Mengerjakan finishing dinding biasanya selalu menggunakan semen putih atau dempul tembok. Tapi, tahukah kamu? Kedua barang ini beda lo, kegunaannya juga beda tapi sering dikira sama. Padahal, jika salah pakai bisa beresiko, lo. Apa sih perbedaannya? Simak pembahasannya dalam ulasan kali ini yuk! -MegaBaja.co.id
Merupakan hal yang lumrah dalam dunia konstruksi, bahwa pemilihan bahan bangunan yang tepat adalah kunci untuk menciptakan struktur bangunan yang tidak hanya kokoh tapi juga terlihat estetis.
Beberapa di antara bahan yang sering kali menjadi bahan dasar dalam proyek pembangunan konstruksi adalah semen putih dan dempul tembok.
Walau keduanya sering digunakan untuk membuat finishing dinding, ternyata bahan-bahan ini terdapat perbedaan mendasar yang perlu kamu pahami untuk memastikan pemilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan proyek bangunan.
Wajar jika masyarakat umum tidak tahu perbedaan mengenai semen putih dan dempul tembok. Namun jika digunakan tidak sesuai pemakaian, maka bisa beresiko. Sambil mengetahui lebih dalam mengenai perbedaannya, simak dulu kegunaan dari semen putih berikut ini.
Kegunaan Semen Putih
Semen putih terbuat dari bahan-bahan baku pilihan dengan kandungan magnesium oksida ringan dan besi. Semen putih menghasilkan warna putih yang indah. Aplikasinya pun beragam, seperti keterangan di bawah ini:
Cocok Diaplikasikan untuk Dinding Interior dan Eksterior
Semen putih menghasilkan kekuatan struktural yang bagus, memiliki dengan daya serap air yang tinggi, menjadikannya pilihan yang efektif untuk mencegah kebocoran pada dinding. Jadi, dapat bekerja dengan baik untuk di bagian dalam maupun di luar ruangan.
Proses Finishing dan Plamir yang Lebih Bagus
Tekstur yang dimiliki semen putih halus. Dengan butiran yang halus dan lembut, bahan ini sangat ideal digunakan sebagai plamir pada tembok sebelum melakukan proses pengecatan. Bahan ini menghasilkan permukaan yang rata dan rapi, dan memudahkan proses finishing.
Andalan dalam Aplikasi Struktural
Sudah tidak asing lagi bahwa semen putih menjadi bahan andalan dalam berbagai proyek konstruksi. Mulai dari aplikasi stucco, pekerjaan arsitektur, pembuatan elemen precast, dan panel. Pasalnya, semen putih memberikan daya tahan yang kuat, tingkat presisi yang tinggi, dan menghasilkan keindahan yang diperlukan.
Teraso dan Struktur Dekoratif
Semen putih memberikan dasar yang solid dan permukaan yang halus dalam pekerjaan teraso. Selain itu, warna putih yang indah menjadikan pilihan ideal untuk proyek dekoratif, seperti keramik, cat semen, dan ubin.
Dapat Berfungsi sebagai Dempul
Tidak hanya dijadikan sebagai bahan struktural, semen putih juga bisa difungsikan sebagai dempul. Bahan ini akan memberikan fleksibilitas penggunaan yang lebih luas di bidang proyek konstruksi.
Keunggulan Semen Putih
Nah, setelah memahami fungsi dari semen putih di atas, berikutnya adalah pembahasan mengenai keunggulan semen putih jika diaplikasikan untuk pekerjaan konstruksi. Ini dia keunggulannya:
Bersifat Waterproof
Semen putih berbeda dengan semen biasa yang cenderung mengandung asam tinggi dan dapat menyebabkan bercak pada cat dinding. Sedangkan, semen putih tidak mengandung asam. Kemampuan waterproof-nya yang baik menjadikannya pilihan ideal untuk melindungi dinding dari paparan air atau kelembaban tinggi.
Jika tembok rumahmu menggunakan batu bata yang rentan terhadap air, maka penggunaan semen putih mampu menguatkan material batu bata dan dapat meningkatkan ketahanannya terhadap pelapukan.
Warna Lebih Natural dan Lebih Cerah
Penggunaan semen putih dapat memberikan kesan yang berbeda dibandingkan semen biasa yang berwarna abu-abu. Warna putih menciptakan tampilan yang natural dan elegan, sehingga cocok untuk mempercantik desain rumahmu. Apalagi, Jika Anda tertarik dengan gaya industrial, maka tembok yang ditutupi oleh semen putih dapat memberikan sentuhan yang unik dan berbeda seperti yang sedang banyak disukai akhir-akhir ini.
Ramah Lingkungan
Dibandingkan dengan semen jenis lainnya, semen putih cenderung lebih aman dan ramah lingkungan. Kandungannya dianggap aman, dengan risiko dampak negatif pada lingkungan yang lebih rendah. Produk yang terbuat dari semen putih juga bisa didaur ulang dan bisa dimanfaatkan lagi untuk mendukung prinsip keberlanjutan.
Meminimalisir Biaya Perawatan
Harga semen putih mungkin relatif mahal dibandingkan dengan semen biasa. Meskipun demikian, kualitasnya yang tinggi mampu meminimalisir frekuensi perawatan. Dalam hal ini sudah terbukti dapat menghemat biaya perawatan jangka panjang, sehingga membuatnya menjadi investasi yang berharga dalam jangka waktu yang lebih lama.
Setelah membahas tentang semen putih, saatnya membahas dempul tembok. Simak berikut ini.
Pengertian Dempul Tembok
Dempul tembok adalah zat yang digunakan untuk melapisi dasar tembok sebelum pengecatan. Dempul tembok lebih dikenal dengan istilah plamir tembok. Dalam bahasa Inggris, dempul tembok ini dikenal sebagai wall putty. Karena selalu digunakan untuk menambal retak, dempul tembok juga sering disebut wall filler atau sealer.
Zat ini adalah salah satu bahan dasar yang tak tampak dan sering tak diketahui kehadirannya dalam mewujudkan penampilan dinding hunian. Tanpa dempul tembok, sebagai lapisan dasar rumah tidak bisa tampil sempurna karena sebagian cat akan diserap oleh pori-pori tembok. Hasilnya, cat dinding tampak kusam dan tidak rata. Maka dari itu, untuk memaksimalkan hasil cat dinding agar rumah tampil makin semarak, dempul tembok pun dibutuhkan.
Ada dua jenis dempul tembok, yaitu berbasis semen putih dan dempul berbasis akrilik. Simak di bawah ini.
Jenis-Jenis Dempul Tembok
Meski memiliki dasar semen putih dan memiliki varian berbasis akrilik. Variasi ini rupanya menawarkan fleksibilitas dan keunggulan yang berbeda dalam aplikasinya, keterangannya sebagai berikut:
Berbasis Semen Putih
Dempul tembok ini terbuat dari kombinasi semen putih halus, mineral, dan bahan polimer. Keunggulannya ada pada daya rekat yang kuat dan ketahanan terhadap cuaca, sehingga menjadikannya pilihan yang cocok untuk penggunaan baik untuk interior maupun eksterior. Selain itu, dempul berbasis semen putih ini menjadi solusi efektif untuk mengatasi retakan pada dinding rumah.
Berbasis Akrilik
Untuk dempul akrilik ini tampak menonjol dengan kemampuannya untuk menghasilkan permukaan tembok yang cepat kering dan finishing lebih halus. Karena daya rekat yang sangat baik, dempul akrilik cocok untuk proyek pengecatan baik di bagian interior maupun eksterior.
Kegunaan Dempul Tembok
Karakteristik dempul tembok bersifat yang rapat dan elastis. Karena ini, dempul tembok memiliki setidaknya tiga fungsi dasar, diantaranya sebagai berikut:
Menutup Pori-Pori Tembok
Dempul tembok digunakan untuk menutupi pori-pori tembok secara sempurna.
Menutupi Retak
Dempul tembok dapat menutup retak, celah, lubang kecil, atau cacat minor pada tembok, sehingga menjadikannya rata dan siap dicat.
Menutup Cat Lama
Jika ingin mengganti warna cat, maka gunakanlah dempul tembok karena dapat berfungsi menutup cat lama yang akan ditimpa cat baru. Begitu juga dengan cat finishing yang mendapat lapisan dasar dempul tembok akan menghasilkan penampilan yang lebih rata dan cerah.
Selain itu, penggunaan cat finishing bisa lebih efektif dan lebih ekonomis karena tidak ada bagian cat yang diserap pori-pori tembok. Dengan dempul tembok, dinding tidak lembap lagi dan cat finishing pun lebih tahan lama.
Nah, itulah pembahasan mengenai semen putih dan dempul tembok. Masing-masing memiliki manfaat dan keunggulan. Jadi, lebih baik pilih yang mana? Simak dulu penjelasan singkatnya.
Dempul tembok berfungsi untuk menyumbat sela kosong pada tembok, menutup retak dan pori-pori kecil, dan menutup cat lama yang akan ditimpa dengan cat baru. Ini dilakukan agar dinding rumahmu tidak basah atau lembab, dan finishing jadi tahan lebih lama. Lebih cepat kering dan lebih halus.
Bagaimana dengan semen putih? Manfaat dan dari semen putih tidak jauh beda dengan dempul tembok. Namun, jika dibandingkan pasti lebih unggul semen putih karena bisa dijadikan sebagai dempul tembok. Hanya saja, membutuhkan proses pengeringan yang memakan waktu. Berapa lama semen putih kering?
Dalam penerapannya, semen putih perlu waktu yang lebih lama untuk mengering secara menyeluruh. Kamu harus sabar saat menunggu proses pengeringan semen ini untuk mencapai tahap kekerasan dan kekeringan yang maksimal. Jika kamu terburu-buru melanjutkan tahap pengecatan sebelum semen putih benar-benar kering, maka risiko terjadinya retakan pada tembok akan meningkat.
Umumnya, proses pengeringan semen putih memakan waktu sekitar 7-8 jam di bawah paparan sinar matahari yang terik. Perlu diketahui, bahwa cuaca juga dapat mempengaruhi durasi ini. Jadi, jika cuaca sedang mendung atau hujan, maka proses pengeringan dapat membutuhkan waktu lebih lama. Jadi, jangan salah pilih lagi dalam menentukan pilihan dan mengaplikasikan keduanya ya!
Leave a Reply