Kenali Istilah Arsitektur Di Bawah Ini Sebelum Membangun Sebuah Rumah

Sebuah rumah atau bangunan seharusnya tidak dibuat dengan cara yang asal-asalan. Bahkan, dalam prakteknya, ada sebuah bidang ilmu yang dipelajari agar seseorang bisa mengerti cara pembangunan sebuah rumah atau bangunan. Ilmu tersebut biasa dikenal dengan ilmu arsitektur. Lebih dalam lagi, ada ilmu desain interior, ilmu desain exterior dan ilmu sipil. Nah, untuk saat ini mari kita bahas salah satunya yaitu arsitektur. -MegaBaja.co.id

Secara bahasa, arsitektur memiliki makna yaitu proses dan produk dari perencanaan, perancangan dan konstruksi bangunan. Singkatnya, arsitektur juga sering diartikan sebagai seni dan ilmu dalam merancang sebuah bangunan.

Rumah yang kita tinggali tentunya memang berfungsi sebagai hunian, pelindung dari segala faktor alam yang berbahaya. Namun terlepas dari hal itu, rumah juga sering dijadikan sebagai objek bagi seseorang untuk menuangkan ide-ide kreativitasnya. Karena rumah yang memiliki unsur estetika tentunya akan lebih menarik dan memiliki nilai tambah tersendiri.

sumber : pinterest

Jika kamu adalah seseorang yang memang belajar di bidang arsitektur, maka mudah untuk mengaplikasikannya pada hunian pribadi. Akan tetapi, jika kamu termasuk orang awam yang tidak belajar pada bidang itu, maka jangan khawatir. Artikel ini akan mengulas beberapa istilah tentang arsitektur pada bangunan rumah, agar kamu mendapatkan sedikit gambaran saat ingin membangun rumah dengan sentuhan ide yang original.

Mari kita bahas lebih lanjut.

Istilah-istilah Arsitektur yang Harus Kamu Tahu

Ceiling

Apa itu ceiling?

Ceiling adalah lapisan penutup kerangka atap. Orang-orang juga biasa menyebutnya dengan istilah plafond, atau langit-langit rumah.

Fungsi utama dari ceiling ini adalah untuk menutup kerangka atap. Sisanya, ceiling juga berfungsi sebagai pembatas antara ruang atap dan ruang di bawahnya, menahan kotoran yang mungkin masuk dari celah-celah genteng, meminimalisir udara panas dan kebocoran dari genteng, dan yang terakhir fungsi estetika, yaitu untuk memberikan kesan rapi pada bangunan.

Ceiling atau langit-langit rumah juga memiliki jenis yang beragam. Dari mulai yang sederhana hingga megah. Terdapat dua pembagian utama pada ceiling, yaitu up ceiling dan down ceiling.

Contoh Up Ceiling, sumber : decoist

Sesuai namanya, up ceiling biasanya memiliki bentuk atap yang bagiannya menjorok ke dalam, atau lebih terangkat ke bagian atas. Jenis ini biasanya banyak digunakan pada rumah-rumah minimalis. Hal itu dikarenakan plafon yang tinggi akan memberikan kesan rumah yang lebih luas.

Berikutnya ada down ceiling, jika up ceiling adalah plafond yang sebagian besar permukaannya terangkat ke atas, maka down ceiling adalah kebalikannya. Sebagian besar permukaannya akan lebih menonjol keluar. Biasanya digunakan di rumah-rumah besar agar menambah kesan artistic yang kental. Itulah sebabnya jenis down ceiling ini memiliki bentuk yang beragam. Dari mulai kotak, persegi, memanjang, meliuk-liuk hingga berbentuk ukiran.

down ceiling

Beberapa pilihan material untuk ceiling yang bisa kamu gunakan di antaranya adalah :

  • Triplek
  • PVC
  • Gypsum
  • Kayu
  • Asbes
  • GRC
  • Metal

Fasad

Selanjutnya adalah fasad. Menurut Wikipedia, fasad memiliki arti sebuah bagian yang berada di bagian muka suatu bangunan. Fungsinya yaitu untuk meghalau beberapa faktor alam yang membahayakan bagi rumah dan penghuninya. Contohnya dari paparan sinar matahari yang berlebihan, dari cipratan air hujan bahkan dari hewan-hewan liar.

Akan tetapi, selain memiliki fungsi utama, fasad juga memiliki fungsi lain sebagai penambah keindahan visual pada sebuah rumah. Fasad biasanya terbuat dari berbagai bahan utama, antara lain batu alam, beton, kayu, keramik, hingga tanaman rambat.

Apabila kamu mengedepankan seni arsitektur dalam sebuah pembangunan rumah, maka pembuatan fasad ini tidak bisa kamu sepelekan begitu saja. Setiap rumah pasti memiliki kesan tersendiri, dengan membuat fasad yang menarik, maka rumahmu akan tampak lebih bernilai dan bagus.

Void

Pernah mendengar istilah ini? Atau ternyata kamu baru mengetahuinya sekarang?

Void adalah sebuah ruang kosong yang terdapat di antara ruangan lantai atas dan lantai bawah. Semakin besar ukuran sebuah void, maka fungsinya pun akan semakin terasa. Lalu, apa saja fungsi void itu?

Biasanya, kehadiran void dalam sebuah struktur bangunan rumah bertingkat digunakan untuk penyerapan sumber cahaya alami dari matahari. Dengan begitu rumahmu akan terasa lebih cerah dan luas. Selain itu, void juga berguna untuk pengaturan sirkulasi udara di dalam rumah. Seperti yang sudah diketahui, sirkulasi udara yang baik akan membuat rumahmu terasa lebih sejuk. Terlebih jika kamu tinggal di negara tropis seperti Indonesia.

sumber : archiscene.net

Terlepas dari fungsi utamanya, void juga dibangun dengan alasan keindahan. Biasanya orang merancang void di dalam rumah bukan semata-mata sebagai ‘ruangan kosong’ saja. Pada prakteknya, void juga bisa berfungsi sebagai ruangan fungsional lainnya seperti ruang tamu, ruang TV, taman, kolam ikan dan lain-lain.

Foyer

Menurut para ahli, foyer dalam bidang arsitektur memiliki arti sebagai ruang peralihan antara teras dan ruang tamu, atau teras dengan ruang keluarga. Pada beberapa rumah, area ini biasanya dipakai sebagai area penerima, di mana saat seseorang memasuki rumah maka ia tidak langsung masuk ke area yang lebih privat seperti ruang tamu atau ruang keluarga.

Pada area ini, kamu bisa meletakkan beberapa desain maupun dekorasi agar memberikan kesan pertama yang kuat bagi siapapun yang datang. Karena foyer berperan sebagai ‘aula’ yang berada tepat setelah pintu masuk, maka penting bagi kamu untuk menatanya sebaik mungkin.

Saat ini, foyer tidak hanya digunakan pada rumah-rumah mewah dan besar saja. Dengan penataan dan pemilihan desain yang baik, rumah minimalis pun bisa memiliki foyer yang cantik.

Mezzanine

Istilah berikutnya adalah Mezzanine.

Mezzanine adalah sebuah ruangan atau lantai tambahan dalam sebuah rumah. Bentuknya mirip seperti balkon, yang membedakannya adalah jika balkon terdapat di sisi luar, maka mezzanine dibangun di dalam ruangan.

Umumnya, rumah dengan tipe minimalis memanfaatkan mezzanine sebagai alternatif untuk menambah ruangan tanpa membutuhkan area yang lebih luas. Dengan catatan rumah tersebut sebelumnya sudah memiliki ceiling yang cukup untuk dibangunkan sebuah mezzanine di bawahnya.

Dengan adanya partisi tambahan seperti mezzanine ini, akan ada banyak sekali manfaat yang dirasakan. Salah satunya adalah ruangan tambahan yang bisa disulap sesuai kebutuhan kita. Biasanya orang-orang menjadikan mezzanine sebagai area bersantai, menonton tv, tempat penyimpanan baju, ruang belajar dan bekerja, hingga menjadikannya sebagai kamar tidur cadangan.

Railing

Berikutnya ada railing. Railing merupakan konstruksi yang terdapat pada tangga. Digunakan sebagai penyangga atau pengaman pada tempat-tempat yang berhubungan dengan ketinggian seperti tangga, balkon, void atau rooftop.

Beberapa orang juga menuangkan ide-ide krativenya pada pemasangan railing ini. Biasanya railing tangga akan memiliki desain yang selaras dengan gaya arsitektur dari rumah itu sendiri. Mulai dari gaya minimalis, hingga gaya megah berupa ukiran-ukiran. Bahan baku yang biasa digunakan dalam membuat railing adalah stainless steel, namun ada juga yang melengkapinya dengan lapisan kayu atau kaca.

Beberapa istilah arsitektur yang lainnya adalah sebagai berikut :

  • Gazebo
  • Balkon
  • Kanopi
  • Rooftop
  • Stepping
  • Planter Box
  • Decking
  • Pondasi
  • Sloof
  • Dll

Semoga artikel tentang istilah-istilah arsitektur dalam rumah ini bisa membantu kamu dalam mempersiapkan rumah impian ya.

Ade Widi Rahayu
Just an ordinary people.