Teknik Konstruksi Kering_ Tren Bangun Rumah Tanpa Adukan Semen
Teknik Konstruksi Kering_ Tren Bangun Rumah Tanpa Adukan Semen

Teknik Konstruksi Kering: Tren Bangun Rumah Tanpa Adukan Semen

Dalam bidang konstruksi bangunan dan pekerjaan umum, terdapat perbedaan pada teknik implementasinya. Teknik-teknik ini biasanya bergantung pada jenis bangunan dan material yang digunakan. Di antara metode-metode inovatif tersebut, tidak sedikit proyek yang diwujudkan dengan menggunakan teknik konstruksi kering. -MegaBaja.co.id

Konstruksi kering merupakan metode pembangunan yang menyederhanakan setiap langkahnya, namun tetap menjamin keamanan, kualitas, dan daya tahan. Teknik ini menawarkan ketahanan yang tinggi terhadap air, kelembapan, dan api.

Memahami apa itu konstruksi kering dan keunggulannya bisa membantu kamu mengambil keputusan yang tepat saat memilih apakah lebih baik menggunakan konstruksi modern ini atau yang lebih tradisional.

Definisi dan Konsep Dasar Konstruksi Kering

Sesuai namanya, konstruksi kering berarti tidak menggunakan air dalam pelaksanaannya. Sementara itu, konstruksi dalam konsep tradisional menggunakan material yang membutuhkan banyak air, seperti semen cor atau beton, yang dikenal sebagai konstruksi “basah”. Material yang digunakan dalam konstruksi kering dipilih dengan cermat dan tidak diperbolehkan menggunakan beton atau semen.

Lalu, bagaimana proses pembangunannya? Pada dasarnya, struktur konstruksi kering diproduksi di industri dan hanya dirakit serta dipasang di lokasi. Oleh karena itu, konstruksi ini bisa menghemat biaya dengan waktu yang lebih singkat, karena tidak perlu menunggu material mengering. Selain itu, lokasi konstruksi tidak harus beradaptasi dengan perubahan iklim, baik cuaca buruk maupun panas. Ini merupakan aset penting untuk menghindari keterlambatan akibat keadaan tak terduga.

Konstruksi kering umumnya populer untuk desain bangunan industri dan pertanian dengan material ramah lingkungan, terutama dari sumber daya yang dikelola secara berkelanjutan. Misalnya, kayu yang digunakan baik untuk struktur selubung maupun rangkanya. Kayu memiliki keunggulan sifat insulasinya, yang jauh lebih baik daripada beton.

Jenis Utama Konstruksi Kering

Jenis Utama Konstruksi Kering
Jenis Utama Konstruksi Kering

Ada dua jenis struktur dasar dalam konstruksi kering, yakni rangka kayu dan rangka baja. Rangka kayu adalah struktur bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu, sementara rangka baja terbuat dari profil logam. Ada beberapa jenis di mana lapisannya sendiri juga merupakan struktur, misalnya panel EPS,dinding beton ganda, dan blok gipsum. Sedangkan untuk papan gipsum (drywall) atau papan semen, strukturnya bisa berupa rangka kayu atau baja. Berikut penjelasan lebih lanjut:

  • Papan Gipsum: Drywall atau papan gipsum dapat dipasang ke dalam struktur baja (rangka baja) dan kayu (rangka kayu). Ini membuatnya lebih fleksibel dan ekonomis dalam prosesnya. Menggunakan drywall menjamin insulasi termal dan akustik yang baik.
  • Pelat Semen:Sama dengan papan gipsum, pelat semen terbuat dari semen yang dapat dipasang pada struktur baja atau kayu. Namun, konstruksi kering ini tidak memberikan insulasi termal dan akustik yang baik.
  • Blok Gipsum: Merupakan bagian dari struktur dan pelapis akhir (coating) bangunan. Blok ini mempercepat pekerjaan.
  • Panel EPS: Terdiri dari pelat polistirena yang diperluas di atas layar baja dengan cara dibeton atau disekrup. Panel ini menjamin struktur yang kokoh, ringan, dan berfungsi sebagai isolator termal.
  • Dinding Beton Ganda: Sistem ini menggunakan pelat beton prefabrikasi yang siap diaplikasikan di lokasi konstruksi. Pelat-pelat tersebut dihubungkan ke struktur rangka yang berfungsi struktural. Celah di antara pelat-pelat yang akan membentuk dinding harus diisi dengan styrofoam, beton, atau poliuretan. Pengerjaannya sangat cepat.

Komponen Konstruksi Kering

Material dalam konstruksi kering dipotong terlebih dahulu, diproduksi, dan dirancang di luar lokasi. Karena semua langkah pembuatan rangka berlangsung dalam lingkungan yang terkendali, kemungkinan pemborosan akibat proses pembuatan rangka bisa diminimalisir. Di sisi lain, penggunaan rangka ringan untuk menciptakan sistem rangka kering memungkinkan perakitan yang lebih cepat dan transportasi yang lebih mudah. Sistem ini meliputi:

1. Plafon

Plafon dengan konstruksi kering dirancang untuk memberikan tampilan yang indah dan fungsional pada ruang interior bangunan. Sistem ini biasanya terbuat dari material ringan seperti papan gipsum. Kamu bisa memilih beragam pilihan desain dan dapat dengan mudah disesuaikan untuk mencapai efek estetika yang diinginkan. Semua jenis perlengkapan pencahayaan, saluran ventilasi, serta peralatan bangunan lainnya dapat dengan mudah dipasang pada sistem plafon kering.

2. Dinding

Dinding

Dinding dengan drywall, juga dikenal sebagai partisi, terdiri dari rangka logam atau kayu yang dilapisi papan gipsum atau material pelapis lainnya. Sistem ini menawarkan beberapa keunggulan dalam hal desain, kinerja akustik, dan ketahanan api. Pembuatan dinding partisi di dalam bangunan juga lebih fleksibel, sehingga memudahkan modifikasi dan penataan ulang ruang. Drywall dapat disesuaikan untuk desain tertentu, dan menawarkan sifat insulasi suara yang sangat baik, membantu menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan privat. Selain itu, ketahanan apinya juga baik, yang berkontribusi pada keamanan bangunan secara keseluruhan.

3. Lantai

Menggunakan konstruksi kering untuk lantai Sistem lantai sangat mudah dan praktis. Biasanya, material yang digunakan adalah panel atau ubin prefabrikasi. Keuntungannya adalah kemudahan dalamm pemasangan dan perawatan, serta beragamnya warna dan desain yang tersedia. Beberapa pilihan umum untuk penutup lantai antara lain:

  • Lantai laminasi
  • Ubin vinil
  • Lantai kayu tiruan
  • Lantai panel magnesium oksida

Keunggulan dan Manfaat Konstruksi Kering

Metode yang menghilangkan penggunaan air di lokasi konstruksi ini semakin populer seiring dengan meningkatnya urbanisasi, industrialisasi, dan tuntutan desain berkelanjutan dalam industri konstruksi. Penggunaan produk prefabrikasi membedakan sistem kering dari metode konstruksi tradisional. Dari sudut pandang praktis atau ekonomis, metode konstruksi kering menawarkan banyak keunggulan, di antaranya:

1. Pemasangan Cepat dan Mudah

Alih-alih menggunakan material basah tradisional seperti beton dan mortar, konstruksi kering menggunakan material pilihan seperti kayu atau logam. Semua komponen dan panel sistem kering dirancang dan dirakit sesuai standar yang ketat. Hal ini membuat waktu penyelesaian pekerjaan jauh lebih singkat. Jenis ini juga lebih mudah dipasang dan digunakan pada ruang sempit dan kecil dibandingkan dengan sistem basah.

2. Limbah Material Berkurang

Model konstruksi ini mengoptimalkan penggunaan material, sehingga limbah yang dihasilkan bisa berkurang. Dapat dikatakan bahwa ini adalah konstruksi yang lebih berkelanjutan. Konstruksinya pun umumnya lebih bersih, lebih konsisten, dan dapat diprediksi.

3. Bisa Didaur Ulang

Keunggulan lain dari sistem konstruksi kering adalah daur ulang dan penggunaannya kembali. Setelah material digunakan, kamu bisa membongkar dan merakit kembali komponen-komponen prefabrikasinya. Karakteristik sistem kering dalam konstruksi ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap pelestarian lingkungan.

4. Bisa Lebih Hemat Biaya

Konstruksi kering memang sedikit lebih mahal. Namun, ada pengurangan signifikan pada nilai akhir pekerjaan karena waktu, tenaga kerja, dan peralatan yang dibutuhkan lebih sedikit. Penggunaan material konstruksi ringan dapat mengurangi biaya dan membuat bangunan lebih berkelanjutan dan kokoh, menjadikannya investasi jangka panjang.

5. Perawatan Mudah

Jika kamu perlu melakukan perubahan pada konstruksi, prosesnya bisa sangat cepat, praktis, dan jauh lebih murah. Biaya perawatannya hingga 1/3 dibandingkan sistem konvensional. Karena perawatan dan perbaikannya minim, metode konstruksi kering memiliki kualitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan konstruksi sistem basah.

Perkembangan konstruksi kering menandai perubahan besar dalam dunia arsitektur dan pembangunan modern. Bukan sekadar inovasi material, pendekatan ini juga mengubah sistem yang bergantung pada adukan semen menjadi sistem yang efisien, bersih, serta lebih ramah lingkungan. Meski penerapannya di Indonesia masih menghadapi tantangan seperti biaya awal dan keterampilan tenaga kerja, potensinya sangat besar untuk menjawab kebutuhan pembangunan cepat tanpa mengorbankan kualitas.

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka