Memilih Baja Ringan Untuk Rangka Atap, Ini Kekurangan dan Kelebihannya

Mengenal Baja Ringan dan Fungsinya

Dalam dunia konstruksi, banyak sekali bahan atau material yang digunakan. Mulai dari bahan tradisional seperti kayu, bambu, batu dan sebagainya, hingga bahan-bahan modern seperti baja, besi dan lain-lain. Salah satu material modern yang banyak dijumpai di pasaran adalah baja ringan.-MegaBaja.co.id

Nah, dalam artikel ini kamu akan mengetahui banyak hal tentang material ini. Simak lebih lanjut ya.

Apa Itu Baja Ringan?

Baja ringan merupakan material baja yang diolah dengan proses pendinginan sebelum akhirnya dibentuk sedemikian rupa sesuai kebutuhan. Karakternya termasuk ke dalam jenis baja karbon yang memiliki sifat kaku dan kuat. Hal ini menjadikan baja ringan sebagai primadona karena digadang-gadang menjadi alternatif pengganti kayu dan bambu yang saat ini sudah mulai langka.

Umumnya, baja ringan hanya memiliki ketebalan dari 0,4 mm sampai 6 mm saja sehingga masuk ke dalam kategori material tipis. Selain itu, sesuai namanya, baja ringan memiliki bobot yang tidak terlalu berat jika dibandingkan dengan jenis baja lain. Sehingga hal ini juga menjadi suatu kelebihan karena memudahkan kamu dalam proses instalasi.

Pada prakteknya, baja ringan sering digunakan dalam konstruksi bangunan. Yang paling sering ditemukan pada saat ini yaitu dalam pembuatan rangka atap bangunan, baik itu atap rumah, toko, hingga atap carport.

Sebelum memutuskan untuk memakai baja ringan sebagai rangka atap hunianmu, pastikan untuk mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihannya di bawah ini.

Kelebihan Rangka Atap Baja Ringan

Sebuah material tentunya memiliki dua sisi yang saling berseberangan. Dari sisi kelebihan dan sisi kekurangan. Saat ini, kamu akan mengetahui beberapa kelebihan rangka atap berbahan baja ringan. Di antaranya yaitu :

Ringan Sehingga Mudah Dipasang

Seperti yang sudah tertera sebelumnya, baja ringan adalah jenis baja yang memiliki bobot lebih ringan dibandingkan baja lainnya. Sehingga dengan menggunakan bahan ini, waktu pemasangan pun akan lebih efisien. Berat baja ringan pun beragam sesuai dengan jenis dan ukurannya, namun hanya berkisar 4 kg sampai 9 kg per meter persegi.

Kuat dan Awet

Berbeda dengan kayu dan bambu, baja ringan tentunya memiliki daya tahan dan kekuatan yang lebih optimal. Jika kayu dan bambu biasanya akan mengalami keropos dalam waktu tertentu, maka baja ringan akan memiliki daya tahan yang lebih lama. Apalagi jika berada di wilayah rural atau pegunungan yang cuacanya mampu membantu menjaga kualitas baja ringan tersebut.

contoh rangka atap dengan kayu

Baja ringan memang tidak selamanya luput dari karat atau korosi, akan tetapi dengan perawatan yang baik dan benar, kamu akan merasakan hasil berupa kualitas baja yang terjaga. Salah satunya adalah dengan membeli baja berkualitas dan sudah diuji sesuai dengan SNI.

Mudah Dibentuk

Dalam menyusun rangka atap tentunya kita butuh bentuk tertentu. Dengan menggunakan baja ringan, maka kamu sudah mempermudah petukang untuk bekerja karena baja ringan terkenal mudah untuk dibentuk. Selain itu, baja ringan juga mudah untuk disambung dengan rangka atap jenis lain, kamu hanya perlu menyambungnya dengan material penghubung baja.

Lebih Tahan Api dan Gempa

Rangka atap baja ringan akan cocok digunakan pada bangunan yang berada di tempat yang rawan gempa. Hal ini karena baja ringan memiliki sifat yang fleksibel sehingga material tersebut akan bergerak sesuai dengan guncangan, tentunya ini akan meminimalisir adanya kerusakan. Selain itu, baja ringan juga lebih tahan terhadap api jika dibandingkan dengan material kayu dan bambu.

Hemat Biaya

Walaupun harga satuan baja ringan bisa lebih mahal daripada bahan tradisional lain, namun rupanya dengan memilih baja ringan sebagai rangka atap bisa menjadikan kamu lebih menghemat biaya.

Mengapa begitu?

Baja ringan memiliki daya tahan yang lama, berbeda dengan kayu, sehingga jika dalam kurun waktu 15 tahun rangka kayu harus diganti dan mengeluarkan biaya untuk renovasi, maka baja ringan sebaliknya. Dengan daya tahan yang lama, kamu bisa menunda renovasi untuk waktu yang lebih panjang sehingga menghemat biaya renovasi dan mengalokasikan dananya pada kepentingan yang lain.

Nah, itu dia kelebihan memilih baja ringan untuk rangka atap. Selanjutnya mari kita lihat sisi kekurangannya.

Kekurangan Baja Ringan

Mudah Roboh dan Tertiup Angin

Eits, jangan panik dulu!

Mudah roboh dan tertiup angin memang menjadi salah satu faktor sebagian orang tidak memilih baja ringan sebagai bahan untuk rangka atapnya. Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa hal di atas dapat terjadi hanya pada rangka atap yang pemasangannya keliru dan tidak persisi.

Karena memiliki bobot yang ringan, rangka atap yang dipasang tidak sesuai aturan dan perhitungan yang tepat akan lebih mudah roboh. Apalagi jika berada di lingkungan dengan angin yang kencang seperti contohnya pesisir pantai. Maka sebelum memilih pekerja untuk melakukan pemasangan rangka atap baja ringan, pastikan berkali-kali untuk mengetahui kemampuan pekerja tersebut demi keselamatan bersama.

Harus Dipasang Oleh Ahli

Merujuk pada poin pertama, maka poin kedua ini wajib hukumnya untuk dilakukan. Instalasi rangka atap menggunakan baja ringan tentunya akan sedikit berbeda. Diperlukan ketelitian dan perhitungan yang tepat agar rangka dapat terpasang denga naman.

Hal ini tentunya menjadi kekurangan jika kamu berada di wilayah yang tidak mendukung. Kamu mungkin akan sedikit kesulitan untuk mencari ahli yang terpercaya. Namun, jika kamu sudah berada di wilayah yang familiar dengan material ini tentunya bukan masalah besar. Hanya saja harus lebih teliti dan hati-hati.

Sepertinya hanya itu saja yang harus kamu waspadai sebelum memilih baja ringan sebagai rangka atap. Kekurangan lain tentunya masih ada, seperti bentuknya yang monoton dan penyusunan rangkanya yang terkesan berantakan dan tidak rapi. Akan tetapi kekurangan tersebut bisa ditoleransi sesuai dengan sudut pandang masing-masing ya.

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, jangan lupa juga untuk tahu tips-tips seputar pemilihan dan perawatan baja ringan. Apa sajakah itu?

Tips Memilih dan Merawat Baja Ringan

Setelah menjatuhkan pilihan pada material baja ringan, maka kamu pun harus tahu bagaimana cara memilih baja ringan yang berkualitas, bukan?

Di antaranya adalah dengan memilih baja ringan yang dilapisi oleh bahan pelindung karat yang mengandung Alumunium Zinc (AZ). Dengan lapisan AZ baja ringan akan memiliki ketahanan terhadap karat 4x lebih baik daripada yang hanya dilapisi dengan bahan Zinc (Z) saja. Untuk hal ini kamu bisa bertanya kepada sales penjual di toko atau dengan mengecek kode yang tertulis di bagian bajanya. Biasanya akan disertai dengan kode AZ 200. AZ 150, AZ 100, AZ 70 dan ≤AZ 50.

Selain itu, pastikan untuk memilih baja ringan yang sudah berstandar SNI. Jangan sampai tergiur harga murah tapi tidak berkualitas. Dengan kualitas yang bagus, tentunya kamu akan diuntungkan dalam berbagai hal termasuk keamanan dan kenyamanan.

sumber : cilegonsteel.com produk Platinum dari Cilegon Steel

Lalu, bagaimana cara merawat baja ringan supaya tahan lama?

Nah, pertanyaannya apakah baja ringan dapat berkarat?

Karena masalah yang paling banyak dialami dalam material berbahan dasar logam adalah korosi atau karat. Pada dasarnya, baja ringan akan mengalami karat pada kondisi tertentu. Akan tetapi hal tersebut dapat diminimalisir dengan beberapa Tindakan.

karat pada baja ringan

Contohnya seperti yang sudah disebutkan di atas yaitu memilih baja ringan yang memiliki lapisan AZ (Alumunium Zinc), atau dengan menjaga baja ringan dari paparan sinar matahari dan hujan yang berlebihan.

Cara berikutnya yaitu dengan berhati-hati saat pemasangan, jangan biarkan baja ringan tergores oleh benda tajam yang mengakibatkan lapisannya mengelupas. Bagian yang tergores tadi otomatis akan lebih mudah berkarat saat terpapar panas dan hujan dikarenakan lapisan pelindungnya sudah rusak.

Nah, itulah informasi mengenai baja ringan sebagai bahan penyusun kerangka atap. Semoga dapat bermanfaat ya.

Ade Widi Rahayu
Just an ordinary people.