Mengenal Bagian & Bentuk Atap Untuk Rumah & Bangunan
Mengenal Bagian & Bentuk Atap Untuk Rumah & Bangunan

Mengenal Bagian & Bentuk Atap Untuk Rumah & Bangunan

Atap menjadi salah satu bagian hunian yang paling krusial. sebagai penutup bangunan, atap sangat berguna untuk melindungi apapun yang ada di dalamnya. Selain berfungsi sebagai pelindung, atap hadir sebagai mahkota dari sebuah hunian yang bisa meningkatkan nilai estetika bangunan tersebut. -MegaBaja.co.id

Fungsi Atap Pada Rumah Dan Bangunan

Pada dasarnya, bagian rumah yang satu ini memiliki banyak fungsi yang bermanfaat bagi rumah dan bangunan. Berikut beberapa fungsi dari penggunaan atap, antara lain:

  • Melindungi ruang yang ada di bawahnya.
  • Menahan radiasi panas secara berlebihan.
  • Mengurangi dampak tampias hujan.
  • Menghambat pergerakan angin yang biasanya membawa debu sehingga membuat rumah tampak kotor.

Bagian Atap Rumah

Karena banyaknya fungsi yang dimiliki, menjadikan atap memiliki peran yang sangat krusial. Oleh karena itulah, dalam pemilihan bahan atap hingga model yang pas perlu mempertimbangkan berbagai aspek.

Perlu diketahui bahwa atap memiliki banyak bagian dengan fungsinya masing-masing. beberapa bagian dari atap yang perlu dipahami yaitu antara lain:

1. Shingles

Shingles
Shingles

Bagian ini merupakan atap berbentuk datar dan persegi panjang. Biasanya dipasang di bagian atas setelah dek ditempatkan. Shingles terbuat dari berbagai bahan seperti batu tulis, plastik, kayu, dan masih banyak lagi.

Selain itu, shingles surya juga sedang menjadi tren akhir-akhir ini. Fungsinya sendiri yaitu untuk mencegah air masuk ke atap.

2. Ridge

Ridge
Ridge

Bagian ini merupakan kayu atau logam horizontal yang bertumpu pada puncak atap dan menciptakan segitiga atap. Ridge adalah puncak tertinggi dari atap dan untuk menjalankan fungsinya maka bagian ini perlu dihubungkan dengan kasau dan rangka untuk membuat rangka dari atap bangunan.

3. Valley

Valley
Valley

Valley menghubungkan 2 atap yang miring membentuk sudut 90 derajat. Bagian ini memiliki fungsi sebagai selokan atap, tempat air atau puing-puing kecil yang jatuh dan menetes dari atap. Pada dasarnya, valley ini akan mengumpulkan air yang akan jatuh dari atap.

4. Eave

Eave
Eave

Merupakan titik terendah atap yang menonjol. Kehadirannya berfungsi sebagai pelindung agar tembok tidak ternodai oleh air yang menetes dari atap. Dengan begitu tembok akan selalu dalam keadaan bersih.

5. Soffit

Soffit
Soffit

Ialah pelengkap bagian atap yang memiliki sifat fungsional dan mampu menambah nilai estetika. Bagian ini terletak di antara dinding dengan eave atap. Soffit juga berfungsi untuk menyembunyikan balok langit-langit dan kasau. Selain itu juga mampu melindungi kasau dari kelembaban dan jamur.

6. Rake

Rake adalah sisi miring yang terletak di ujung atap berbentuk pelana. Bagian ini bisa berbentuk datar atau menggantung. Rake yang menggantung dibiarkan terbuka atau bisa ditutup dengan fascia atau soffit. Penggunaannya juga bisa disesuaikan untuk kebutuhan estetika atap.

Beragam Bentuk Atap Rumah

Tidak hanya bahan dan materialnya yang bermacam-macam, atap juga memiliki bentuk yang beragam. Berbagai bentuk atap bangunan yang bisa dipilih untuk rumah yaitu sebagai berikut:

1. Atap Datar

Atap Datar
Atap Datar

Atap ini memiliki bentuk yang paling sederhana dibandingkan bentuk atap yang lain. Biasanya bentuk atap ini diterapkan pada rumah atau bangunan bertingkat. Atap akan dibuat miring ke sisi tertentu agar air hujan yang tertampung bisa mengalir.

2. Atap Sandar

Bentuk atap ini biasanya digunakan untuk bangunan tambahan. Contohnya seperti selasar atau emperan. Namun, atap ini sudah banyak digunakan pada rumah dengan gaya modern di masa sekarang. Selain itu, atap ini juga biasanya digabungkan dengan atap bermodel pelana.

3. Atap Pelana

Atap Pelana
Atap Pelana

Bentuk atap yang satu ini cukup banyak digunakan untuk rumah masyarakat Indonesia. Atap pelana terdiri dari 2 sisi yang bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut sebagai bubungan. Atap ini memiliki bentuk paling aman.

Hal tersebut karena mudah dideteksi apabila terjadi kebocoran. Untuk sudut kemiringan dari atap ini yaitu antara 30-45 derajat.

4. Atap Limas

Atap limas merupakan penyempurnaan dari atap berbentuk pelana dan terdiri dari 4 bidang. 2 bidang bertemu pada satu garis bubungan jurai dan 2 bidang lainnya bertemu pada garis bubungan atas. Atap ini terlihat dari gabungan dari 2 bentuk trapesium dan 2 bentuk segitiga.

5. Kombinasi Atap Pelana & Perisai

Atap ini merupakan gabungan dari atap pelana dan perisai. Banyak orang yang menyebut bentuk atap ini dengan istilah atap tenda patah. Tidak kalah dengan yang lainnya, atap ini juga mampu memberikan kesan estetik pada rumah.

6. Atap Mansard

Atap Mansard
Atap Mansard

Bentuk atap ini terlihat seperti terdiri dari 2 atap yang terlihat bertingkat. Menariknya, atap jenis ini jarang digunakan pada rumah masyarakat Indonesia. Kebanyakan bentuk atap ini digunakan oleh bangunan Belanda di masa kolonial.

7. Atap Gergaji

Atap Gergaji
Atap Gergaji

Atap yang satu ini terdiri dari 2 bidang atap yang tidak sama lerengnya. Penggunaan atap ini seringkali diaplikasikan pada bangunan pabrik, gudang, maupun bengkel. Penerapan atap pada bangunan tersebut tentu karena mempertimbangkan fungsinya.

Tips Memilih Atap Rumah Yang Cocok

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memilih atap rumah yang cocok. Ini karena atap memegang peranan yang penting dalam kekokohan bangunan rumah. Beberapa poin yang harus diperhatikan antara lain:

1. Perhatikan Kondisi Cuaca

Salah satu tips memilih atap rumah yang cocok yaitu sesuaikan atap dengan kondisi cuaca tempat tinggal. Contohnya, jika tinggal di daerah pesisir, sebaiknya tidak memilih atap yang terbuat dari bahan seng.

Hal ini karena ketika kemarau datang, atap seng akan membuat hawa rumah terasa lebih panas. Atap seng ini justru lebih cocok untuk diaplikasikan di rumah yang ada di daerah pegunungan.

2. Pertimbangkan Jenis Atap Yang Akan Dipakai

Untuk memilih atap yang cocok, tentu juga perlu mempertimbangkan jenis atap yang akan digunakan. Jenis atap bisa dilihat dari kondisi ketahanan atap, biaya atap, sisi keamanan atap dan keselamatan, hingga segi estetika.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka atap yang dipilih akan lebih cocok untuk rumah dan sesuai dengan fungsinya. Pemilihan atap yang sesuai menjadikannya mampu berfungsi secara maksimal.

3. Pertimbangkan Kerangka Atap Rumah

Kerangka atap merupakan hal yang paling perlu dipikirkan saat memilih jenis atap. Anda harus memastikan kerangka yang Anda bangun cukup kuat dan berkualitas agar mampu menopang atap pilihan dengan baik. 

4. Pastikan Produk Atap Rumah Berkualitas

Tips berikutnya untuk memilih atap yang tepat ialah memastikan bahwa produk atap tersebut memiliki kualitas yang bagus. Perhatikan ketahanan dari penggunaan atap dan harga yang ditawarkan.

Sebaiknya memilih atap dengan harga lebih mahal namun berkualitas sehingga tidak harus selalu mengeluarkan anggaran untuk melakukan perbaikan. Dengan demikian akan lebih menghemat pengeluaran karena memilih produk yang berkualitas.

Atap merupakan bagian terpenting dalam sebuah rumah. Tidak hanya sebagai pelindung, lebih dari itu, atap juga menjadi mahkota yang mampu meningkatkan nilai estetika dari rumah tersebut. Oleh karena itulah dalam pemilihannya tentu tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

imatbagjagumilar
Manusia satu-satunya di bumi ini. dan hanya ini saja. merasa diri special dari yang special. hobinya bernafas, minum kopi dan baca-baca aja. Suka sama Rumah dan berbagai macam hal mengenai Arsitektur. Terus Belajar untuk mencari pencarian bakat. biar kaya super hero.