Panduan Membangun Zen Garden di Rumah, Tidak Sulit!
Panduan Membangun Zen Garden di Rumah, Tidak Sulit!

Panduan Membangun Zen Garden di Rumah, Tidak Sulit!

Taman bagi banyak orang adalah tempat untuk beristirahat dan menenangkan diri. Zen Garden atau taman Zen khususnya dikenal memiliki suasana yang sangat damai dan menentramkan. Makanya jangan heran kalau taman bergaya Jepang sering dianggap sebagai simbol harmoni dan keindahan sempurna. Menjadikannya lokasi ideal untuk berlatih mindfulness dan meditasi. -MegaBaja.co.id

Bukan hanya di negara asalnya sendiri, taman Zen juga semakin digemari di berbagai negara. Kalau kamu sedang mencari ketenangan batin dan tempat yang bisa membantumu lebih relaks, desain taman seperti ini bisa menjadi pilihan tepat. Kabar baiknya, membuat taman Zen tidaklah rumit, jadi kamu bisa segera memiliki taman estetik yang menenangkan untuk dinikmati setiap hari.

Yuk, cari tahu bagaimana cara membangun Zen Garden di rumah dengan mengikuti artikel ini sampai habis!

Cara Membangun Zen Garden di Rumah

Berikut cara-cara yang bisa kamu ikuti jika ingin membuat Zen Garden sendiri di Rumah:

Perencanaan

Sebelum mulai membuat taman Zen, langkah pertama adalah membuat perencanaan yang matang dalam bentuk sketsa. Ini sangat penting, caranya dengan menentukan terlebih dulu apakah kamu ingin seluruh taman bergaya Zen atau hanya sebagian area saja yang diubah. Pilihan yang terakhir cukup populer karena kamu bisa menciptakan sudut kecil bergaya Zen yang dipisahkan dari area lain menggunakan pagar tanaman atau pembatas alami.

Kemudian pilih lokasi yang tenang, jauh dari suara bising tetangga atau lalu lintas yang padat. Gunakan area yang datar dan ukur luasnya terlebih dulu. Banyak taman Zen dibuat agar bisa dinikmati langsung dari dalam rumah. Sehingga, kamu tetap bisa merasakan ketenangan melalui pemandangannya meski tidak sempat bermeditasi di taman.

Selain lokasi di atas, kamu bisa memilih yang mudah terlihat dari teras atau jendela. Sebab, taman Zen bertujuan menghadirkan suasana tenang dan damai saat dipandang. Jika seperti ini, kamu harus membuat rancangan letak kerikil, batu, dan tanaman. Agar nantinya jumlah material seperti pasir dan kerikil yang dibutuhkan mudah diperkirakan. Usahakan setiap elemen tersusun secara alami, dengan transisi antar area yang lembut sehingga batas antar bagian tidak tampak jelas.

Desain Zen Garden

Desain Zen Garden

Setelah sketsa taman Zen selesai, saatnya kamu mulai bekerja. Langkah pertama adalah membersihkan seluruh rumput di area yang akan dibuat taman, termasuk mencabut akarnya. Jika inging hasilnya maksimal, angkat sekitar 20 cm lapisan tanah bagian atas. Lalu, pasang kain penutup taman atau plastik kedap air di atas area yang sudah digali agar rumput dan gulma tidak tumbuh menembus lapisan kerikil nantinya. Kain ini tidak perlu dipaku karena nanti akan tertahan oleh berat kerikil di atasnya.

Lalu, bagaimana kalau ingin menanam tanaman seperti bonsai kecil atau lumut? Cukup potong sedikit bagian kain secara menyilang, lalu tanam langsung di tanah di bawahnya. Tapi kalau tidak ingin merusak kain penutup, tanaman bisa ditaruh dalam pot besar.

Apabila semuanya telah siap, tuangkan kerikil ke seluruh area taman. Ketebalan lapisan kerikil bisa disesuaikan dengan selera, asalkan tetap mudah dirapikan nanti tanpa harus merusak kain di bawahnya. Langkah terakhir, susun batu dan elemen dekorasi lain, lalu buat pola-pola khas di atas kerikil untuk memberi sentuhan khas taman Zen yang menenangkan. Bagaimana cara mendesain taman Zen?

  1. Buat denah dan tentukan area taman serta posisi setiap bagian pada sketsa.
  2. Bersihkan rumput sampai kedalaman sekitar 20 cm dari permukaan tanah.
  3. Lapisi bagian yang sudah digali dengan plastik atau kain yang kedap air.
  4. Potong plastik secara menyimpang untuk menanam tanaman, lalu tanam langsung di tanah di bawahnya.
  5. Isi area tersebut dengan kerikil sesuai kebutuhan.
  6. Tambahkan batu dan elemen dekorasi lainnya.
  7. Rapikan dan bentuk pola di atas kerikil menggunakan garu agar tampilan tamannya terlihat harmonis.

Tambahkan Tanaman

Secara tradisional, taman Zen hanya menggunakan satu jenis tanaman yakni lumut. Tapi jangan salah, taman yang dipenuhi dengan lumut tidak akan terlihat monitor. Karena, ada banyak variasi lumut dengan bentuk dan tekstur yang berbeda. Seperti Barbula atau Polytrichum, yang indah dan mudah dirawat.

Di samping itu, ada juga tanaman pengganti lumut yang populer seperti lumut Irlandia (Sagina subulata). Tanaman ini tumbuh membentuk bantalan lembut yang cantik, tahan unjuk, kuat, dan cocok untuk area yang agak teduh. Alternatif lainnya adalah bantal bolax (Azorella trifurcata) dengan bentuk menyerupai roset dan mampu menjadi pusat perhatian di taman Zen. Dengan mengombinasikan berbagai jenis lumut atau tanaman serupa kamu bisa menciptakan variasi tekstur yang menarik. Sempurna untuk mendukung suasana tenang khas taman Zen.

Tak hanya lumut, taman Zen garden modern masa kini juga sering dihiasi berbagai jenis tanaman lain. Salah satu yang paling populer adalah bonsai. Bonsai merupakan versi mini dari pohon-pohon besar yang juga berasal dari Jepang. Tanaman ini menjadi simbol keseimbangan dan ketenangan yang tentu saja sejalan dengan filosofi Zen.

Pohon cemara (Cupressus) juga cocok digunakan. Tapi, jenis tanaman runjung seperti pinus ternyata lebih digemari, lho. Beberapa varietas favorit antara lain pinus hitam Jepang (Pinus thunbergii), pinus putih Jepang (Pinus parviflora), dan pinus merah Jepang (Pinus densiflora). Varietas tersebut melambangkan umur panjang dan kekuatan.

Nah, jika kamu ingin menambahkan warna yang menarik, maple Jepang (Acer palmatum) bisa jadi pilihan sempurna. Karena saat musim gugur, warnanya akan sangat mencolok dan indah. Selain itu, tanaman seperti yew Jepang (Taxus cuspidata) dan boxwood (Buxus sempervirens) juga bisa dibentuk menjadi topiari untuk mempercantik taman. Tak ketinggalan bambu jenis Fargesia mutiara yang menyebar liar, biasanya digunakan karena mampu memberi sentuhan khas Asia yang elegan dan tenang.

Tambahkan Batu

Jenis batu bisa disesuaikan dengan selera. Tapi batuan keras seperti granit atau basal lebih disarankan karena daya tahannya tinggi. Sebaiknya gunakan hanya satu atau dua jenis batu agar tampilan taman tidak tampak berlebihan. Dari sisi lingkungan sendiri lebih baik menggunakan baru lokal agar lebih selaras dengan alam sekitar.

Jangan lupa perhatikan proporsi atau skala batu yang akan digunakan, ya. Ukuran yang tidak tepat bisa mengganggu keseimbangan tampilan. Batu yang terlalu besar akan membuat area kecil  terasa sempit, sedangkan baru terlalu kecil akan tampak tenggelam di taman luas. Jadi, pilih ukuran batu yang sesuai dengan luas taman agar terlihat serasi. Pastikan juga posisi batu besar sudah benar-benar tepat sejak awal, karena batu berukuran besar akan sulit dipindahkan setelah dipasang.

Rawat Taman

Rawat Taman

Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan adalah memungut daun kering, menyapu jalan setapak, dan mencabut rumput liar. Dalam taman Zen, konsep “biarkan daun-daun” tidak berlaku. Area ini harus dijaga tetap bersih dan tenang agar kamu bisa beristirahat serta merenung tanpa gangguan.

Menggaru kerikil juga memberikan efek relaksasi tersendiri. Kamu bisa menyalurkan kreativitas dengan membuat pola garis bergelombang atau lurus di atas permukaan kerikil. Jika taman Zen memiliki tanaman hias, jangan lupa untuk merawatnya secara rutin. Pangkas setidaknya dua kali setahun agar bentuk taman tetap rapi. Untuk pohon pinus, potong tunas mudanya secara berkala supaya ukurannya tetap kecil dan proporsional dengan keseluruhan taman.

Itulah beberapa panduan untuk membangun Zen Garden di rumah. Tidak terlalu sulit, bukan? Selamat mencoba, ya!

Pekerja dan Pembelajar Intelektual Penulis Artikel, Buku, Skenario Film, dan segala turunannya Konten Kreator Tiktok, Youtube, Meta, dan lainnya "Kalaui kerja sekedar kerja, Kera pun kerja" - Buya Hamka