Pagar kayu adalah pagar yang menggunakan kayu sebagai bahan utama. Pagar ini umumnya berfungsi sebagai pembatas area sekaligus elemen dekoratif di sekitar rumah maupun taman. Selain itu, pagar ini juga sering dipasang sebagai pemisah antara rumah dengan rumah tetangga. Atau, sebagai batas antara lahan parkir dan area hijau. -MegaBaja.co.id
Kehadiran pagar kayu bisa menjadi pelengkap yang ideal bagi halaman karena pagar ini tidak hanya menambah nilai estetika, tapi juga memberikan rasa aman dan privasi. Bagian-bagian pagar seperti papan, tiang, hingga penutupnya bisa kamu diberi lapisan pelindung transparan untuk menonjolkan serat alami kayu. Bisa pula kamu cat dan diberi pewarna sesuai dengan selera.
Jenis pagar kayu pun beragam dan biasanya dibedakan berdasarkan posisi rel dan desainnya. Misalnya saja pagar kayu sederhana yang kerap dipilih untuk halaman depan. Nah, sebelum memutuskan material dan memulai pemasangan, sebaiknya kamu ketahui dulu berbagai tipe pagar kayu yang bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan halaman rumah.
Bagian-Bagian dari Pagar Kayu
Agar kamu lebih mengerti mengenai pagar kayu, kenalan dulu yuk dengan bagian-bagian seperti tutup, tiang, rel, dan papan.
- Tutup Pagar (Caps): Merupakan bagian dekoratif yang dipasang di bagian atas tiang. Selain untuk mempercantik, fungsi lainnya adalah untuk melindungi ujung serat kayu agar tidak cepat mengalami keretakan atau kerusakan karena hujan atau cuaca ekstrem lainnya.
- Tiang-Tiang (Posts): Berperan sebagai penopang utama yang menahan seluruh beban pagar. Tiang ini biasanya ditanam cukup dalam ke tanah dan diperkuat dengan beton atau bahan lain yang sejenis. Jika papan bisa dipasang vertikal atau horizontal, tiang selalu dipasang tegak lurus alias vertikal.
- Rel (Rails): Bagian pagar yang menjadi penopang dan dipasang secara horizontal. Biasanya ada di atas, tengah, dan bawah, menempel di antara dua tiang. Rel ini diikat ke tiang menggunakan braket besi, semacam rangka dasar untuk memasang papan.
- Papan (Boards): Dipasang di antara tiang dengan posisi yang bisa vertikal atau horizontal, tergantung model pagar. Bedanya setiap jenis pagar kayu biasanya ada di ukuran, jarak, dan cara menyusun papannya. Contoh, pagar dengan model berdampingan memiliki papan vertikal yang rapat tanpa celah. Sedangkan pagar dengan rel terpisah hanya memakai beberapa rel horizontal tebal, sehingga ada jarak yang lebar di antaranya.
Kayu Apa yang Terbaik untuk Pagar?

Jika akan membeli bahan untuk membuat pagar, jangan lupakan jenis kayu yang hendak dipakai. Beberapa pilihan umum antara lain kayu merah, cedar, pinus yang sudah diberi tekanan khusus, serta ek putih. Berikut penjelasannya:
- Kayu Merah: Terkenal karena awet dan tahan lembap, biasanya bisa tahan hingga 20 tahunan sebelum harus diganti. Warnanya kemerahan yang menarik dan serat alami yang yang cantik jika diberi pewarna atau dilapisi sealant transparan.
- Cedar: Harga kayu cedar memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kayu lainnya. Tapi kelebihannya juga banyak, seperti tahan terhadap cuaca, tidak mudah dimakan serangga. Dan jika dilapisi cat, pewarna, atau sealant, maka kayu cedar bisa awet lebih dari 20 tahun.
- Ek Putih: Menjadi salah satu pilihan favorit karena penampilan dan daya tahannya. Kayu ini bisa bertahan 15-20 tahun dan tahan terhadap pembusukan maupun sinar UV. Namun, tetap disarankan untuk mengecat, mewarnai, dan melindunginya dari keretakan, pelapukan, serta hama berbahaya.
- Pinus yang Diolah dengan Tekanan: Apabila mau opsi yang lebih ramah di kantong, ada pinus yang sudah diproses dengan tekanan. Dengan perawatan yang benar, kayu ini bisa awet hampir 20 tahun, lho. Tampilannya memang tidak semenarik redwood, cedar, atau oak putih. Tapi hasilnya akan tetap terlihat menarik jika diberi cat atau pewarna yang pas tepat.
Jenis-Jenis Pagar Kayu yang Bisa Kamu Pertimbangkan
Setelah mengetahui gambaran umum mengenai pagar kayu, sekarang mari mari kita lihat lebih dekat jenis-jenisnya. Setiap jenis memiliki karakteristik yang unik dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan rumah kamu. Nah, berikut beberapa jenis pagar kayu yang mungkin bisa kamu pertimbangkan:
Pagar Kayu Country Yard dengan Cap
Tampilan yang tradisional sekaligus alami, cocok sekali untuk rumah atau taman bergaya country. Estetikanya makin terasa karena ada cap di bagian atas pagar yang memberikan daya tarik tambahan dan terkesan lebih kokoh. Selain itu, pagar kayu country yard with cap juga berfungsi untuk memberikan privasi dan keamanan. Pagar ini akan membuat rumah terlihat lebih aman dan terlindungi dari pandangan orang luar.
Pagar Papan Horizontal
Mungkin tidak sepopuler pagar dengan papan vertikal. Namun, jenis papan horizontal ini mampu menghasilkan tampilan unik dan menonjol. Tergantung kebutuhan, pagar ini bisa dibuat menjadi pagar privasi maupun non privasi. Caranya tentu saja sederhana, kamu cukup menambah atau mengurangi jarak antar papan horizontal sesuai keinginan.
Kesan modern adalah apa yang akan kamu dapatkan dari pagar ini. Tapi perlu diingat kalau model ini biasanya butuh kayu dengan kualitas tinggi supaya nanti papannya tidak mudah melorot. Oleh karena itu, memasang pagar jenis ini biasanya cenderung lebih mahal dibanding jenis pagar lain. Setelah memasang, ada baiknya periksa pagar setiap tiga hingga enam bulan sekali, dan lakukan perbaikan sesegera mungkin. Pewarnaan atau pengecatan pagar juga dibutuhkan untuk melindunginya dari kelembapan dan radiasi UV.
Pagar Kisi

Pagar kisi menampilkan pola silang yang unik, berbeda dari pagar dengan papan horizontal atau vertikal pada umumnya. Desainnya bisa berupa panel kisi penuh atau hanya sebagai aksen di bagian atas pagar. Meskipun menarik, material papan pagar kisi lebih tipis dan tidak setahan lama dibandingkan jenis pagar lain.
Selain itu, pagar jenis ini tidak memberikan tingkat privasi apapun di halaman. Jadi, lebih tepat digunakan sebagai elemen dekoratif atau sekadar perlindungan ringan untuk area seperti kebun bunga maupun sayuran. Walau tidak terlalu efektif dalam menghalangi orang masuk ke halaman, pagar kisi cukup berguna untuk menghalau hewan liar agar tidak berkeliaran di sekitar rumah.
Pagar Piket
Tergantung pada tinggi yang dipilih, pagar piket dari kayu bisa menjadi opsi yang cukup ekonomis. Umumnya, pagar ini memiliki tiang dan papan dengan ketinggian sekitar 90-120 cm, dan disusun vertikal dengan ujung rata atau runcing. Bila tujuan utama hanya untuk menandai batas properti tanpa menutup pandangan sepenuhnya dari tetangga, pagar kayu jenis ini bisa jadi pilihan yang ideal.
Berfungsi sebagai pembatas sederhana, pagar piket juga membantu menjaga hewan peliharaan tetap berada di halaman sekaligus mencegah satwa liar terlalu dekat dengan rumah. Sayang sekali, pagar ini tidak memberikan privasi penuh, lebih cocok bagi pemilik rumah yang ingin menambah estetika bagian depan. Karena pemasangannya relatif mudah, banyak orang yang senang DIY membuat pagar piket sendiri tanpa perlu biaya tukang tambahan.
Pagar Louver
Tidak sepopuler jenis pagar lainnya memang, namun cukup efektif untuk memberikan privasi tanpa mengorbankan masuknya cahaya matahari dan sirkulasi udara. Papan kayu pada pagar ini bisa diposisikan secara horizontal maupun vertikal. Dengan posisi sedikit miring, menyisakan celah kecil di antaranya.
Karena pemasangannya membutuhkan teknik khusus, maka memasang pagar louver biasanya sulit dilakukan sendiri. Oleh karena itu, pemilik rumah disarankan untuk menggunakan jasa profesional yang berpengalaman dalam pembuatan pagar dan dek. Saat bekerja sama dengan tim pemasang, penting juga untuk mendiskusikan perawatan dan pemeliharaan sesuai dengan jenis kayu serta lapisan pelindung (sealant) yang digunakan.
Setiap jenis pagar, mulai dari kisi, piket, hingga louver punya kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Sebagian menonjolkan dekoratif, dan lainnya fokus pada keamanan maupun privasi. Agar hasilnya sesuai harapan, pertimbangkan kebutuhan utama, gaya rumah, dan anggaran yang tersedia, ya. Dengan begitu, pagar bukan hanya sekadar pembatas, melainkan elemen penting yang mempercantik tampilan sekaligus melindungi hunian kamu.

















Leave a Reply