...
Pondasi Raft_ Pengertian, Jenis serta Kelebihan dan Kekurangannya
Pondasi Raft_ Pengertian, Jenis serta Kelebihan dan Kekurangannya

Pondasi Raft: Pengertian, Jenis serta Kelebihan dan Kekurangannya

Jika hendak membangun sebuah rumah hunian atau gedung bertingkat, jawaban utamanya adalah berawal dari pondasi. Semakin kuat pondasi, semakin kuat sebuah bangunan kokoh berdiri. Satu pondasi yang disebut-sebut sebagai pondasi raksasa karena kekuatan dan volumenya yang besar adalah pondasi raft/rakit. Wah, menarik sekali. -MegaBaja.co.id

Malahan, pondasi raft ini banyak diaplikasikan untuk jenis bangunan bertingkat. Dan mungkin saja tidak banyak yang menyangka bahwa jenis pondasi ini termasuk jenis pondasi dangkal. Pondasi ini mempunyai bentuk pelat yang sangat lebar dengan ketebalan tertentu sehingga membentuk pelat raksasa. Simak ulasan lengkapnya.

Apa Itu Pondasi Raft/Rakit?

Apa Itu Pondasi Raft/Rakit?
Apa Itu Pondasi Raft/Rakit?

Sesuai namanya, pondasi raft atau rakit adalah jenis pondasi yang terbuat dari beton bertulang dengan bentuk yang menyerupai rakit (dirakit). Tetapi, sebelum memilih menggunakan pondasi ini, daya dukung tanahnya harus sudah memenuhi syarat. Selain itu, jumlah lantai bangunan bertingkat yang bisa dipenuhi adalah 10 lantai.

Menariknya, pondasi ini memiliki keunggulan yaitu proses pembangunan yang lebih cepat. Karena prosesnya tidak membutuhkan alat berat seperti pile driver yang biasa digunakan untuk pondasi dalam. Jadi, pekerjaan pondasi raft ini dapat dikerjakan dengan mudah tanpa membutuhkan bantuan alat berat.

Pengaplikasian pondasi raft biasanya dikerjakan untuk bangunan yang mempunyai basement. Karena pondasi ini dinilai mampu mengurangi risiko momen guling pada bangunan gedung bertingkat.

Jika tidak menggunakan pondasi raft, maka bangunan bertingkat biasanya menggunakan pondasi dalam, di mana keduanya mampu mencegah terjadinya momen guling jika dihantam musibah seperti badai dan gempa bumi.

Pondasi raft/rakit merupakan pondasi dangkal yang sudah banyak dikembangkan saat ini terutama untuk membangun bangunan bertingkat. Selain itu, pondasi raft ini  juga memiliki jenisnya. Sebagai pengetahuan, simak keterangan berikut.

Jenis-Jenis Pondasi Raft/Rakit

Jenis-Jenis Pondasi Raft/Rakit
Jenis-Jenis Pondasi Raft/Rakit

Pondasi raft memiliki lapisan beton bertulang. Dan lapisan beton bertulang yang digunakan pada jenis pondasi raft ini menutupi seluruh area bangunan. Adapun ketebalan pondasi raft yang biasa digunakan berkisar 15 cm sampai 30 cm. Jika ingin diperkuat maka bisa dilakukan peningkatan ketebalan beton di daerah beban berat, seperti di bawah kolom, atau dengan sistem balok utama dan sekunder.

Berikut jenis pondasi raft yang sering diaplikasikan untuk bangunan, yakni:

Pelat Rata

Sesuai namanya berarti ketebalan pondasi raft ini memiliki ukuran yang sama rata.

Pelat Dipertebal pada Bagian Bawah Kolom

Pondasi raft ini memiliki ukuran ketebalan yang berbeda-beda. Pada bagian bawah kolom didesain memiliki ketebalan yang lebih besar dibandingkan lain.

Basement

Pondasi raft ini juga berfungsi untuk pembangunan struktur basement yang disusun dengan beton bertulang berbentuk rakit.

Balok dan Pelat

Pondasi raft/rakit ini selain memiliki pelat lantai juga dilengkapi dengan balok yang berfungsi sebagai penyalur beban dari lantai ke kolom.

Pelat dengan Kaki Tiang

Pondasi raft/rakit ini selain memiliki pelat lantai juga dilengkapi dengan kaki tiang. Hal ini digunakan untuk menerima dan menyalurkan beban dari struktur atas ke tanah pada kedalaman tertentu.

Pondasi Raft dan Pondasi Dalam/Pondasi Bored Pile

Pondasi raft ini dikerjakan dengan mengkombinasikan dengan pondasi dalam. Cara pengerjaannya adalah dengan pemberian bored pile pada bagian bawah kolomnya.

Para arsitektur dan kontraktor tentu saja tidak asal-asalan untuk menggunakan pondasi raft yang luar biasa ini. Perlu langkah-langkah khusus agar proyek berjalan sesuai rencana dan berhasil dengan baik. Di bawah ini ada beberapa langkah teknik pengerjaan pondasi raft yang perlu kamu ketahui.

Pembangunan Pondasi Raft/Rakit

Membangun pondasi tikar berfungsi  sebagai pelat besar dan sebagai dasar untuk bangunan. Bangunan kemudian bertumpu pada pondasi ini, menyebabkan kontak yang lebih rendah dengan tanah dan karenanya lebih kuat dan stabil. Apa jadinya jika langsung kontak dengan tanah dan terjadi gempa bumi? Gedung akan mengguling perlahan-lahan.

Selain itu, pondasi raft ini juga diperkuat dengan banyak batang di dalamnya yang saling tegak lurus, menjadikannya basis yang sangat kuat, yang ideal untuk bangunan besar. Ya, karena teknik pengerjaannya tidak sembarangan, tapi juga simpel. Berikut ada beberapa langkah pengerjaan pondasi raft di bawah ini.

Langkah pengerjaan pondasi raft terbilang lebih simpel. Antara lain:

  • Galian basement sekaligus galian pondasi raft sehingga elevasi dasar galian adalah elevasi konsultan perencana yang meminta CBR min 50%. Sehingga harus ada perbaikan tanah dasar.
  • Membuat lantai kerja dengan campuran semen.
  • Fabrikasi pembesian sesuai dengan gambar kerja
  • Membuat bekisting dengan pasangan batako
  • Memasang pembesian lapis bawah dan atas
  • Memasang pembesian vertikal kolom dan dinding basement
  • Penyemprotan obat anti rayap
  • Melakukan pengecekan pembesian sebelum pengecoran
  • Pengecoran dengan dibagi beberapa zona apabila bangunan terlalu luas

Pondasi raft ini memiliki kelebihan, salah satunya adalah jika terjadi penurunan tanah (settlement) maka seluruh pondasi turun bersama-sama sehingga tidak membahayakan bagi bangunan di atasnya. Berbeda dengan pondasi dalam, apabila terjadi penurunan di salah satu titik pondasi maka bangunan akan miring dan ambruk.

Pondasi raft/rakit yang fenomenal ini tentu saja sudah tidak diragukan lagi kinerjanya. Namun, di samping itu, pondasi raft juga memiliki beberapa keuntungan dan kekurangan. Di sini akan kami bahas sebagai pengetahuan penting.

Keunggulan dari Pondasi Raft (Rakit)

Pondasi raft/rakit adalah salah satu solusi yang paling dapat diandalkan untuk area tanah yang tidak rata dan sulit. Terkadang tanah memiliki daya dukung yang rendah, jadi butuh ketelitian khusus dan perencanaan matang untuk membangun bangunan di atasnya. Berikut adalah keuntungan lain dari pondasi raft ini. Keunggulan Pondasi Raft yaitu:

Lebih Ekonomis

Pondasi raft/rakit lebih ekonomis dibandingkan dengan pondasi lainnya. Terdiri dari pelat lantai, biaya pembuatannya jauh lebih rendah daripada pondasi lain yang lebih rumit dan membutuhkan alat berat.

Menghemat Sumber Daya

Penggalian tanah yang dibutuhkan untuk pondasi raft jauh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan oleh pondasi lainnya. Ini menghemat sumber daya, tenaga kerja serta uang.

Cocok untuk Tanah Turun

Pondasi raft sangat cocok untuk tanah yang mengalami penurunan. Misalnya tanah liat adalah jenis tanah yang terus berkontraksi dan mengembang seiring dengan perubahan suhu. Maka dari itu, membangun struktur langsung di atas tanah dapat membuatnya berbahaya.

Kekurangan Pondasi Raft

Ada beberapa kekurangan dari jenis pondasi ini, antara lain:

Butuh Penguatan Berat

Kadang, pondasi raft membutuhkan penguatan berat di area tertentu. Hal ini yang dapat menambah harga pembuatannya.

Dapat Terkikis

Jika tepi alas tidak dirawat dengan benar, dapat terkikis seiring berjalannya waktu. Namun, bila dirawat dengan baik, ujung-ujung ini bisa bertahan selama bangunan yang ditopangnya.

Desain Kompleks

Desain Kompleks
Desain Kompleks

Kadang desain bisa menjadi sangat kompleks. Maka dari itu, membutuhkan insinyur dan pekerja yang sangat terampil dan berpengalaman. Ini bisa menjadi masalah ketika pembangun tidak memiliki akses ke pekerja terampil.

Pergeseran tanah, kondisi tanah liat dan di area pertambangan sebelumnya dianggap berbahaya untuk struktur bangunan.  Dengan munculnya pondasi raft, skenarionya telah berubah total. Pondasi raft menyediakan dasar yang kokoh untuk banyak bangunan di seluruh dunia.

Demikian pembahasan mengenai pondasi raft/rakit yang luar biasa ini, selain menciptakan pondasi yang kokoh tapi memiliki teknik pengerjaan yang simpel. Semoga artikel ini bermanfaat.

Just an ordinary people.