Tips Belanja Furniture Bekas yang Berkualitas
Tips Belanja Furniture Bekas yang Berkualitas

Tips Belanja Furniture Bekas yang Berkualitas

Membeli furniture second hand atau bekas adalah keputusan cerdas bagi kamu yang ingin menekan biaya tanpa harus mengorbankan kualitas maupun estetika. Meski begitu, proses memilih barang bekas membutuhkan ketelitian dan pemahaman tertentu agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Pada artikel ini akan dijelaskan tips membeli furniture bekas yang tahan lama, bernilai, dan tetap layak digunakan dalam jangka panjang. -MegaBaja.co.id

Tips Membeli Furniture Bekas

Belakangan ini, furniture bekas semakin banyak diminati. Alasannya macam-macam, mulai dari lebih hemat biaya, ikut mendukung gaya hidup ramah lingkungan, sampai keinginan akan barang antik atau unik yang sudah tidak diproduksi lagi.

Dengan meningkatnya harga perabot baru tren minimalis, furniture bekas menjadi pilihan menarik karena memiliki banyak nilai tambah, seperti:

  • Harganya lebih bersahabat
  • Materialnya sering kali lebih kokoh dibanding produk baru
  • Memiliki nuansa vintage atau klasik yang khas
  • Lebih ramah lingkungan karena mengurangi sampah produksi

Namun, meski tampak menguntungkan, tidak semua furniture bekas benar-benar layak untuk dibeli. Perlu ketelitian agar belanja furniture bekas ini tidak terkesan buang-buang uang. Agar terhindar dari hal demikian, ada beberapa trik yang bisa kamu ikuti saat belanja furniture bekas.

Tentukan Kebutuhan dan Ukuran Ruangan

Sebelum membeli furniture bekas, pastikan kamu sudah jelas tahu:

  • Furniture apa yang benar-benar dibutuhkan (sofa, lemari, meja makan, dll)
  • Fungsi utama dari furniture tersebut
  • Ukuran yang pas dengan ruang yang tersedia

Melakukan pengukuran dengan tepat sangat penting agar tidak salah dalam membeli. Contohnya, meja makan besar memang murah dan menarik, tapi jika ruangan di rumah sempit nantinya malah akan membuat sesak. Dan sebenarnya, furniture yang kokoh dan berat seperti lemari, meja, dan rak masih cocok dibeli dalam kondisi bekas karena kebanyakan terbuat dari kayu yang lebih awet. Namun, untuk sofa atau ranjang ada baiknya jangan membeli bekas karena biasanya digunakan setiap hari, sehingga kondisinya mungkin tidak begitu prima.

Tentukan Anggaran Maksimal dan Cek Bahan

Tentukan Anggaran Maksimal dan Cek Bahan

Walaupun furniture bekas harganya lebih ramah di kantong, tapi perencanaan anggaran tetap harus disiapkan, ya. Tentukan batas maksimal untuk tiap jenis furniture yang ingin dibeli. Dengan begitu, kamu bisa menawar dengan lebih percaya diri sekaligus terhindar dari belanja impulsif. Selain itu, perhatikan juga bahan dasar dan konstruksinya. Karena, daya tahan furniture bekas sangat bergantung pada materialnya. Beberapa bahan yang biasanya lebih kuat dan awet antara lain:

  • Kayu solid (jati, mahoni, oak): tahan lama dan mudah diperbaiki
  • Besi atau baja: kokoh, asalkan tidak berkarat
  • Rotan asli: lentur dan kuat, selama usianya tidak terlalu tua

Hati-hati dengan furniture dari MDF atau particle board, apalagi jika sudah lembab, pecah, atau mengelupas. Sebab, bahan ini cenderung cepat rusak, apalagi di tempat lembab atau sering dipindah-pindahkan.

Cek Kondisi Keseluruhan

Jangan lupa cek kondisi keseluruhannya terlebih dahulu. Lihat apakah ada retak, goresan, atau bagian yang tampak rusak. Pastikan tidak ada bagian yang patah atau longgar yang bisa membuat furniturenya jadi tidak stabil. Bau aneh juga perlu diperhatikan, karena bisa saja menandakan keausan atau ada masalah lainnya.

Selain aspek visual yang dilihat, coba juga raba atau gerakkan potongan furniture tersebut. Jika ada bagian yang goyang, tidak pas, atau terasa rapuh, sebaiknya kamu pikir ulang untuk membelinya. Jangan lupa cek detail kecil seperti engsel pintu, pegangan, atau laci yang sering dipakai, karena bagian itu biasanya lebih cepat aus.

Buka juga laci, pintu, atau bagian dalamnya. Perhatikan apakah ada kerusakan tersembunyi atau masalah yang tidak terlihat dari luar. Semua detail mengenai kondisi keseluruhan furniture sangat penting agar kamu mendapatkan barang yang masih layak pakai. Intinya, semakin teliti kamu mengecek furniture, semakin kecil kemungkinan kamu kecewa setelah barang sampai di rumah.

Cek Kondisi Keseluruhan
Cek Kondisi Keseluruhan

Cek Fungsi dan Keamanan

  • Pastikan bahwa semua bagian masih berfungsi dengan baik dan aman dipakai sehari-hari.
  • Periksa fungsi-fungsi penting seperti laci,  engsel pintu, atau bagian lain yang sering berinteraksi dengan kegiatan sehari-hari.
  • Perhatikan juga kestabilannya, jangan sampai ada bagian yang goyang, rapuh, atau berpotensi menimbulkan celaka.
  • Tidak ada salahnya bertanya kepada penjual mengenai riwayat pemakaian dan cara perawatan sebelumnya.

Tanya Usia Barang dan Alasan Pemilik Menjualnya

Cari tahu berapa lama furniture bekas tersebut sudah dipakai. Dengan mengetahui usianya, kamu bisa lebih mudah menilai kondisi barang sekaligus menyesuaikan apakah harganya masuk akal dengan kualitas yang ditawarkan. Selain usia, penting juga mengetahui alasan pemilik mau melepas furniturenya. Jika alasannya karena pindah rumah atau pindah kota, biasanya kondisi barang masih tergolong baik. Tapi jika dijual karena alasan bosan, kualitasnya bisa jadi sudah agak menurun.

Waspada Serangga dan Jamur

Furniture bekas terutama yang terbuat dari kayu, sering menjadi sasaran rayap, jamur, atau kutu. Jadi, perhatikan tanda-tandanya, misalnya:

  • Ada lubang-lubang kecil di permukaan kayu
  • Muncul serbuk kayu di bawah furniturenya
  • Bau apek atau lembab yang cukup kuat
  • Ada bercak putih atau hitam di permukaan

Apabila kamu menemukan gejala seperti itu, lebih baik dipikirkan kembali sebelum membelinya. Kecuali, kamu siap keluar biaya ekstra untuk perawatan khusus.

Tawar dengan Santai tapi Bijak

Ketika membeli furniture bekas, jangan lupa lakukan negosiasi harga dengan cara yang bijak. Cari tahu dulu harga pasaran dan kondisi barang agar kamu mempunyai gambaran berapa harga wajar yang bisa ditawar. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari penawaran yang terlalu tinggi atau malah terlewat rendah.

Saat menawar, tetap sopan dan hargai penjual. Sampaikan harga yang kamu inginkan dengan tegas tapi tetap ramah. Jika penawaran ditolak, tidak ada salahnya tanya alasannya supaya kamu bisa paham sudut pandang penjual dan mungkin menyesuaikan penawaran. Hindari menawar terlalu keras, negosiasi yang sehat justru membuat pembeli dan penjual sama-sama untung. Jadi, usahakan tetap fleksibel dan terbuka agar proses tawar-menawar berjalan lancar tanpa menimbulkan suasana kaku. Dengan cara ini, kamu bisa mendapatkan furniture bekas yang layak pakai dengan harga yang sesuai di kantong.

Hitung Biaya Tambahan

Banyak orang kerap lupa dengan ongkos tambahan saat membeli furniture bekas. Padahal, biaya ini tergolong lumayan, misalnya:

  • Ongkos angkut barang besar kadang hampir sama dengan harga furniturenya
  • Biaya tambahan untuk mengganti kain sofa, cat ulang, atau memperbaiki engsel yang rusak
  • Jadi, pastikan total pengeluaran setelah ditambah biaya ekstra masih lebih hemat daripada beli barang baru.

Cari Tempat Belanja yang Terpercaya

Cari Tempat Belanja yang Terpercaya

Furniture bekas bisa kamu temukan di banyak tempat, misalnya:

  • Toko barang bekas khusus
  • Marketplace online terpercaya
  • Garage sale atau bazar komunitas
  • Lelang gudang atau kantor yang sedang renovasi

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Jika belanja online, usahakan kamu bertemu langsung terlebih dahulu sebelum bayar. Jangan mudah percaya dengan foto, ya. Karena, kondisi aslinya bisa saja berbeda jauh.

Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa memastikan bahwa furniture bekas yang kamu beli tetap layak pakai dan berkualitas. Belanja dengan cerdas adalah kunci untuk mendapatkan barang yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan kamu. Selamat berburu furniture second hand yang berkualitas!

Just an ordinary people.