Keberadaan lampu bohlam di rumah itu sangat penting, kan? Nah, watt pada bohlam juga menentukan seberapa terang ruangan. Tapi, jika lampunya mati, kita pasti bingung sendiri. -MegaBaja.co.id
Sudah terbayang bukan bagaimana gelapnya ruangan jika lampu yang mati tidak cepat ditangani? Meskipun sekarang banyak yang memakai lampu LED, bukan berarti lampu tersebut bisa dipakai secara terus menerus tanpa perawatan.
Ada beberapa hal yang bisa membuat lampu cepat mati, seperti korsleting listrik salah satunya. Untuk itu, agar lebih tahan lama dan tidak mudah putus, ada beberapa tips merawat bohlam lampu yang bisa kita terapkan di rumah.
Tips Merawat Lampu Bohlam Agar Tahan Lama
Berikut tips merawat lampu bohlam supaya tahan lama dan tidak mudah putus.
Coba Bersihkan Secara Berkala
Semakin lama lampu dipasang, semakin banyak pula debu dan kotoran yang menempel. Kelihatannya memang sepele, tapi kotoran bisa mengganggu pancaran cahaya lampu. Bahkan, tingkat cahaya yang dipancarkan bisa berkurang hingga 20%.
Sehingga, lampu tidak akan menerangi ruangan dengan maksimal. Dan jika sudah seperti itu, kamu mungkin tergoda untuk memberi lampu baru, padahal lampu tersebut masih baik-baik saja.
Maka dari itu, bersihkanlah lampu bohlam secara rutin. Agar hal seperti itu tidak terjadi. Cara membersihkannya pun mudah. Tapi ingat, utamakan keselamatan saat membersihkannya. Lebih baik matikan dulu aliran listrik lewat saklar atau MCB, jadi kamu akan terhindar dari risiko tersetrum listrik.
Gunakan Watt yang Sesuai
Memilih watt yang tepat sangat penting untuk menjaga umur lampu bohlam. Kalau kamu memakai bohlam dengan watt yang terlalu tinggi dari kapasitas lampunya, maka hal itu akan membuat lampu cepat panas dan berakhir cepat rusak.
Selain itu, pemakaian energi juga akan lebih boros dan memperbesar risiko pada komponen listrik. Jadi, pastikan untuk selalu mengecek spesifikasi watt yang disarankan sebelum membeli bohlam, ya!
Pasang Bohlam dengan Tepat
Memasang bohlam terlalu kencang bisa membuat ulirnya cepat rusak atau malah pecah ketika dilepaskan. Sebaliknya, kalau kamu memasangnya kurang kencang, maka sambungan listriknya menjadi tidak stabil. Hal itulah yang menyebabkan umur pakai bohlam pendek.
Oleh karena itu, pastikan memasang bohlam memakai tangan, jangan terlalu kencang tapi cukup rapat agar mendapat kontak yang baik dengan seketika. Jangan lupa, hindari juga memegang bagian kaca bohlam, karena bisa mengurangi efisiensi panasnya.
Baca Panduan Sebelum Pemasangan
Salah satu kesalahan yang sering membuat perangkat cepat rusak adalah rasa sok tahu. Karena sudah sering memasang perangkat yang sama, jadi merasa tidak perlu mencari info lebih lanjut.
Hal itu sebenarnya tidak masalah jika kamu sudah cukup berpengalaman. Tapi tidak ada salahnya untuk sekadar mengingat. Apalagi kalau produk yang kamu dibeli itu modelnya baru dan beda dari sebelumnya. Dengan memperhatikan hal-hal simpel ini, kamu pasti bisa menghindari masalah yang mungkin muncul di kemudian hari.
Periksa Fitting Lampu
Fitting atau dudukan lampu adalah bagian yang menyambungkan bohlam ke arus listrik. Kalau fitting tersebut longgar atau sudah aus, ini akan berakibat pada sambungan listrik yang tidak stabil. Maka dari itu, periksa fitting secara rutin untuk memastikan tidak ada kerusakan atau keausan. Jika fitting sudah longgar, lebih baik langsung ganti yang baru supaya tidak ada masalah kedepannya.
Jangan Asal Membongkar Lampu
Cara Merawat bohlam berikutnya adalah jangan asal membongkar perangkat tanpa informasi yang jelas. Takutnya, kamu tidak memiliki pengetahuan lebih akan itu yang pada akhirnya malah membuat masalah.
Rutin Mengecek Instalasi Listrik
Selain menjaga kebersihan bohlam dan fitting, ada beberapa tips lain yang bisa kamu lakukan. Salah satunya adalah dengan rutin mengecek instalasi listrik di rumah. Pastikan semuanya aman, terutama jalur kabel untuk lampu.
Karena, apabila instalasi kabel mengalami masalah, bisa-bisa nantinya terjadi korsleting listrik. Dan akibatnya, lampu atau alat elektronik lain di rumah bisa saja terkena dampaknya. Untuk itu, coba buat jadwal rutin untuk memeriksa instalasi listrik di rumah. Namun, jika kurang paham, lebih baik minta bantuan tenaga ahli untuk memeriksa kondisi kabel.
Hindari Sering Mematikan dan Menyalakan Lampu
Salah satu alasan bohlam cepat rusak adalah kebiasaan sering menyalakan dan mematikannya. Setiap kali lampu dinyalakan, arus listrik akan membuat filamen di dalamnya menjadi panas.
Bila kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu singkat, filamennya kemungkinan akan cepat aus dan putus. Jadi, nyalakan lampu hanya saat dibutuhkan dan hindari kebiasaan sering mematikan dan menyalakannya dalam waktu singkat.
Pakai Stabilizer Listrik
Lonjakan listrik yang tiba-tiba ternyata adalah salah satu penyebab bohlam cepat rusak. Adapun, cara untuk mengatasinya adalah dengan memakai stabilizer listrik yang fungsinya untuk menjaga arus tetap stabil. Alat ini akan melindungi bohlam dari kerusakan akibat lonjakan, terutama saat ada pemadaman mendadak atau gangguan pada jaringan listrik rumah.
Matikan Lampu Saat Tidak Digunakan
Cara efektif untuk menghemat energi dan membuat bohlam lebih awet adalah dengan mematikan lampu saat tidak digunakan. Kalau lampu dibiarkan nyala terus, bohlamnya pasti cepat panas dan aus.
Jadi, biasakan untuk mematikan lampu saat kamu keluar ruangan atau saat sedang tidak butuh. Langkah simpel ini tidak hanya mengurangi tagihan listrik, tapi juga membantu bohlam tetap bekerja optimal lebih lama.
Panduan Membersihkan Lampu
Ingin membersihkan lampu? Yuk, ikuti langkah-langkah berikut ini!
1. Matikan Daya Listrik
Pastikan kamu sudah mematikan daya listrik pada saklar yang menghubungkan lampu tersebut sebelum mulai membersihkan bohlam lampu. Ini adalah langkah penting, mengapa? Karena langkah ini membantu kamu menghindari risiko tersengat listrik selama proses pembersihan bohlam.
2. Biarkan Lampu Dingin Terlebih Dahulu
Apabila bohlam baru saja digunakan, kamu jangan langsung membersihkannya. Biarkan dulu beberapa menit supaya bohlam mendingin. Membersihkan bohlam saat keadaannya masih panas sangat berbahaya dan bisa merusak bohlam itu sendiri.
3. Lepaskan Lampu dengan Hati-Hati
Lepaskan lampu dari fitting lampu dengan cara memutarnya berlawanan arah jarum jam. Lakukan secara hati-hati. Pastikan kamu tidak memegang bohlam terlalu keras, ya. Supaya bohlam tidak pecah.
4. Bersihkan Debu dan Kotoran
Untuk membersihkan bohlam, gunakanlah kain lembut yang sedikit lembab. Mulai dari bagian atas dan usap perlahan ke bawah. Jangan gunakan air yang berlebihan atau bahan kimia yang keras. Sebab, hal itu dapat merusak lapisan pada bohlam.
5. Keringkan Lampu
Setelah membersihkan, lap lampu menggunakan kain kering dan lembut sampai benar-benar kering. Pastikan tidak ada sisa kelembapan yang tertinggal sebelum bohlam dipasangkan kembali.
6. Pasang Kembali Lampu
Setelah benar-benar kering, pasang kembali bohlam pada fitting dengan memutarnya searah dengan jarum jam. Pasangkan hingga kencang. Namun, jangan terlalu memaksa saat memasangnya, cukup pastikan bahwa bohlam terpasang dengan baik dan tidak goyah.
7. Nyalakan Kembali Daya Listrik
Jika sudah terpasang, nyalakan kembali daya listrik pada saklar dan periksa apakah bohlam menyala dengan baik.
Nah, itulah tips merawat bohlam lampu. Dengan merawat bohlam lampu secara benar dan memilih bohlam lampu yang pas, kamu bisa memperpanjang umur bohlam di rumah sekaligus menghemat biaya dalam jangka panjang. Jangan lupa untuk selalu mengecek kondisi bohlam secara rutin supaya pencahayaannya tetap maksimal.
Leave a Reply