...
Tentang Scaffolding_ Jenis dan Langkah-Langkah Pemasangannya
Tentang Scaffolding_ Jenis dan Langkah-Langkah Pemasangannya

Tentang Scaffolding: Jenis dan Langkah-Langkah Pemasangannya

Scaffolding adalah sebuah perancah atau penopang sementara yang banyak digunakan saat kondisi bangungan masih belum stabil. Penopang ini biasanya digunakan pada bangunan yang tingginya lebih dari dua meter, seperti rumah bertingkat atau gedung yang tidak dapat dijangkau oleh pekerja. -MegaBaja.co.id

Seperti namanya, fungsi utama dari scaffolding adalah menyangga material atau manusia pada ketinggian yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak ada pilihan lain selain menggunakan scaffolding jika kamu tengah membangun konstruksi yang cukup tinggi.

Berikut ini penjelasan seputar tipe-tipe scaffolding, jenis, hingga langkah pemasangannya yang perlu kamu ketahui sebelum menggunakan alat bantu ini dalam konstruksi bangungan.

Tipe Scaffolding

Di Indonesia, ada dua tipe scaffolding yang banyak digunakan, yakni scaffolding bambu dan besi. Scaffolding bambu banyak dijumpai di sekitar lingkungan yang tengah melakukan pembangunan. Perancah tipe ini pun tidak jarang ditemukan di negara-negara berkembang lain khususnya di Asia. Berikut ulasan dari kedua tipe scaffolding yang perlu diketahui:

1. Scaffolding Bambu

Scaffolding Bambu
Scaffolding Bambu

Ada beberapa pertimbangan yang mendasari penggunaan scaffolding bambu yang banyak orang pilih, dan salah satunya adalah soal harga. Secara umum, harga kayu, termasuk bambu, cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan harga bahan konstruksi seperti besi. Sebagai ilustrasi, untuk memperoleh sekitar 100 batang bambu berukuran dua meter, harga yang mungkin dikeluarkan berkisar antara 500 ribu hingga 700 ribu rupiah.

Namun, penting untuk dicatat bahwa faktor harga bukanlah satu-satunya pertimbangan yang harus dipertimbangkan dalam memilih jenis scaffolding. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah sejauh mana kekuatan kayu, khususnya bambu, mampu menandingi kekuatan bahan seperti besi.

Dalam hal kekuatan, kayu bambu memang telah terbukti sebagai salah satu jenis kayu yang memiliki kekuatan yang sangat baik, bahkan dengan harga yang terjangkau. Keunggulan ini menjadikan bambu sebagai pilihan yang menarik dalam pembangunan. Tidak hanya kuat, tetapi sifat fleksibilitas yang dimiliki bambu juga menjadikannya mampu menahan guncangan dari gempa dan memiliki daya tahan yang baik terhadap tekanan yang berat.

Namun, di samping segala keunggulan tersebut, terdapat kelemahan yang perlu dipertimbangkan. Scaffolding bambu tidaklah efisien jika digunakan dalam proyek-proyek konstruksi yang memerlukan scaffolding yang dapat digunakan kembali, terutama untuk bangunan atau proyek-proyek konstruksi berskala besar.

2. Scaffolding Besi

Keunggulan scaffolding besi dibandingkan scaffolding bambu adalah efisiensi ruang yang ditawarkannya, karena ukurannya yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan scaffolding bambu yang membutuhkan ruang yang lebih besar.

Perlu diperhitungkan juga bahwa penggunaan scaffolding bambu memiliki implikasi biaya yang cukup signifikan. Sebagai contoh, jika seorang kontraktor memilih untuk menggunakan scaffolding bambu, biaya awalnya mungkin terlihat lebih rendah, hanya sekitar Rp 500 ribu untuk satu kali penggunaan. Namun, jika proyek tersebut membutuhkan penggunaan hingga 20 kali, biaya yang dikeluarkan akan mencapai Rp 10 juta. Hal ini tentu saja menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan keuangan proyek.

Scaffolding Besi
Scaffolding Besi

Di sisi lain, penggunaan scaffolding besi menawarkan keuntungan berkelanjutan. Meskipun pembelian awalnya mungkin lebih tinggi, sekitar Rp 5 juta, scaffolding besi dapat digunakan berulang kali tanpa meningkatkan biaya secara signifikan. Dengan kata lain, biaya tetap pada angka awal pembelian, yakni Rp 5 juta, bahkan jika scaffolding tersebut digunakan hingga 20 kali. Dengan demikian, penggunaan scaffolding besi dapat memberikan penghematan biaya dalam jangka panjang.

Jenis-jenis Scaffolding

Scaffolding memiliki beragam jenis yang umumnya digunakan oleh para pekerja dan kontraktor di berbagai proyek konstruksi. Pemilihan jenis scaffolding biasanya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi spesifik pada saat pengerjaan proyek. Berikut adalah beberapa jenis scaffolding yang umum digunakan:

1. Scaffolding penyangga

Digunakan untuk proyek-proyek yang memerlukan akses pada ketinggian yang tidak rata atau terjal, terdiri dari tiang-tiang vertikal yang diikat pada dinding atau struktur sekitarnya.

2. Scaffolding Andang

Digunakan untuk pekerjaan dengan ketinggian sekitar 2,5 hingga 3 meter, terdiri dari perancah andang kayu dan perancah besi, biasanya digunakan untuk pengecatan dinding, pemasangan plafon, dan sebagainya.

3. Scaffolding Tiang

Digunakan jika tingkat pekerjaan sudah mencapai ketinggian di atas 3 meter, terdiri dari perancah tiang bambu, perancah bambu konsol besi, dan perancah tiang besi.

4. Supported Scaffolding

Jenis ini adalah yang paling sering digunakan dan terdiri dari sambungan-sambungan biasa. Meskipun sederhana, keberadaannya sangat penting dalam proyek konstruksi.

5. Scaffolding Besi Tanpa Roda

Memiliki beberapa komponen utama seperti sambungan pasak, tiang sandaran, panggung datar, dan lainnya, biasanya digunakan di tempat yang stabil.

6. Scaffolding Besi Beroda

Terbuat dari bahan pipa galvanis dan dapat dipindahkan, digunakan baik di dalam ruangan maupun di lapangan.

7. Suspended Scaffolding

Scaffolding jenis ini dilengkapi dengan platform tambahan yang digantung menggunakan tali sling, rantai, atau benda lain yang kuat untuk menopang berat scaffolding.

8. Aerial lifts

Mirip dengan suspended scaffolding, jenis ini juga dilengkapi dengan keranjang besi yang digunakan untuk mengangkat pekerja konstruksi ke bagian atas bangunan.

9. Scaffolding modular

Terdiri dari rangkaian modular yang terhubung untuk membentuk struktur yang lebih besar dan kompleks, biasanya digunakan untuk proyek-proyek yang membutuhkan scaffolding yang besar.

10. Scaffolding Menggantung

Digunakan untuk pekerjaan di atas bangunan seperti pemasangan eternity dan pengecatan eternity, digantung menggunakan rantai besi atau tali.

Langkah-langkah Pemasangan Scaffolding yang Benar

Langkah-langkah Pemasangan Scaffolding yang Benar
Langkah-langkah Pemasangan Scaffolding yang Benar

Scaffolding merupakan komponen yang kompleks dengan banyak bagian yang harus dipasang dengan hati-hati. Jika kamu baru mengenal atau baru mulai menggunakan scaffolding, proses pemasangannya mungkin terasa rumit.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dijadikan panduan dalam memasang scaffolding:

1. Pertama-tama, langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah menetapkan lokasi di mana scaffolding akan dipasang. Ini penting untuk memastikan keselamatan dan kestabilan selama proses konstruksi berlangsung.

2. Setelah menetapkan lokasi, langkah berikutnya adalah mengatur jarak antara main frame scaffolding. Hal ini akan memastikan jarak yang optimal antara setiap bagian scaffolding.

3. Kemudian, kamu dapat mulai memasang dan menyetel rangka utama scaffolding. Proses ini membutuhkan ketelitian untuk memastikan setiap bagian terpasang dengan kokoh.

4. Pastikan juga untuk memasang cross brace di kedua sisi rangka utama scaffolding. Ini sangat penting untuk mencegah goyangan atau kegoyahan yang tidak diinginkan pada scaffolding.

5. Selanjutnya, ulangi langkah-langkah tersebut saat ingin membangun scaffolding secara vertikal. Gunakan jack atau u-head untuk membantu kamu mengatur ketinggian scaffolding dengan akurat sesuai kebutuhan dan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Itulah sekilas tentang tipe, jenis, dan proses pemasangan scaffolding yang dapat menjadi panduanmu. Scaffolding atau perancah adalah peralatan penting dalam konstruksi bangunan yang memungkinkan pekerjaan dilakukan pada ketinggian tertentu dengan aman dan efisien.

Jika kamu berencana membangun struktur bangunan yang tinggi, penggunaan perancah menjadi suatu keharusan. Scaffolding tersedia dalam berbagai jenis, mulai dari yang terbuat dari pipa hingga bambu, masing-masing memiliki kelebihan dan kekuatannya sendiri. Penting bagi kamu untuk memahami kebutuhan proyekmu agar dapat memilih jenis scaffolding yang sesuai dengan kebutuhan dan standar keselamatan yang diperlukan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Just an ordinary people.