...
Catat! Perbedaan Kode Pada Keramik Beserta Penjelasannya
Catat! Perbedaan Kode Pada Keramik Beserta Penjelasannya

Catat! Perbedaan Kode Pada Keramik Beserta Penjelasannya

Keramik menjadi salah satu komponen atau bahan material penting saat membangun rumah. Memilih keramik bukan hanya berdasarkan motif dan warnanya saja. Kamu juga perlu tahu bahwa keramik memiliki kode-kode tertentu dengan artinya masing-masing. Kode yang tertera pada keramik bukanlah sebuah rahasia pabrik. Namun, kode-kode tersebut menunjukkan jenis dan kualitas dari masing-masing keramik. -MegaBaja.co.id

Ada berbagai jenis keramik, mulai dari keramik lantai, keramik dinding, keramik porselen, keramik granit, dan banyak lagi. Di pasaran Indonesia, terdapat tiga kode keramik yang umum ditemukan, yakni kode keramik KW 1, 2, dan 3. Untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing kode keramik dan bagaimana cara membaca kode keramik tersebut, simak artikel ini hingga tuntas, ya!

Pengertian Keramik KW

Pengertian Keramik KW
Pengertian Keramik KW

Di Indonesia, terdapat istilah yang dikenal sebagai “KW” yang digunakan untuk menilai kualitas keramik yang dijual, apakah telah lolos dari tahap Quality Control Check atau tidak. Namun, perlu diingat bahwa istilah “KW” dalam konteks keramik tidak selalu mengindikasikan produk palsu.

Produsen keramik menggunakan istilah KW 1, KW 2, dan KW 3 untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan kualitasnya. KW 1 merujuk kepada keramik yang telah melewati uji kualitas atau quality control dengan hasil memuaskan. Sedangkan KW 2 mengindikasikan keramik yang tidak lolos uji dengan sedikit kerusakan, sementara KW 3 menunjukkan keramik dengan tingkat kerusakan yang lebih banyak, bahkan mungkin tanpa kemasan (iketan), karena kerusakannya tidak memenuhi standar KW 3.

Masyarakat seringkali salah paham mengenai keramik KW 1, KW 2, atau KW 3 sebagai produk palsu. Namun, penting untuk dicatat bahwa semua keramik dibuat menggunakan bahan yang sama. Perbedaannya terletak pada proses pembakaran di mana terkadang terjadi ketidaksempurnaan yang menghasilkan cacat atau produk gagal. Cacat tersebut bisa berupa “pin hole” atau noda kecil di permukaan keramik, ketidaksesuaian ukuran di luar batas toleransi standar Indonesia, atau bahkan ada gompal minor pada permukaan keramik.

Dampak dari ketidaksempurnaan tersebut adalah perbedaan harga antara jenis keramik yang sama. Keramik KW 2, misalnya, mungkin dijual dengan harga yang lebih murah hingga 20 persen dibandingkan dengan keramik KW 1. Bahkan, harga keramik KW 3 bisa mencapai separuh dari harga keramik KW 1 karena tingkat kerusakannya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemahaman akan klasifikasi KW keramik dapat membantu kamu dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang ditetapkan.

Perbedaan Keramik KW 1, 2, dan 3

Untuk memahami kondisi keramik yang dikelompokkan menjadi KW 1, KW 2, dan KW 3, ada beberapa ciri yang dapat diperhatikan. Saat produksi berjalan dengan sempurna, hasilnya adalah keramik KW 1, yang permukaannya bersinar merata, nat-nya teratur dan presisi, serta bebas dari noda yang dapat mengganggu penampilannya. Sebaliknya, jika ada ketidaksempurnaan dalam proses, hasilnya seringkali disebut sebagai keramik KW 2 atau KW 3. Untuk membedakan ketiganya, perhatikanlah hal-hal berikut ini:

1. Kode Keramik KW 1

Keramik KW 1 memiliki ukuran yang presisi, warnanya stabil dan seragam. Motifnya rapi dan terstruktur, serta tidak terdapat gompal. Biasanya, produk keramik lantai KW 1 bisa diidentifikasi dari kemasannya. Kemasan keramik KW 1 biasanya mencantumkan tulisan seperti “First Grade”, “Grade 1”, “Grade A”, atau “Export Quality”.

2. Kode Keramik KW 2

Keramik KW 2 memiliki sedikit ketidaksempurnaan dalam hasil produksinya, sehingga agak sulit bagi orang awam untuk membedakannya dari KW 1. Orang yang berpengalaman dalam keramik, seperti tukang pasang keramik yang berpengalaman, mungkin dapat melihat perbedaannya. Warna keramik KW 2 umumnya seragam, meskipun motifnya mungkin sedikit kurang rapi dan terdapat sedikit gompal meskipun kecil. Kemasan keramik KW 2 biasanya mencantumkan keterangan “KW 2”, “Economy Quality”, “Grade B”, atau “Grade 2”.

3. Kode Keramik KW 3

Keramik KW 3 sering dianggap sebagai kualitas terendah. Kualitas keramik KW 3 biasanya terlihat jelas bahkan oleh orang awam. Nat-nya mungkin tidak presisi atau miring. Pada permukaannya sering terdapat retak rambut dan noda hitam, mirip dengan KW 2, tetapi lebih banyak. Namun, perlu dicatat bahwa masih ada grade yang lebih rendah dari KW 3 itu sendiri. Keramik KW 3 biasanya diidentifikasi dari kemasannya yang mencantumkan keterangan “KW 3” atau menggunakan dus polos tanpa merk.

Cara Membaca Kode Keramik

Cara Membaca Kode Keramik
Cara Membaca Kode Keramik

Setelah memahami konsep dasar tentang kode keramik, langkah berikutnya adalah mengetahui bagaimana cara membaca kode tersebut. Memahami cara membaca kode keramik menjadi krusial karena hal ini memastikan bahwa keramik yang akan dipilih sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang diinginkan. Berikut adalah beberapa langkah dalam membaca kode keramik yang dapat kamu pelajari:

1. Periksa Huruf Pertama dari Kode

Setiap jenis keramik memiliki awalan huruf yang berbeda dalam kode keramiknya. Sebagai contoh, huruf F mewakili keramik lantai, sedangkan huruf A mengindikasikan keramik dinding. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan huruf awalan pada kode keramik sebelum membeli, karena ini akan menentukan jenis keramik yang akan kamu gunakan.

2. Membaca 2 Angka Ukuran Keramik

Kode ukuran keramik memiliki dua angka yang mengindikasikan panjang dan lebar keramik tersebut dalam satuan sentimeter. Misalnya, jika kode ukuran keramik adalah 30×30, itu berarti keramik memiliki panjang 30 cm dan lebar 30 cm.

Membaca 2 Angka Ukuran Keramik
Membaca 2 Angka Ukuran Keramik, sumber: blogspot

3. Membaca Kode Kualitas Keramik

Kualitas keramik dapat diketahui dengan membaca angka yang tertera setelah kode jenis dan ukuran keramik. Biasanya, kode kualitas keramik terdiri dari angka 0 hingga 3, di mana 0 merupakan kualitas terbaik dan 3 merupakan kualitas terendah. Namun, perlu diingat bahwa sistem penomoran ini dapat bervariasi tergantung pada produsen keramik tertentu.

4. Membaca Kode Warna dan Pola

Kode warna dan pola keramik umumnya ditunjukkan dengan huruf atau angka setelah kode kualitas keramik. Beberapa produk juga menggunakan nomor untuk menunjukkan warna tertentu, seperti 01 untuk putih dan 02 untuk hitam. Selain itu, kode pola keramik juga dapat ditunjukkan dengan huruf, misalnya, B untuk polos dan V untuk variasi.

5. Membaca Kode Lot

Kode lot keramik merupakan identifikasi unik untuk setiap produksi keramik. Biasanya, kode lot terdiri dari kombinasi angka dan huruf yang mencerminkan tanggal dan jenis produksi. Kode lot sangat bermanfaat untuk pelacakan sumber dan waktu produksi, terutama dalam menangani masalah atau kekurangan pada keramik yang sudah terpasang.

Pemilihan keramik yang tepat menjadi faktor penting dalam membangun sebuah bangunan, karena hal ini tidak hanya mempengaruhi nilai estetika ruangan, tetapi juga kenyamanan penghuninya. Selain menentukan kualitas keramik, kamu juga perlu menyesuaikan keramik yang dipilih dengan budget yang dimiliki. Dan juga Keramik Lantai Pecah? Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Demikian informasi seputar kode keramik KW 1, KW 2, dan KW 3 serta cara membaca kode lain di keramik. Semoga informasi ini membantu, ya!

Just an ordinary people.