Apakah kamu menyukai furnitur yang sedikit mengkilap? Jika iya, tampilan satin bisa menjadi pilihan ideal. Terutama bagi kamu yang ingin melakukan finishing sendiri di rumah. -MegaBaja.co.id
Memang tidak semua orang menyukai furnitur yang sedikit mengkilap. Sebagian besar lebih memilih membeli langsung di toko mebel saat membutuhkannya. Meski begitu, ada juga yang memilih membuat furniture sendiri demi mendapatkan desain dan tampilan yang sesuai dengan selera pribadi. Di toko mebel, biasanya furnitur memiliki finishing yang sangat mengkilap atau justru doff atau matte. Nah, kamu bisa menciptakan tampilan yang unik dengan mengaplikasikan beberapa lapisan cat sesuai keinginan.
Furniture dari kayu maupun bahan olahan kayu memang menjadi favorit banyak orang. Karena tampilan dengan efek sedikit mengkilap masih jarang ditemui, sehingga bisa memberikan nuansa yang berbeda dan lebih menarik. Untuk mendapatkan hasil seperti ini, pemilihan cat kayu yang tepat sangat penting agar finishing terlihat maksimal. Biasanya, proses ini membutuhkan beberapa tahap, sehingga waktu pengerjaannya pun menjadi lebih lama. Apalagi jika proses pengeringannya harus dilakukan di bawah sinar matahari dan membutuhkan waktu lebih dari enam jam.
Jika kamu masih ragu dalam memilih jenis cat, chalk paint bisa jadi solusi praktis yang layak dicoba. Tidak perlu khawatir, karena cat jenis ini kini sudah tersedia dan mudah ditemukan di Indonesia. Lantas, apa itu chalk paint?
Pengertian Chalk Paint

Meski namanya mirip, chalk paint berbeda dengan chalkboard paint. Chalkboard paint adalah cat khusus yang dirancang untuk mengubah permukaan menjadi papan tulis. Kamu bisa menulis dengan kapur di atas permukaan yang dilapisi chalkboard paint, tapi hal ini tidak berlaku untuk chalk paint. Sedangkan chalk paint lebih mirip dengan cat dinding, hanya saja menghasilkan finishing yang khas.
Chalk paint mulai dikenal luas berkat penyebarannya melalui internet, namun masih banyak yang penasaran dengan perbedaannya dibandingkan cat tradisional. Sekilas, chalks paint dapat dikenali dari hasil akhirnya yang halus dengan tampilan matte. Efek ini membuat permukaan furniture tampak seperti dilapisi kapur, yang menjadi alasan mengapa disebut chalk paint.
Cat ini umumnya berbahan dasar lateks, sehingga bisa dibersihkan dengan air tanpa perlu menggunakan thinner. Hasil akhirnya juga cenderung lebih tebal dan proses aplikasinya lebih mudah dibandingkan dengan cat biasa.
Sejarah Chalk Paint
Istilah chalk paint sebenarnya berasal dari merek dagang sebuah produk cat di luar negeri yang dikembangkan oleh Annie Sloan. Cat kapur ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990, dan pendiri perusahaan yang bernama Annie Sloan memakai namanya sebagai merek. Dia ingin menciptakan cat yang tidak membutuhkan banyak persiapan dan mudah untuk digunakan. Karena tidak menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhannya saat itu, dia pun memutuskan untuk mengembangkan chalk paint sendiri.
Selama beberapa dekade setelahnya, formula chalk paint terus dikembangkan agar bisa menempel di hampir semua permukaan dengan persiapan yang sedikit. Salah satu ciri khas utama dari chalk pain asli adalah karakteristiknya yang unik. Menurut pembuatnya, cat ini tidak mengandung pigmen. Sehingga, warna-warna yang dicampur tetap cerah dan tidak terlihat kusam atau keruh.
Inilah yang memungkinkan chalk paint mampu menghasilkan berbagai nuansa warna yang khas. Dan semuanya dengan tampilan akhir yang lembut layaknya kapur yang indah. Dengan keunikannya tersebut, chalk paint menjadi populer dengan cepat serta banyak dipilih untuk menciptakan furniture bergaya vintage. Selain itu, chalk paint juga sering dimanfaatkan untuk dekorasi dengan kesan usang yang artistik.
Alasan Kamu Harus Memilih Chalk Paint
Menggunakan chalk paint memiliki banyak kelebihan, mulai dari proses aplikasinya yang mudah hingga hasil akhir yang memuaskan. Berikut beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan saat memilih chalk paint.
Komposisi Bahan
Tidak perlu khawatir soal kandungan bahan berbahaya, karena chalk paint umumnya berbasis air. Cat berbahan dasar air jauh lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara. Jika kamu membuat chalk paint sendiri, biasanya hanya terdiri dari campuran air dan latex. Bahkan produk-produk impor pun sebagian besar tidak mengandung bahan solvent. Jadi, apapun mereknya chalk paint tergolong aman bagi kesehatan maupun lingkungan.
Mudah Dikreasikan
Chalk paint adalah cat yang fleksibel dan mudah digunakan. Kamu bebas berkreasi demi menghasilkan tampilan finishing yang sesuai selera. Ingin menggabungkan beberapa warna untuk hasil yang unik, atau menggunakan teknik distressing supaya furniture terlihat antik atau rustic? Bisa sekali. Karena, cara pakai chalk paint simpel, sehingga sering dijadikan pilihan untuk finishing furniture bergaya vintage.
Cepat Kering
Sudah tidak asing lagi kan dengan cat berbasis air? Nah, chalk paint termasuk salah satunya dan terkenal karena cepat sekali kering. Dibandingkan cat berbahan solvent, chalk paint jauh lebih cepat kering. Bahkan, kamu tidak perlu menjemur di bawah matahari langsung. Praktis banget, kan?
Tidak Terpaku pada Tampilan Sempurna
Yang membuat finishing chalk paint menarik justru karena tampilannya tidak harus mulus dan sempurna. Cat ini memang dirancang untuk memberi kesan furniture yang sudah lama dipakai, ada sedikit “cacat” yang justru membuatnya estetik. Kamu bisa menambahkan karakter yang hasil akhirnya keren dengan memperlihatkan sapuan kuas. Jika kamu suka gaya rustic atau ingin tampilannya agak “distress”, chalk paint ini pilihan yang sangat cocok.
Cara Terbaik Menggunakan Chalk Paint

Biasanya, jika membaca panduan mengecat, pasti disarankan untuk membersihkan permukaan secara detail sebelum mulai. Tapi tenang saja, dengan chalk paint, persiapannya tidak seribet itu. Kamu bisa saja melewati pengamplasan dan pembersihan total, kecuali kayunya memiliki masalah seperti banyak minyak atau getah. Chalk paint cocok sekali untuk furnitur karena hasil akhirnya yang terlihat lembut dan sedikit vintage.
Cat ini juga cocok untuk kamu yang sedang mengerjakan furniture dengan desain yang rumit. Sebab, kamu tidak perlu repot mengamplas atau melapisi permukaan. Rasanya seperti sedang melukis, dan walau ada kesalahan sedikit pun tidak masalah. Oleh karena itu, chalk paint sering menjadi andalan untuk pemula yang baru mulai mencoba DIY.
Chalk paint tidak hanya untuk furniture, lho. Cat ini fleksibel karena bisa menempel di hampir semua permukaan. Mulai dari dinding, lantai, hingga logam. Banyak orang bahkan menggunakan chalk paint untuk mengubah tampilan lemari dapur. Apalagi kalau mereka menyukai gaya shabby chic atau vintage.
Adapun, cara seru lainnya untuk menggunakan chalk paint adalah bermain dengan dua warna. Kamu bisa memulai dengan satu warna dasar, lalu menutupnya dengan warna lain di atasnya. Setelah lapisan kedua kering, kamu bisa mengamplas bagian tertentu sampai warna dasarnya terlihat. Teknik ini mudah dilakukan dan bisa membuat furniture kamu memiliki tampilan rustic yang unik dan cantik.
Jadi, chalk paint bukan hanya sekedar cat biasa. Tapi, solusi praktis untuk kamu yang ingin tampilan furniture lebih estetik tanpa ribet. Dari proses yang simpel, cepat kering, sampai hasil akhir yang unik dan penuh karakter, chalk paint cocok sekali untuk pemula maupun yang sering DIY.
Mau gaya vintage, rustic, shabby chic? Semua bisa kamu wujudkan dengan chalk paint. Tinggal siapkan kuas dan kreativitasmu, dan furniture akan jadi lebih hidup. Selamat mencoba!


















Leave a Reply