6 Jenis Kayu Terbaik Untuk Bahan Furniture, Jangan Sampai Salah Pilih

Eksistensi kayu memang mulai merosot karena adanya proses modernisasi dan faktor alam. Akan tetapi daya tarik dan kepopulerannya sulit hilang di tengah-tengah masyarakat. Terutama dalam segi pembuatan alat rumah tangga beserta dekorasinya. -MegaBaja.co.id

Walaupun banyak material modern yang hadir menjadi alternatif pengganti kayu, akan tetapi kayu tetap memiliki keunikannya tersendiri. Saat ini banyak sekali furniture-furniture yang terbuat dari bahan-bahan modern, seperti baja ringan, besi, stainless steel, alumunium dan lain-lain. Namun rupanya keindahan dan keunikan furniture yang terbuat dari kayu memiliki tempat tersendiri di hati sebagian orang.

Kayu memiliki sifat dan karakteristik yang tidak bisa ditiru oleh material lain, oleh karena itu, perlu adanya pemahaman tentang sifat-sifat dari berbagai jenis kayu itu sendiri.

Memilih bahan untuk furniture rumah baiknya memang tidak dilakukan sembarangan. Demi memiliki waktu hidup yang panjang, maka kamu harus memilih bahan yang berkualitas. Ada beberapa opsi saat kamu memutuskan untuk memilih furniture dengan bahan kayu. Pertama adalah mencari sendiri kayu dan memastikan kualitasnya secara langsung, lalu menyerahkannya kepada pengrajin untuk diolah. Kedua dengan menemui langsung pengrajin atau toko furniture kayu yang terpercaya.

Untuk menemukan kualitas dan jenis kayu yang terbaik, maka kamu perlu megetahui jenis kayu apa saja yang sering digunakan dalam pembuatan furniture dan bagaimana karakteristiknya.

Berikut adalah beberapa jenis kayu yang sering dijadikan bahan pembuatan furniture.

Jenis-jenis Kayu yang Cocok Dijadikan Bahan Pembuatan Furniture

1. Kayu Jati

Siapa yang tidak mengenal kayu jati? Kayu ini terkenal karena kualitas dan karakteristiknya yang unik.

Selain itu, warna dan serat kayu jati pun memiliki keindahan tersendiri. Kayu jati memerlukan waktu puluhan tahun agar bisa dipanen dan diolah menjadi mebel atau furniture. Maka dari itu harga di pasaran pun relatif mahal. Akan tetapi, kualitas dan permintaan pasar juga menjadi salah satu pemicunya. Karena waktu tanam yang lama, sementara permintaan pasar terus menerus berjalan, akhrinya dipatoklah harga kayu jati yang tinggi.

Kayu jati memiliki keawetan setara golongan I – II, hal ini karena jati memiliki kandungan minyak alami di dalamnya. Namun, hal ini pula lah yang menjadi titik kelemahan kayu jati. Dengan produksi minyak alami yang banyak, lama kelamaan minyak tersebut akan muncul sendiri ke permukaan kayu sehingga memunculkan bercak seperti noda.

Dengan begitu, kayu jati tidak cocok jika dipoles dengan finishing warna yang cerah seperti putih atau merah karena akan merusak penampilan. Lebih baik memoles kayu jati dengan finishing natural agar bercak noda dari minyak tersebut dapat tersamarkan. Lagipula, warna alami jati dan serat-seratnyna justru menjadi incaran para pecinta mebel kayu karena terlihat original dan megah.

2. Kayu Trembesi

Pernah mendengar nama kayu ini? Jika belum, maka kamu wajib menyimak sampai habis karena kayu trembesi ini mempunyai pertumbuhan relative cepat dibanding dengan tumbuhan lainnya. Dengan pertumbuhan yang cepat, tidak heran jika kayu trembesi ini ditemukan berukuran besar-besar.

Seratnya mirip seperti kayu jati, bagus dan menonjol. Akan tetapi kekuatannya tidak sekuat jati. Walaupun kayu trembesi ini mampu bertahan di cuaca yang ekstreem saat masih berupa pohon, namun rupanya memiliki penurunan daya tahan saat sudah diolah menjadi kayu.

Maka disarankan untuk menggunakan kayu trembesi sebagai bahan baku furniture untuk indoor atau di dalam ruangan. Minimalnya berada di tempat dengan suhu normal, tidak terlalu sering terpapar sinar matahari ataupun hujan karena akan mudah pecah dan berjamur.

Tapi jangan khawatir, seperti yang telah disebutkan di atas, kayu trembesi ini memiliki motif yang sangat cantik. Sehingga akan menunjang penampilan bagian dalam rumahmu sehingga menjadi lebih elegan. Begitupula dengan ukuran kayunya yang besar, membuat kayu trembesi cocok juga untuk diolah menjadi furniture berukuran besar seperti meja atau kursi bahkan patung kayu.

3. Kayu Sungkai

Berikutnya adalah kayu sungkai. Kayu sungkai adalah jenis kayu yang memiliki karakteristik kuat sehingga cocok untuk dijadikan bahan furniture bahkan kusen pintu dan jendela namun tidak sekuat kayu lain. Memiliki serat yang bagus, namun permukaannya agak kesat sehingga menjadikannya dipilih sebagai kayu dengan jenis veneer (kayu yang dikupas menjadi lembaran kayu) yang dilakukan agar proses finishing bisa lebih bagus dan rata.

Kayu sungkai umumnya memiliki warna terang dengan bagian pinggir kayunya berwarna lebih muda. Sayangnya, kayu jenis ini merupakan kayu lunak sehingga membuatnya mudah terserang hama. Maka dari itu tidak terlalu disarankan untuk digunakan pada bagian yang terlalu banyak terpapar sinar matahari dan hujan. Namun beberapa karakteristik di atas mungkin bisa ditoleransi karena harganya yang tidak semahal jati maupun mahoni.

4. Kayu Pinus

Pinus merupakan pohon dengan daun jarum, maka dari itu kayunya termasuk ke dalam golongan kayu lunak. Dapat disimpulkan bahwa kayu pinus tidak memiliki karakter sekuat kayu lain seperti jati, mahoni dan sebagainya. Kayu pinus biasa juga disebut sebagai kayu jati belanda, itu karena keduanya memiliki serat yang sama-sama bagus dan menonjol. Selain itu, kayu pinus atau jati belanda ini juga memiliki kandungan minyak yang sama.

Dengan begitu, finishing yang dilakukan juga mirip dengan yang diterapkan pada kayu jati. Bedanya kandungan minyak yang ada pada kayu pinus ini lebih banyak sehingga harus lebih hati-hati. Pastikan untuk mengeringkan kayu pinus dengan benar sebelum mengolahnya menjadi mebel supaya tidak merusak cat permukaannya.

Kelebihan kayu pinus selain dari seratnya yang bagus adalah harganya yang relatif murah dan masih banyak ditemukan di pasaran, akan tetapi memiliki kelemahan seperti di atas ditambah dengan kekuatan dan keawetannya yang tidak terlalu baik. Ada harga ada kualitas, ya?

5. Kayu Maple

Kayu maple adalah jenis kayu yang dihasilkan oleh pohon dengan nama serupa. Kebanyakan pohonnya terdapat di wilayah Asia. Memiliki karakteristik kuat dan antilembab menjadi salah satu kelebihan yang digadang-gadangkan oleh kayu maple ini.

Selain itu, kayu maple dikenal memiliki permukaan serta serat yang lembut. Dengan sentuhan warna natural yang cerah, memudahkan kayu maple untuk dicat dengan berbagai warna sesuai dengan keinginan. Akan tetapi, warna naturalnya pun sudah cukup memanjakan mata yang melihat.

Pohon maple sendiri dibagi menjadi dua, yaitu yang berdaun lebar dan yang berdaun lonjong. Hal itu berimbas ke karakter kayunya sendiri, pohon dengan daun lebar memiliki karakter kayu yang keras. sedangkan yang berdaun lonjong memiliki karakter kayu yang lebih lunak. Namun keduanya sama-sama bagus untuk dijadikan bahan furniture karena sama-sama mudah dibentuk.

6. Kayu Mindi

Yang terakhir adalah kayu mindi. Kayu jenis ini memiliki warna asli yang cerah dan natural. Bagian pinggir kayu ini memiliki warna putih kemerahan, sedangkan bagian dalamnya berwarna cokelat dengan aksen ungu. Biasanya banyak digunakan untuk penggunaan furniture indoor dengan gaya minimalis. Kayu mindi juga banyak dicari karena tampilannya yang hampir mirip dengan jati.

Dengan banyaknya stok kayu mindi dan hadir dengan harga yang lebih ekonomis, tentunya membuat kayu mindi jadi pilihan yang tidak mengecewakan. Kekuatannya pun hampir setara dengan kayu mahoni walaupun tidak sama persis.

Perabotan dengan bahan kayu umumnya memiliki penampilan yang mirip, akan tetapi kualitas kayu, serat, warna alami kayu menjadikan kamu wajib mengetahui kayu seperti apa yang cocok untuk dijadikan bahan furniture rumah.

Selain itu, perlu diingat bahwa kayu membutuhkan perawatan khusus agar bisa bertahan lebih lama dan tetap terjaga kualitasnya.

Sekian artikel tentang jenis-jenis kayu untuk bahan furniture ini, semoga bermanfaat.

Ade Widi Rahayu
Just an ordinary people.