suhu dan kelembaban, dan kemudahan aplikasi juga diperhatikan. Kali ini akan membahas tentang lem HPL dan fungsinya, rekomendasi merek populer, hingga tips praktis memilihnya.

Apa Itu Lem HPL?

Lem HPL adalah bahan perekat khusus yang digunakan untuk menempelkan lembaran HPL ke permukaan dasar. Misalnya plywood, MDF, atau dinding yang sudah dilapisi panel. Fungsi utamanya adalah mengikat kuat antara lapisan HPL dan substrat, agar hasil akhir rata, tidak menggelembung dan tahan lama.

Berbeda dari lem kayu biasa, lem HPL dirancang untuk menghadapi tekanan tinggi, panas, dan kelembaban. Sehingga cocok untuk interior dapur, ruang tamu, hingga area semi-outdoor. Karena itu, kamu mesti tahu jenis-jenis lem HPL dan fungsinya agar tidak salah pilih lagi jika berminat mengaplikasikannya.

Jenis-Jenis Lem HPL dan Fungsinya

Contact Adhesive (Lem Kuning/Lem Kontak)

Contact Adhesive (Lem Kuning/Lem Kontak)
Contact Adhesive (Lem Kuning/Lem Kontak), sumber: id.made-in-china.com

Jenis yang paling populer di lapangan, cara kerjanya oleskan lem di dua permukaan (HPL dan substrat). Tunggu hingga setengah kering, lalu rekatkan dengan tekanan kuat. Keunggulannya yaitu daya rekat sangat kuat dan instan, tidak butuh alat press, dan mudah ditemukan di pasaran. Sedangkan kekurangannya baunya menyengat (karena berbasis solvent) dan tidak tahan suhu ekstrim tinggi. Cocok untuk pemasangan dinding HPL interior dan area kering.

Lem EVA (Ethylene Vinyl Acetate) / Lem HPL Water-Based

Yang satu ini lem berbasis air yang lebih ramah lingkungan dan rendah bau. Biasanya digunakan untuk produksi massal atau pemasangan HPL di area yang membutuhkan hasil halus. Kelebihannya tidak berbau kuat, ramah lingkungan, daya rekat dan fleksibel, aman untuk ruangan tertutup. Sedangkan kekurangannya waktu kering sedikit lebih lama, tidak cocok untuk area yang sering terkena air langsung. Cocok untuk pemasangan dinding HPL di rumah, kantor, hotel, atau ruang ber-AC.

Lem PU (Polyurethane) / MS Polymer

Jenis premium untuk kebutuhan profesional. Lem ini berbasis resin sintetis yang tahan terhadap air, panas, dan getaran. Kelebihannya memiliki daya rekat sangat kuat dan elastis, tahan air, panas, dan kelembaban. Cocok untuk area dapur, kamar mandi, atau semi-outdoor. Sedangkan kekurangannya adalah harga yang mahal, butuh ketelitian saat pengaplikasian. Cocok untuk area yang lembab atau butuh daya tahan ekstrem. 

Hot-Melt Adhesive

Jenis lem berbentuk padat yang dilelehkan mengganti mesin khusus. Biasanya digunakan di pabrik mebel atau produksi besar. Kelebihannya yaitu proses cepat, hasil rekat sangat kuat dan presisi. Kekurangannya yaitu selalu butuh alat khusus (tidak cocok untuk tukang lapangan). Lem in cocok untuk industri furnitur, bukan pemasangan on-site.

Rekomendasi Merk Lem HPL Terbaik

Jadi, sebelum memasang dinding HPL, ketahui dulu jenis lem yang akan digunakan dan di mana dinding akan dipasang. Berikut beberapa lem HPL yang paling direkomendasikan karena kualitasnya stabil dan mudah ditemukan di toko material:

Lem Crona HPL

Salah satu pilihan favorit tukang profesional. Lem ini berbasis EVA copolymer dengan kekuatan rekat tinggi dan hasil akhir halus. Beberapa variannya seperti Crona WOW bisa digunakan tanpa mesin press. Kelebihannya tidak mudah menggelembung, cepat kering, ramah lingkungan. Cocok untuk dinding interior dan panel dekoratif.

Lem Fox Contact Adhesive

Lem kuning legendaris yang sudah dikenal luas. Formulanya berbasis solvent dengan daya rekat tinggi dan cepat kering. Sering digunakan untuk menempelkan HPL, formika, dan bahan pelapis lainnya. Kelebihannya yaitu cepat merekat, kuat, mudah diaplikasikan dengan kuas. Cocok untuk pekerjaan on-site yang butuh hasil instan.

Lem Aibon / Castol / Taco Contact

Lem Aibon / Castol / Taco Contact
Lem Aibon / Castol / Taco Contact, sumber: shopee.co.id

Varian lem kuning serbaguna lain yang banyak dijual di pasaran. Harganya ekonomis tapi tetap bisa diandalkan untuk interior. Keunggulannya mudah didapat, cepat kering, dan kuat menempel. Hanya saja punya kekurangan yaitu tidak cocok untuk area lembab. Lem ini cocok untuk pemasangan HPL di ruang tamu, kamar, dan kantor.

Lem PU SikaBond atau MS Polymer

Dari merek internasional Sika, jenis ini unggul soal daya tahan air, panas, dan fleksibilitas tinggi. Ideal untuk area yang sering terkena uap atau suhu tinggi seperti dapur dan pantry. Kelebihannya memiliki daya rekat luar biasa, tahan lama, dan multifungsi. Namun, lem ini dibanderol harga mahal dan waktu keringnya lebih lama. Cocok untuk area lembab atau semi-outdoor.

Spesifikasi Lem HPL yang Wajib Diperhatikan

Kalau kamu hendak membeli lem HPL, jangan asal lihat merek atau harga saja. Perhatikan juga spesifikasinya. Jika kamu ingin tau lebih detail, berikut spesifikasi lem HPL yang harus diperhatikan agar hasilnya maksimal:

  1. Jenis Bahan Dasar: EVA, solvent, PU, atau MS Polymer, sesuaikan dengan kebutuhan area pemasangan.
  2. Viscosity (kekentalan): pastikanlah lem cukup kental agar mudah diratakan dan tidak menetes.
  3. Open Time (Waktu Buka): berapa lama lem masih bisa direkatkan setelah dioleskan.
  4. Tack Strength (Kekuatan Rekat Awal): menentukan seberapa cepat lem merekat.
  5. Ketahanan Panas dan Lembab: penting untuk dapur, kamar mandi, dan area beruap.
  6. VOC Rendah: pilih lem water-based jika ingin hasil ramah lingkungan dan minim bau.

Cara Memilih Lem HPL yang Tepat

Nah, kalau sudah mantap ingin menggunakan HPL, berikut ada cara memilih lemnya yang tepat.

  • Tentukan Area Pemasangan dan Pertimbangan Cara Aplikasi: Untuk interior kering sebaiknya pilih lem kuning/contact adhesive. Untuk area lembab sebaiknya pilih lem PU atau EVA-based. Kalau pemasangan dilakukan secara manual tanpa mesin, pilih lem yang cepat kering dan tidak butuh tekanan tinggi.
  • Periksa Kompatibilitas dengan HPL, Substrat, dan Perhatikan Merek: Tidak semua lem cocok untuk semua jenis HPL. Beberapa HPL dengan finishing glossy lebih cocok memakai lem PU. Selain itu, pilih lem dari merek terpercaya seperti Crona, Fox, Aibon, atau Sika yang sudah terbukti di lapangan.
  • Uji Coba Kecil Sebelum Pemasangan: Penting untuk melihat daya rekat, warna lem, dan reaksi dengan bahan HPL. Sebelum resmi membeli, harus ada bukti kuat.

Tips Aplikasi Lem HPL Agar Tahan Lama

Tips Aplikasi Lem HPL Agar Tahan Lama

Selain itu, ada juga tips mengaplikasikan lem HPL agar hasil lebih tahan lama, simak berikut ini.

  1. Pastikan Permukaan bersih, kering, dan rata.
  2. Oleskan lem secara merata menggunakan kuas atau roller.
  3. Tunggu hingga lem mulai kering, sentuh sekitar 5-15 menit tergantung jenisnya.
  4. Tempelkan lembaran HPL dengan tekanan kuat atau roller karet.
  5. Hindari menggeser posisi setelah ditempel.
  6. Diamkan minimal 24 jam sebelum area digunakan penuh.
  7. Diamkan minimal 24 jam sebelum area digunakan penuh.

Pemilihan lem HPL yang tepat sangat menentukan hasil akhir pemasangan dinding HPL. Setiap jenis memiliki kekurangan dan keunggulan yang berbeda. Mulai dari lem contact adhesive yang cepat dan praktis, EVA yang ramah lingkungan, dan Lem PU yang tahan lembab dan panas.

Untuk hasil terbaik, gunakan lem Crona atau EVA-based glue untuk interior bersih dan rapi. Lem PU SikaBond untuk area lembab atau semi-outdoor. Hindari lem murah yang cepat mengering tapi mudah terkelupas. Dengan pemilihan dan aplikasi yang benar, dinding HPL akan menempel kuat, awet bertahun-tahun, dan tampil mewah tanpa repot perawatan. Kekuatan dinding HPL bukan hanya dari materialnya, tapi dari lem yang menyatukannya.

Just an ordinary people.