...
Catat! Ini Ciri dan Standar Rumah yang Tahan Gempa
Catat! Ini Ciri dan Standar Rumah yang Tahan Gempa

Catat! Ini Ciri dan Standar Rumah yang Tahan Gempa

Indonesia merupakan salah satu negara yang kerap dilanda gempa bumi. Hal ini karena jka dilihat secara geografis, Indonesia menempati kawasan Ring of Fire atau bisa disebut Cincin Api Pasifik. Kawasan tersebut merupakan pertemuan dari empat lempeng tektonik aktif dunia, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Laut Filipina. -MegaBaja.co.id

Alasan tersebut dan gempa yang bisa datang kapan saja seharusnya sudah bisa menjadi alarm bagi masyarakat Indonesia untuk membangun rumah tahan gempa. Dengan demikian, kerugian materil bisa diminimalisir dan tentunya bisa melindungi penghuni rumah dan orang sekitar.

Bangunan/rumah yang tahan gempa memiliki sifat yang mampu meredam getaran. Bangungannya dibuat fleksibel, sehingga bangunan bisa bertahan dari keruntuhan.

Tentu saja membuat bangunan atau rumah yang tahan gempa bukanlah perkara mudah. Kamu harus memperhatikan perancangannya dan memiliki perhitungan yang mendalam.

Membangun rumah dengan standar minimal untuk tahan gempa juga bukan hanya menonjolkan aspek keamanan saja. Ada beberapa alasan mengapa kamu harus mempertimbangkan untuk membangun rumah tahan gempa.

Alasan Harus Membuat Rumah Tahan Gempa

Siapa yang tidak suka dengan rumah yang nyaman dan aman? Selain faktor keamanan, membangun rumah yang tahan gempa merupakan hal penting karena banyak alasan lain. Berikut ini beberapa alasan yang harus diketahui mengapa kamu harus membuat rumah yang tahan gempa:

1. Memberikan Keamanan Bagi Keluarga 

Membangun rumah tahan gempa sudah pasti demi keamanan keluarga tercinta. Rumah tahan gempa seperti pelindung super yang siap menjaga keluargamu dari guncangan gempa yang bisa datang kapan aja.

2. Menghindari Kerugian Finansial

Tidak ada yang ingin rugi, termasuk kamu, bukan? Apalagi jika kerugian tersebut disebabkan oleh bencana alam, termasuk gempa bumi. Jika rumah kamu memiliki standar minimal untuk tahan gempa, kerugian materi bisa dikurangi karena rumah tetep bisa berdiri meski ada guncangan.

3. Investasi Masa Depan 

Investasi bukan hanya emas, surat berharga, reksadana, atau properti saja. Rumah tahan gempa juga bisa menjadi investasi masa depan yang akan menjaga nilai properti dan bisa jadi aset berharga.

4. Lingkungan yang Aman

Bukan hanya rumahmu saja yang akan aman jika mengadopsi standar bangunan tahan gempa. Namun, lingkungan sekitar juga akan terkena dampak baiknya. Bayangkan saja jika semua orang peduli terhadap pembangunan rumah tahan gempa, pasti rasanya lebih tenang dan nyaman untuk tinggal di lingkungan tersebut, kan?

5. Tetap Bisa Memiliki Desain yang Keren

Jangan berpikir rumah tahan gempa itu hanya memedulikan keamanan saja. Desainnya juga bisa tetap keren dan membuat rumah jadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. 

Ciri Rumah Tahan Gempa Berdasarkan Standar Keamanan Minimal

Ciri Rumah Tahan Gempa Berdasarkan Standar Keamanan Minimal
Ciri Rumah Tahan Gempa Berdasarkan Standar Keamanan Minimal

Suatu gedung atau rumah tinggal yang tahan gempa harus memiliki standar keamanan minimal ketika gempa terjadi. Dikutip dari berbagai sumber, standar keamanan minimal yang bisa menjadi patokan rumah tahan gempa yaitu:

1. Jika suatu bangunan/rumah terdampak oleh gempa bumi ringan, tidak teridentifikasi sedikit pun adanya kerusakan pada struktur bangunannya.

2. Jika suatu bangunan/rumah terdampak oleh gempa bumi sedang, bangunan mungkin mengalami kerusakan pada elemen-elemen non struktural, tetapi tidak sampai merusak elemen strukturnya.

3. Jika suatu bangunan/rumah terdampak oleh gempa bumi berkekuatan besar, bangungan tidak boleh mengalami keruntuhan, baik secara parsial maupun total pada seluruh strukturnya.

Bangunan/rumah yang memiliki standar keamanan minimal untuk tahan gempa tidak boleh mengalami kerusakan besar yang membuatnya tidak dapat atau sulit diperbaiki.

Tujuan dari adanya standar ini adalah memastikan bahwa sebuah rumah dapat kembali digunakan sesegera mungkin setelah gempa terjadi. Jika standar ini diterapkan, rumah-rumah di Indonesia seharusnya telah meminimalkan atau ramah terhadap risiko gempa.

Simak tentang Mengenal Pondasi Sarang Laba-Laba: Pondasi Tahan Gempa Ciri Khas Indonesia.

Tips Agar Rumah Tahan Gempa

Jika kamu seringkali melihat bangunan tahan gempa, mungkin terlihat biasa aja dari luar. Namun sebenarnya, dibalik itu, konstruksi bangunan/rumah tahan gempa tersebut melibatkan perhitungan yang serius dari berbagai sisi supaya bisa tahan terhadap guncangan gempa.

Untuk membangun rumah tahan gempa, kamu bisa mengikuti tips dari Civil Structural Engineer yang menjelaskan lima hal yang perlu diperhatikan kala membangun rumah tahan gempa. Berikut penjelasannya:

1. Pastikan Membangun Pondasi yang Tepat

Pondasi bangunan tahan gempa harus dibuat fleksibel agar bisa tetap kokoh ketika gempa terjadi. Salah satu cara yang bisa dipilih untuk membuat fondasi ini adalah dengan membangun struktur di atas bantalan yang membuat bangunan menjadi terpisah dari tanah.

Jadi, ketika bantalan ini bergerak, bangunan di atasnya masih tetap di posisi yang aman. Dengan demikian, rumah bisa memiliki pondasi yang tahan gempa.

2. Gunakan Peredam Seismik

Peredam seismik layaknya fitur andalan yang bisa membuat bangunan menjadi anti gempa. Fungsi dari peredam seismik adalah untuk  menyerap energi dari getaran gempa yang bisa membuat bangunan rusak. Dengan adanya peredam ini, bangunan jadi aman dan terlindungi dengan baik. Semakin besar diameter peredam seismik yang digunakan dalam suatu bangunan, semakin maksimal pula kemampuannya menanggulangi getaran gempa. 

3. Perhatikan Komponen Struktural

Perhatikan Komponen Struktural
Perhatikan Komponen Struktural

Saat membangun rumah tahan gempa, komponen struktural perlu diperhatikan. Menguatkan struktur bangunan merupakan hal yang penting untuk mengantisipasi potensi gempa. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan memperkuat dinding geser dan rangka, yang nantinya akan mengarahkan gaya lateral dari lantai dan atap ke pondasi.

4. Pastikan Memakai Material dengan Daktilitas Memadai

Daktilitas sebenarnya mencerminkan seberapa baik suatu material bisa menanggung kejadian deformasi plastis. Deformasi plastis adalah kondisi ketika suatu lempeng logam tidak bisa kembali ke bentuk semula setelah dikenai beban pada proses pembentukannya. Penyebabnya bisa dari peregangan atau penyusutan. 

Material yang mempunyai keuletan tinggi bisa menyerap energi dalam jumlah besar tanpa putus-putus. Baja struktural contohnya, material tersebut memiliki daktilitas yang tinggi. Sedangkan jika menggunakan material batu bata dan beton, biasanya daktilitasnya rendah.

5. Bangun Drainase Air yang Baik

Bangun Drainase Air yang Baik
Bangun Drainase Air yang Baik

Supaya bangunan tahan gempa tetap bisa berdiri kokoh, hindari adanya genangan air di sekitarnya. Hal ini dikarenakan genangan air bisa membuat komplikasi pada struktur bangunan. Jika suatu rumah memiliki sistem drainase yang baik, drainase bisa membantu menghadapi guncangan gempa dengan lebih baik.

Syarat Minimal Konstruksi Rumah Tahan Gempa

Untuk membuat konstruksi rumah yang tahan gempa, berikut syarat minimum konstruksi yang bisa diterapkan:

  • Jangkar minimal berdiameter 10 mm dengan panjang lebih dari 40 cm pada setiap lapis bata.
  • Sengkang minimal berdiameter 8 mm dengan jarak tidak lebih dari 15 cm.
  • Tulangan kolom minimal berdiameter 10 mm.
  • Pondasi menggunakan batu belah, urugan tanah, urugan pasir.
  • Kuda-kuda kayu dapat diperkuat dengan plat baja 4.40 mm dan baut minimal 10 mm.
  • Batako/bata harus direndam hingga jenuh sebelum dipasang.
  • Campuran adukan semen terdiri dari 1:4, 1 untuk sendok semen dan 4 untuk sendok pasir.
  • Campuran adukan beton terdiri dari 1:4:3, 1 untuk sendok semen, 4 sendok pasir, dan 3 sendok kerikil.

Demikian tips membangun rumah tahan gempa bagi kamu yang tengah mempertimbangkan untuk memiliki hunian baru. Meski terlihat rumit, hal ini tentu menjadi keuntunganmu untuk jangka panjang.

Just an ordinary people.