Menata lemari sepatu sering dianggap sepele, padahal masalah yang muncul di dalamnya cukup banyak, lho! Misalnya mulai dari rak yang cepat penuh, susunan sepatu yang berantakan, hingga bau tidak sedap yang mengganggu. Kebiasaan menyimpan sepatu saat masih lembap atau kotor juga menjadi penyebab utama munculnya aroma apek dan tumbuhnya jamur. Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya membuat lemari terlihat tidak enak dipandang, tetapi juga memengaruhi kebersihan rumah dan keawetan sepatu itu sendiri. -MegaBaja.co.id
Karena itu, menata lemari sepatu dengan benar sangat penting untuk menciptakan ruang yang lebih nyaman dan higienis. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah praktis yang bisa kamu terapkan agar lemari sepatu selalu rapi, bersih, dan bebas bau.
Tips Menata Lemari Sepatu agar Rapi dan Tidak Bau
Menentukan Kapasitas dan Kebutuhan Penyimpanan

Sebelum membeli atau menata ulang lemari sepatu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung jumlah koleksi sepatu yang kamu miliki beserta jenis-jenisnya.
Sepatu formal, casual, olahraga, sandal, sampai high heels punya ukuran dan bentuk yang berbeda, sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang sesuai. Untuk mempermudah perhitungan, rata-rata setiap 10–12 pasang sepatu membutuhkan sekitar 1–2 rak khusus agar tidak cepat penuh dan tetap rapi.
Bukan hanya itu, pahami juga kebiasaan penggunaan sehari-hari. Sepatu yang dipakai rutin sebaiknya ditempatkan di rak bagian tengah atau area yang mudah dijangkau, sementara sepatu yang jarang dipakai bisa disimpan di rak bagian atas atau bawah. Saat memilih ukuran lemari sepatu, pastikan proporsinya seimbang dengan luas ruangan atau area foyer agar tidak mengganggu sirkulasi dan tetap nyaman dilalui.
Pilih Lemari Sepatu dengan Ventilasi yang Baik
Ventilasi menjadi faktor penting dalam memilih lemari sepatu karena berfungsi mencegah penumpukan kelembapan dan bau tidak sedap. Tanpa sirkulasi udara yang baik, sepatu yang baru dipakai atau masih sedikit lembap dapat memicu munculnya jamur dan aroma apek.
Ada dua model lemari yang umum digunakan, yaitu lemari tertutup solid dan lemari terbuka atau semi-terbuka. Lemari tertutup memberikan tampilan yang lebih rapi dan terlindungi dari debu, tetapi berpotensi menahan udara lembap di dalamnya. Sementara itu, lemari terbuka atau semi-terbuka memiliki sirkulasi udara lebih baik, meski tampilannya tidak serapih lemari solid.
Untuk hasil terbaik, pilih lemari dengan fitur tambahan seperti kisi-kisi udara, pintu berlubang, bahan antijamur, atau rak berbahan kawat. Material seperti PVC, metal, atau MDF berlapis melamin juga ideal karena mudah dibersihkan dan lebih tahan terhadap lembap.
Kebiasaan Penting Sebelum Menyimpan Sepatu
Sebelum sepatu kembali disimpan ke dalam lemari, ada beberapa kebiasaan dasar yang penting dilakukan agar kebersihan dan kesegarannya tetap terjaga. Selalu bersihkan sepatu terlebih dahulu, minimal dengan mengelap bagian luarnya menggunakan kain lembut untuk menghilangkan debu, tanah, atau kuman yang menempel. Setelah itu, pastikan sepatu benar-benar kering sebelum disimpan, karena kelembapan adalah penyebab utama bau apek dan pertumbuhan jamur.
Khusus untuk sepatu berbahan kulit atau sneakers premium, gunakan shoe tree untuk menjaga bentuknya tetap stabil dan tidak mudah mengkerut. Sedangkan sepatu olahraga, biarkan terpapar udara selama beberapa jam setelah digunakan, karena keringat yang terserap sering memicu aroma tidak sedap. Agar sepatu selalu terasa segar, tambahkan kebiasaan rutin menjemur insole setidaknya seminggu sekali, terutama jika sepatu sering dipakai untuk aktivitas berat. Dengan langkah sederhana ini, lemari sepatu akan tetap bersih dan bebas bau.

Teknik Menata Sepatu agar Rapi dan Mudah Ditemukan
Selanjutnya, agar lemari sepatu tetap rapi dan mudah diakses, mulailah dengan mengelompokkan sepatu berdasarkan frekuensi pemakaian. Pisahkan mana yang digunakan harian, mingguan, dan mana yang hanya dipakai untuk acara khusus. Dengan cara ini, sepatu yang sering dipakai bisa ditempatkan di posisi paling mudah dijangkau, sementara koleksi yang jarang digunakan dapat diletakkan di rak bagian atas atau bawah. Setelah itu, lanjutkan dengan mengurutkan sepatu berdasarkan kategori seperti sneakers, formal, heels, sandal, hingga sepatu anak. Pengelompokan yang jelas akan mempermudah pencarian dan membuat tampilan lemari lebih teratur.
Gunakan sistem penyimpanan horizontal atau vertikal sesuai bentuk dan jenis sepatu. Sepatu yang pipih seperti sandal cocok ditata secara vertikal, sedangkan sneakers dan sepatu formal lebih stabil dalam posisi horizontal. Untuk memaksimalkan ruang, manfaatkan berbagai organizer seperti rak bertingkat, kotak transparan, divider rak, atau rak gantung khusus sandal. Kotak transparan bisa diberi label agar setiap pasang sepatu mudah ditemukan tanpa harus membuka satu per satu.
Untuk sepatu high heels, simpan dengan posisi tumit menghadap ke belakang atau sedikit miring agar bentuk tumit dan bahan kainnya tidak cepat rusak. Sedangkan untuk sepatu boot, gunakan boot shaper atau gulungan kertas tebal agar batang boot tidak melengkung dan tetap berdiri tegak. Dengan teknik penataan yang tepat, lemari sepatu akan terlihat lebih rapi, fungsional, dan efisien.
Nah, setelah mengetahui panduan agar rak sepatumu selalu tertata dengan rapi, sekarang ketahui bagaimana mengatasi dan mencegah bau pada lemari sepatu.
Tips Mengatasi dan Mencegah Bau pada Lemari Sepatu
1. Kenali Penyebab Bau pada Lemari Sepatu
Bau pada lemari sepatu biasanya disebabkan oleh keringat yang menempel pada bagian dalam sepatu setelah digunakan. Keringat ini dapat menciptakan lingkungan lembap yang sangat disukai bakteri dan jamur. Selain itu, beberapa bahan sepatu yang sulit kering, seperti suede atau kain tebal yang lebih mudah memerangkap bau sehingga membuat lemari beraroma tidak sedap.
2. Gunakan Bahan Alami Penghilang Bau
Bahan alami seperti arang bambu efektif menyerap kelembapan berlebih dan mengikat partikel bau dengan cepat. Baking soda juga bisa ditempatkan dalam wadah kecil untuk menetralisir aroma tidak sedap di dalam lemari. Alternatif lainnya, daun teh kering dan silica gel mampu membantu menjaga kondisi lemari tetap kering dan segar tanpa perlu perawatan rumit.
3. Coba Produk Penghilang Bau yang Lebih Praktis
Kamu bisa menggunakan deodorizer sepatu untuk mengatasi bau langsung dari sumbernya, yaitu bagian dalam sepatu. Diffuser kecil dapat memberikan aroma lembut yang membuat lemari terasa lebih segar tanpa terlalu menyengat. Selain itu, pilih pengharum lemari non-alkohol agar aman untuk material sepatu dan tidak menimbulkan noda.
4. Biasakan Membuka Pintu Lemari Setiap Hari

Membuka pintu lemari selama 10–15 menit setiap hari membantu udara di dalamnya berganti dengan udara segar. Cara sederhana ini dapat mengurangi kelembapan secara alami tanpa alat tambahan. Kebiasaan ini sangat efektif terutama di ruangan yang lembap atau kurang ventilasi.
5. Jangan Menyimpan Sepatu Saat Basah atau Setelah Dipakai Lama
Sepatu yang basah atau penuh keringat adalah sumber bau paling besar jika langsung dimasukkan ke dalam lemari. Sebaiknya diamkan dulu di area terbuka hingga benar-benar kering sebelum disimpan. Dengan begitu, kamu bisa mencegah bakteri serta jamur berkembang dan membuat lemari berbau.
6. Rutin Membersihkan Alas Rak dari Kelembapan
Lap bagian alas rak minimal seminggu sekali menggunakan kain lembut dan cairan pembersih antibakteri. Langkah ini penting untuk mencegah kotoran atau sisa debu menumpuk yang dapat memicu jamur. Selain menjaga rak tetap bersih, kebiasaan ini juga membuat lemari tahan lama dan bebas bau.
Menjaga lemari sepatu tetap rapi dan bebas bau sebenarnya sangat bergantung pada kebiasaan sehari-hari. Mulai dari memilih lemari dengan ventilasi yang baik, menata sepatu sesuai kebutuhan, hingga rutin membersihkannya, semua langkah kecil ini akan membuat sepatu lebih awet dan area rumah terasa lebih bersih. Dengan memahami teknik penataan yang tepat dan menerapkannya secara konsisten, kamu bisa memiliki lemari sepatu yang teratur dan nyaman digunakan. Yuk, mulai rapikan lemari sepatumu dengan tips sederhana ini! Semoga bermanfaat!


















Leave a Reply