Tips Merawat Furniture Antik Agar Awet dan Tidak Cepat Rusak
Tips Merawat Furniture Antik Agar Awet dan Tidak Cepat Rusak

Tips Merawat Furniture Antik Agar Awet dan Tidak Cepat Rusak

Tahukah kamu? Keindahan furniture antik hanya bisa bertahan lama jika dirawat dengan benar. Salah perawatan justru membuatnya cepat rusak, retak, atau kehilangan nilai estetika. Oleh karena itu, merawat furniture antik membutuhkan perhatian khusus. Artikel ini akan membahas berbagai tips agar furniture antik tetap awet dan terjaga keindahannya. -MegaBaja.co.id

Furniture antik bukan sekedar perabot rumah tangga. Material ini adalah karya seni, warisan budaya, bahkan investasi bernilai tinggi. Banyak yang mengoleksi furniture antik karena memiliki cerita sejarah dan sentuhan unik yang tidak bisa ditemukan pada produk modern. Misalnya, kursi ukiran Jepara, meja kayu jati tua, atau lemari dengan detail kuningan klasik.

Setiap ukiran, warna yang mulai pudar, atau bentuk yang khas adalah jejak perjalanan waktu yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, merawat ya tidak boleh dilakukan sembarangan, karena kesalahan kecil bisa mengurangi keaslian maupun nilainya. Perawatan yang tepat akan membuat barang antik tetap awet, tampil menawan, sekaligus menjaga nilai historisnya.

Tips Merawat Furniture Antik agar Tetap Awet

Berikut ini ada beberapa tips merawat barang antik agar tetap awet dan sangat bermanfaat bagi kamu yang menyukai barang antik:

Kenali Material Furniture Antik

Langkah pertama dalam merawat furniture antik adalah mengenali bahan utama yang digunakan. Apakah terbuat dari kayu jati, mahoni, rotan, marmer, atau campuran logam kuningan? Setiap material punya cara perawatan berbeda, contohnya seperti ini:

  • Kayu jati dan mahoni biasa rentan terhadap rayap dan kelembaban, sehingga perlu perawatan ekstra.
  • Rotan biasanya mudah kering dan rapuh jika tidak mendapatkan kelembaban cukup.
  • Marmer tahan lama tapi mudah ternoda jika terkena cairan asam.
  • Logam atau besi Kuningan bisa berkarat jika terkena udara lembab.

Nah, dengan mengenali material, kamu bisa memilih metode perawatan yang tepat.

Jaga dari Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari memang baik untuk membasmi kuman, tapi bagi furniture antik, paparan langsung bisa merusak warna dan struktur. Kayu bisa memudar, retak, dan bahkan melengkung. Tips yang bisa kamu lakukan yaitu:

  • Letakkan furniture antik jauh dari jendela yang terkena sinar matahari langsung.
  • Jika tidak memungkinkan, gunakan tirai tipis atau kaca film penahan UV.
  • Sesekali jemur furniture rotan di bawah sinar matahari pagi, tapi jangan terlalu lama agar tidak kering dan rapuh.

Kontrol Kelembaban Ruangan

Kontrol Kelembaban Ruangan
Kontrol Kelembaban Ruangan

Musuh terbesar furniture kayu adalah kelembaban tinggi. Udara lembab bisa membuat kayu mengembang, berjamur, dan memicu rayap. Sebaliknya, udara terlalu kering bisa menyebabkan retakan. Cara menjaga kelembaban yaitu gunakan humidifier di ruangan dengan kelembaban tinggi. Selain itu, hindari meletakkan furniture kayu di dekat kamar mandi atau dapur. Jika udara terlalu kering, gunakan humidifier untuk menjaga kelembaban stabil. Kelembaban ideal untuk furniture kayu biasanya sekitar 40-60%.

Bersihkan Secara Rutin dengan Benar

Membersihkan furniture antik tidak bisa asal-asalan. Jika salah justru bisa merusak lapisan asli atau patina yang menjadi nilai estetika. Berikut panduan untuk membersihkannya, yaitu:

  • Gunakan kain lembut dan kering untuk mengelap debu. Hindari kain kasar yang bisa menggores permukaan.
  • Jangan gunakan pembersih berbahan keras (seperti cairan kimia serbaguna) karena bisa merusak finishing.
  • Untuk noda ringan, gunakan kain sedikit lembab dengan air bersih, lalu segera keringkan.
  • Pada furniture logam, gunakan cairan pembersih khusus logam, tapi jangan terlalu sering agar tidak merusak lapisan alami.

Gunakan Produk Perawatan Khusus Kayu

Agar kilau alami tetap terjaga, furniture kayu antik membutuhkan perawatan dengan produk khusus. Pilihan perawatan yang bisa kamu lakukan adalah:

  • Furniture polish berbahan alami seperti minyak zaitun atau minyak biji rami untuk menjaga kelembaban kayu.
  • Beeswax (lilin lebah) untuk melindungi permukaan kayu sekaligus memberikan kilau alami.
  • Pembersih kayu antik khusus biasanya bebas silikon dan aman untuk lapisan patina.
  • Lakukan perawatan dengan produk ini 2-3 kali setahun, jangan terlalu sering agar tidak meninggalkan residu berlebihan.

Lindungi dari Rayap dan Hama

Rayap adalah ancaman terbesar bagi furniture kayu, terutama yang usianya sudah puluhan tahun. Cara pencegahan yang bisa kamu lakukan yaitu:

  • Letakkan furniture di tempat kering dan tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
  • Gunakan obat anti rayap berbentuk semprot atau cairan yang aman untuk kayu antik. Kamu bisa membelinya di toko offline maupun online.
  • Cek secara rutin bagian bawah furniture dan sambungan kayu, karena rayap biasanya menyerang dari area tersembunyi.
  • Jika sudah ada tanda serangan rayap, segera hubungi jasa profesional agar tidak menyebar ke furniture lain.

Gunakan Alas Pelindung

Furniture antik mudah rusak jika sering terkena goresan atau cairan. Untuk mencegahnya, gunakan alas pelindung di permukaan. Kamu bisa melakukan langkah sederhana berikut untuk memperpanjang umur furniture hingga puluhan tahun:

  • Meja makan kayu jati harus ditutup taplak atau alas gelas agar tidak terkena noda air panas/dingin.
  • Lemari kayu antik harus menggunakan alas kain di dalamnya agar barang yang disimpan tidak menggores permukaan.
  • Meja marmer harus menggunakan alas silikon agar tidak terkena noda kopi atau minuman asam. Jika sudah terkena asam maka nodanya akan permanen.

Tangani Kerusakan Kecil Sejak Dini

Jika furniture antik retak, gores, atau longgar sebaiknya segera diperbaiki sebelum kerusakan makin parah. Ingat, perbaikan yang salah justru bisa mengurangi nilai antik suatu furniture. Hal yang harus kamu lakukan adalah:

  • Untuk goresan ringan, gunakan krayon kayu atau oil sick yang warnanya sesuai dengan kayu.
  • Sambungan kayu yang longgar bisa diperkuat deh lem kayu khusus, tapi lakukan dengan hati-hati agar tidak meninggalkan noda.
  • Jika kerusakan cukup besar, serahkan pada tukang kayu berpengalaman yang paham perawatan furniture antik.

Atur Penempatan dengan Tepat

Lokasi penempatan furniture juga mempengaruhi daya tahannya. Hindari menaruh barang ini di tempat yang rawan benturan atau lalu lintas tinggi. Hal yang harus kamu lakukan adalah jangan meletakkan kursi antik di lorong sempit yang sering dilewati orang. Selain itu, hindari menempatkan meja antik dekat jendela terbuka yang rawan terkena hujan. Pastikan lantai rata agar furniture tidak goyah atau miring.

Atur Penempatan dengan Tepat

Simpan dengan Benar Jika Tidak Digunakan

Jika kamu punya furniture antik yang tidak sedingin digunakan, simpan dengan cara yang benar. Bungkuslah dengan kain katun atau kain lembut, hindari plastik karena bisa menahan kelembaban. Simpan di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik dan jangan menumpuk barang berat di atasnya.

Furniture antik adalah harta berharga yang bisa diwariskan lintas generasi. Keindahannya ukuran, kualitas kayu tua, hingga kisah sejarah di baliknya membuat furniture antik punya nilai lebih dibanding perabot modern. Namun, agar tetap awet dan tidak cepat rusak, dibutuhkan perawatan khusus. Mulai dari menjaga kelembaban ruangan, membersihkan dengan benar, melindungi dari rayap, hingga memperbaiki kerusakan kecil sejak dini.

Dengan perawatan yang tepat, furniture antik bukan hanya bertahan puluhan tahun, tapi juga semua indah seiring berjalannya waktu. Ia akan menjadi saksi perjalanan keluarga, sekaligus aset berharga yang nilainya terus meningkat. Semoga bermanfaat!

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka