Dulu, ruang makan formal sudah menjadi bagian yang khas dari rumah-rumah tradisional. Ruangan ini biasanya digunakan untuk kumpul keluarga saat makan malam spesial atau menjadi tempat tuan rumah menjamu tamu. Tapi sekarang, tren desain interior terus berubah dan membuat banyak orang kerap berpikir “memangnya apa bedanya ruang makan formal dengan ruang makan biasanya?”. Untuk itu, mari kita bahas secara lengkap di artikel ini! -MegaBaja.co.id
Apa Ruang Makan Formal Itu?

Ruang makan formal adalah ruang khusus di dalam rumah yang dibuat untuk acara makan bersama dalam suasana yang lebih terstruktur dan elegan. Berbeda dengan ruang makan casual biasanya yang sering menyatu dengan dapur atau ruang keluarga. Ruang makan formal umumnya terpisah dan memiliki fungsi dan desain tersendiri.
Perabotan di ruang makan formal biasanya lebih rumit. Dari meja makan besar, kursi yang nyaman tapi classy, bufet, bahkan lemari untuk memasang piring porselen atau gelas mewah. Dekorasinya juga tidak asal, justru cenderung mewah dengan tatanan detail yang menciptakan suasana elegan dan eksklusif.
Awalnya, konsep mengenai ruang makan khusus muncul di Yunani, lalu berkembang ke aula besar di Eropa pada abad pertengahan. Dulu, ruangan luas ini menjadi tempat seluruh keluarga berkumpul untuk makan bersama. Namun seiring berjalannya waktu, ruang makan pun berubah menjadi ruangan tersendiri. Terutama, di rumah orang-orang yang berada atau kaya.
Ruang makan formal semakin populer di era Victoria. Saat itu, aturan etika yang rumit dan status sosial menjadi hal yang begitu penting. Sehingga, ruang makan pun dijadikan sebagai ajang untuk memamerkan kekayaan dan gaya hidup. Memasuki abad ke-20, rumah semakin kecil dan gaya hidup juga semakin santai, menjadikan fungsi ruang makan ikut menyesuaikan. Sekarang, banyak rumah yang memadukan nuansa klasik yang elegan dengan sisi praktis modern, sesuai dengan gaya hidup yang terus berubah.
Perbedaan Ruang Makan Formal dan Ruang Makan Informal
Keduanya sama-sama tempat untuk kumpul dan makan bersama, tapi jelas ada perbedaannya. Mari lihat apa saja perbedaan antara ruang makan formal dan informal.
Lokasi
Ruang makan formal biasanya adalah ruang makan sendiri, sedangkan ruang makan informal kerap menyatu dengan dapur atau ruang keluarga. Terkadang, ruang makan formal dipisahkan dengan pintu agar benar-benar terisolasi dari area lainnya. Namun ada juga yang modelnya terpisah, tapi tanpa memiliki pintu yang memungkinkan kamu untuk berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya melalui ruang makan. Model ini biasanya terlihat kurang formal dibandingkan ruang makan yang sepenuhnya tertutup. Tapi karena posisinya masih terpisah, ruangan seperti ini bisa digunakan secara fleksibel baik nuansa formal atau informal.

Furniture
Yang menjadi pembeda antara ruang makan formal dan informal berikutnya adalah furniture. Ruang makan informal biasanya menggunakan meja dan kursi yang kuat, tahan digunakan setiap hari, dan mudah dirawat. Sementara furniture di ruang makan formal lebih ditujukan untuk dikagumi dan dirawat dengan sangat hati-hati.
Fokus utamanya tentu saja meja makan yang umumnya berukuran jauh lebih besar dari meja yang dipakai dalam suasana santai. Materialnya dari kayu yang membutuhkan perlindungan terus-menerus. Jadi, jangan harap bisa meletakkan panci panas atau gelas berembun di atasnya langsung. Sedangkan meja di ruang makan informal tahan lama, dirancang untuk menahan beban, dan cukup dibersihkan dengan menggunakan spons basah jika kotor.
Kursi di sekitar meja makan juga bisa menentukan apakah ruang makan kamu formal atau informal. Kursi formal lebih anggun dan biasanya terbuat dari kayu klasik, dilengkapi jok empuk dan mewah, detail halus, bahkan terkadang bergaya khas Chippendale atau Queen Anne. Di sisi lain, kursi informal cenderung sederhana, kuat, mudah dibersihkan, tapi tetap nyaman jika digunakan sehari-hari. Kemudian ruang makan formal bisa dilengkapi lemari porselen, bufet, atau kabinet cantik. Sedangkan di ruang makan informal kamu mungkin akan menemukan televisi atau meja komputer kecil.
Aksesoris
Berikutnya aksesoris yang menjadi pelengkap penting, khususnya untuk tampilan ruang makan yang formal atau informal. Misalnya, lampu gantung yang dipasang tepat di atas meja bisa akan memberikan pilihan yang lebih formal. Sama halnya dengan tempat lilin, teko, atau piring saji dari perak atau kristal yang terlihat lebih mewah dibanding versi kaca atau keramik. Karpet di bawah meja juga ikut andil dalam menentukan suasana ruangan, karpet bermotif modern atau berwarna cerah terasa lebih informal. Sementara karpet Persia dengan warna gelap membuat suasana jauh lebih formal.
Kain
Linen halus akan membuat tampilan ruang makan formal, walaupun furniturenya sendiri lebih informal. Apabila kamu ingin nuansa yang informal, taplak meja linen tebal atau renda juga bisa dipakai. Meja kayu berkualitas malah sering terlihat lebih formal tanpa taplak meja.
Untuk tirai sendiri, bahan tebal berwarna gelap atau sutra biasanya terkesan lebih formal dibandingkan panel tirai tipis. Sementara itu, tapak meja dan alas potong memberikan tampilan yang kurang formal pada ruangan, apapun gaya furniturenya. Kursi dengan bantalan akan menambah sentuhan warna sekaligus kenyamanan untuk ruang makan yang lebih informal.
Suasana yang Kontras
Baik dari warna dan pencahayaan, ruang makan formal cenderung serius dan gelap. Lantai kayu gelap dan panel kayu mewah bukanlah hal yang jarang. Pencahayaan pun dibuat semifinal mungkin untuk suasana yang lebih formal dan intim. Tamu berbicara dengan nada rendah dan bisa saja mereka mengenakan pakaian yang formal dan semi formal, musik lembut, dan porselen halus adalah norma.
\Sebaliknya, ruang makan informal lebih mengutamakan kenyamanan dan fungsi. Suasananya terang, penuh cahaya, apalagi cahaya alami dengan warna-warna cerah yang membuat mood jadi ceria. Di sini, obrolan biasanya ramai, santai, penuh tawa, sambil dipenuhi cerita mengenai kegiatan sehari-hari. Dekorasinya tidak rumit karena intinya bukan untuk kesan mewah, tapi lebih untuk kebersamaan.
Kelebihan dan Kekurangan Ruang Makan Formal

Untuk momen-momen spesial, ruang makan formal adalah spit yang paling tepat. Di sini biasanya keluarga akan memasang barang pusaka atau koleksi porselen mewah, suasana semakin berkesan untuk acara yang tidak terlupakan. Jadi, bukan sekadar makan bersama, tapi juga cara untuk merayakan tradisi dan menciptakan kenangan manis.
Selain itu, ruang makan formal juga bisa menjadi media untuk menunjukkan estetika pribadi. Baik kamu menyukai keanggunan klasik atau kecanggihan modern, semuanya bisa dipersonalisasi sesuai selera. Detail kecil seperti pilihan taplak meja sampai dekorasi meja makan akan meninggalkan kesan mendalam untuk tamu yang datang.
Sayangnya, sebagian banyak orang mungkin menganggap ruang makan formal sebagai “pajangan” yang jarang digunakan. Akhirnya, ruang ini lebih banyak kosong dan kurang berguna, apalagi jika rumah tersebut tidak terlalu luas. Belum lagi soal biaya karena mengisi ruang makan formal membutuhkan furniture yang elegan, peralatan makan mewah, sampai dekorasi yang harganya lumayan. Setelah itu, perawatannya juga harus terus diperhatikan yang jelas memerlukan waktu, tenaga, dan biaya ekstra.
Keputusan untuk memiliki ruang makan formal sebenarnya kembali lagi ke gaya hidup dan kebiasaan kamu dalam menjamu tamu. Jika sering mengadakan jamuan resmi atau acara keluarga yang terstruktur, ruang makan formal bisa menjadi aset penting. Tapi jika kamu lebih suka pertemuan informal dan spontan, ruang makan yang fleksibel jelas lebih tepat.
Seiring waktu, kebutuhan ruang di rumah juga bisa berubah. Ruang makan formal pun mudah dialihfungsikan, entah itu menjadi home office, ruang hobi, atau bahkan pojok baca yang nyaman. Semuanya akan menyesuaikan dengan dinamika kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat!


















Leave a Reply