Mengenal Non Destructive Test (NDT)_ Metode Uji Tanpa Merusak Material
Mengenal Non Destructive Test (NDT)_ Metode Uji Tanpa Merusak Material

Mengenal Non Destructive Test (NDT): Metode Uji Tanpa Merusak Material

Dalam setiap konstruksi bangunan maupun peralatan industri, ada beberapa komponen atau material yang harus melalui proses uji kelayakan. Uji ini dilakukan untuk memastikan bahwa material tersebut aman digunakan dan tidak mengalami kerusakan. Oleh karena itu, biasanya dilakukan pengujian sebelum bangunan atau alat digunakan secara penuh. Salah satu metode yang umum digunakan adalah Non Destructive Test (NDT), yang bertujuan untuk memeriksa kondisi material tanpa merusaknya. -MegaBaja.co.id

Saat ini, banyak bangunan besar maupun jembatan di Indonesia yang menjalani pengujian tersebut. Namun, sebelum melakukan pengujian NDT, kamu harus memahami pengertian serta jenis-jenis dari metode pengujian ini terlebih dahulu. Simak artikel ini sampai selesai, ya!

Pengertian Non Destructive Test (NDT)

Pengertian Non Destructive Test (NDT)

Non Destructive Test (NDT) adalah metode pengujian yang bertujuan untuk menilai kondisi suatu material tanpa merusak fungsi atau struktur dari benda yang diperiksa. Karena sifatnya yang tidak merusak, metode ini juga sering disebut sebagai pengujian tanpa kerusakan.

Sesuai dengan namanya, NDT dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan pada material yang diuji. Sehingga, material tersebut tetap aman dan dapat digunakan kembali setelah proses pengujian selesai. Tujuan dari Non Destructive Testing (NDT) adalah untuk menilai kualitas dan integritas suatu material atau elemen struktural tanpa mengganggu kemampuan fungsionalnya.

Nah, dalam pelaksanaan metode NDT biasanya perlu bahan tambahan untuk membantu proses pengujian. Jadi secara garis besar, fungsi utama dari Non Destructive Test adalah untuk mendeteksi lokasi kerusakan. Sekaligus, menjaga kondisi material agar tetap utuh dan berfungsi sebagaimana mestinya setelah pengujian dilakukan.

Adapun, manfaat dari pengujian bangunan beton menggunakan metode non destruktif:

  • Menjamin kestabilan dan keamanan struktur beton.
  • Menghindari biaya perbaikan yang mahal di kemudian hari.
  • Mendukung menyelesaikan proyek sesuai jadwal.
  • Mempermudah proses pemasangan atau instalasi.
  • Menjaga mutu keseluruhan dari hasil pekerjaan yang dilakukan.

Jenis-Jenis Non Destructive Test (NDT)

Saat ini, pengujian Non Destructive Test juga banyak dipakai di dunia manufaktur, industri, hingga proses inspeksi saat barang sudah digunakan. Tujuannya untuk memastikan apakah produk kuat dan bisa diandalkan, menjaga proses produksi tetap lancar, mengurangi biaya, serta menjaga kualitas agar selalu konsisten.

Karena semakin banyak yang membutuhkan pengujian NDT, penting juga untuk memilih jenis pengujiannya yang sesuai agar material yang diuji tidak mengalami kerusakan. Nah, berikut ini beberapa jenis NDT yang bisa digunakan:

Rebar Scanner

Pengujian ini sering dikenal dengan nama Rebar Locator. Karena, fungsi uji yang satu ini memang untuk mendeteksi posisi tulangan (rebar) dalam beton. Namun, tidak sedikit pula yang menyebutnya sebagai Covermeter test. Secara umum, jenis NDT ini digunakan untuk mengukur ketebalan selimut beton, jarak antar tulangan, dan juga diameter tulangannya.

Hammer Test

Sering disebut juga sebagai Schmidt Hammer atau Rebound Hammer dan termasuk ke dalam metode non destructive test (NDT) karena dilakukan tanpa merusak beton. Tujuannya adalah untuk mengetahui kekuatan dan kualitas beton yang ada. Hammer test ini cukup berguna untuk mengecek apakah beton sudah cukup kuat dan layak digunakan sesuai standar yang dibutuhkan.

Cara kerjanya adalah dengan memberi tumbukan atau benturan ke permukaan beton. Alat akan memantulkan massa, dan seberapa jauh pantulannya tersebut bisa memberi gambaran mengenai tingkat kekerasan beton. Nilainya umumnya diukur dalam satuan rebound. Melakukan pengujian mutu beton jadi langkah penting supaya struktur bangunan tetap aman dan awet. Dengan tes ini, potensi kerusakan bisa dideteksi lebih awal, jadi bisa dicegah sebelum menjadi masalah besar.

Uji Kekerasan (Hardness Test)

Hardness test ialah salah satu metode Non Destructive Test (NDT) yang digunakan untuk mengetahui seberapa keras suatu material. Kekerasan di sini maksudnya adalah seberapa  tahan material tersebut terhadap tekanan atau bekas permanen. Teknik yang digunakan untuk mengukur kekerasan ini cukup banyak, dan tiap metodenya mampu menghasilkan nilai Kekerasan berbeda pada material yang sama. Pengujian Ini juga berguna untuk memeriksa kualitas struktur bahasa yang terpasang. Serta, membantu menilai seberapa kuat dan mampu struktur baja tersebut menahan beban.

Impact Echo Test

Dilakukan dengan cara memberikan benturan mekanis menggunakan palu atau alat sejenis. Tujuannya untuk menghasilkan gelombang dengan frekuensi antara 1 hingga 60 kHz. Gelombang ini memiliki panjang antara 50 mm sampai 2000 mm dan akan merambat melalui material selama material tersebut memiliki sifat elastis dan homogen.

Carbonation Test

Carbonation Test atau uji karbonasi dilakukan untuk mengetahui seberapa baik selimut beton bisa melindungi tulangan baja di dalamnya. Sebab, proses karbonasi bisa mengurangi sifat basa beton. Jika seluruh lapisan selimut beton sudah mengalami karbonasi hingga ke bagian tulangan, maka tulangan baja akan lebih mengalami korosi. Apalagi kalau ada udara lembab dan oksigen yang masuk ke dalamnya.

Ultrasonic Thickness Test (UTT)

Berikutnya ada pengujian yang menggunakan ultrasonic, yakni ultrasonic thickness. Ini adalah uji non destructive yang digunakan untuk mengetahui ketebalan suatu material. Seperti misalnya beton, baja, pipa, lapisan pelindung, maupun kaca.

Ultrasonic Pulse Velocity Test (UPVT)

Ultrasonic Pulse Velocity Test (UPVT)

Tes Ultrasonic Pulse Velocity (UPVT) adalah cara untuk mengidentifikasi kualitas beton dengan melihat seberapa cepat gelombang suara bisa lewat di dalamnya. Sebenarnya, prinsip kerjanya itu simpel. Semakin cepat gelombangnya sampai, berarti beton semakin bagus dan padat. Sebaliknya, jika gelombangnya lambat, itu bisa jadi di dalam betonnya ada celah, retakan, atau rongga.

Kelebihan Non Destructive Test

Dibalik jenis-jenis pengujian non destructive yang banyak, pengujian ini nyatanya memiliki berbagai kelebihan. Seperti misalnya:

  • Tidak Merusak Material: Keunggulan utama NDT adalah sesuai namanya, yakni material atau komponen yang diuji tetap bisa digunakan kembali tanpa kerusakan. Tentu saja ini sangat penting untuk beda yang bernilai tinggi atau bersifat vital.
  • Efisiensi Biaya Jangka Panjang: Walaupun beberapa metode NDT perlu alat-alat canggih dengan biaya awal fantastis, namun secara jangka panjang justru lebih hemat biaya.
  • Mendeteksi Cacat Tersembunyi: NDT bisa mendeteksi kerusakan kecil yang mungkin tidak akan terlihat dengan mata telanjang, seperti rongga pada beton. Ini sangat membantu dalam mencegah kegagalan struktural yang berpotensi menyebabkan kerugian besar.
  • Mendukung Pemeliharaan Preventif: Artinya, komponen yang berisiko bisa diperbaiki sebelum benar-benar rusak, jadi bisa mengurangi downtime produksi.
  • Fleksibel: Pengujian NDT bisa diterapkan pada berbagai material mulai dari logam, plastik, beton, hingga material komposit. Tidak hanya itu, penerapannya juga sangat luas meliputi sektor penerbangan, otomotif, minyak dan gas, hingga konstruksi sipil.
  • Akurat dan Terpercaya: Metode NDT modern seperti Ultrasonic Pulse Velocity Test mampu menghasilkan data detail yang akurat. Informasi ini sangat penting dan menjadi landasan dalam pengambilan keputusan terkait mutu produk maupun aspek keselamatan.

Dengan memahami keunggulan sekaligus keterbatasannya, NDT bisa digunakan secara optimal. Pemilihan metode yang tepat tidak hanya akan meningkatkan kualitas, tapi juga meminimalisir risiko kerugian akibat kegagalan atau kerusakan fatal. Perlu diingat bahwa pengujian non destructive ini harus dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten, ya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka