...
Mengenal Pondasi Tapak_ Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya!
Mengenal Pondasi Tapak_ Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya!

Mengenal Pondasi Tapak: Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya!

Pernahkah kamu mendengar istilah pondasi tapak/telapak? Pondasi ini merupakan konstruksi bangunan yang dibuat dari beton bertulang dengan model yang menyerupai papan atau telapak yang ditempatkan pada bagian bawah tiang. Pada umumnya selalu diaplikasikan pada bangunan bertingkat dan digunakan untuk menjaga beban sehingga pondasi bangunan tersebut tetap stabil. -MegaBaja.co.id

Pada umumnya, pondasi ini mempunyai dimensi yang lebih lebar pada bagian bawahnya yang bertujuan untuk meneruskan beban ke bagian lapisan tanah secara optimal.

Jenis pondasi tapak ini bisa kita ditemukan pada gedung bertingkat 2, 3 atau lebih, karena sifatnya yang mampu menahan beban bangunan. Hal ini membuat bangunan tetap berdiri kokoh dan stabil.

Menariknya, pondasi tapak ini merupakan jenis terbaik yang sering digunakan pada bangunan yang dibangun pada tanah yang lembek untuk menjadi tumpuan struktur kolom. Jadi, tidak hanya digunakan untuk menjadi pondasi sebuah gedung bertingkat saja.

Jika kamu ingin membangun rumah atau bangunan lain dengan menggunakan pondasi tapak, tentu harus menyiapkan beberapa bahan dan syarat yang harus dipenuhi. Simak ulasan di bawah ini.

Bahan Pondasi Telapak

Pondasi tapak merupakan pilihan utama karena jika akan dibangun dapat beradaptasi dengan kondisi tanah. Untuk membangun pondasi ini, dibutuhkan beberapa bahan sebagai berikut:

  • Besi beton
  • Pasir beton
  • Papan kayu yang bisa digunakan sebagai wadah cetak
  • Kerikil batu pecah berukuran 2-3 cm
  • Semen PC

Pada bangunan bertingkat, keberadaan pondasi ini penting agar strukturnya lebih baik dan bangunannya bisa berdiri dalam jangka waktu yang lama. Maka dari itu, ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi agar pondasi bisa berdiri dengan baik, yakni:

  1. Dibutuhkan kedalaman tanah yang memadai agar terhindar pergerakan tanah
  2. Kedalaman pun harus berada di bawah perubahan volume maksimal
  3. Usahakan sistem pondasi aman dari rotasi, pergeseran, dan penggelinciran tanah
  4. Pondasi aman dari korosi
  5. Sistem pondasi mampu beradaptasi dengan perubahan konstruksi dan kondisi lapangan
  6. Metode pembangunan pun dilakukan sehemat mungkin agar tidak melebihi anggaran
  7. Agar bangunan bisa berdiri tegak maka pergerakan tanah harus ditahan semaksimal mungkin
  8. Untuk melindungi lingkungan sekitar maka pembangunan pondasi harus memenuhi syarat standar

Pondasi tapak merupakan bagian terpenting untuk menopang sebuah bangunan yang bagian bawahnya mencapai hingga dasar tanah, maka pemilihan pondasi harus dilakukan dengan cermat dan teliti agar berfungsi dengan baik. Berikut ini ada penjelasan mengenai fungsi dari pondasi tapak. Simak ulasan di bawah ini.

Fungsi/Kegunaan Pondasi Tapak

Perlu melakukan pertimbangan dengan baik agar mendapatkan pondasi yang paling tepat. Berikut adalah fungsi utama dari pondasi tapak yang perlu diketahui:

  1. Sebagai penahan beban utama dari bangunan yang ada di atasnya
  2. Sebagai penahan beban bangunan agar membuat bangunan tetap stabil saat terjadi bencana seperti  gempa
  3. Penahan bangunan untuk menjaga stabilitas saat penyesuaian pada bentuk tanah. Apalagi jika konstruksi dilakukan pada tanah dasar yang kurang stabil, pondasi tapal membuat bangunan tidak mudah bergeser atau runtuh
  4. Penahan beban secara horizontal agar tidak ada perpindahan atau pergerakan bangunan secara mendatar
  5. Sebagai penahan beban berat secara keseluruhan dari bangunan

Pondasi tapak sangat direkomendasikan buat kamu yang memiliki proyek bangunan bertingkat. Jangan salah menerapkan tekniknya, kalau ada kesalahan, nantinya akan menimbulkan kekecewaan. Maka dari itu, kami akan menjelaskan tentang jenis-jenis pondasi tapak. Simak ulasannya.

Jenis-Jenis Pondasi Tapak/Telapak

Dibutuhkan pemilihan jenis pondasi tapak yang tepat untuk dapat membuat bangunan bertingkat yang stabil dan kokoh. Setiap jenis pondasi tentu ada karakteristik tersendiri sehingga berbeda. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan seperti daya dukung tanah, kedalaman pondasi dasar, jenis bangunan, ukuran pondasi hingga komposisi tanah.

Berdasarkan beberapa komponen tersebut, pondasi tapak terbagi atas beberapa jenis sebagai berikut:

1. Telapak Pelat

Jenis ini memiliki ukuran telapak yang lebih besar dibandingkan dengan jenis pondasi yang lainnya. Hal ini dibangun untuk mendukung kekuatan struktur bangunan agar lebih luas. Pondasi ini juga memiliki sistem kerja untuk menahan beban secara keseluruhan, untuk beban kolom dan beban dinding pada bangunan. Biasanya, pondasi ini digunakan untuk bangunan yang memiliki struktur tanah kurang stabil.

2. Telapak Tiang Pancang

Pondasi ini berfungsi sebagai penerus beban konstruksi yang berasal dari bagian atas bangunan yang diterima oleh tiang untuk diteruskan ke bagian tanah yang berperan sebagai pendukung melalui tumpuan ujung tiang.

3. Telapak Setempat

Tipe ini memiliki bentuk seperti persegi. Ukurannya sangat efektif karena tidak membutuhkan banyak ruang atau tempat. Hal ini dilakukan untuk menjaga kekuatan, keseimbangan dan stabilitas bangunan. Namun, jika digunakan pada tanah yang terbatas, pondasi ini bisa dibangun dengan bentuk persegi panjang.

4. Telapak Dinding

Salah satu jenis yang sangat cocok digunakan untuk bangunan yang terletak di sekitar lereng. Fungsi utamanya adalah untuk memastikan beban dinding bisa tersebar merata dan mampu menahan beban secara optimal.

5. Telapak Gabungan

Jenis telapak gabungan ini berbentuk seperti trapesium atau persegi panjang. Keunggulannya adalah mampu menggabungkan serta mengikat dua kolom atau lebih dengan menggunakan balok pengikat.

Ukuran Pondasi Telapak

Setelah memahami jenis-jenis pondasi tapak, kamu bisa mulai menentukan ukuran pada jenis pondasi yang akan diaplikasikan. Diperlukan presisi yang tingkat tinggi pada saat menghitung kedalaman dan ukuran pondasi tapak.

Ukuran Pondasi Telapak
Ukuran Pondasi Telapak

Pondasi tapak biasanya berukuran yang beragam. Tetapi, standar ukuran biasanya terletak pada kedalaman 1,5 meter hingga 2 meter, dengan lebar plat kurang lebih 60 cm, 80 cm, atau 100 cm. Sedangkan, untuk diameter ukuran besi yang dipakai biasanya berkisar pada 13 mm hingga 16 mm.

Konstruksi pondasi tapak ini begitu fenomenal, makanya tidak sedikit para arsitek dan teknik sipil mengaplikasikan pondasi ini di berbagai proyek bangunan karena memiliki kelebihan. Untuk itu, kami akan memberikan keterangan singkat mengenai kelebihan pondasi jenis ini. Simak ulasannya.

Kelebihan Pondasi Tapak

Pondasi tapak/telapak ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan seperti konstruksi bangunan lain. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan tersebut, kamu dapat melakukan pertimbangan tentang jenis pondasi mana yang akan dipakai untuk membangun rumah. Kelebihannya dapat kamu lihat di bawah ini.

Cara Mengaplikasikannya Sederhana

Cara Mengaplikasikannya Sederhana
Cara Mengaplikasikannya Sederhana

Pengaplikasian pondasi jauh lebih sederhana daripada jenis pondasi lain jika pengecoran dilakukan langsung pada lubang galian pondasi. Pondasi ini hanya perlu ditancapkan ke bagian tanah yang keras, tanpa perlu menggali lebih dalam lagi.

Kuat, Awet dan Murah

Pondasi telapak mampu menahan beban hingga empat lantai tingginya. Termasuk pondasi yang bertahan lama, awet, tidak mudah rusak, dan tidak mudah runtuh. Tidak hanya itu, pondasi ini tidak memakan biaya tinggi, justru tergolong murah dan terjangkau oleh banyak kalangan.

Nah, itu dia kelebihan pondasi tapak. Tapi, segala sesuatu nyatanya tidaklah sempurna, pondasi tapak yang fenomenal pun memiliki kekurangan. Berikut ini ada keterangan mengenai kekurangannya.

Kekurangan Pondasi Tapak

Pengerjaannya Harus Dilakukan oleh Ahli

Dibutuhkan teknik pengerjaan yang harus teliti, hati-hati, dan tidak bisa dilakukan sembarang orang kecuali oleh ahli konstruksi. Kontraktor, pekerja bangunan, dan pemilik bangunan harus bersabar karena proses pengerjaannya yang memakan waktu cukup lama.

Waktu untuk Proses Pengerjaannya Lama

Memakan waktu dan proses yang lama karena dibutuhkan pengerjaan dengan presisi dan kehati-hatian tinggi. Selain itu, proses untuk kering sampai bisa dipindahkan ke lubang pondasi juga membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Selain itu, sisa beton yang terletak pada luar pondasi yang sudah tercetak harus dikeringkan dulu sebelum dilepas dari cetakan, dipindah ke lubang galian, dan digunakan untuk menjadi pondasi bangunan. Belum lagi pengerjaannya butuh waktu kurang lebih 28 hari atau hampir sebulan.

Di samping kelebihan dan kekurangannya, konstruksi pondasi tapak tidak memakan biaya yang banyak, tapi bukan berarti sedikit. Berikut adalah gambaran rincian biaya yang perlu kamu siapkan untuk membangun pondasi tapak.

Estimasi Rincian Biaya untuk Membangun Pondasi Tapak

Estimasi Rincian Biaya untuk Membangun Pondasi Tapak
Estimasi Rincian Biaya untuk Membangun Pondasi Tapak
  • Pasir hitam Rp. 300.000 per meter kubik.
  • Kawat untuk mengikat besi Rp. 23.000 per kilogram.
  • Batu kerikil dengan ukuran yang sama Rp 93.000 per 0,4 meter kubik.
  • Semen Rp 65.000 per sak.
  • Cetakan papan kayu Rp 25.000 per lembar.
  • Rangka beton besi lonjoran Rp 20.000 per lonjor.

Perlu diketahui bahwa harga-harga di atas merupakan estimasi, dapat berbeda-beda di berbagai daerah.

Demikian pembahasan mengenai pondasi tapak. Pondasi tersebut sangat cocok digunakan pada bangunan yang memiliki tinggi sekitar 3 atau 4 lantai, dibangun di wilayah dengan jenis tanah lembek/lunak dan labil, serta bangunan yang dibangun pada tanah miring seperti di lereng, bukit, atau gunung.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu proses perencanaan bangunan yang menggunakan pondasi tapak ini.

Just an ordinary people.