Kategori Kualitas Furniture Jepara, Ini Panduan Sebelum Membeli!
Kategori Kualitas Furniture Jepara, Ini Panduan Sebelum Membeli!

Kategori Kualitas Furniture Jepara, Ini Panduan Sebelum Membeli!

Ketika mencari mebel Jepara, kamu pasti akan ketemu banyak sekali variasi harga. Kenapa bisa berbeda-beda seperti itu? Karena kualitas mebel Jepara tidak semuanya sama. Kualitas furniture Jepara ini terbagi menjadi tiga tingkat kualitas, yakni Grade A, B, dan C. -MegaBaja.co.id

Furniture Jepara sudah terkenal sejak lama berkat hasil pengerjaannya yang halus, ukiran detail, dan daya tahan kuat. Namun, satu hal yang sering membuat pembeli bingung adalah perbedaan harga antar toko atau pengrajin. Bahkan untuk model yang tampaknya sama, selisih harganya bisa cukup besar. Alasannya sederhana, setiap produk furniture Jepara memiliki level kualitas yang tidak sama.

Nah, supaya tidak salah pilih dan tetap sesuai dengan budget, kamu harus memahami pengkategorian kualitas furniture Jepara. Umumnya, para pengrajin dan toko membaginya menjadi tiga tingkat. Masing-masing tingkatan atau kelasnya memiliki karakteristik, jenis bahan, dan hasil finishing yang berbeda.

Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Kualitas Mebel Jepara

Secara garis besar, kualitas furniture Jepara ditentukan oleh beberapa faktor. Tapi kali ini akan fokus pada tiga komponen utama yang paling berpengaruh. Yang pertama adalah kualitas kayu dan proses pengerjaannya, mulai dari jenis kayu, cara pengolahan awal, hingga desain. Jika kayu bagus dan pengerjaan rapi, hasilnya pasti furniture tahan lama, kuat, dan tampilannya lebih menarik. Jenis kayu serta teknik pengerjaan benar-benar menentukan hasil akhir, sementara desain yang dibuat dengan teliti akan membuat furniture terlihat premium.

Faktor kedua adalah bahan finishing, yang sangat memengaruhi tampilan akhir mebel. Finishing yang tepat bukan hanya membuat mebel lebih awet, tapi juga memberikan kesan lebih elegan. Sebaliknya, finishing yang kurang bagus bisa membuat mebel jadi cepat rusak atau tampilannya kurang maksimal. Memilih jenis finishing yang tepat itu penting sekali, ya.

Terakhir, ada bagian aksesori atau perlengkapan tambahan. Biasanya ini sudah menjadi standar dari pabrik, jadi tidak perlu dibahas panjang dan lebar. Fokus di sini tetap pada dua hal yang paling penting dan menarik, yaitu kayu serta finishing. Yuk, kita kupas lebih jauh dua poin utama ini!

Bahan Baku Kayu

Bahan Baku Kayu
Bahan Baku Kayu

Kayu jati adalah salah satu pilihan favorit untuk membuat furniture karena kualitasnya memang bagus. Biasanya, kayu yang ukurannya besar dan usianya tua lebih kuat dan stabil, apalagi jika tumbuh di tanah yang tandus. Serat kayunya lebih padat dan tidak mudah berubah bentuk.

Ada dua sumber kayu jati yang sering dipakai. Pertama dari hutan Perhutani (TPK) dan kedua dari lahan milik warga. Kayu TPK kualitasnya jelas lebih terjaga karena dirawat dengan baik, sedangkan kayu rakyat cenderung kurang stabil. Itulah kenapa kayu TPK lebih sering digunakan untuk mebel atau furniture dengan grade tinggi.

Ukuran kayu juga berpengaruh pada kualitasnya:

  • Kayu A1 (diameter 15–20 cm): masih tergolong muda, seratnya belum stabil, dan juga lebih rentan pecah.
  • Kayu A2 (diameter 20–30 cm): seratnya sudah lebih kuat dengan warna yang cenderung lebih merata.
  • Kayu A3 (diameter 30–40 cm): yang satu ini paling ideal untuk furniture karena lebih kokoh dan stabil.

Finishing

Yang tak kalah penting adalah finishing. Ada ada tiga jenis finishing yang sering digunakan agar furniture terlihat bagus dan awet. Pertama ada melamine yang menutup pori-pori kayu dengan sangat rapat. Ini cocok untuk kamu yang suka tampilan minimalis namun dengan yang lebih ramah di kantong. Hasilnya sederhana, clean, tapi tetap tampak elegan.

Berikutnya ada NitroCellulose (NC), yang membuat tampilan kayu lebih natural. Jenis finishing ini membiarkan tekstur asli kayu tetap terlihat, jadi cocok banget kalau kamu suka furniture Jepara yang mempunyai ukiran atau detail yang menonjol. Tekstur kayunya masih dipertahankan, tapi tetap aman dari goresan atau kerusakan kecil.

Terakhir ada Polyurethane (PU) yang merupakan pilihan finishing premium. PU ini terkenal sangat kuat, tahan gores dan tahan air. Lalu, cocok juga untuk furniture yang sering digunakan atau bahkan untuk outdoor. Bagaimana dengan hasil akhirnya? High gloss yang super kinclong. Harganya memang lebih tinggi, tapi tetap sebanding dengan perlindungan dan tampilan mewah yang kamu dapat, kok!

Kategori Kualitas Furniture Jepara

Kategori Kualitas Furniture Jepara
Kategori Kualitas Furniture Jepara

Setelah mengetahui faktor-faktornya, sekarang saatnya membahas kategori kualitas furniture Jepara. Simak, ya!

Kualitas Grade A

  • Menggunakan kayu jati Perhutani dengan diameter minimal 30 cm (bagian pinggir kayu tidak dipakai).
  • Finishingnya menggunakan PU Propan.
  • Hardware menggunakan merek premium.

Furniture dengan kategori ini merupakan kelas terbaik. Selain memakai kayu Perhutani yang kualitasnya terjamin, aksesoris dan hardware yang digunakan juga merupakan yang terbaik di pasaran. Pembuatan mebel Grade A membutuhkan ketelitian yang ekstra, karena pemilihan kayunya saja sudah harus memastikan bebas dari cacat, mata kayu mati, atau serat patah.

Untuk finishing PU (Polyurethane) high gloss yang biasa dipakai pada mobil memberikan ketahanan dan tampilan yang jauh lebih awet. Ditambah hardware kelas atas, tidak heran mebel Jepara Grade A memiliki harga yang tinggi. Untuk mebel klasik, biasanya menggunakan bahan finishing NC. Alasannya, PU cenderung menutup seluruh pori kayu, sementara NC meresap ke dalam serat kayu. Sehingga,  menghasilkan tampilan yang lebih estetik dan antik.

Kualitas Grade B

  • Menggunakan kayu jati rakyat atau jati kampung berdiameter 25–35 cm (bagian pinggir kayu berwarna putih tidak dipakai).
  • Untuk finishing memakai bahan NC.
  • Hardware menggunakan produk pasar.

Kelebihannya Grade B biasanya lebih awet dan cukup tahan lama karena menggunakan kayu yang kualitasnya masih bagus. Diameter kayunya yang lebih besar menandakan usia kayu yang lebih tua, jadi risiko akan kayu retak juga lebih kecil. Warna dan seratnya lebih seragam karena bagian pinggir kayu (yang warnanya putih dan cenderung kurang kuat) tidak digunakan.

Kualitas Grade C

  • Bahannya menggunakan kayu jati rakyat/ kampung dengan diameter 17–25 cm, dan bagian pinggir kayunya juga ikut dipakai.
  • Finishing memakai melamine.
  • Hardware yang dipakai merek kelas pasar.

Jika dilihat lebih dekat, biasanya terlihat garis sambungan kayunya. Inilah yang membuat warna furniture kadang terlihat belang.

Ketahanannya juga tidak sebagus dua grade yang lebih tinggi lainnya. Bagian pinggir kayu yang berwarna putih cenderung lebih lunak dan mudah diserang hama. Memang bisa diakali dengan obat anti hama saat finishing, tapi risikonya tetap ada karena bahan pinggiran kayu tetap digunakan.

Sedangkan kelebihannya terletak pada harga, yang tentu jauh lebih murah. Dan kalau tidak diperhatikan secara detail, perbedaan dengan grade yang lebih bagus sering kali tidak terlalu terlihat. Jadi kamu tetap bisa mendapat tampilan yang bagus tanpa merasa membeli produk “murahan”.

Semua grade furniture Jepara sudah pasti punya kelebihan dan kekurangan sendiri, baik itu untuk grade A, B, atau C. Sesuaikan saja dengan keinginan kamu, ya. Kalau ingin yang kualitas baik sekali,untuk pemakaian panjang, dan tidak masalah dengan biaya, tentu saja pilih grade A. Tapi kalau ingin yang lebih murah tapi harganya terjangkau, pilih grade C. Grade C juga sudah cukup bagus untuk kebutuhan harian.

Just an ordinary people.