Apakah kamu berencana merenovasi dapur? Jika ya, ini saatnya untuk mulai mengamati semua tren interior dan mencari mana yang cocok untuk dapurmu. Ada beberapa tren yang menonjol dan patut dipertimbangkan, tetapi, ada juga lho, tren dapur yang sebaiknya dihindari. Bukan tanpa sebab, ada alasan dibalik keputusan ini. Yuk, cari tahu! –MegaBaja.co.id
Dapur adalah investasi mahal yang tidak mudah diubah setelah dibangun. Jadi, pastikan kamu memilih material, finishing, layout, dan lainnya dengan hati-hati. Memulai renovasi dapur bukanlah hal yang mudah. Proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran, dengan pertimbangan matang dari seluruh aspeknya.
Desain dapur telah berevolusi secara signifikan selama 10 tahun terakhir dengan penekanan pada minimalis dan fungsionalitas. Garis-garis bersih dan penggunaan material alami seperti kayu dan batu semakin populer, menggantikan kabinet berat dan material sintetis. Untuk menciptakan dapur modern yang mudah dirawat, tahan lama, menarik secara estetika, dan tak ketinggalan zaman, berikut ini beberapa tren dapur yang sebaiknya dihindari:
Tren Dapur yang Sebaiknya Dihindari dan Alasannya
1. Dapur Serba Putih

Tren dapur serba putih sangat populer di awal tahun 2000-an. Banyak orang setuju bahwa tren ini membuat dapur tampak bersih, elegan, dan tentunya modern. Namun seiring waktu, tren ini mulai terlihat kuno dan lambat laun akan sedikit kusam. Bahkan, dapur serba putih bisa terkesan dingin dan tidak ada ‘jiwa’ di dalamnya. Meskipun ini bukan tren dapur yang harus kamu hindari, jika kamu ingin dapur modern yang tahan lama, cobalah menggunakan pilihan warna dan tekstur lain.
Warna-warna hangat dan material alami seperti kayu atau batu bisa menambah kedalaman ruangan sekaligus menciptakan suasana dapur yang ramah. Sebagai alternatif, sentuhan warna yang ceria dapat membantu memodernisasi dapur serba putih sekaligus mencerminkan kepribadian. Jika kamu tetap ingin dapur putih, pastikan untuk menambahkan variasi warna dan aksen yang mudah digunakan seperti karya seni, piring, permukaan meja, atau peralatan masak.
2. Finishing Glossy
Meskipun pernah dianggap sebagai kabinet dapur modern yang modis, finishing glossy atau mengilap telah kehilangan daya tarik desainnya. Alih-alih gaya vintage yang keren, lemari ini terkesan seperti keluaran tahun 2005. Tak hanya karena tampilan mengilapnya yang terkesan kuno, finishing glossy juga terkenal mudah tergores, sehingga sulit dirawat. Meskipun cat glossy tahan lama , tidak sepadan dengan pembersihan sidik jari yang tak henti-hentinya.
Agar tetap modern dan mudah dirawat, carilah padanan yang cocok untuk masa kini. Direkomendasikan untuk memilih tekstur matte atau beralur untuk kabinet dan permukaan. Finishing ini bisa menambah kedalaman dan kecanggihan. Kabinet berbingkai kaca juga semakin populer karena memadukan tekstur dengan fungsionalitas. Kamu tidak akan pernah menyesal memilih kabinet dapur yang lebih mudah dirawat. Tidak hanya bisa mendapatkan tampilan yang lebih modern dan berselera tinggi, tetapi juga bisa menghemat waktu karena tidak perlu membersihkan secara menyeluruh setiap hari.
3. Rak Terbuka
Rak terbuka memang kerap dipilih untuk memamerkan piring dan peralatan masak, tetapi sebenarnya, tidak cukup praktis dan kurang fungsional. Jika kamu memilih rak terbuka, kamu harus selalu menjaganya tetap rapi dan bebas dari barang-barang yang berserakan agar estetika dapur tetap terjaga. Tentu saja, ini adalah hal yang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan di kebanyakan rumah tangga!
Meski barang-barang dan pajanganmu terekspos indah, kelemahan rak terbuka adalah mudahnya ia menjadi magnet debu atau menimbun minyak yang terciprat dari masakan. Kalau kamu menginginkan aspek dekoratif di dapur, pertimbangkan rak dapur atau kabinet berdinding kaca. Jika tidak, untuk dapur modern, kabinet tertutup terbukti menjadi solusi penyimpanan yang jauh lebih baik.

4. Lampu yang Redup
Pencahayaan buram atau berbayang menghasilkan sinar yang lebih lembut, di beberapa ruangan memberikan efek menenangkan, sementara di dapur terlihat sangat suram. Jenis ini adalah pilihan ideal untuk kamar tidur hingga ruang santai. Namun, sebaiknya hindari memasangnya di dapur. Area ini membutuhkan cahaya terang sebanyak mungkin, baik alami maupun tidak, agar tetap hidup.
Lampu buram juga terlihat kuno dan sebaiknya dihindari karena dapat membuat dapur terasa lebih sempit. Jika kamu ingin dapur modern, cobalah menggunakan lampu LED yang lebih cerah. Lampu terbuka dan kap kaca bening juga ideal untuk memaksimalkan jumlah cahaya, menciptakan estetika yang lebih baik sekaligus meningkatkan fungsinya di dalam dapur.
5. Meja Dapur Granit
Material granit masih diminati untuk meja dapur, tetapi warnanya mudah kusam, terutama warna gelap. Ini merupakan tren dapur yang sebaiknya dihindari! Granit berbintik dulunya sangat diminati, tetapi kini justru tampil mencolok dengan cara yang kurang menyenangkan. Material ini juga cenderung sulit dalam perawatan, sehingga banyak meja dapur masa kini menggunakan kuarsit dan marmer karena dipercaya memiliki ketahanan yang lebih baik.
Kuarsit menghadirkan sentuhan lebih mahal dan lebih elegan pada kabinet dan meja dapur. Material ini memiliki untaian warna yang lebih terang atau lebih gelap yang menembus batu padat, sementara granit memiliki tampilan berbintik-bintik yang kurang menarik. Warna-warna solid yang ditawarkan oleh kuarsit, marmer, batu imitasi, dan panel kayu lebih disukai. Pilihan-pilihan baru ini lebih ramping, minimalis, dan lebih mudah dirawat, tetapi tetap memiliki nuansa yang mewah.
6. Dapur dengan Banyak Detail/Ornamen
Detail dapur berornamen pernah populer dalam beberapa tahun terakhir dan sangat bagus untuk menambah karakter. Namun, seiring tren minimalis yang semakin meningkat, penggunaan gagang, perlengkapan, dan material yang berornamen pun semakin berkurang. Akibatnya, detail yang berlebihan tidak lagi menarik, sehingga sebaiknya dihindari.
Preferensi baru adalah gaya polos dan elegan, dengan detail minimal untuk menambahkan sentuhan personal. Desain ini bisa terlihat menawan tanpa hiasan tambahan. Kamu bisa memadukannya dengan aksen sementara yang mudah diubah seiring waktu. Jadi, untuk tampilan yang tahan lama, singkirkan perlengkapan yang sedang tren dan pilih sentuhan akhir yang lebih sederhana.
7. Backsplash Berpola

Dulu, backsplash berpola populer di dapur modern. Namun, desain ini kini terlihat kuno dan ramai, terutama dengan pola yang berani. Selain membatasi ruang untuk dekorasi lain, backsplash tidak mudah diubah setelah dipasang. Kamu mungkin akan terjebak dalam tampilan yang membosankan untuk waktu yang lama. Sebaliknya, jika kamu mendambakan dapur modern, hindari backsplash terlalu ramai dan cobalah menggunakan varian dengan warna solid.
8. Dapur Terbuka Penuh
Meskipun tren ruang terbuka tidak akan hilang, ‘zonasi dapur’ merupakan pilihan yang lebih baik daripada tata letak terbuka bebas. Ini karena dapur dengan zonasi memungkinkan ruang yang jauh lebih tertata dan mudah digunakan. Misalnya, kamu dapat memiliki zona dapur terpisah untuk menyiapkan makanan, memasak, mencuci piring, makan, dan menjamu tamu.
Dibandingkan dengan ruang terbuka sepenuhnya, memiliki area terpisah untuk berbagai keperluan bisa sangat membantu. Konsep ‘break plan’ merupakan turunan lebih lanjut dari pendekatan ini, dengan menggunakan pembatas fisik seperti lemari, meja, rak buku, partisi. Kamu juga bisa menggunakan lantai yang telah dirancang dan diposisikan dengan cermat untuk lebih menekankan area terpisah dalam ruang terbuka yang sama.
Meskipun tren dapur di atas tidak wajib dihindari, tapi sebaiknya kamu memilih opsi lain. Selalu ada pilihan yang lebih tahan lama dan modern untuk dapur masa kini. Dengan mempertimbangkan kenyamanan penggunaan dan estetika, kamu bisa merancang dapur yang lebih dari sekadar tren.


















Leave a Reply