Apakah di rumahmu ada ruangan berbentuk L? Jika ya, tentu ini menjadi sebuah tantangan. Entah itu ruang gabungan yang besar atau kecil, menata furniture dengan tata letak yang tepat bisa jadi sulit. Masalahnya, selalu ada sudut canggung yang melengkung 90 derajat. Sudut tersebut membuat dua area terasa seperti terpisah meski dalam satu ruang yang sama. –MegaBaja.co.id
Meski penataan furniture-nya agak rumit, dengan beberapa panduan, kamu bisa menciptakan ruang yang harmonis dan fungsional. Tentu saja, tata letak furniture bisa dimaksimalkan di ruangan yang unik ini. Kuncinya adalah memahami bahwa setiap ‘kaki’ atau sudut L memiliki fungsi berbeda agar kamu bisa memaksimalkan ruang tanpa membuat tata letaknya terasa canggung.
Tips Menata Furniture di Ruangan Berbentuk L
Ruangan berbentuk L terdiri dari dua area persegi panjang yang bertemu pada sudut siku-siku. Ini menciptakan bentuk khas yang dapat menawarkan tantangan sekaligus peluang dalam desain interior. Di ruangan seperti ini, kamu perlu menentukan zona dan memastikan alur yang lancar di antara keduanya. Memaksimalkan penataan furniture sangat penting untuk mencapai desain yang fungsional. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu ikuti:
1. Tentukan Zona
Mulailah dengan menentukan fungsi setiap bagian di ruangan berbentuk L. Satu bagian bisa menjadi ruang tamu yang nyaman, sementara bagian lainnya bisa berfungsi sebagai ruang makan atau ruang kerja di rumah. Menetapkan zona-zona ini dengan jelas akan memudahkan perencanaan tata letak furniture yang ideal.
2. Gunakan Karpet untuk Menentukan Zona

Menempatkan karpet bisa menjadi cara yang bagus untuk memisahkan ruang tamu dan ruang makan di ruangan berbentuk L. Pilih karpet yang sesuai dengan skema warna untuk salah satu ruangan (misalnya sudut L yang lebih kecil), dan letakkan secara strategis untuk menyatukan pengelompokan furniture. Ini tidak hanya mempertegas setiap area, tetapi juga menambah kehangatan dan tekstur pada ruangan.
3. Atur Furniture di Sekitar Titik Fokus
Setiap zona sebaiknya memiliki titik fokus tersendiri. Misalnya, kamu bisa menjadikan TV, jendela dengan pemandangan indah, atau rak buku sebagai focal point. Kemudian, tata furniture di sekitar titik fokus untuk menciptakan tata letak yang kohesif dan menarik. Di ruang tamu, posisikan sofa dan kursi menghadap titik fokus tersebut. Di sudut lainnya yang menjadi ruang makan, misalnya, letakkan meja di tengahnya di bawah lampu hias yang mencolok.
4. Optimalkan Arus Lalu Lintas
Pastikan ada jalur yang jelas untuk pergerakan antar area ruangan. Hindari menempatkan furniture besar di jalur yang menghubungkan kedua sudut L. Dengan jalur yang jelas, ruangan terasa lebih terbuka dan mudah diakses, terutama pada tata letak di apartemen kecil.
5. Gunakan Simetri dan Keseimbangan
Untuk menciptakan tampilan yang harmonis, terapkan simetri dan keseimbangan dalam penataan furniture. Padukan sofa dengan kursi yang senada atau letakkan dua meja samping yang serupa di kedua sisi sofa. Dengan tata letak ini, akan tercipta keseimbangan yang menarik secara visual meskipun ruangannya kecil.
6. Manfaatkan Sudut dengan Bijak

Sudut yang menjadi penghubung dua area di ruangan berbentuk L seringkali terabaikan, tetapi sebenarnya dapat dimanfaatkan secara efektif. Pertimbangkan untuk menempatkan kursi baca yang nyaman dengan meja samping kecil dan lampu di sudut tersebut. Kamu juga bisa memanfaatkan ruang tersebut untuk penyimpanan tambahan dengan lemari sudut atau rak.
7. Pilih Furniture Serbaguna
Menggunakan furniture serbaguna memberikanmu berbagai kelebihan. Jenis ini mudah dipindahkan dan ditata ulang. Sofa modular, meja lipat, dan kursi ringan memungkinkanmu menyesuaikan ruang untuk berbagai aktivitas dan pertemuan. Furniture untuk ruangan kecil sebaiknya praktis namun tetap stylish.
8. Ciptakan Kohesi Visual
Pertahankan skema warna interior yang konsisten guna menciptakan kohesi visual di seluruh ruangan berbentuk L. Ini akan membuat zona-zona terpisah terasa seperti bagian dari satu kesatuan. Gunakan warna, material, dan elemen dekorasi yang komplementer untuk menyatukan ruangan.
9. Gabungkan Pencahayaan
Pencahayaan yang tepat sangat penting di ruangan berbentuk L, terutama untuk membedakan zona-zona. Gunakan kombinasi pencahayaan ambient, task, dan aksen untuk menerangi setiap zona secara efektif. Lampu lantai, lampu meja, dan lampu gantung dapat membantu menciptakan ruang yang kecil lebih terang dan nyaman.
10. Personalisasi Ruang
Tambahkan sentuhan personal pada ruangan berbentuk L dengan karya seni, tanaman, dan aksesori. Sentuhan akhir ini membantu membuat ruangan terasa nyaman dan menarik sekaligus mencerminkan selera unikmu. Dengan begitu, ruangan berbentuk L tidak akan terasa canggung, membosankan, atau tidak menarik untuk ditinggali.
Ide Tata Letak di Ruangan Bentuk L
Setiap sudut L harus memiliki tujuan yang jelas, tetapi juga harus bekerja sama secara harmonis. Dengan tata letak yang tepat, setiap bagian bisa menjadi area tersendiri sambil memastikan arus lalu lintas lancar di antara keduanya. Di beberapa ruangan berbentuk L, inspirasi tata letak ini bisa kamu tiru:
1. Tempat Tidur di Sudut Kamar
Menempatkan tempat tidur di ruangan berbentuk L memerlukan keseimbangan antara privasi, fungsionalitas, dan alur. Sudut L yang lebih pendek paling cocok untuk penempatan tempat tidur, karena menciptakan area tidur yang lebih intim. Penataan ini memberi kesan tertutup yang nyaman sekaligus tetap menjaga koneksi visual dengan ruangan lainnya. Area yang lebih panjang bisa menjadi tempat ganti pakaian dan sudut baca.
2. Aturan 2/3 untuk Sofa di Ruang Tamu
Apakah kamu tahu apa itu aturan 2/3? Aturan ini menyarankan penempatan sofa di sekitar dua pertiga panjang dinding. Sepertiganya disisakan untuk elemen lain seperti meja samping, tanaman, atau karya seni. Dalam ruang berbentuk L, prinsip ini menjadi lebih menarik karena kamu harus memikirkan dua panjang dinding yang berbeda.
Jika salah satu area bentuk L adalah 4,5 meter, sofa idealnya memiliki panjang sekitar 3 meter. Ini menyisakan ruang bernapas yang nyaman di kedua sisi sekaligus memastikan sofa memiliki bobot visual yang tepat. Ruang yang tersisa dapat menampung meja samping, lampu lantai, atau tanaman cantik favoritmu.
3. Ruang Keluarga dengan TV

Saat merencanakan tata letak TV dan sofa, jangan sampai kamu harus memutar tubuh dengan tidak nyaman untuk menontonnya. Di ruangan berbentuk L, justru kamu akan mendapatkan manfaat yang tidak terduga! Tempatkan sofa atau tempat duduk di kedua sisi L untuk menciptakan beberapa zona menonton dan TV di sudut tengah. Dengan penataan ini, semua orang bisa mendapatkan pemandangan yang bagus, tetapi dari perspektif yang berbeda.
Sementara itu, TV harus diposisikan sejajar dengan mata saat duduk, yang biasanya berarti bagian tengah layar berada sekitar 1,2 meter dari lantai. Di ruangan berbentuk L, pemasangan di dinding seringkali lebih efektif daripada menggunakan dudukan TV, karena lebih leluasa di lantai dan menciptakan garis pandang yang lebih jelas.
Setelah mengetahui panduan di atas, ruangan berbentuk L bukanlah tantangan yang sulit dihadapi, bukan? Dengan penempatan furniture yang tepat, ruangan-ruangan ini bisa memiliki kepribadian, alur, dan kemampuan untuk menjalankan berbagai fungsi sambil menjaga rasa kohesif. Manfaatkan area alami, ciptakan aliran yang lancar antar area, dan jangan ragu untuk berpikir kreatif dalam penempatan furniture. Semoga informasi ini membantu, ya!


















Leave a Reply