Awas! Ini Tanda Drywall Kamu Terpasang dengan Buruk
Awas! Ini Tanda Drywall Kamu Terpasang dengan Buruk

Awas! Ini Tanda Drywall Kamu Terpasang dengan Buruk

Dinding gipsum mungkin bukan fitur yang paling mencolok di rumah kamu. Tapi bisa saja merupakan salah satu yang paling terlihat sekaligus paling sering diabaikan. Hasil akhir yang bersih dan mulus pastinya menjadi impian semua orang. Namun, bagaimana jika hasilnya malah buruk? -MegaBaja.co.id

Pekerjaan drywall yang buruk bisa menyebabkan beberapa masalah. Tampilan yang kurang menarik, hingga masalah lebih besar lain yang bisa mempengaruhi nilai dan kelayakan hunian kamu. Hasil akhir bergelombang serta sudut yang bengkok membuat ruangan yang baru direnovasi sekalipun terlihat buruk. Jika pekerjaan ini tidak dilakukan dengan benar, maka ketidaksempurnaannya akan bertahan hingga tahun-tahun berikutnya. Dengan kata lain, efeknya ada dalam jangka waktu panjang.

Untuk itu, kamu harus tahu apa saja tanda-tanda pekerjaan drywall yang buruk itu? Simak jawaban lengkap beserta penyebabnya di bawah ini!

Tanda Umum Pekerjaan Drywall yang Buruk

Meski kamu bukan seorang kontraktor, kamu tetap bisa mengenali hasil pemasangan drywall yang dikerjakan dengan kurang baik, lho. Tanda-tandanya ini cukup mudah terlihat jika kamu tahu apa yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa ciri umum yang menandakan bahwa pekerjaan drywall tersebut kemungkinan dilakukan dengan buruk:

Sambungan yang Terlihat

Sambungan yang Terlihat

Jika drywall dipasang dengan benar, tiap lembarannya akan tampak menyatu rapi, dan kamu seharusnya tidak bisa melihat batas di mana lembaran mulai berakhir. Apabila sambungan antar lembar terlihat jelas, itu tanda bahwa ada pemasangan yang kurang rapi. Biasanya, hal ini terjadi karena jarak antar lembar drywall terlalu lebar, lebih dari ⅛ inci. Atau, ada udara yang terjebak di bawah selotip penutup sambungan. Pemasang drywall yang berpengalaman akan memastikan hasil akhirnya halus tanpa celah atau garis sambungan yang terlihat.

Permukaan Kasar

Hasil dari pemasangan drywall yang buruk adalah dinding yang tidak rata dan kurang enak dipandang. Jika kamu melihat banyak tonjolan atau bagian yang tidak rata, kemungkinan besar itu karena proses finishing tidak dikerjakan dengan benar. Sedikit permukaan kasar di bagian bawah mungkin masih bisa dimaklumi, tapi kamu tetap harus memperhatikan area sudut dan tepi karena bagian tersebut paling mudah terlihat tidak rata. Banyak orang yang mengira kalau masalah ini bisa disembunyikan dengan cat. Padahal memperbaiki drywall yang dikerjakan buruk sebenarnya jauh lebih rumit dari sekadar mengecat ulang, lho.

Lubang Paku dan Sekrup yang Terlihat

Tanda hasil kerja drywall kurang baik lainnya adalah paku atau sekrup yang masih terlihat di permukaan drywall, itu. Bahkan, untuk level finishing yang paling sederhana sekalipun. Pada drywall yang sudah lama, perhatikan juga “nail pops,” yaitu paku yang menonjol keluar dari permukaan. Jika hanya satu dua, masih bisa diperbaiki dengan mudah. Tapi jika muncul di banyak titik di seluruh dinding, itu bisa menjadi tanda kalau drywall rusak atau pemasangannya dari awal memang tidak benar.

Sudut yang Tidak Rata

Di level penyelesaian mana pun, sudut drywall seharusnya terlihat rapi, halus, dan lurus. Tidak boleh ada garis miring, celah, gelembung, atau lipatan. Biasanya, selotip yang dipasang asal bisa menimbulkan lipatan atau cekungan. Jadi, kalau ada sudut yang bengkok, hasil akhirnya juga akan tampak bergelombang dan tidak rapi.

Panel Miring

Drywall bisa terlihat miring ketika orang yang memasangnya mencoba mengerjakan sendirian. Sebab, menahan lembaran drywall yang berat sambil memasangkan sekrup tidaklah mudah. Terkadang, masalah ini juga terjadi karena dinding aslinya memang tidak rata. Pemasang yang berpengalaman biasanya masih bisa membuat drywall terlihat lurus meski dindingnya miring, tapi itu tidak selalu bisa dilakukan. Sehingga apabila drywall tampak sedikit miring di dinding yang memang tidak rata, belum tentu hal itu karena pemasangannya kurang baik.

Plafon Melorot

Bila tidak ada masalah seperti kebocoran air di lantai atas, plafon drywall yang melorot umumnya disebabkan oleh kesalahan pemasangan. Tukang profesional bisa saja memakai lembaran drywall yang terlalu tipis, misalnya ½ inci, padahal seharusnya menggunakan yang ⅝ inci supaya lebih kuat menahan gravitasi. Selain itu, penggunaan paku alih-alih sekrup juga akan membuat drywall plafon menjadi turun atau kendur seiring berjalannya waktu.

Retakan dan Pecahan

Dinding atau plafon retak memang hal yang wajar pada bangunan lama. Tapi kalau muncul di bangunan baru, itu bisa jadi tanda drywall kurang terpasang dengan benar. Retakan umumnya muncul di area atau di sambungan antar lembar drywall. Tergantung seberapa teliti tukang mengerjakannya. Retakan ini bisa muncul dengan cepat setelah pekerjaan selesai atau baru terlihat setelah beberapa tahun.

Apa yang Menyebabkan Buruknya Pemasangan Drywall?

Tidak ada satu alasan tunggal kenapa hasil pemasangan drywall bisa gagal. Masalah yang muncul karena gabungan dari perencanaan yang kurang matang, cara kerja yang asal-asalan, atau penggunaan bahan berkualitas rendah. Dengan memahami penyebab umum dari pekerjaan drywall yang gagal, kamu bisa lebih waspada dan menghindari kesalahan serupa saat melakukan renovasi rumah. Ini dia beberapa penyebab yang paling sering terjadi:

Jadwal yang Terlalu Terburu-buru

Proses finishing drywall sebenarnya butuh waktu. Terutama saat menunggu tiap lapisan komponen sambungannya mengering. Tapi ada kalanya kontraktor ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan dan lanjut ke proyek lain. Mereka bisa saja mengambil jalan pintas. Nah akibatnya, hasil akhir bisa muncul gelembung, retakan, atau permukaan yang tidak rata.

Pemakaian Material yang Salah

Menggunakan drywall yang kualitasnya rendah, komponen sambungan sama rendahnya, atau jenis sekrup yang tidak sesuai bisa menimbulkan masalah. Yang terpenting bukan hanya soal tampak rapinya saat baru dipasang. Tapi juga seberapa kuat dan awet drywall tersebut.

Mengabaikan Waktu Pengeringan dan Cara Kerja yang Benar

Setiap lapisan kompon butuh waktu untuk benar-benar kering sebelum dilapisi lagi. Lantas, bagaimana kalau langkah ini terlewat? Atau misalnya tidak diamplas dengan baik, dan malah diberi terlalu banyak kompon sekaligus? Maka hasilnya adalah permukaan kasar, bergelombang, atau retak setelah kering.

Pekerja yang Kurang Berpengalaman

Pekerja yang Kurang Berpengalaman

Finishing drywall itu butuh keahlian khusus. Ini karena prosesnya adalah gabungan antara teknik dan seni. Jadi apabila orang yang mengerjakannya belum terbiasa, terutama dalam hal merekatkan, meratakan, atau mengamplas, hasilnya pasti tampak tidak rapi.

Kondisi Tempat Kerja yang Tidak Mendukung

Faktor seperti kelembapan tinggi, perubahan suhu, atau terlalu banyak debu bisa mengganggu proses pengeringan dan daya rekat drywall. Lapisan akhir bisa jadi tidak menempel dengan baik dan mudah rusak kalau kontraktor tidak memperhatikan kondisi ini.

Apakah Pekerjaan Drywall yang Buruk Bisa Diperbaiki?

Hasil drywall yang kurang baik bukan berarti semuanya harus dibongkar dan dibuat ulang dari awal lagi. Dalam beberapa kasus, kerusakannya hanya sebatas tampilan dan bisa diperbaiki dengan bantuan tukang yang berpengalaman. Cara memperbaikinya tergantung dari seberapa parah kerusakan yang terjadi.

Untuk kerusakan minor berupa sambungan yang masih kelihatan, tonjolan kecil, atau sedikit penyok, bisa diperbaiki dengan mudah oleh tukang berpengalaman. Caranya cukup dengan mengamplas bagian tersebut dan menambahkan sedikit kompon sambungan agar permukaannya kembali rata dan siap dicat ulang. Tapi kalau kerusakannya parah seperti retak di banyak bagian, maka kemungkinan harus diganti. Dalam kondisi tertentu, satu-satunya cara untuk mendapatkan hasil yang benar-benar rapi adalah dengan membongkar dan memasang ulang drywall dari awal.

Di sisi lain, biaya juga menjadi pertimbangan. Untuk perbaikan ringan di area tertentu biayanya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung ukuran ruangan dan tingkat kerusakannya. Tapi kalau perbaikannya besar-besaran, biayanya bisa jauh lebih mahal. Karena itu, penting sekali untuk meminta estimasi biaya yang jelas sebelum mulai perbaikan.

Nah, itu dia penjelasan mengenai tanda pekerjaan drywall yang buruk lengkap dengan penyebabnya. Namun tenang, seberapa besar pun masalahnya, drywall masih tetap bisa diperbaiki. Asalkan, kamu bisa mengidentifikasi seberapa parah masalahnya. Serta bisa memastikan perbaikan dilakukan dengan benar.

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka