Menjaga keindahan alami kayu memerlukan penggunaan sealer atau lapisan akhir yang sesuai. Dua jenis yang paling banyak digunakan adalah polikrilik dan poliuretan, keduanya mampu memberikan perlindungan jangka panjang pada kayu, lantai, beton, maupun logam, baik untuk penggunaan indoor maupun outdoor. Walaupun namanya mirip, keduanya memiliki perbedaan dalam cara aplikasi, tampilan akhir, metode perawatan, dan lain sebagainya. -MegaBaja.co.id
Apa Itu Polikrilik?
Polikrilik pada dasarnya adalah sealer berbasis air yang lebih sering digunakan pada permukaan kayu di area dalam ruangan. Hal ini karena sifatnya yang cepat kering, memiliki kadar senyawa organik volatil (VOC) rendah. Serta, tidak menimbulkan perubahan warna kekuningan pada hasil akhir.
Jenis produk ini dibuat dengan mencampurkan air dengan resin akrilik atau uretan transparan. Sehingga, nantinya menghasilkan lapisan pelindung yang dapat diaplikasikan di atas cat kayu maupun finishing lainnya.
Apa Itu Poliuretan?
Meskipun penggunaannya mirip dengan polikrilik, poliuretan hadir dalam dua jenis formula, yaitu berbasis air dan berbasis minyak. Lapisan pelindung ini tidak hanya meningkatkan tampilan kayu, tetapi juga menambah ketahanannya. Baik poliuretan berbasis air maupun minyak umumnya digunakan pada lantai, furnitur, dan kabinet. Hanya saja, kadar VOC pada poliuretan cenderung lebih tinggi, sehingga lebih aman diaplikasikan untuk proyek luar ruangan atau di ruang dengan sirkulasi udara yang baik.
Perbedaan Polikrilik dan Poliuretan
Walau sama-sama berfungsi sebagai pelapis pelindung, keduanya tentu memiliki perbedaan. Perbedaan ini ada dalam banyak hal, seperti:
Komposisi
Sealer polikrilik sepenuhnya berbasis air, sedangkan poliuretan memiliki dua pilihan. Ada yang berbahan dasar air dan ada juga yang berbahan dasar minyak. Poliuretan berbahan minyak memiliki daya tahan yang lebih kuat dan tidak mudah tergores. Maka dari itu, cocok untuk finishing lantai kayu atau furniture yang sering digunakan, misalnya meja dapur. Sementara itu, poliuretan berbasis air lebih cepat kering, namun kurang tahan panas dan air, serta lebih mudah tergores dibanding versi berbahan minyak.
Di sisi lain, polikrilik merupakan pelapis berbasis air dengan tingkat racun yang lebih rendah dibandingkan poliuretan, sehingga lebih ramah digunakan. Polikrilik bisa kering dalam waktu singkat, meski butuh waktu lebih lama untuk benar-benar mengeras.
Tampilan

Jika kamu ingin memakai polikrilik untuk finishing proyek kayu, ada banyak pilihan hasil akhir yang bisa dipilih. Mulai dari satin, gloss, high gloss, hingga matte. Tinggal disesuaikan saja dengan tampilan akhir yang kamu inginkan. Perlu diingat, polikrilik cenderung terlihat putih susu saat baru diaplikasikan, tapi setelah kering biasanya jadi bening. Namun, jika digunakan terlalu tebal, warnanya bisa tetap tampak sedikit putih.
Sementara itu, poliuretan tersedia dalam versi berbahan dasar air maupun minyak, dengan pilihan hasil akhir satin, gloss, dan high gloss. Hasil akhirnya juga tergantung dari bahan dasarnya. Poliuretan berbasis air biasanya akan kering sepenuhnya dan bening, jadi aman jika digunakan di kayu terang seperti maple tanpa khawatir warnanya menguning. Sedangkan poliuretan berbasis minyak cenderung memberi efek kekuningan setelah kering. Sehingga, lebih cocok untuk jenis kayu yang berwarna gelap atau memiliki tone hangat supaya efek kuningnya tersamarkan.
Daya Tahan
Selain melindungi kayu dari panas dan udara, sealer juga berfungsi menjaga permukaan dari kerusakan fisik seperti goresan atau penyok. Polikrilik bisa menjadi pilihan yang cukup awet untuk memberikan perlindungan tingkat sedang pada furniture maupun lantai kayu. Lapisan ini bekerja sebagai penghalang tipis yang mencegah kerusakan langsung pada kayu, walaupun ketahanannya masih kalah dibanding poliuretan.
Untuk area lantai kayu yang sering dilewati atau furniture yang sering digunakan seperti kursi, poliuretan jauh lebih unggul. Pelapis ini memiliki daya tahan yang tinggi dan mampu melindungi kayu dari goresan, penyok, retakan, hingga keausan sehari-hari. Di antara jenisnya, poliuretan berbasis minyak adalah yang paling tahan lama untuk menjaga furniture, lantai, maupun proyek kayu tetap awet. Formulanya dirancang khusus agar tahan terhadap abrasi, goresan, penyok, dan kerusakan lain, sehingga sangat cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi.
Sementara itu, poliuretan berbasis air memang lebih praktis tapi tidak sekuat versi minyak. Karena itu, jika kamu ingin perlindungan ekstra untuk lantai atau furniture yang sering digunakan, disarankan untuk lebih memilih poliuretan berbahan minyak.
Aplikasi
Salah satu kelemahan polikrilik adalah teksturnya yang encer dan mudah menetes, jadi mungkin sedikit merepotkan jika dipakai di permukaan vertikal. Polikrilik cepat kering, menjadikannya cocok untuk pertukangan kayu berukuran kecil. Tapi justru karena cepat kering inilah hasilnya terkadang susah merata, apalagi kalau digunakan di proyek besar. Cara terbaik mengaplikasikannya adalah dengan kuas atau sprayer dalam tiga lapisan tipis.
Nah, jika menggunakan poliuretan, pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik dan gunakan respirator untuk menyaring VOC. Teksturnya lebih kental, jadi umumnya lebih mudah diaplikasikan daripada polikrilik. Gunakan kuas atau sprayer, lalu aplikasikan sekitar tiga lapisan. Supaya hasilnya lebih maksimal, sebaiknya setiap lapisan diamplas halus setelah kering agar lapisan berikutnya bisa menempel dengan baik.
Poliuretan lebih cocok untuk proyek kayu berukuran besar. Hanya saja, jangan dikocok atau diaduk terlalu keras karena bisa menimbulkan gelembung yang akan menempel di permukaan. Jika sudah muncul, gelembung tersebut harus diamplas terlebih dahulu sebelum lanjut ke lapisan berikutnya.

Perawatan dan Pembersihan
Ketika selesai mengaplikasikan polikrilik pada furnitur kayu, biasanya akan ada sisa noda atau tetesan yang perlu dibersihkan. Untungnya, membersihkannya cukup mudah, cukup dengan sabun, air hangat, dan sedikit tenaga. Setelah lapisan polikrilik pada furniture benar-benar kering dan mengeras, cukup dilap dengan kain lembap tanpa khawatir merusak lapisan.
Untuk poliuretan berbasis air, noda atau tetesan yang tertinggal bisa dibersihkan menggunakan air hangat dan sabun. Sedangkan poliuretan berbasis minyak perlu cairan khusus seperti mineral spirit atau thinner untuk membersihkannya. Begitu lapisannya sudah kering, perawatannya cukup dilakukan dengan mengelap atau menggosok menggunakan kain lembap agar debu dan kotoran hilang.
Keamanan
Berikutnya mari kita lihat dari sisi toksisitas dan tingkat keamanannya. Poliuretan memang dikenal sebagai salah satu pelapis kayu terbaik untuk area luar ruangan. Tapi, saat masih basah bahan ini sangat mudah terbakar sehingga perlu disimpan dengan hati-hati agar tidak memicu kebakaran. Selain itu, poliuretan mempunyai kandungan VOC yang cukup tinggi dan bisa mengganggu pernapasan.
Sebaliknya, asap dari polikrilik tidak beracun walau tetap berbau cukup tajam. Apa pun jenis yang digunakan, pastikan selalu memakai pelindung diri. Termasuk masker pernapasan saat melakukan proses aplikasi.
Masa Pakai
Masa pakai di sini maksudnya adalah berapa lama lapisan bisa bertahan sejak pertama diaplikasikan sampai akhirnya butuh diperbaiki atau dilapisi ulang. Untuk polikrilik, biasanya tahan sekitar tiga tahun sebelum harus dipoles ulang supaya lantai, furniture, atau perabot kayu tetap terlindungi. Kurang lebih sama dengan polikrilik, poliuretan juga memiliki masa pakai sekitar tiga tahun. Jadi, sebaiknya sudah dijadwalkan untuk dipoles ulang atau diperbaiki secara rutin, ya.
Setelah melihat perbedaan antara polikrilik dan poliuretan, akan menjadi jelas kapan dan di mana sebaiknya masing-masing produk digunakan. Polikrilik adalah pilihan finishing terbaik untuk proyek pertukangan kayu kecil yang akan ditempatkan di dalam ruangan dan interaksi yang relatif minimal. Seperti lemari, lis, atau furniture kayu yang jarang digunakan atau disentuh. Produk ini cocok untuk di dalam ruangan karena kadar racunnya lebih rendah, apalagi jika ruangan tersebut tidak memiliki sirkulasi udara yang memadai.
Untuk lantai kayu yang sering diinjak atau furniture yang sering digunakan, poliuretan adalah pilihan terbaik. Baik itu yang berbasis air, atau yang berbasis minyak. Namun, jika proyeknya untuk outdoor, pastikan memilih poliuretan yang memang memiliki label khusus untuk outdoor, ya.


















Leave a Reply