...
11 Tips Membangun Rumah Ramah Lansia
11 Tips Membangun Rumah Ramah Lansia

11 Tips Membangun Rumah Ramah Lansia

Semakin bertambahnya usia, kebutuhan desain hunian tidak hanya berfokus pada estetika saja. Apalagi usia senja identik dengan menghabiskan banyak waktu di rumah. Kamu perlu memperhatikan kenyamanan dan kemudahan aktivitas masa tua, salah satunya dengan menciptakan suasana rumah ramah lansia. -MegaBaja.co.id

Mungkin, di antara kita pasti ada yang setuju bahwa hunian yang ditinggali saat ini belum memenuhi kategori rumah nyaman bagi lansia.

Tidak ada standar khusus dalam membangun rumah yang ramah lansia. Namun, kamu membutuhkan pemilihan desain interior beserta furniture secara cermat untuk menghindari hal-hal yang bisa membahayakan aktivitas para manula.

Nah, artikel berikut bisa menjadi referensi bermanfaat, terutama buat kamu yang ingin membangun rumah masa tua yang aman dan nyaman. Baik untuk ditempati sendiri, maupun membangunnya untuk dihadiahkan kepada orang tua. Simak tips-nya di bawah ini!

Baca juga Mengubah Ruangan Kosong di Rumah Jadi Lebih Bermanfaat. Simak selengkapnya.

11 Tips Membangun Rumah Ramah Lansia

1. Desain yang Ramah

 Desain yang Ramah
Desain yang Ramah

Ketika memulai untuk merencanakan pembangunan hunian masa tua, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Beberapa desain elemen harus mengutamakan kebutuhan para lansia untuk memudahkan aktivitas mereka. Mulai dari penataan furniture dan sebagainya agar bisa menjadikan hunian sebagai rumah ramah lansia.

2. Lebar Pintu dan Koridor

Untuk memudahkan pergerakan lansia, terutama bagi sebagian besar di mana aktivitasnya menggunakan kursi roda, pastikan pemasangan pintu dan koridor cukup lebar. Hal ini untuk meminimalisir hambatan pada pergerakan kursi roda.

Jika pada umumnya lebar pintu berukuran 32 inci, kamu mungkin perlu menggantinya menjadi 36 inci agar mobilitas kursi roda lebih leluasa.

3. Keamanan dan Letak Kamar Mandi

Biasanya, para lansia akan mudah merasa lelah bahkan jika hanya berjalan dari kamar menuju dapur. Pertimbangkanlah penempatan kamar mandi di dalam kamar atau berdekatan dengan ruang pribadi mereka.

Gunakan material anti selip pada lantai kamar mandi untuk menghindari risiko tergelincir karena lantai licin. Kamu juga bisa memasang pegangan yang kokoh di sekitar toilet, keran, atau shower. Instalasi tersebut bisa membantu pergerakan mereka ketika akan duduk, berdiri, maupun berjalan.

4. Bangunan Satu Lantai

Jangan pernah menempatkan ruang pribadi lansia di lantai dua! Sebab, mereka akan kesulitan ketika mengakses tangga. Idealnya, bangunan satu lantai menunjang kemudahan aktivitas lansia tanpa harus mengkhawatirkan risiko terbentur atau terjatuh ketika naik dan turun tangga.

5. Area Dapur yang Aman

Penyimpanan barang-barang di dapur harus kamu perhatikan penempatannya di area yang bisa dijangkau lansia. Hindari menaruhnya di tempat yang dapat memicu lansia mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengakses barang yang diperlukan.

Area Dapur yang Aman
Area Dapur yang Aman

Alih-alih membuat mereka berjinjit untuk meraih barang di rak tinggi, atau membungkuk ketika mengambil sesuatu di kabinet bawah, buatlah gantungan sederhana di dinding. Sesuaikan tingginya agar sejajar dengan tinggi badan mereka untuk memudahkannya ketika meraih peralatan yang dibutuhkan.

6. Furniture yang Ergonomis

Pilihlah furniture yang nyaman dan mendukung setiap kegiatan lansia. Seperti kursi yang mudah ditempati untuk duduk dan berdiri, atau kasur yang memberikan kenyamanan pada saat beristirahat. Perhitungkan pula ketinggian masing-masing furniture. Kamu bisa menyesuaikan tingginya sejajar dengan tinggi lansia.

7. Kemudahan Aksesibilitas

Pertimbangkan desain rumah ramah lansia yang mengedepankan aksesibilitas. Adapun beberapa aspek aksesibilitas yang perlu diperhatikan di antaranya:

  • Akses Saklar Terjangkau

Untuk memudahkan para lansia mengatur penerangan, letakkan saklar di tempat yang mudah dijangkau. Tinggi yang cukup ideal untuk meletakkan saklar kurang lebih 1,3 meter dari atas lantai sehingga masih bisa dijangkau lansia meski berada di kursi roda.

  • Penempatan Colokan Listrik

Buat colokan listrik dengan tinggi kurang lebih 24 inci sampai setengah meter dari atas lantai. Tujuannya untuk memudahkan akses lansia pada saat menggunakan colokan tersebut tanpa harus membungkukkan badan.

  • Handel Pintu Model Tuas

Tidak hanya kita, para lansia pun sepertinya akan senang jika handel pintu berbentuk tuas. Jenis pegangan pintu ini memudahkan kita keluar ruangan dengan lebih mudah dan cepat. Lansia juga bisa lebih leluasa ketika menutup dan membuka pintu.

8. Optimalisasi Pencahayaan

Pencahayaan yang optimal sangat dibutuhkan orang berusia senja. Mereka membutuhkan pencahayaan dua kali lebih banyak dari orang di usia muda. Pencahayaan alami juga dibutuhkan untuk meningkatkan suasana hati dan melawan depresi yang sering muncul di usia tua.

Optimalisasi Pencahayaan
Optimalisasi Pencahayaan

Tips pencahayaan berikut ini bisa menjadi pertimbangan kamu untuk membantu penglihatan mereka!

  • Penerangan yang Baik di Seluruh Ruangan

Kamu perlu memastikan pencahayaan yang cukup di setiap ruangan, termasuk koridor dan tangga. Jika perlu, pasanglah kaca lebar agar sinar matahari bisa tetap masuk dan memberikan kehangatan alami.

Pencahayaan optimal akan membantu para lansia meminimalisir risiko kecelakaan kecil yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi karena kondisi penglihatan mereka yang sudah kurang maksimal. Karenanya, ruangan yang lebih terang akan memberi mereka rasa aman dan nyaman.

  • Sensor Gerak

Menerapkan sensor gerak juga bisa menjadi salah satu solusi pintar untuk melengkapi rumah ramah lansia, lho! Sensor gerak dapat memastikan bahwa pencahayaan menyala secara otomatis ketika ada aktivitas di dalam ruangan. Sehingga kita, terutama para lansia, bisa mengurangi risiko kecelakaan di malam hari.

9. Keamanan yang Optimal

Tinggal bersama lansia seperti memerlukan sistem keamanan 24 jam non stop. Bahkan untuk memastikan keamanan mereka, tidak jarang banyak orang menginstalasi kamera pengawas, sensor api, bahkan alat keamanan lainnya.

Di usia yang sudah tidak lagi produktif, sudah pasti kendala fisik yang semakin menurun menjadi salah satu yang harus diperhitungkan. Beberapa langkah keamanan yang perlu diperhatikan termasuk:

  • Pemasangan Sistem Keamanan

Pertimbangkan untuk memasang sistem keamanan rumah yang mencakup pemantauan kamera, sensor pintu dan jendela, serta alarm kebakaran yang terintegrasi dengan pemadam otomatis.

  • Teknologi Smart Home

Gunakanlah teknologi smart home untuk meningkatkan keamanan. Seperti sistem penguncian pintu pintar dan pemantauan kesehatan yang juga dapat dipantau secara daring oleh perawat atau keluarga.

10. Pertimbangkan Lingkungan yang Sehat

Membangun rumah ramah lansia yang langsung menghadap pemandangan alam dan udara yang masih segar, menjadi salah satu pertimbangan utama. Mencari rumah atau tanah di daerah pegunungan yang masih asri dapat meningkatkan suasana hati dan mendapatkan rasa damai. Hal yang harus diperhatikan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, misalnya:

  • Pemilihan Lokasi

Daerah pegunungan atau pantai bisa menjadi tempat yang memberikan kenyamanan dan ketenangan dari hirup pikuk perkotaan. Bukan hanya lansia, kita juga bisa ikut merasakan udara segar dan sejuk yang jauh dari polusi udara.

  • Ketersediaan Akses yang Mudah

Meski hidup di daerah, tetapi kamu harus memikirkan akses seperti mudah dilewati kendaraan umum, pusat perbelanjaan, hingga jarak antara rumah dengan sarana kesehatan. Terutama jika kamu memerlukan kebutuhan untuk mendapatkan perawatan medis bagi lansia secara berkala.

  • Perencanaan Taman dan Area Outdoor

Mempertimbangkan keindahan dan kenyamanan di luar rumah juga penting. Terkadang, beberapa kegiatan berkebun menjadi kesibukan yang menyenangkan bagi orang tua. Buatlah desain taman dengan tanaman yang tidak membutuhkan perawatan khusus.

Jika bisa, bangunlah kolam ikan yang dapat membantu lansia merasa nyaman karena  gemericik air atau berkegiatan memberi makan ikan-ikan di waktu senggang. Tambahkan area duduk atau pendopo di taman sebagai tampat bersantai sembari menikmati suasana senja.

11. Kolaborasi dengan Ahli Desain dan Arsitek

Penting untuk bekerja sama dengan ahli desain dan arsitek yang berpengalaman dalam merancang rumah ramah lansia. Mereka dapat memberikan masukan yang berharga dan memastikan bahwa semua kebutuhan dan preferensi penghuni sudah diperhitungkan.

Membangun rumah masa tua bukan hanya tentang menciptakan tempat tinggal yang aman dan nyaman. Namun, menikmati hari senja dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan bersama orang-orang tercinta.

Perencanaan matang akan menciptakan rumah ramah lansia yang dapat memenuhi kebutuhan dan memudahkan aktivitas orang tua. Pastikan interior dan perabotan di dalamnya menunjang keselamatan lansia. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah referensimu, ya!

Just an ordinary people.