Mengenal Jenis-Jenis Cacat pada Kayu
Mengenal Jenis-Jenis Cacat pada Kayu

Mengenal Jenis-Jenis Cacat pada Kayu

Tahukah kamu bahwa memilih kayu yang tepat untuk bahan bangunan itu penting, termasuk memahami berbagai jenis cacat yang bisa muncul pada kayu? Kayu adalah sumber daya alam yang dapat diperbarui dan banyak dimanfaatkan manusia. Mulai dari bahan bakar sampai material utama dalam pembangunan rumah. Di artikel ini akan dijelaskan beragam jenis cacat kayu yang perlu kamu ketahui sebelum menggunakannya sebagai bahan bangunan. -MegaBaja.co.id

Saat memilih kayu untuk konstruksi, pastikan kualitasnya baik dan bebas dari cacat. Kayu yang memiliki kerusakan akan berpengaruh pada kekuatannya, bahkan bisa membahayakan struktur bangunan, lho.

Bagi para produsen, adanya cacat pada kayu juga dapat menurunkan nilai jualnya. Karena itu, pembeli berhak mengajukan komplain jika menemukan kecacatan yang dapat membahayakan penggunaan kayu tersebut.

Mengetahui berbagai jenis cacat kayu akan membantu kamu memastikan proses pembangunan rumah berjalan aman dan hasilnya lebih maksimal.

Jenis Cacat pada Kayu

Mata kayu adalah bagian sisa dari cabang yang tertanam di dalam batang kayu. Mata kayu secara umum bisa dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Mata Kayu Sehat: Mata kayu yang masih utuh, tidak membusuk, memiliki tekstur keras, dan menempel kuat pada kayu. Biasanya memiliki warna yang sama atau sedikit lebih gelap dibanding area kayu di sekitarnya.
  • Mata Kayu Lepas: Jenis mata kayu yang tidak melekat erat pada kayu. Ketika proses pengerjaan, bagian ini biasanya mudah copot meski tidak juga menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
  • Mata Kayu Busuk: Mata kayu yang jelas terlihat mengalami pelapukan. Berbeda dengan bagian kayu sehat di sekelilingnya, teksturnya lebih lunak atau rapuh.

Cacat ini adalah salah satu yang sering ditemukan pada kayu bangunan. Cacat kayu membawa beberapa kekurangan, seperti menurunkan kekuatan atau keteguhan kayu saat digunakan. Kemudian, menyulitkan proses pengerjaan karena bagian mata kayu biasanya jauh lebih keras, terutama pada kayu yang masih sehat, serta mengurangi nilai estetika. Pada proses produksi, mata kayu juga bisa berubah menjadi lubang pada lembaran finir. Oleh karena itu, ada baiknya kamu menghindari memilih kayu yang memiliki terlalu banyak mata kayu.

Pecah dan Belah

Pecah dan Belah

Kedua hal ini juga termasuk jenis cacat pada kayu. Jika kayu yang kamu pilih punya cacat seperti ini, pada ujungnya saat dipakai kamu malah akan rugi. Pertama, kekuatan kayunya menjadi turun, baik itu dalam hal kekuatan tarik maupun tekan. Sebab, distribusi tekanannya tidak merata ketika kayu menahan beban berat. Selain itu, kemampuan kayu untuk menahan gaya geser juga ikut berkurang, karena luas bagian kayu yang seharusnya menahan geseran jadi menyempit.

Bersumber dari syarat pengujian kayu, yang membedakan pecah atau belahnya kayu adalah:

  • Jika lebar terpisahnya serat ≤ 2 milimeter, itu disebut retak.
  • Lebar terpisahnya serat ≤ 6 milimeter, dinamakan pecah
  • Lebar terpisahnya serat ≥ 6 milimeter, sudah masuk kategori belah

Pecah Busur dan Pecah Gelang

Jenis cacat kayu yang akan dibahas selanjutnya adalah pecah busur dan rusak gelang. Pecah busur adalah kerusakan yang menjajaki arah berkembangnya bundaran, wujudnya berupa kurang dari separuh bundaran. Sebaliknya, pecah gelang adalah lanjutan dari rusak busur. Yang mana, kedua ujungnya berjumpa membentuk bundaran penuh atau lebih dari sebagian bundaran.

Baik pecah busur dan pecah gelang memiliki sisi negatif. Pertama, kuat tekan pada saat kayu digunakan akan menurun. Lalu, kuat tarik dan kuat geser pada kayu juga akan menurun semuanya. Ini menyebabkan kegunaan atau fungsi kayu dalam pembuatan rumah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Efeknya sangat buruk, bukan?

Jamur Penyerang Kayu

Untuk yang satu ini, kamu pasti bisa mengetahuinya karena berasal dari jamur penyerang kayu. Kamu harus ingat bahwa jamur itu tumbuh subur tidak peduli pada keadaan kayu, mau itu pada kayu yang masih sehat maupun lapuk.  Alasannya karena jamur senang “memakan” kandungan dalam kayu yang sehat.

Buruknya, kekuatan kayu yang telah ditumbuhi jamur penyerang akan menurun. Juga, bisa membuat kayu mudah patah secara mendadak saat diberikan beban yang berat. Ini sangat berbeda dengan kayu sehat yang akan memiliki kekuatan baik dalam menahan beban dan tahan lama.

Hati Kayu Rapuh

Selanjutnya adalah hati kayu rapuh, namanya cukup unik, kan? Tidak semua kayu punya tekstur dan kualitas yang sempurna, dan masalah ini biasanya muncul pada jenis kayu yang memiliki daun lebar. Daun yang terlalu lebar akan membuat kekuatan kayu menurun, bahkan sering membuat proses pembuatan finir menjadi lebih susah. Karena itu, produsen kayu perlu cermat memilih jenis kayu dengan daun yang tidak terlalu besar supaya kualitas kayu tetap kuat. Serta, proses pembuatan finir bisa berjalan lebih mudah.

Kerusakan Akibat Serangga

Cacat yang disebabkan serangga bisa membuat banyak masalah pada kayu. Selain meninggalkan lubang-lubang yang menjadikan tampilannya jelek dan membuat terowongan kecil di dalam batang, serangan ini juga bisa menurunkan kekuatan kayu secara keseluruhan, lho. Ada beberapa jenis serangga yang bisa menyebabkan kayu rusak, yaitu:

  1. Kembang Penggerak Kayu: Serangga kecil yang super rakus dan suka membuat terowongan di dalam kayu, lalu meletakkan larangan di sana. Larva-larva ini kemudian memakan bagian kayu yang kaya pati. Beberapa jenis larva yang termasuk di dalamnya antara lain:
  • Buprestid
  • Kutu bubuk
  • Ambrosia
  • Mebel
  • Tanduk panjang
  1. Penggerek Lubang Jarum: Serangga ini biasanya menyerang kayu yang sudah tua dan kering. Tapi kadang pohon yang sedang sakit, hampir mati, atau punya luka pada bagian kulitnya. Salah satu contohnya adalah penggerek lubang jarum pada pohon ek.
  1. Rayap: Rayap menyerang bagian dalam batang pohon, jadi seringkali serangannya tidak terlihat dari luar hingga pohon ditebang atau dipotong. Rayap juga bisa merusak kayu tua di rumah atau bangunan lain. Kalau dipikir, rayap ini sangat menyebalkan, ya!
Kerusakan Akibat Serangga

Kegagalan Kompresi

Adalah keadaan di mana kondisi kayu berubah bentuk akibat tekanan berlebih pada ujungnya. Akibatnya, serat kayu bisa memunculkan kerutan, retakan halus, atau deformasi kecil yang terkadang tidak terlihat oleh mata biasa. Tanda paling umum dari cacat ini adalah adanya lingkaran serat yang tampak lebar dan bentuknya tidak normal. Apabila kamu melihat pola yang seperti ini, coba cek bagian tengah kayunya, biasanya kegagalan kompresi bisa ditemukan di sana. Masalah ini jelas bisa menurunkan kualitas kayu.

Meskipun kegagalan kompresi bisa terjadi karena tekanan alami, misalnya pohon jatuh di tanah tidak rata. Penyebab yang paling sering adalah perlakuan kasar saat proses pengolahan kayu. Atau, tekanan yang terlalu besar ketika kayu digunakan.

Itu dia berbagai macam cacat yang biasa ada pada kayu. Memahami hal tersebut sangat penting, apalagi kalau kamu berencana menggunakan kayu pada bangunan atau menjadikannya bahan utama suatu proyek. Dengan memahami ciri-ciri dan kekurangannya sejak awal, kamu bisa dengan mudah memilih kayu yang benar-benar kuat, aman, dan tahan lama.

Selain untuk menghindari kerugian, kamu juga bisa memastikan kalau hasil bangunan berkualitas. Jadi, harus selalu teliti dalam membelinya, ya. Karena kualitas kayu yang tepat akan menentukan kualitas hasil akhirnya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka