Fungsi Dan Jenis-Jenis Atap Rumah Berdasarkan Bahan Materialnya

Salah satu fungsi dari rumah ialah melindungi seseorang maupun keluarga dari panasnya sinar matahari dan air hujan. Setiap bagian rumah memiliki perannya masing-masing sehingga mampu menciptakan satu kesatuan. Salah satunya yaitu atap. – MegaBaja.co.id

Atap menjadi bagian penting dalam setiap bangunan, untuk dapat meminimalisir dari segala kemungkinan hal terburuk.

Pengertian Atap Rumah Dan Fungsinya 

Atap merupakan komponen yang harus ada saat membangun rumah. Tanpa adanya atap maka rumah tidak akan terlindungi dengan baik. di musim hujan, pemilik rumah berharap bahwa rumah menjadi tempat tinggal yang mampu melindungi. 

Oleh karena itulah harus dipastikan bahwa atap rumah tidak bolong agar ketika musim hujan tiba rumah tidak bocor. Atap yang bocor bisa disebabkan karena terdapat bagian yang retak maupun pecah. 

Sedangkan di musim panas, tentu atap akan sangat berguna untuk melindungi dari sengatan matahari yang bisa membakar kulit. Bahkan jika terlalu lama terpapar sinar matahari secara langsung akan sangat berbahaya bagi kesehatan. 

Fungsi atap menjadi sangat penting karena mampu melindungi rumah dari berbagai ancaman maupun kondisi cuaca di luar rumah. Bukan hanya dari segi desain, namun bahan pembuatan atap juga harus diperhatikan karena berpengaruh terhadap keawetan dari atap rumah itu sendiri. 

Jenis-Jenis Atap Rumah Berdasarkan Bahannya 

Atap rumah yang sering ditemui tentu terbuat dari berbagai macam bahan. Setiap bahan materialnya memiliki keunggulannya masing-masing. Berikut beberapa jenis atap rumah berdasarkan bahan materialnya, antara lain: 

1. Atap Genteng Tanah Liat 

Atap jenis ini merupakan penutup atap yang sudah lama digunakan oleh masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Karena banyak yang sudah menggunakannya, maka tentu sudah banyak orang pula yang mengenali atap genteng tanah liat ini. 

Atap ini memiliki beberapa keunggulan seperti harganya yang terjangkau, mudah dicari, kokoh, terdiri dari berbagai macam model, dan pastinya tahan lama. Namun sayangnya jika ingin menggunakan atap jenis ini maka harus membutuhkan kerangka atap yang cukup banyak. 

Selain itu, atap ini juga dinilai mudah berjamur serta membutuhkan kemiringan yang cukup tinggi agar tidak mudah melorot. Meskipun demikian, atap jenis ini masih banyak digunakan hingga saat ini. 

2. Atap Genteng Kaca 

Sesuai dengan namanya, bahan utama dari pembuatan atap genteng ini ialah kaca. Ini dikarenakan genteng kaca bisa membuat cahaya matahari mudah masuk, sehingga biasanya digunakan sebagai ventilasi dari bangunan rumah. 

Keunggulan dari penggunaan genteng kaca ini ialah ruangan akan terhindar dari kelembaban karena cahaya matahari mudah masuk dan mencegah jamur tumbuh pada suatu ruangan. Namun kekurangannya yaitu mudah sekali pecah, suhu ruangan bisa terasa panas, dan model yang tersedia juga sangat sedikit. 

Jika ingin menggunakan atap dengan bahan ini maka perlu mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu. Tentu saja agar nantinya atap rumah bisa memberikan fungsi secara optimal kepada pemilik rumah. 

3. Atap Genteng Metal 

Genteng ini diklaim sebagai genteng yang tidak mudah karat karena terbuat dari bahan logam anti karat. Logam anti karat tersebut terdiri dari campuran alumunium, besi, tembaga, dan seng. Tidak heran jika bentuknya sendiri hampir sama dengan seng. 

Keunggulan dari penggunaan atap berbahan metal ini ialah anti lumut, lebih ringan, tidak mudah terbakar, mudah dipasang, serta tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun untuk harganya sendiri cukup mahal dan ketika memasangnya harus teliti karena tidak ada bagian yang terlewat. Untuk harga yang cukup mahal tentu cukup sebanding dengan keunggulan yang ditawarkan. 

4. Atap Genteng Keramik 

Atap yang satu ini terbuat dari keramik yang berasal dari tanah liat. Untuk pembuatannya sendiri hampir sama dengan genteng tanah liat. Hanya saja diberikan tambahan pelapisan pewarna glasur. Genteng keramik ini biasanya dipasang pada rumah dengan desain mewah. 

Atap genteng keramik ini memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan jenis atap lainnya. Beberapa keunggulan tersebut yaitu warna tidak mudah pudar, tahan terhadap api, tersedia dalam berbagai pilihan warna, serta tidak mudah lumutan. 

Namun perlu diketahui bahwa genteng ini cukup rumit dalam pemasangannya. Tidak hanya itu, harganya juga terbilang cukup mahal serta kemiringan rumah minimal harus 30 derajat agar tidak mudah melorot. 

5. Atap Genteng Beton 

Jenis atap genteng ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menggunakan atap rumah minimalis. Pada dasarnya, atap ini hampir sama dengan atap tanah liat namun pemilihan warnanya lebih beragam dan bentuknya lebih bervariasi. 

Kelebihan dari atap genteng beton ialah modelnya lebih modern dan menarik. Selain itu juga tahan terhadap berbagai macam cuaca, kuat dan kokoh karena berasal dari bahan cor-coran. Namun dalam proses pemasangannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan harganya sendiri tergolong mahal. 

6. Atap Beton Cor 

Atap beton cor merupakan jenis atap yang tidak memiliki penutup. Maksudnya yaitu atap beton cor memiliki struktur bangunan yang rata sehingga sering digunakan untuk menjemur pakaian. Selain itu, atap ini biasanya digunakan untuk bangunan bertingkat. 

Keunggulan dari atap jenis ini yaitu tahan lama, tidak mudah terbakar, bentuknya kokoh, dan tidak mudah lapuk. Namun atap ini mudah terkena lumut, rawan retak yang menyebabkan kebocoran, serta dibutuhkan pondasi yang kuat agar bisa menopang atap ini. 

7. Atap Seng 

Atap ini merupakan bahan atap rumah yang harganya cukup murah. Atap seng tidak hanya digunakan pada pembangunan rumah saja, namun juga digunakan untuk membangun warung pinggir jalan maupun garasi rumah. 

Tidak hanya harganya yang cukup terjangkau, namun ketika menggunakan atap ini juga tidak membutuhkan rangka atap yang terlalu banyak. Beratnya juga tergolong ringan sehingga mudah ketika dipasang. 

Namun perlu diketahui bahwa atap ini mudah karatan sehingga semakin lama akan tampak seperti rumah rusak. Selain itu juga memunculkan suara berisik ketika hujan dan suhu ruangan akan terasa panas karena bisa menyerap panas. 

8. Atap Asbes 

Atap ini bisa dibilang memiliki kemiripan dengan atap seng. Hampir semua karakteristik yang ada pada atap seng juga dimiliki oleh atap asbes. Untuk harga pun, atap asbes termasuk kategori atap dengan harga yang cukup terjangkau. 

Kelebihan dari penggunaan atap ini ialah ringan, tahan lama dan harga murah. Namun dibalik kelebihan tersebut, atap ini dinilai mudah sekali pecah sehingga dalam proses pemasangannya harus hati-hati. Selain itu, atap ini juga memiliki kandungan karbon yang bisa membuat kesehatan pernapasan menjadi terganggu. 

Jika berniat untuk menggunakan atap jenis ini maka perlu dipertimbangkan dengan baik. Terutama bagi kesehatan pernapasan yang bisa terganggu apabila menggunakan atap ini dalam jangka waktu yang lama. 

Atap rumah merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah bangunan rumah. Kehadirannya menjadi pelindung dari terik matahari dan hujan. Tidak hanya itu, atap rumah akan melindungi dari berbagai cuaca yang tidak menentu. Berbagai jenis atap di atas bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan desain rumah sehingga tetap bisa memberikan fungsi secara maksimal.

imatbagjagumilar
Manusia satu-satunya di bumi ini. dan hanya ini saja. merasa diri special dari yang special. hobinya bernafas, minum kopi dan baca-baca aja. Suka sama Rumah dan berbagai macam hal mengenai Arsitektur. Terus Belajar untuk mencari pencarian bakat. biar kaya super hero.