Tak ada yang lebih menyenangkan daripada melihat dinding rumah yang baru dicat. Warna baru mampu menghidupkan kembali suasana ruangan dan memberikan kesan segar pada dinding lama. Namun, di balik tampilannya yang memikat, cat baru ternyata juga bisa melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam rumah. Terutama jika mengandung senyawa organik yang mudah menguap atau VOC. VOC bisa berdampak negatif pada kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah. -MegaBaja.co.id
Apa Itu VOC pada Cat?

Volatile Organic Compounds (VOC) adalah senyawa organik berbahaya yang umum ditemukan dalam cat tembok atau material interior ruangan. Pada banyak jenis cat komersial, VOC digunakan sebagai pelarut untuk mempermudah proses pengecatan dan mempercepat waktu pengeringan. Tapi ketika cat mulai mengering, senyawa ini akan menguap ke udara dan menyebabkan munculnya aroma khas “bau cat” pada ruangan. Bahkan setelah cat tampak kering, pelarut ini masih akan terus melepaskan gas ke udara selama jangka waktu yang lama, tak jarang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
Kadar VOC dalam cat biasanya dihitung dengan satuan gram per liter (g/L). Setiap jenis cat memiliki standar industri masing-masing mengenai batas aman kandungan VOC ini. Cat VOC rendah biasanya mengandung VOC di bawah 50 g/L. Di sisi lain, cat bebas VOC pun bukan berarti terbebas sepenuhnya. Namun, tetap memiliki kandungan VOC sedikit, biasanya di bawah 5 g/L.
VOC kerap ditambahkan selama proses produksi karena bahan kimia ini mudah didapatkan dan murah. Sehingga, bisa membantu menekan biaya pembuatan cat sekaligus memperpanjang masa simpanan. Namun ternyata, pilihan yang tampak lebih ekonomis ini bisa berdampak buruk pada kesehatan dalam jangka panjang. Apalagi jika terus-menerus terhirup walau dalam jumlah kecil.
Jenis VOC Apa Saja yang Ada dalam Cat?
Cat bisa mengandung berbagai jenis senyawa VOC. Untuk itu, kamu harus mengenali beberapa jenisnya, seperti:
Benzena
Senyawa ini biasanya ditemukan dalam cat yang mengkilap, cat semprot, dan bahan pengencer. Benzena merupakan cairan yang tidak berwarna, mudah terbakar, dan terkadang tidak berbau sehingga keberadaannya sulit untuk dikenali. Setelah proses pengecatan selesai, benzena bisa menguap ke udara dalam ruangan. Dan dalam jangka panjang, benzena bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Benzena juga dikenal sebagai zat karsinogenik yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
Toluena
Zat ini sering digunakan dalam cat, pengencer, dan juga pernis. Toluena dapat membantu cat lebih mudah diaplikasikan dan mempercepat proses pengeringan. Aroma toluena mirip dengan bau tajam pada beberapa jenis lem. Jika terpapar toluena dalam jangka pendek, maka akan menyebabkan pusing, sakit kepala, dan rasa lelah.
Xilena
Senyawa xilena memiliki efek serupa dengan toluena, seperti menimbulkan sakit kepala dan gangguan pernapasan. Paparan paling umum terjadi melalui udara karena xilena mudah menguap. Uapnya dengan cepat bisa masuk ke paru-paru, menjadikan xilena sulit untuk dihindari jika dalam lingkungan tertutup.
Etilbenzena
Efek dari etilbenzena adalah dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Selain itu, etilbenzena juga bisa berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.
Formaldehida
Pernahkah kamu merasa senang saat membuka kasur atau furnitur baru, lalu tiba-tiba mencium bau menyengat yang tidak enak setelah plastiknya dibuka? Atau mungkin mencium aroma apek saat membuka laci? Itu kemungkinan besar disebabkan oleh formaldehida. Zat ini sering ditemukan dalam berbagai produk rumah tangga, termasuk cat.
Apakah VOC dalam Cat Berbahaya?

Jika melihat pembahasan sebelumnya, sebenarnya kamu sudah bisa langsung menyimpulkan kalau zat ini memang berbahaya. Tapi, yuk kita bahas lebih jauh lagi!
VOC cenderung menumpuk lebih cepat di dalam ruangan, terutama saat melakukan aktivitas seperti membersihkan, mengecat, atau renovasi. Bahkan, studi menunjukkan bahwa konsentrasi VOC di dalam ruangan bisa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di luar ruangan. Tak tanggung-tanggung, konsentrasinya bisa mencapai hingga sepuluh kali lipat.
Selain tercium aroma seperti ada asap di udara, ada beberapa gejala yang mengindikasikan bahwa zat berbahaya mungkin ada di dalam rumah. Tanda-tanda paparan VOC antara lain:
- Pusing
- Mual
- Sakit kepala
- Ruam kulit
- Alergi yang tidak sembuh
- Peradaban
- Infeksi terus berulang
- Merasa tidak fokus atau kosong
- Iritasi pada hidung, mata, dan tenggorokan
- Gangguan sistem pencernaan
Orang yang telah memiliki masalah kesehatan sebelumnya, seperti alergi atau asma, biasanya lebih rentan. Begitu juga dengan mereka yang daya tahan tubuhnya lemah atau punya penyakit yang mengganggu sistem imun. Mereka bisa terkena dampak paparan jangka panjang lebih parah. Lantas, kenapa VOC ini berbahaya? Apa yang terjadi di dalam tubuh saat kita terpapar VOC?
Efek VOC Pada Tubuh
- Begitu VOC dilepas ke udara di dalam rumah, otomatis kita ikut menghirupnya saat bernapas. Paru-paru yang seharusnya menyerap oksigen malah menyerap zat kimia ini. Uap kimianya akan masuk melalui paru-paru, bahkan bisa diserap kulit, lalu langsung menyebar ke aliran darah.
- Tubuh kamu akan menganggap zat asing ini berbahaya, jadi sistem imun akan bereaksi dengan membuat peradangan untuk mengurung zat tersebut. Tapi di sisi lain, tubuh malah kekurangan oksigen. Jika kamu terus-menerus terkena paparan VOC, maka bisa menjadi awal dari peradangan kronis yang menimbulkan pusing, lemas, atau seperti tidak fokus karena kurang oksigen.
- Sementara itu, sistem detoks alami tubuh kamu sedang bekerja keras untuk menguraikan zat kimia berbahaya menjadi bentuk yang lebih aman. Sehingga, ginjal dan hati bisa mengeluarkannya. Tubuh kamu siap untuk membersihkan racun tersebut, namun tubuh juga punya batas. Jika racun yang masuk terus masuk, sistem detoks lama-lama tidak akan sanggup lagi menangani semuanya.
- Karena tubuh tidak bisa mengeluarkan semua VOC yang udah numpuk di darah, akhirnya racun itu disimpan di tempat yang lebih ‘aman’, yaitu di lemak tubuh. Lemak ini lebih jarang diakses daripada organ atau otot, jadi dianggap sebagai tempat penyimpanan yang aman. Tapi masalahnya, otak kita yang butuh banyak aliran darah dan sebagian besar terdiri dari lemak malah jadi lokasi ideal untuk menyimpan racun-racun tersebut.
- Begitu racun-racun ini menumpuk di sana, mereka mulai mengganggu kerja sistem saraf, dan perlahan-lahan semuanya kacau. Jika terus terpapar, efek jangka panjangnya bisa menyerang hati, paru-paru, ginjal, bahkan sistem saraf pusat. Dan jika sudah seperti itu, penyakit kronis bisa muncul dan butuh usaha besar untuk kembali ke kondisi tubuh yang sehat.

Bagaimana Cara Menghindari VOC?
Kalau bertanya bagaimana cara mengurangi paparan VOC, jawabannya adalah ventilasi. Ventilasi yang baik adalah salah satu alternatif untuk mengurangi paparan VOC. Oleh karena itu, saat memakai produk seperti cat, pembersih, atau pelarut, usahakan buka jendela dan nyalakan kipas agar udara tetap mengalir. Kamu juga bisa menggunakan air purifier dengan filter karbon aktif agar VOC di udara bisa tersaring. Atau bisa juga dengan memilih produk yang kandungan VOC-nya rendah.
Memahami VOC dalam cat bukan hanya tentang kenyamanan. Tapi juga tentang kesehatan dalam jangka panjang. Meski tampak sepele, paparan terus-menerus terhadap VOC bisa berdampak serius pada tubuh. Dari gangguan pernapasan, sampai masalah kronis lain yang lebih berat. Semoga artikel ini bermanfaat!


















Leave a Reply