...

Mengenal Travertine: Batu Alam Cantik yang Kuat dan Estetik

"Sentuhan Alam dalam Desain: Mengungkap Travertine, Batu Alami yang Terkenal akan Keindahannya"

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan material keramik, granit dan marmer. Tapi, apakah kamu pernah mendengar material bernama travertine? –MegaBaja.co.id

Sama seperti bahan material yang disebutkan sebelumnya, travertine adalah material alami yang digunakan untuk pelapis lantai dan dinding.

Kamu mungkin jarang mendengar nama ini, namun penggunaannya cukup banyak loh, apalagi di rumah-rumah dengan gaya klasik hingga modern. Sebenarnya, travertine merupakan bagian dari marmer juga. Hanya saja ada beberapa hal yang membuat kedua material ini berbeda. Yang pasti, fungsi keduanya sama dan sama-sama memberikan kesan mewah pada hunian.

Nah, untuk mengenal lebih jauh mengenai travertine ini, yuk kita bahas bersama-sama!

Mengenal Travertine

Apa sih travertine itu? Travertine merupakan jenis material yang berasal dari alam. Batuan ini termasuk pada golongan batu kapur yang dihasilkan dari mata air mineral, khususnya air panas. Karena berasal dari alam, maka corak yang dimiliki oleh travertine ini cukup terbatas dan langka. Biasanya kebanyakan travertine memiliki campuran warna putih, krem dan cokelat. 

Warna-warna ini menghasilkan serat dan motif yang elegan dan hangat. Sangat cocok untuk hunian atau bangunan bertema klasik dan megah. Bukan hanya bisa digunakan sebagai pelapis lantai, travertine juga banyak digunakan untuk melapisi dinding bangunan. Biasanya digunakan untuk dinding eksterior, foyer, tangga dan bagian interior lainnya.

Mengenal Travertine

Serat yang dimiliki oleh travertine merupakan hasil alami yang diciptakan dari tempat asalnya. Biasanya batuan travertine ini banyak ditemukan di gua kapur dan juga sumber air panas.

Nah, itulah sekilas pengertian mengenai travertine. Sekarang, mari kita bahas mengenai karakteristik travertine supaya kamu bisa lebih mengenal material ini!

Karakteristik Travertine

Memiliki Lubang-Lubang pada Permukaannya

Salah satu ciri khas travertine adalah permukaannya yang berlubang atau berpori-pori. Ukuran lubangnya tersebar secara merata di seluruh permukaan dengan ukuran yang berbeda-beda. Lubang-lubang ini biasanya diproses kembali sebelum digunakan sebagai pelapis dinding dan lantai. Ada dua jenis proses finishing yang dilakukan terhadap lubang-lubang pada travertine ini, pertama adalah dengan cara mengisi lubang travertine dengan material khusus sehingga tertutup sepenuhnya. Kedua yaitu dengan finishing dengan lapisan yang mengilap tanpa menutup lubangnya.

Memiliki Lubang-Lubang pada Permukaannya

Kedua proses finishing tersebut berpengaruh pada tampilan dari travertine itu sendiri. Jenis finishing yang pertama biasa dikenal dengan filled surface travertine, karena lubang di permukaannya sudah ditutup sepenuhnya, maka tampilannya menjadi lebih halus dan rapi, sehingga biasa digunakan untuk area interior rumah. Sedangkan finishing yang kedua sebaliknya, disebut dengan unfilled surface travertine, biasanya digunakan untuk area eksterior rumah.

Licin

Travertine kebanyakan digunakan untuk bahan pelapis dinding daripada lantai. Hal tersebut disebabkan oleh salah satu karakter unik dari travertine ini, yaitu tingkat kelicinannya tinggi dibanding material lain yang sejenis. Maka dari itu, tidak terlalu disarankan memakai travertine untuk lantai rumah apalagi area yang rawan seperti dapur dan kamar mandi.

Namun, jika kamu tetap ingin mencoba, kamu bisa melapisi travertine dengan lapisan dop. Akan tetapi bisa mengurangi kecantikan dan kesan mewahnya tersendiri.

Tampilan yang Eksotis dan Mahal

Warna-warna travertine tidak mirip dengan marmer biasa dan juga granit. Coraknya lebih terlihat eksotis apalagi jika ditambah dengan lubang-lubang yang terbuat secara alami di permukaannya. Apalagi jika mengetahui kalau batu travertine ini sudah banyak digunakan pada bangunan-bangunan di masa Romawi Kuno dan Yunani. Sehingga tidak heran jika batu travertine digadang-gadang sebagai salah satu batu alam terindah yang sulit ditemukan.

Mudah Menyerap Kotoran dan Noda

Mudah Menyerap Kotoran dan Noda

Dikarenakan memiliki lubang pada permukaannya, maka tidak heran kalau batu travertine lebih mudah menyerap noda-noda seperti cairan, lemak dan sebagainya. Kotoran-kotoran yang terus masuk dan menutupi lubang-lubang pada permukaan batu travertine lama-lama akan meninggalkan bekas sehingga mengubah warna asli dari batu itu sendiri.

Maka dari itu, kamu bisa melapisi bagian permukaan travertine dengan resin atau lapisan lain berbahan khusus. Namun tetap saja, perawatan ini harus dilakukan secara berkala agar tampilan travertine tetap terjaga.

Pilihan Warna yang Netral

Selain cocok digunakan untuk gaya arsitektur rumah klasik, warna-warna travertine yang netral juga sangat cocok digunakan untuk gaya rumah minimalis. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kebanyakan warna travertine didominasi dengan warna putih, cokelat dan krem. Ada juga warna lain seperti hijau keperakan, merah, cokelat dengan semburat warna moka dan juga warna keemasan. Warna-warna tersebut dihasilkan dari tempat yang berbeda, maka dari itu warnanya pun beragam.

Warna-warna lain bisa digunakan pada gaya rumah klasik dengan nuansa megah dan mewah.

Awet dan Tahan Lama

Sama seperti material sejenis lainnya, material batu alam seperti ini biasanya memang memiliki ketahanan yang lebih baik dan tahan lama. Menurut beberapa artikel, batu travertine bahkan digunakan pada bangunan-bangunan terkenal sebagai bahan bangunan. Seperti pada bangunan Basilika Santo Petrus yang berada di Vatikan dan bangunan lain seperti Getty Center di Los Angeles.

Tingkat kekuatan batu travertine juga dinilai cukup bagus karena berada di anga 4 – 5. Sedangkan nilai yang dijadikan patokan untuk mengukur kekerasan atau kekuatan batu alam adalah dari angka 1 – 10 dengan menggunakan metode Skala Mohs. Dengan catatan nilai 1 adalah yang paling rendah dan 10 yang tertinggi.

Nah, itulah penjelasan mengenai karakteristik dari batu travertine. Seperti yang sudah kamu ketahui, bahwa warna dan jenis batu travertine berbeda-beda tergantung tempat asalnya. Selanjutnya, mari kita bahas jenis-jenis batu alam travertine yang banyak dicari dan diminati.

Jenis-Jenis Travertine

Travertine Romano

Jenis-jenis travertine dibedakan dari pigmen warnanya, kalau travertine romano ini memiliki warna dasar natural dan terkesan mahal. Kebanyakan berwarna cokelat sehingga memberikan kesan hangat dan sejuk pada bangunan.

Travertine Onyx

Selanjutnya adalah travertine onyx. Polanya abstrak mirip dengan pola yang dimiliki batu onyx. Dengan polanya yang abstrak ini memberi tampilan yang lebih beragam. Terkadang terlihat seperti campuran beberapa warna sehingga terlihat unik dan berbeda.

Travertine Noce

Yang terakhir adalah travertine noce yang memiliki warna cenderung beige atau krem. Polanya lebih rapi, warnanya lembut dengan alur sejajar sehingga cocok untuk desain rumah minimalis.

Bagaimana? Setelah mengetahui lebih jauh tentang batu travertine, apakah kamu mulai jatuh cinta dan tertarik untuk memasangnya di rumah? Daripada bingung cari-cari inspirasi, di bawah ini adalah salah satu inspirasi desain travertine yang bisa kamu tiru!

Inspirasi Interior Rumah dengan Travertine

Area Bersantai Dilengkapi dengan Dinding Travertine

Kamu bisa menciptakan ruangan yang hangat denganmelapisi dindingmu menggunakan travertine yang bercorak natural seperti ini. Pemilihan warna cokelat dan bernuansa hangat akan menambah kesan teduh di ruangan ini.

Area Bersantai Dilengkapi dengan Dinding Travertine

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai travertine dan karakteristiknya. Semoga bermanfaat ya!

Just an ordinary people.