Simak! 10 Tips Membuat Desain Rumah yang Hemat Listrik

Bingung dengan biaya listrik di rumah yang terus membengkak? Mungkin hal tersebut disebabkan oleh faktor-faktor internal yang tidak disadari. Rumah yang terlalu gelap secara tidak langsung akan menggunakan lampu walaupun di siang hari. Rumah yang kurang baik sirkulasi udaranya akan membuat ruangan menjadi panas dan otomatis akan meningkatkan penggunaan pendingin ruangan. -MegaBaja.co.id

Sadarkah kamu bahwa beberapa contoh di atas adalah salah satu penyebab biaya listrik di rumahmu terus membengkak. Maka sebelum membangun sebuah rumah, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa hal sehingga rumahmu bisa lebih nyaman untuk ditempati.

Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa membuat rumah yang hemat energi dengan berbagai cara. Selain untuk menghemat biaya, kamu juga bisa berperan penting dalam menjaga Kesehatan bumi karena turut mengurangi penggunaan listrik.

Nah, apa saja tips yang bisa kamu gunakan untuk membuat rumah yang bisa menghemat penggunaan listrik sehari-hari? Yuk simak lebih lanjut!

10 Tips Mendesain Rumah yang Hemat Listrik

Kamu adalah orang yang beruntung jika saat membaca artikel ini kamu baru akan membuat sebuah rumah. Dengan begitu, tips ini akan sangat bermanfaat untuk ditiru karena akan membuat rumahmu menjadi lebih hemat listrik dan tentunya ramah lingkungan.

Beberapa tips di bawah ini merupakan cara untuk menjadikan rumahmu hemat listrik. Di antaranya adalah:

1. Pembuatan Langit-Langit yang Tinggi

Pembuatan Langit-Langit yang Tinggi

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghemat penggunaan listrik sehari-hari adalah dengan menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Bagaimana caranya? Yap! Kamu bisa membuat langit-langit rumah yang tinggi. Dengan ukuran yang lebih tinggi, rumah akan terasa lebih sejuk dan tidak pengap sebab sirkulasi udara di bawahnya dapat bergerak dengan lancar.

Ukuran tinggi langit-langit yang ideal untuk rumah Indonesia adalah sekitar 2,5 hingga 3 meter. Angka ini dinilai pas jika dibandingkan dengan tinggi badan rata-rata orang di Indonesia. Dengan ukuran plafon yang terlalu pendek, ruangan akan terasa lebih pengap dan panas sehingga mengharuskan kamu untuk selalu menggunakan kipas angin maupun Air Conditioner.

2. Menyediakan Taman Hijau di Area Rumah

Menyediakan Taman Hijau di Area Rumah

Cara kedua untuk menghemat penggunaan kipas dan AC adalah dengan menyediakan tanaman hijau di sekitar rumah. Bisa kamu letakkan di bagian halaman depan, samping, belakang atau pun di area dalam rumah. Tanaman hijau mampu menghasilkan oksigen sehingga membuat lingkungannya terasa sejuk. Hal ini tentunya selaras dengan penggunaan plafon rumah yang tinggi. Dengan udara yang sejuk, maka kamu tidak perlu terlalu sering menggunakan listrik untuk menyalakan pendingin ruangan. Selain itu, menyediakan taman juga bisa mempercantik area rumahmu.

3. Desain Fasad Secondary Skin

Desain fasad ini bernama secondary skin atau dikenal juga dengan sebutan fasad tambahan. Sesuai Namanya, fasad ini merupakan sebuah lapisan terluar dari fasad rumah sehingga terlihat seeprti ‘kulit kedua’. Fungsinya adalah untuk melindungi rumah dari sinar matahari secara langsung.

Desain seperti ini cukup banyak digandrungi oleh orang-orang yang tinggal di negara tropis, yang mana suhunya bisa terasa sangat menyengat saat berada di musim panas. Matahari yang menyoroti bagian terluar rumah tentunya akan terasa hingga ke bagian dalam, maka bagian dalam rumah pun menjadi panas. Memilih desain fasad seperti ini tentunya bisa menjadi pilihan untuk mengurangi intensitas suhu panas yang masuk ke dalam rumah.

4. Penggunaan Ventilasi Udara yang Maksimal

Berikutnya adalah penggunaan ventilasi udara yang maksimal. Ventilasi udara di sini bisa dimaksudkan sebagai lubang angina tau pun jendela. Kamu bisa memasang jendela berukuran besar dengan kaca transparan jika ingin mendapatkan pencahayaan yang lebih maksimal. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan jendela berengsel sehingga bisa dibuka dan ditutup saat diperlukan.

Dengan menggunakan ventilasi yang maksimal, otomatis kamu akan menghemat penggunaan penghawaan buatan sekaligus penggunaan listrik di siang hari. Akan tetapi jangan lupa untuk menyediakan gorden di bagian jendela supaya kamu tetap bisa mengatur intensitas cahaya yang masuk ke dalam rumahmu, ya.

5. Memakai Alat Elektronik Low-Watt dan Secukupnya

Yang satu ini pasti sudah jelas fungsinya untuk mengurangi penggunaan listrik. Yap! Menggunakan alat elektronik dengan bijak tentunya adalah pilihan utama yang harus dilakukan jika kamu ingin membuat rumah hemat energi. Kamu bisa memilih elektronik dengan type low-watt sehingga tidak terlalu banyak menguras penggunaan listrik di rumah.

Saat ini, elektronik low-watt sudah banyak dijual di pasaran dari mulai AC, TV hingga lampu LED. Selain itu, penggunaannya pun harus diperhatikan. Gunakanlah alat elektronik dengan bijak dan secukupnya.

6. Membuat Penampung Air Hujan

Selanjutnya adalah membuat penampung air hujan. Penggunaan air di rumah mungkin menjadi salah satu penggunaan yang mungkin boros namun tidak disadari bagi sebagian orang. Membuat penampung air hujan mungkin terdengar sepele, akan tetapi bisa membantu melakukan penghematan di rumahmu.

Kamu bisa menggunakan air hujan yang sudah ditampung untuk berbagai kebutuhan seperti menyiram tanaman dan lain sebagainya.

7. Atur Sirkulasi dengan Bentuk Denah Rumah

Pengaturan sirkulasi udara bisa diatur dengan bentuk denah rumah yang tepat, lho. Salah satunya adalah dengan denah rumah ramping dan memanjang. Bentuk seperti ini rupanya memberikan banyak keuntungan, selain bisa memberikan sirkulasi udara silang yang bagus, juga bisa mempermudah untuk mengatur pencahayaan rumah yang alami.

8. Lapisi Jendela dengan Kaca Film

Pilihan lain untuk mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah selain menggunakan secondary skin adalah dengan melapisi jendela menggunakan kaca film. Menggunakan jendela dengan kaca transparan mungkin bisa memberikan cahaya tambahan untuk bagian dalam rumahmu, namun tidak menutup kemungkinan akan terasa panas saat cuaca sedang terik. Selain menggunakan gorden, kamu juga bisa melapisi kaca dengan kaca film sehingga sinar matahari yang masuk bisa sedikit ter-filter.

Akan tetapi perlu diperhatikan ketebalannya. Jika menggunakan kaca film yang terlalu tebal, maka warnanya akan sangat pekat sehingga bisa membuat ruanganmu terlihat lebih gelap pada siang hari.

9. Gunakan Panel Surya

Gunakan Panel Surya

Langkah mengubah rumah menjadi hemat listrik selanjutnya adalah dengan menggunakan panel surya. Indonesia tidak pernah kekurangan sinar matahari, maka manfaatkanlah hal itu dengan menggunakan panel surya sebagai sumber energi di rumahmu. Terik matahari sepanjang hari akan disimpan dan ditampung oleh panel surya sebelum akhirnya akan digunakan sebagai sumber energi di dalam rumah. Dengan begitu kamu bisa menggunakan sumber energi baru dan tentunya akan semakin menghemat penggunaan listrik.

10. Membuat Atap Skylight di Beberapa Sudut

Tips terakhir adalah dengan cara membuat atap skylight di beberapa sudut rumah. Seperti di area dapur, laundry room dan sebagainya. Cahaya yang masuk melalui atap skylight akan membantu memberikan penerangan yang cukup pada siang hari. Selain itu, menambahkan jendela kecil di bagian atap skylight juga merupakan ide bagus. Jendela kecil yang fleksibel dan dapat dibuka-tutp sesuai kebutuhan bisa membantu untuk melancarkan sirkulasi udara di dalam rumah sehingga rumah akan terasa lebih segar dan sejuk.

Nah, itulah tips dan cara untuk mengubah rumahmu menjadi rumah yang hemat energi. Selain irit juga ramah lingkungan. Selamat mencoba!

Just an ordinary people.