Lantai Bau Amis Padahal Sudah Dipel_ Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Lantai Bau Amis Padahal Sudah Dipel_ Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lantai Bau Amis Padahal Sudah Dipel? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengepel lantai adalah salah satu rutinitas yang hampir semua orang lakukan. Tujuannya jelas, yaitu untuk menghilangkan debu, kotoran, dan bau yang menempel di permukaan lantai. Namun, tidak jarang kita justru mendapati keramik yang baru saja dipel malah mengeluarkan bau amis yang mengganggu. Lantas, apa yang menjadi penyebab bau amis ini? -MegaBaja.co.id

Penyebab Lantai Bau Amis Setelah Dipel

Setelah mengepel lantai keramik, kamu mungkin pernah mengalami hal yang cukup membingungkan, yaitu lantai tetap berbau amis. Mungkin kamu pun bertanya-tanya, “Mengapa lantai masih bau amis setelah dipel?” Padahal, pengharum atau sabun lantai sudah digunakan. Yang lebih mengganggu, bau amis tersebut terkadang bertahan cukup lama, sehingga membuat kamu harus mengepel ulang lantai agar aromanya hilang.

Ternyata, bau amis yang muncul setelah mengepel lantai bukan berarti lantai rumah kamu masih kotor. Ada sejumlah faktor yang justru bisa membuat lantai tercium bau amis meski sudah dipel.

Berikut beberapa penyebabnya:

  • Pertama, bisa jadi air yang kamu gunakan untuk mengepel sudah terkontaminasi kotoran, bakteri, atau bahkan cairan karat.
  • Alat pel yang terlalu kotor dan berbau juga bisa membuat hasil pengepelan sia-sia, jadi percuma kamu mengepel berkali-kali pun.
  • Faktor terbesar penyebab lantai tetap berbau setelah dibersihkan biasanya terletak pada kualitas airnya. Meski air sumur terasa segar dan terlihat bersih, terkadang tetap menimbulkan aroma tidak sedap akibat kandungan belerang.
  • Perpaduan antara air yang mengandung belerang dan kain pel kotor inilah yang sering memicu bau amis pada lantai.

Cara Mengatasi Bau Amis pada Lantai

Usai memahami berbagai faktor penyebabnya, berikut sejumlah cara yang bisa diterapkan di rumah guna meminimalisasi risiko bau tak sedap dan menjaga kebersihan lantai.

Mulai dengan Membersihkan Keramik Lantai

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan sisa makanan atau minuman yang menempel di permukaan keramik. Langkah ini tidak terlalu sulit untuk dilakukan, apalagi kalau itu bekas makanan kering. Untuk makanan kering, cukup gunakan tisu atau lap kering agar ceceran bisa langsung terangkat.

Namun, jika yang tumpah adalah minuman seperti susu, tisu saja tidak cukup. Gunakan kain kering dengan cara meletakkannya di atas tumpahan agar cairan terserap dan tidak menyebar. Sementara itu, bila yang jatuh berupa makanan bertekstur basah, segera angkat sisa makanannya lalu keringkan bagian lantai yang basah menggunakan kain kering.

Sapu Lantai secara Menyeluruh

Sapu Lantai secara Menyeluruh

Untuk memastikan lantai keramik benar-benar bersih, jangan lupa sapu seluruh area yang terkena noda. Mulailah dari bagian yang kering, lalu kumpulkan kotoran di satu tempat agar lebih mudah dibuang. Jika lantai sudah bebas dari debu dan kotoran, kamu bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya.

Lanjutkan dengan Mengepel Tahap Awal

Setelah itu, lakukan proses pel pertama pada lantai. Tahap ini bertujuan untuk memastikan kotoran terangkat sepenuhnya, sehingga permukaan lantai bersih sempurna. Pada langkah awal ini, kamu harus memperhatikan kalau proses pel dilakukan tanpa menggunakan cairan pembersih. Pastikan pula untuk selalu membilas kain pel dengan air bersih setiap kali selesai digunakan pada bagian lantai yang kotor. Lakukan secara berulang sampai noda atau bekas tumpahan makanan dan minuman benar-benar hilang.

Gunakan Cairan Pembersih pada Tahap Kedua

Berikutnya, lakukan proses pel kedua dengan menambahkan cairan pembersih lantai. Tahap ini berfungsi untuk menghilangkan sisa bau tak sedap. Seperti misalnya bau amis atau bau  menyengat akibat tumpahan makanan atau minuman.

Sebelum mulai, pastikan kalau ember serta kain pel ada dalam kondisi bersih dan tidak berbau. Kamu bisa mencampurkan pembersih lantai dengan air hangat agar hasilnya lebih maksimal. Penggunaan hair hangat ini terbukti membantu kotoran lebih mudah terangkat sekaligus efektif meredam bau amis.

Gunakan Teknik Mengepel yang Benar

Gunakan Teknik Mengepel yang Benar

Membersihkan lantai rupanya tidak bisa hanya dengan sekali satuan. Apabila nodanya cukup membandel, kamu perlu mengulang beberapa kali hingga permukaan keramik benar-benar bersih. Namun, proses ini harus dilakukan dengan cara yang tepat supaya hasilnya juga maksimal, dan lantai tidak terlihat kotor.

Coba mulai dari bagian tepi ruangan, lalu lanjutkan sapuan pel ke arah tengah. Saat mengepel, gerakkan kain pel dari depan ke belakang sambil berjalan mundur. Perhatikan juga kondisi kain pelnya, ya. Nah, jika satu sisi sudah kotor, segera gunakan sisi lainnya yang masih bersih.

Apabila kedua sisinya sudah penuh kotoran, bilas terlebih dahulu dengan air bersih di ember. Hal ini penting supaya kotoran tidak tersebar ke seluruh lantai. Untuk air balasannya bisa dipakai kembali selama masih jernih. Tapi, jika sudah terlihat keruh, sebaiknya segera diganti dengan air yang baru.

Pilih Pembersih Lantai dengan Aroma yang Tepat

Umumnya, sabun atau cairan khusus lantai tersedia dalam berbagai varian aroma. Untuk membantu menghilangkan bau amis di ruangan, sebaiknya pilih wangi yang sesuai. Gunakan aroma karbol atau cemara yang dikenal mampu memberikan kesan segar pada ruangan. Alternatif lain yang juga efektif mengusir bau tak sedap adalah aroma sereh. Bagi yang lebih suka wangi buah, cairan pembersih beraroma apel bisa kamu jadikan pilihan. Aromanya lembut sekaligus segar yang mampu menimbulkan ketenangan di dalam ruangan.

Pilih Kain Pel dengan Bahan yang Sesuai

Untuk mendapatkan hasil pembersihan yang optimal, pastikan kamu menggunakan kain pel dengan bahan yang tepat. Sesuaikan saja pilihan kamu dengan kebutuhan dan kenyamanan. Agar lebih jelas, berikut beberapa jenis bahan kain pel yang bisa digunakan untuk membantu membersihkan lantai keramik:

Pel Sumbu

Jenis pel ini umumnya dipakai pada alat pel manual. Kelebihannya yaitu bagian sembunyi mudah dibersihkan karena cukup dibilas sekali sudah kembali bersih. Namun, kekurangannya adalah kamu harus mengeluarkan tenaga dan waktu lebih banyak saat mengepel karena prosesnya masih manual.

Kain pel sumbu sebaiknya diganti setiap 2-3 bulan pemakaian atau ketika terlihat mulai usang. Selain itu, disarankan pula untuk memilih kain pel sumbu berwarna putih agar lebih mudah mengetahui kondisinya. Jika sudah tampak kusam atau rusak, segera ganti dengan yang baru, ya.

Pel Microfiber

Pel Microfiber

Kedua ada jenis pel microfiber yang cukup populer dan banyak dipilih karena memiliki serat halus yang mampu menyerap air hingga tujuh kali lebih baik dibandingkan kain pel biasa. Dengan begitu, lantai keramik bisa lebih cepat kering sekaligus bersih. Kain pel berbahan microfiber sangat cocok bagi kamu yang kerap mengepel lantai di area dengan sirkulasi udara besar. Selain membantu cepat kering, bahan ini juga memiliki sifat anti jamur. Ditambah lagi, kain microfiber bisa dicuci dan digunakan kembali hingga ratusan kali, sehingga kamu bisa lebih hemat uang.

Rawat dan Jaga Kain Pel

Seperti yang dibahas sebelumnya, bau amis di lantai bisa saja berasal dari kain pel yang kotor. Karena itu, penting untuk selalu merawat serta menjaga kebersihan kain pel agar kualitasnya tetap terjaga. Lantas, bagaimana caranya?

Jika sudah digunakan, segera bilas kain pel lalu jemur hingga benar-benar kering. Pilih tempat dengan paparan sinar matahari langsung supaya bakteri dan kuman yang menempel mati. Ingat, mencuci kain pel sekali saja tidak cukup, lho. Jadi, lakukan pencucian rutin setidaknya setiap tiga bulan sekali menggunakan deterjen agar tetap higienis.

Kemudian, perhatikan juga cara penyimpanannya. Posisikan pel dalam keadaan terbuka atau dibandingkan menghadap ke atas. Hal ini akan membantu kain lebih cepat kering dan tidak lembap. Jika kain pel lembap karena salam menyimpan, bau amis bisa terus menempel di lantai kamu.

Jaga Kebersihan Ember

Bukan hanya kain pel yang bisa menjadi penyebab bau, ember pel juga berpotensi menimbulkan aroma tak sedap jika tidak dirawat dengan baik. Ember yang jarang dibersihkan biasanya akan meninggalkan kerak dan kotoran di bagian dalam akibat sisa sabun atau cairan pembersih lantai yang menempel. Untuk menghindarinya, setelah selesai digunakan ember sebaiknya langsung dibilas, dicuci, lalu dikeringkan. Agar lebih steril, ember juga bisa dijemur di bawah sinar matahari.

Nah, sekarang kamu sudah tahu langkah-langkah mengatasi bau amis di lantai keramik rumah kamu. Dengan ruangan yang bersih dan harum, aktivitas di ruang tamu pun jadi lebih nyaman. Selamat mencoba!

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka