Sofa adalah bagian penting dalam hunian yang tak hanya menunjang kenyamanan, tapi juga memperindah tampilan ruangan. Meski begitu, seiring berjalannya waktu, kerusakan seperti kain pelapis yang sobek, busa yang mulai kempes, atau kerangka yang melemah bisa saja terjadi. Mengganti sofa tentunya bukanlah hal murah, sehingga di titik ini muncul pertanyaan: mending memperbaiki sofa lama atau beli yang baru? Untuk membantu kamu mengambil keputusan yang tepat, simak panduan berikut ini, ya. -MegaBaja.co.id
Macam-Macam Kerusakan pada Sofa
Berikut adalah macam-macam kerusakan yang bisa terjadi pada sofa di rumah:
Karet Penyangga Mulai Lepas
Pada dasarnya, karet penyangga memiliki peran yang sangat penting dalam rangka sofa. Karet ini bertugas menopang busa dan menunjang kenyamanan sofa saat digunakan. Maka jika bagian ini mulai longgar atau terlepas, struktur sofa bisa menjadi goyah dan terasa kurang nyaman saat diduduki. Tak hanya itu, kerusakan pada karet penyangga juga bisa memicu kerusakan pada komponen sofa lainnya.
Kaki Sofa Goyang dan Tidak Kokoh
Jika kamu mendapati kaki sofa terasa goyang saat diduduki, itu tandanya ada masalah yang cukup parah di bagian strukturnya. Dalam hal ini, kaki sofa merupakan kerangka utama yang menopang seluruh bagian dan membuat sofa tetap seimbang.
Kondisi seperti itu jelas bisa membuat duduk kita menjadi tidak nyaman, bahkan membahayakan jika sering digunakan banyak orang atau untuk waktu lama. Masalah tersebut bisa muncul karena beberapa faktor. Misalnya, pemakaian yang terlalu sering, bahan yang kurang kuat, atau bisa juga karena kerusakan akibat kecelakaan.
Busa Sofa Kempes dan Tidak Rata Lagi
Sebenarnya, bagian ini yang membuat sofa empuk dan nyaman untuk diduduki. Tapi bagaimana kalau busa tersebut sudah mulai kempes dan bentuknya bergelombang? Itu artinya si busa sudah tidak bisa lagi menopang tubuh dengan baik. Hasilnya, duduk di sofa jadi tidak senyaman biasanya, dan malah mungkin kamu akan pegal karena topangannya tidak semaksimal dulu.
Warna Kain Pelapis Pudar dan Kusam
Nah, kalau warna kain sofa mulai memudar dan tampak kusam, itu adalah tanda bahwa usia sofa sudah cukup lama. Selain membuat ruangan terlihat kurang segar dan menarik, kondisi ini juga bisa mengurangi kekuatan kain dalam melindungi sofa dari kerusakan. Akhirnya, kenyamanan ketika dipakai pun ikut berkurang.
Kain Pelapis Robek atau Bolong Parah

Tak hanya soal penampilan, tapi kain pelapis juga berfungsi untuk melindungi bagian dalam sofa dari debu dan kotoran. Nah, jika sudah banyak robek atau bolong, pastinya bukan cuma mengganggu penampilan sofa. Tapi juga bisa jadi tempat favorit untuk kutu atau tungau bersarang.
Bunyi Berderit dari Bagian Dalam Sofa
Suara derit atau bunyi mengganggu yang dikeluarkan sofa setiap kali diduduki sofa menjadi sinyal adanya kerusakan pada struktur internal. Struktur internal ini meliputi rangka, pegas, atau sambungan antarbagian. Suara tersebut bukan hanya menurunkan kenyamanan, tetapi juga bisa menandakan kerusakan yang akan semakin memburuk jika tidak segera diperbaiki.
Bau Tidak Sedap dan Menimbulkan Rasa Gatal
Umumnya, bau kurang sedap pada sofa berasal dari jamur, debu yang menumpuk, atau keberadaan tungau. Apabila dibiarkan, kondisi ini tidak hanya merusak kenyamanan tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan. Terlebih lagi, jika bau tersebut disertai rasa gatal saat bersentuhan dengan sofa, hal ini berarti ada serangga kecil seperti kutu atau tungau yang bersarang di dalamnya. Maka dari itu, penting untuk segera menanganinya sebelum menimbulkan masalah lebih serius.
Jadi, Kapan Harus Memperbaiki atau Mengganti Sofa?
Sebelum mengambil keputusan, ada baiknya kamu pertimbangkan hal-hal berikut ini:
Lihat Tingkat Kerusakan

Mengecek seberapa parah kerusakan yang terjadi adalah langkah awal yang harus kamu lakukan. Beberapa kerusakan ringan seperti kain pelapis yang mulai pudar atau busa kempes mungkin masih bisa kamu tangani dengan perbaikan sederhana. Tapi kalau kerusakannya sudah berhubungan dengan struktural seperti rangka kayu patah atau kaki sofa goyah, kamu perlu pertimbangan yang lebih serius. Semakin besar kerusakan pada sofa, maka semakin tinggi pula biaya perbaikannya.
Hitung Berapa Biaya Perbaikan vs Beli Baru
Jelas, aspek ini adalah pertimbangan yang utama. Biaya perbaikan sofa itu tidak sama, semuanya tergantung pada material, jenis kerusakan, dan juga jasa yang digunakan. Nah, sebagai gambarannya akan dijelaskan berikut ini:
- Mengganti kain pelapis bisa mencapai Rp500.000-1.000.000
- Perbaikan rangka atau kaki sofa sekitar Rp500.000-1.500.000
- Maka, perbaikan total bisa lebih dari Rp3.000.000
- Sedangkan, harga sofa baru dengan kualitas standar berkisar Rp2.000.000 dan belasan juta jika kualitasnya premium.
Untuk itu, jika perbaikannya melebihi 60-70% dari sofa baru, kamu mending membeli saja sofa baru. Tapi kalau perbaikannya hanya butuh biaya yang ringan dan memungkinkan untuk memperpanjang usia sofa, sebaiknya pilih perbaiki.
Kepraktisan dan Waktu
Proses perbaikan bisa memakan waktu, dan itu tidak tentu karena tergantung jenis kerusakan dan juga ketersediaan tukang profesional. Bila kamu butuh sofa dalam waktu cepat atau misalkan malas ribet mencari tukang, beli baru adalah pilihan praktis. Namun, jika kamu memiliki waktu dan ingin hasilnya lebih personal, memperbaiki sofa mungkin adalah pilihan tepat.
Perhatikan Nilai Sentimental
Terkadang, keputusan itu tidak hanya tentang biaya. Sofa yang kamu miliki sekarang bisa jadi punya nilai emosional yang sulit tergantikan. Misalnya hadiah dari orang tua atau dari kenangan orang penting lain dalam hidup. Dalam kasus semacam ini, orang lebih memilih untuk memperbaikinya meskipun biaya yang harus dikeluarkan tinggi. Perbaikan memang pilihan yang tepat, bahkan kamu bisa sedikit memperbaharuinya dengan tampilan yang lebih modern.
Pertimbangkan Kebutuhan Ruang

Saat mempertimbangkan untuk membeli yang baru, pastikan kamu menyesuaikannya dengan ukuran dan kebutuhan ruangan saat itu, ya. Sofa yang dulu cocok untuk rumah lama belum tentu cocok untuk ruangan di rumah baru. Membeli sofa baru adalah momen yang tepat untuk menyesuaikan interior lebih harmonis jika kamu merasa tata letak dan gaya ruangan sudah berubah. Tapi memperbaikinya akan lebih masuk akal kalau ruangan kamu masih sama dan kamu puas dengan model sofa lama.
Kesimpulannya adalah pilih sesuai prioritas dan sesuaikan pada kondisi sofa, budget, serta kebutuhan pribadi. Perbaiki jika sofa rusak ringan sampai sedang, sofa punya nilai sentimental, biaya perbaikan masih jauh di bawah harga beli baru. Sementara itu, pilih beli baru jika kerusakan struktural cukup parah, biaya perbaikan terlalu mahal, ingin tampilan dan rasa nyaman baru.
Apapun pilihan kamu nantinya, yang paling penting adalah pertimbangkan semua faktor dengan baik. Sofa adalah investasi kenyamanan yang akan kamu gunakan sehari-hari. Jadi, pastikan keputusan kamu untuk memperbaiki dan membeli ini tetap membuat ruangan nyaman dan menyenangkan. Semoga artikel ini membantu kamu menentukan mana yang terbaik, ya!


















Leave a Reply